SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A.
Model
pembelajaran STAD
1.
Pengertian Model pembelajaran STAD
Slavin yang dikutip
Rusman (2013:201-202) Dalam model pembelajaran kooperatif ini, “guru lebih
berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung kearah
pemahaman yang lebih tinggi dengan catatan siswa sendiri”. Guru tidak hanya
memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga harus membangun pengetahuan
dalam pikirannya. Siswa mempunyai kesempatan untuk pendapatkan pengalaman
langsung dalam menerapkan ide-ide mereka, ini merupakan kesempatan bagi siswa
untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Miftahul (2013:111) model pembelajaran kooperatif “merupakan
model yang mana siswa bekerjasama dalam kelompok terdiri dari tiga atau lebih
anggota pada hakikatnya dapat memberikan daya dan manfaat tersendiri”.
Dari uraian tersebut model pembelajaran
kooperatif artinya bekerjasama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama,
dan guru sebagai fasilitator bagi siswa atau penghubung juga memberikan kearah yang lebih bertangung jawab
dan diharapkan siswa dapat menerapkan ide-ide mereka sendiri dalam masing-masing
kelompok.
2.
Teori yang melandasi model pembelajaran
kooperatif
Sebagai model pembelajaran yang
sistematis yang mengelompokan siswa untuk tujuan menciptakan pembelajaran yang
efektif.
Teori konstruktivisme. Menurut Rusman (2013:202)
model pembelajaran kooperatif adalah “suatu pendekatan dimana siswa harus
secara individual menemukan dan mentransformasiakn informasi yang komplek”.
Oleh karena itu, apabila dirumuskan secara keseluruhannya pengertian atau
maksud pembelajaran secara konstruktivisme adalah pengejaran dan pembelajaran
yang dipusatkan kepada siswa. Guru akan mengenal pasti kemampuan murid dan
merancang kaedah pengajarannya dengan sifat asas pengetahuan tersebut.
3. Langkah-langkah
dalam pembelajaraan kooperatif
Menurut Rusman (2013:211)
langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
a.
Guru
menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b.
Guru
menyampaikan atau menyajikan materi kepada siswa
c.
Guru
membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
d.
Guru
mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah depelajari masing-masing
kelompok.
e.
Guru
mencari cara menghargai baik upaya maupun hasil belajar individu dan kelompok
B. Model Pembelajaran STAD
1.
Pengertian STAD
Trianto (2007: 1) model pembelajaran
adalah “suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam
merencanakan pembelajran dikelas”. Slavin (2010:143) mengemukakan “STAD
merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan
model paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan
pendekatan kooperatif”.
2.
Langkah-langkah pembelajaran STAD
Slavin (2010:143) mengemukakan “ STAD
merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan
model paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan
pendekatan kooperatif”.
Dalam model pembelajran kooperatif
terdapat beberapa variasi teknik yang dapat diterapkan, yaitu diantaranya:
1)
Student Teams
Achievement Division (STAD).
2)
Igsaw.
3)
Investigasi
Kelompok .
4)
Make a Math.
5)
Teams Games
Tournament
(TGT).
6)
Struktural
Model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).Model
Pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD) model ini di kembangkan oleh Robert Slavin dan
teman-temannya di universitas John Hopkin. Langkah –langkah pembelajaran
kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD) menurut Rusman (2013:215-216)
sebagai berikut:
1)
Penyampaian
tujuan dan motivasi.
Menyampaikan
tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi
siswa untuk belajar
2)
Pembagian
kelompok
Siswa dibagi
kedalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa
yang memprioritaskan heterogenitas (keberagaman).
3)
Persentasi
dari guru
Guru menyampaikan
materi pelajaran terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin
dicapai pada pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan tersebut
dipelajari.
4)
Kegiatan
belajar dalam tim (kerja tim).
Siswa belajar
dalam kelompok yang telah dibentuk. Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai
pedoman bagi kerja kelompok, sehingga semua anggota menguasai dan masing-masing
memberikan kontribusi.
