Friday, July 26, 2019

SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK BAB II


BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

A.      Model pembelajaran STAD
1.    Pengertian Model pembelajaran STAD
      Slavin yang dikutip Rusman (2013:201-202) Dalam model pembelajaran kooperatif ini, “guru lebih berperan sebagai fasilitator yang berfungsi sebagai jembatan penghubung kearah pemahaman yang lebih tinggi dengan catatan siswa sendiri”. Guru tidak hanya memberikan pengetahuan kepada siswa, tetapi juga harus membangun pengetahuan dalam pikirannya. Siswa mempunyai kesempatan untuk pendapatkan pengalaman langsung dalam menerapkan ide-ide mereka, ini merupakan kesempatan bagi siswa untuk menemukan dan menerapkan ide-ide mereka sendiri. Miftahul  (2013:111) model pembelajaran kooperatif “merupakan model yang mana siswa bekerjasama dalam kelompok terdiri dari tiga atau lebih anggota pada hakikatnya dapat memberikan daya dan manfaat tersendiri”.
       Dari uraian tersebut model pembelajaran kooperatif artinya bekerjasama dalam kelompok untuk mencapai tujuan bersama, dan guru sebagai fasilitator bagi siswa atau penghubung  juga memberikan kearah yang lebih bertangung jawab dan diharapkan siswa dapat menerapkan ide-ide mereka sendiri dalam masing-masing kelompok.


2.    Teori yang melandasi model pembelajaran kooperatif
       Sebagai model pembelajaran yang sistematis yang mengelompokan siswa untuk tujuan menciptakan pembelajaran yang efektif.
       Teori konstruktivisme. Menurut Rusman (2013:202) model pembelajaran kooperatif adalah “suatu pendekatan dimana siswa harus secara individual menemukan dan mentransformasiakn informasi yang komplek”. Oleh karena itu, apabila dirumuskan secara keseluruhannya pengertian atau maksud pembelajaran secara konstruktivisme adalah pengejaran dan pembelajaran yang dipusatkan kepada siswa. Guru akan mengenal pasti kemampuan murid dan merancang kaedah pengajarannya dengan sifat asas pengetahuan tersebut.
3.    Langkah-langkah dalam pembelajaraan kooperatif
       Menurut Rusman (2013:211) langkah-langkah dalam pembelajaran kooperatif sebagai berikut :
a.    Guru menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
b.    Guru menyampaikan atau menyajikan materi kepada siswa
c.    Guru membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas
d.    Guru mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah depelajari masing-masing kelompok.
e.    Guru mencari cara menghargai baik upaya maupun hasil belajar  individu dan kelompok

B.       Model Pembelajaran STAD
1.    Pengertian STAD
       Trianto (2007: 1) model pembelajaran adalah “suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajran dikelas”. Slavin (2010:143) mengemukakan “STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan model paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif”.
2.    Langkah-langkah pembelajaran STAD
       Slavin (2010:143) mengemukakan “ STAD merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang paling sederhana, dan model paling baik untuk permulaan bagi para guru yang baru menggunakan pendekatan kooperatif”.
       Dalam model pembelajran kooperatif terdapat beberapa variasi teknik yang dapat diterapkan, yaitu diantaranya:
1)   Student Teams Achievement Division (STAD).
2)   Igsaw.
3)   Investigasi Kelompok .
4)   Make a Math.
5)   Teams Games Tournament (TGT).
6)   Struktural
       Model pembelajaran kooperatif  tipe Student Teams Achievement Division (STAD).Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) model ini di kembangkan oleh Robert Slavin dan teman-temannya di universitas John Hopkin. Langkah –langkah pembelajaran kooperatif  tipe Student Teams Achievement Division (STAD) menurut Rusman (2013:215-216) sebagai berikut:
1)   Penyampaian tujuan dan motivasi.
Menyampaikan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pembelajaran tersebut dan memotivasi siswa untuk belajar
2)   Pembagian kelompok
Siswa dibagi kedalam beberapa kelompok, dimana setiap kelompoknya terdiri dari 4-5 siswa yang memprioritaskan heterogenitas (keberagaman).
3)   Persentasi dari guru
Guru menyampaikan materi pelajaran terlebih dahulu menjelaskan tujuan pelajaran yang ingin dicapai pada pertemuan tersebut serta pentingnya pokok bahasan tersebut dipelajari.
4)   Kegiatan belajar dalam tim (kerja tim).
Siswa belajar dalam kelompok yang telah dibentuk. Guru menyiapkan lembaran kerja sebagai pedoman bagi kerja kelompok, sehingga semua anggota menguasai dan masing-masing memberikan kontribusi.
5)   Kuis (Evaluasi)
Guru mengevaluasi hasil belajar melalui pemberian kuis tentang materi yang dipelajari dan juga melakukan penilaian terhadap persentasi hasil kerja masing-masing kelompok. Siswa diberikan kursi secara individual dan tidak dibenarkan bekerjasama.
6)   Penghargaan prestasi tim
Setelah pelaksanaan kuis, guru memeriksa hasil kerja siswa dan diberikan angka dengan rentang 0-100. Selanjutnya diberikan penghargaan atas keberhasilan kelompok dapat dilakukan oleh guru dengan melakukan tahapan-tahapan yaitu menghitung skor individu, menghitung skor kelompok, dan pemberian hadiah kepada kelompok yang memperoleh skor tertinngi dari kelompok lainya.

