PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS WEBSITE PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 SAMBAS
PENGEMBANGAN
EVALUASI PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS WEBSITE PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1
SAMBAS
Zainal
Email: zainlakuno@gmail.com
Program
Studi Magister Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak
Abstrak
Pengembangan
evaluasi pembelajaran ekonomi berbasis website ini ditujukan untuk memberikan
kemudahan dengan kondisi nyata yang ada dilapangan. Kondisi nyata yang
dimaksudkan adalah tersedianya teknologi yang sudah dimiliki siswa secara
keseluruhan seperti smartphone dan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk
memberikan media evaluasi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini
dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sambas. Penelitian dan pengembangan ini yaitu,
meneliti tanpa menguji dimana tujuan penelitan pengembangan ini untuk mengggali
potensi. Metode yang digunakan untuk menemukan potensi penelitian dan
pengembangan (Research and Development) adalah metode kualitatif. Adapun
langkah-langkah menemukan potensi adalah describing, classifying, dan
connecting. Pengembangan tahap awal ini menunjukkan potensi yang ada pada objek penelitian adalah teknologi berupa
website.
Kata kunci:
Pengembangan Evaluasi Pembelajaran, Website, Pembelajaran Ekonomi
PENDAHULUAN
Dewasa
ini, dunia sudah memasuki era digital atau yang dikenal dengan revolusi
industri 4.0. Era digital merupakan suatu masa dimana segala sesuatunya
dihidupkan dengan teknologi. Mulai dari televisi, komputer, smartphone hingga
penggunaan internet yang menjadi energi terbesar dari kehidupan di era ini.
Internet membuat semua informasi yang ada di dunia ini menjadi sangat mudah
didapatkan, bahkan dalam hitungan detik. integrasi kuat yang terjadi antara
dunia digital ini dengan produksi industri dapat dikatakan sebagai tanda
masuknya revolusi 4.0. Yang mendasari revolusi digital ini adalah perkembangan
komputer elektronik digital, yaitu komputer pribadi. Selain itu, ponsel 3G dan
4G yang tumbuh pesat pada tahun 2000 juga memainkan peran yang sangat besar
dalam revolusi digital karena mereka secara bersamaan memberikan hiburan
dimana-mana, komunikasi dan konektivitas online.
Kemajuan
teknologi yang kian pesat ini memunculkan tantangan tersendiri bagi negara kita
yang notabene nya masih tergolong dalam kategori negara berkembang. Untuk dapat
bersaing di era digital ini, Indonesia perlu segera meningkatkan kemampuan dan
keterampilan sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan merupakan media
yang memiliki peran utama dalam menciptakan manusia yang berkualitas dan
berpotensi dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan penting dalam menciptakan
kemajuan bangsa dan negara, baik negara maju maupun negara berkembang.
Perkembangan dan kemajuan suatu negara dapat dilihat dari bagaimana pendidikan
mampu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mendapatkan sumber
daya manusia yang berkualitas, diperlukan perbaikan kualitas pendidikan salah
satunya melalui inovasi pendidikan dalam pembelajaran.
Freud
Pervical dan Henry Ellington (1988) menyatakan “Inovasi pembelajaran yang
dilakukan di era berkembangnya teknologi informasi digital adalah dengan
memanfaatkan sarana teknologi informasi yang berkembang pesat untuk
meningkatkan mutu pembelajaran”. Selanjutnya, Reigeluth (2011) menyatakan bahwa
“Inovasi pendidikan dalam metode pembelajaran mencakup rumusan tentang
pengorganisasian bahan ajar, strategi penyampaian dan pengelolaan kegiatan
dengan memperhatikan tujuan, hambatan, dan karakteristik peserta didik sehingga
diperoleh hasil yang efektif, efisien, dan menimbulkan daya tarik
pembelajaran”. Dari kedua pendapat tersebut menunjukkan bahwa inovasi
pembelajaran memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam rangka
mempelajari bahan ajar yang disampaikan oleh guru, tentunya dengan memanfaatkan
media teknologi informasi. Ketepatgunaan dalam melakukan inovasi pembelajaran
sangatlah berpeluang bagi terciptanya kondisi pembelajaran yang kondusif dan
menyenangkan sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif
dan efisien.
Dengan
adanya inovasi pembelajaran seperti yang telah diuraikan diatas, saat ini
pendidik harus menggeser metode maupun media konvensional yang sering digunakan
dan beralih menggunakan metode maupun media pembelajaran modern agar kegiatan
pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Seorang guru atau
pendidik dituntut untuk dapat merancang pembelajaran dengan memanfaatkan
berbagai jenis media dan sumber belajar yang sesuai di era digital ini, yakni
dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat. Seperti
yang diungkapkan oleh Menristekdikti (2018) bahwa dalam menghadapi era revolusi
industri 4.0 (era digital) beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya: a)
persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk menghasilkan lulusan
yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, literacy,
technological literacy and human literacy; b) Rekonstruksi kebijakan
kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi
industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang
dibutuhkan; c) Persiapan sumber daya manusia yang responsive, adaptif dan handal
untuk menghadapi revolusi industri 4; d) Peremajaan sarana prasarana dan
pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan
untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
Perwujudan
inovasi pembelajaran dapat berupa pengembangan media pembelajaran yang
disesuaikan dengan era digital saat ini. Penggunaan media pembelajaran
merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dan sudah merupakan suatu integrasi
terhadap metode belajar yang dipakai. Salah satu media pembelajaran yang
mengikuti perkembangan zaman seiring dengan berkembangnya teknologi informasi
dan komunikasi yaitu media evaluasi pembelajaran berbasis website. Website
adalah salah satu teknologi yang saat ini banyak dikembangkan di era global.