5)
Kuis
(Evaluasi)
Guru mengevaluasi
hasil belajar melalui pemberian kuis tentang materi yang dipelajari dan juga
melakukan penilaian terhadap persentasi hasil kerja masing-masing kelompok.
Siswa diberikan kursi secara individual dan tidak dibenarkan bekerjasama.
6)
Penghargaan
prestasi tim
Setelah
pelaksanaan kuis, guru memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka dengan
rentang 0-100. Selanjutnya diberikan penghargaan atas keberhasilan kelompok
dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan yaitu menghitung
skor individu, menghitung skor kelompok, dan pemberian hadiah kepada kelompok
yang memperoleh skor tertinngi dari kelompok lainya.
3.
Kelebihan dan kekurangan model
pembelajaran kooperatif tipe STAD, kelebihan dalam model pembelajaran
kooperatif tipe STAD diantaranya:
a.
Mengembangkan serta
menggunakan keterampilan berpikir
kritis dan kerjasama kelompok.
b.
Menyuburkan hubungan
antar pribadi yang positif di
antara siswa yang berasal dari keadaan ekonomi yang
berbeda.
c.
Menerapkan bimbingan oleh teman.
d.
Memberikan motivasi siswa untuk dapat
saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam mengusai materi.
Sedangkan kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif
tipe STAD diantaranya:
a.
Siswa yang kurang pandai dan kurang rajin akan merasa minder
berkerja sama dengan teman-teman yang lebih mampu.
b.
Terjadi situasi kelas yang gaduh singga siswa tidak dapat
bekerja secara efektif dalam kelompok.
c.
Pemborosan waktu.
C. Hasil Belajar
1) Pengertian
Hasil Belajar
Menurut
Nyoman (2013:184), “ hasil belajar adalah semua efek yang dapat
dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari prnggunaan metode pembelajaran
dibawah kondisi yang berbeda”. Istarani dan Panulung (2016:17) juga menyatakan
bahwa ”hasil belajar adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan
dalam perilaku dan penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk
menggambarkan hasil belajar yang diharapkan”.
Jadi
dapat ditarik kesimpulannya “hasil belajar merupakan tentang penilaian dan
penampilan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil yang diharapkan”.
2)
Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil
belajar
Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil
belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor
intern dan faktor ekstern. Adapun
faktor intern yang mempengaruhi belajar menurut Slameto (2010: 54-59) adalah
sebagai berikut:
a)
Faktor
Jasmaniah
Terdapat dua
faktor dalam jasmaniah ini yaitu, faktor kesehatan dan cacat tubuh.Dimana sangat mempengaruhi
segenap proses belajar.
b)
Faktor
Psikologis
Pada faktor
psikologis ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar diantaranya
ialah inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
c)
Faktor
Kelelahan
Kelelahan pada
seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua
macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani atau bersifat psikis.
Sedangkan faktor ekstern yang
mempengaruhi belajar. Aunurrahman (2012:187-195) adalah sebagai berikut:
“faktor guru,lingkungan sosial, kurikulum sekolah, sarana dan prasarana”.
a)
Faktor
Guru
Dalam proses pembelajaran,
kehadiran guru masih menempati posisi penting, meskipun di tengah pesatnya
kemajuan teknologi yang telah merambah kedunia pendidikan. Dalam ruang lingkup
tertentu guru harus mampu menerapkam empat kompetensi yang ada didalam dirinya
yaitu kompetensi pedagogic, kepribadian, professional dan sosial.
b)
Lingkungan
Sosial (termasuk teman sebaya).
Lingkungan sosial sangat mempengaruhi
hasil belajar siswa yang dimana lingkungan sosial merupakan tempat interaksinya
siswa. Sebagai mahluk sosial maka setiap siswa tidak mungkin melepaskan dirinya
dari interaksi dengan lingkungan, terutama sekali teman-teman sebaya disekolah.