3.    Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran kooperatif tipe STAD, kelebihan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD diantaranya:
a.    Mengembangkan  serta  menggunakan  keterampilan  berpikir  kritis dan kerjasama kelompok.
b.    Menyuburkan  hubungan  antar  pribadi  yang  positif  di  antara  siswa  yang berasal dari keadaan ekonomi yang berbeda.
c.    Menerapkan bimbingan oleh teman.
d.    Memberikan motivasi siswa untuk dapat saling mendukung dan membantu satu sama lain dalam mengusai materi.

       Sedangkan kelemahan dalam model pembelajaran kooperatif tipe STAD diantaranya:
a.    Siswa yang kurang pandai dan kurang rajin akan merasa minder berkerja sama dengan teman-teman yang lebih mampu.
b.    Terjadi situasi kelas yang gaduh singga siswa tidak dapat bekerja secara efektif dalam kelompok.
c.    Pemborosan waktu.
C.      Hasil Belajar
1)   Pengertian Hasil Belajar
       Menurut  Nyoman (2013:184), “ hasil belajar adalah semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai dari prnggunaan metode pembelajaran dibawah kondisi yang berbeda”. Istarani dan Panulung (2016:17) juga menyatakan bahwa ”hasil belajar adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam perilaku dan penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan”.
       Jadi dapat ditarik kesimpulannya “hasil belajar merupakan tentang penilaian dan penampilan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil yang diharapkan”.
2)   Faktor – faktor yang mempengaruhi hasil belajar
       Faktor-faktor yang mempengaruhi hasil belajar banyak jenisnya, tetapi dapat digolongkan menjadi dua, yaitu faktor intern dan faktor ekstern.      Adapun faktor intern yang mempengaruhi belajar menurut Slameto (2010: 54-59) adalah sebagai berikut:
a)    Faktor Jasmaniah
Terdapat dua faktor dalam jasmaniah ini yaitu, faktor kesehatan dan    cacat tubuh.Dimana sangat mempengaruhi segenap proses belajar.
b)   Faktor Psikologis
Pada faktor psikologis ini terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi proses belajar diantaranya ialah inteligensi, perhatian, minat, bakat, motif, kematangan, dan kesiapan.
c)    Faktor Kelelahan
Kelelahan pada seseorang walaupun sulit untuk dipisahkan tetapi dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu kelelahan jasmani dan kelelahan rohani atau bersifat psikis.

               Sedangkan faktor ekstern yang mempengaruhi belajar. Aunurrahman (2012:187-195) adalah sebagai berikut: “faktor guru,lingkungan sosial, kurikulum sekolah, sarana dan prasarana”.
a)    Faktor Guru
Dalam proses pembelajaran, kehadiran guru masih menempati posisi penting, meskipun di tengah pesatnya kemajuan teknologi yang telah merambah kedunia pendidikan. Dalam ruang lingkup tertentu guru harus mampu menerapkam empat kompetensi yang ada didalam dirinya yaitu kompetensi pedagogic, kepribadian, professional dan sosial.
b)   Lingkungan Sosial (termasuk teman sebaya).
Lingkungan sosial sangat mempengaruhi hasil belajar siswa yang dimana lingkungan sosial merupakan tempat interaksinya siswa. Sebagai mahluk sosial maka setiap siswa tidak mungkin melepaskan dirinya dari interaksi dengan lingkungan, terutama sekali teman-teman sebaya disekolah. Lingkungan sekolah dapat berdampak positif dan dapat pula member pengaruh negatif.
c)    Kurikulum Sekolah
Dalam rangkaian proses pembelajaran disekolah, kurikulum merupakan panduan yang dijadikan guru sebagai kerangka acuan untuk mengembangakan proses pembelajaran. Karena kurikulum disusun berdasarkan tuntutan perubahan dan kemajuan masyarakat, sementara perubahan perubahan dan kemajuan adalah sesuatu yang harus terjadi, maka dari itu kurikulum juga mengalami perubahan hal ini tentu sangat mempengaruhi proses belajar siswa.