Lingkungan sekolah dapat berdampak positif dan dapat pula member pengaruh
negatif.
c)
Kurikulum
Sekolah
Dalam rangkaian
proses pembelajaran disekolah, kurikulum merupakan panduan yang dijadikan guru
sebagai kerangka acuan untuk mengembangakan proses pembelajaran. Karena
kurikulum disusun berdasarkan tuntutan perubahan dan kemajuan masyarakat,
sementara perubahan perubahan dan kemajuan adalah sesuatu yang harus terjadi,
maka dari itu kurikulum juga mengalami perubahan hal ini tentu sangat
mempengaruhi proses belajar siswa.
d)
Sarana
dan Prasarana
Prasarana dan
sarana merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar
siswa. Sarana dan Prasarana yang sangat berpengaruh seperti gedung sekolah,
ruang kelas, fasilitas kelas, ruang perpustakaan dan laboratorium.
D.
Mata
Pelajaran Ekonomi
1) Pengertian
Mata Pelajaran Ekonomi
Dalam
KTSP ilmu ekonomi adalah memilih alternatif yang terbaik untuk mencapai
kemakmuran manusia mempunyai banyak pilihan kegiatan. Namun, dari sekian banyak
pilihan kegiatan tersebut dapat dianalisis secara ekonomi sehingga untuk
menentukan pilihan kegiatan ekonomi yang terbaik. Depdiknas (2000:1), “Mata
pelajaran ekonomi diartikan sebagai pengetahuan mengenai peristiwa dan
persoalan yang berkaitan dengan upaya manusia secara perorangan , kelompok ,
suku bangsa dan organisasi dalam memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas
dihadapkan pada sumber yang terbatas”.
Berdasarkan
uraian diatas maka pelajaran ekonomi merupakan pelajaran yang membahas tentang kebutuhan manusia yang
terbatas dan sumber pemenuh kebutuhan yang terbatas.
Tujuan
pelajaran ekonomi PerMenDikNas No 23
tahun 2006 menganalisis permasalahan
ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomimelalui
mekanisme pasar, dengan pendapatan
nasional, konsumsi, tabungan dan investasi, uang dan perbankan.
Dapat
disimpulkan bahwa pelajaran
ekonomi yang diajarkan agar kemampuan siswa dalam mengenali peristiwa ekonomi,
menelaah dan menilai masalah ekonomi, baik yang bersifat perseorangan atau
berbagai bagian dari suatu masyarakat, maupun bersifat nasional.
E.
Hipotesis
Penelitian
Menurut Maolani dan
Cahyana (2015:32). ” Hipotesis
penelitian adalah hipotesis berasal dari hipo yang bearti “kurang dari” dan
tesis bearti “pendapat” jadi hipotesis bearti kesimpulan yang belum final”.
Sedangkan menurut Sugiyono (2015:96). ”Hipotesis merupakan jawaban sementara
terhadap rumusan masalah, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan
dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Menurut Usman dan Akbar (2010:119),
”Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu
diuji kebenarannya“.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah dugaan atau
jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah dimana kebenarannya harus
diuji melalui penelitian yang mana
hasilnya diterima atau ditolak. Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis
dalam penelitian ini adalah :
1.
Hipotesis Nol (Ho)
Menurut Maolani dan Cahyana (2015:35). Hipotesis nol adalah “tidak ada
beda, tidak ada hubungan, atau tidak ada efek situasi”. Adapun Hipotesis Nol
(Ho) dalam penelitian ini adalah: Tidak terdapat pengaruh penerapan model
pemebelajaran Student Teams Achievement
Division (STAD) dengan hasil belajar.
2.
Hipotesis Alternatif (Ha)
Menurut Maolani dan Cahyana (2015:36)
“merupakan hipotesis tandingan atau juga
disebut hipotesis kerja”. Adapun
Hipotesis Alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah: terdapat perbedaan pengaruh
model pemebelajaran Student Teams
Achievement Division (STAD). dengan hasil belajar.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home