d)   Sarana dan Prasarana
Prasarana dan sarana merupakan faktor yang turut memberikan pengaruh terhadap hasil belajar siswa. Sarana dan Prasarana yang sangat berpengaruh seperti gedung sekolah, ruang kelas, fasilitas kelas, ruang perpustakaan dan laboratorium.

D.      Mata Pelajaran Ekonomi
1)   Pengertian Mata Pelajaran Ekonomi
       Dalam KTSP ilmu ekonomi adalah memilih alternatif yang terbaik untuk mencapai kemakmuran manusia mempunyai banyak pilihan kegiatan. Namun, dari sekian banyak pilihan kegiatan tersebut dapat dianalisis secara ekonomi sehingga untuk menentukan pilihan kegiatan ekonomi yang terbaik. Depdiknas (2000:1), “Mata pelajaran ekonomi diartikan sebagai pengetahuan mengenai peristiwa dan persoalan yang berkaitan dengan upaya manusia secara perorangan , kelompok , suku bangsa dan organisasi dalam memenuhi kebutuhan yang tidak terbatas dihadapkan pada sumber yang terbatas”.
       Berdasarkan uraian diatas maka pelajaran ekonomi merupakan pelajaran yang  membahas tentang kebutuhan manusia yang terbatas dan sumber pemenuh kebutuhan yang terbatas.
       Tujuan pelajaran ekonomi PerMenDikNas No 23  tahun 2006 menganalisis permasalahan ekonomi dalam kaitannya dengan kebutuhan manusia dan sistem ekonomimelalui mekanisme pasar, dengan pendapatan nasional, konsumsi, tabungan dan investasi, uang dan perbankan.
       Dapat disimpulkan bahwa pelajaran ekonomi yang diajarkan agar kemampuan siswa dalam mengenali peristiwa ekonomi, menelaah dan menilai masalah ekonomi, baik yang bersifat perseorangan atau berbagai bagian dari suatu masyarakat, maupun bersifat nasional.
E.       Hipotesis Penelitian
       Menurut Maolani dan Cahyana  (2015:32). ” Hipotesis penelitian adalah hipotesis berasal dari hipo yang bearti “kurang dari” dan tesis bearti “pendapat” jadi hipotesis bearti kesimpulan yang belum final”. Sedangkan menurut Sugiyono (2015:96). ”Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan”. Menurut Usman dan Akbar (2010:119), ”Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang masih lemah kebenarannya, maka perlu diuji kebenarannya“.
       Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis adalah dugaan atau jawaban sementara terhadap suatu rumusan masalah dimana kebenarannya harus diuji melalui penelitian  yang mana hasilnya diterima atau ditolak. Berdasarkan rumusan masalah, maka hipotesis dalam penelitian ini adalah :
1.    Hipotesis Nol (Ho)
       Menurut Maolani dan Cahyana  (2015:35). Hipotesis nol adalah “tidak ada beda, tidak ada hubungan, atau tidak ada efek situasi”. Adapun Hipotesis Nol (Ho) dalam penelitian ini adalah: Tidak terdapat pengaruh penerapan model pemebelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) dengan hasil belajar.


2.    Hipotesis Alternatif (Ha)
       Menurut Maolani dan Cahyana (2015:36) “merupakan  hipotesis tandingan atau juga disebut hipotesis kerja”.  Adapun Hipotesis Alternatif (Ha) dalam penelitian ini adalah: terdapat perbedaan pengaruh model pemebelajaran Student Teams Achievement Division (STAD). dengan hasil belajar.


0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home