Dahulu website digunakan sebagai penyampaian informasi dan promosi melalui
perangkat PC (Private Computer). Lambat laun sekarang website menjadi suatu
proses pendukung segala macam aspek kehidupan, termasuk sebagai media
pembelajaran. Perangkat untuk mengakses situs web juga tidak terbatas pada PC
saja melainkan juga dapat diakses melalui gadget seperti smartphone, tablet, PC
dan laptop.
Berdasarkan
observasi awal yang peneliti lakukan, peneliti melihat potensi yang bisa
dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, yaitu smartphone/android. Dari seluruh
kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Sambas tahun ajaran 2017/2018 diketahui bahwa
banyak siswa yang memiliki smartphone, dan hanya sebagian kecil siswa yang
menggunakan telepon genggam biasa. Peneliti tertarik ingin mengembangkan
program softwer website sebagai media evaluasi pembelajaran berbasis website
karena ingin menciptakan media yang mampu menarik perhatian siswa secara
mandiri, dengan judul penelitian pengembangan evaluasi pembelajaran ekonomi
berbasis website pada siswa kelas xi di sman 1 sambas
METODE PENELITIAN
Dalam
penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian R&D (Research and
Development). Menurut Sugiyono (2016:1), “Metode penelitian dan pengembangan
adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan
menguji keefektifan produk tersebut.” Produk yang dihasilkan menurut Sujadi
(2003: 164) “dapat berupa produk baru maupun produk pengembangan atau
penyempurnaan dari produk yang telah ada sebelumnya agar lebih efektif”.
Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) penentuan indikator
kualitas sistem; (2) perancangan sistem; (3) uji kelayakan sistem.
Perancangan
aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis website dilakukan dengan cara
pemograman interface (tampilan muka) dan perancangan database. Pemograman interface
menggunakan HTML yang didalamnya disisipi skrip PHP. Pemrograman interface
sistem yang dikembangkan adalah perhitungan tingkat kesukaran, daya pembeda,
validitas, reliabilitas dan uji normailtas, tabel distribusi frekuensi,
kelulusan individu, kelulusan klasikal dan grafik. Perancangan database
aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web menggunakan database MySQL.
Uji
kelayakan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web dilakukan oleh
ahli dan calon guru. Uji ahli dalam penelitian ini menggunakan metode angket
dan cheklist yang dilakukan oleh ahli evaluasi pendidikan. Uji guru dalam
penelitian ini menggunakan metode angket yang cheklist yang dilakukan oleh
guru.
HASIL PENELITIAN DAN
PEMBAHASAN
Aplikasi
sistem evaluasi pembelajaran dibuat menggunakan bahasa pemrograman HTML, PHP,
CSS dan Javascript, sedangkan database yang digunakan adalah MySQL. Web yang
dihasilkan bersifat CMS (Content Management System) artinya untuk perubahan dan
pengembangan isi (content) dapat dilakukan secara langsung dan tidak perlu
mengetikkan bahasa pemrograman.
Terdapat
tiga tingkatan pengguna di dalam pengembangan aplikasi sistem evaluasi
pembelajaran yaitu: admin, member, dan guest. Admin dalam evaluasi pembelajaran
bertindak sebagai guru, member dalam evaluasi pembelajaran bertindak sebagai
siswa, dan guest adalah sebagai seorang tamu yang hanya dapat melihat dan
menggunakan aplikasi secara terbatas. Tiap-tiap pengguna akan memiliki menu
khusus yang dapat digunakan sesuai tingkatannya dalam evaluasi pembelajaran.
Hasil
perhitungan analisis butir soal dapat mengukur: daya pembeda, tingkat
kesukaran, validitas dan reliabilitas soal. Untuk menentukan reliablilitas soal
digunakan beberapa persamaan yang disesuaikan dengan kondisi soal yaitu: K-R 20,
K-R 21, Spearman-Brown dan Rulon. Hasil perhitungan dapat diketahui secara
instan dan hasilnya dapat dicetak menggunakan format Excel.
Dari
hasil checklist yang telah dilakukan diketahui bahwa website yang telah dibuat
dapat dikategorikan baik Aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web
telah memenuhi 85% dari keseluruhan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada
aplikasi evaluasi pembelajaran. Dapat diketahui bahwa aplikasi sistem evaluasi
masih belum sempurna dan masih ada beberapa kelemahan-kelemahan atau kekurangan
yang terdapat pada aplikasi. Adapun kelemahan tersebut adalah belum adanya
fasilitas untuk latihan soal dan user tidak dapat melihat solusi jawaban. Hal
ini disebabkan karena terbatasnya waktu pengerjaan aplikasi sistem evaluasi
pembelajaran.
Dari
hasil angket dapat diketahui bahwa secara umum pengguna merasa puas dengan
aplikasi yang dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari persentase skor (86%)
untuk sub variabel kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna (user) penting dalam
rangka menentukan baik tidaknya sebuah web. Dengan kepuasan yang didapat, maka
kemungkinan besar user akan kembali lagi untuk mengakses web.
Dari
hasil evaluasi aplikasi sistem evaluasi pembelajaran oleh pakar evaluasi
pendidikan, aplikasi sudah dapat dikategorikan baik yaitu sudah memenuhi 77%
indikator yang telah diukur. Namun masih terdapat kelemahan yang terdapat pada
aplikasi, dikarenakan terbatasnya kemampuan penulis dalam pembuatan aplikasi.
Menurut pakar, aplikasi sistem evaluasi cocok untuk dikembangkan pada mahasiswa
yang sedang melaksanakan uji coba soal penelitian (instrument). Selain itu,
aplikasi sistem evaluasi pembelajaran sangat dianjurkan untuk dibuatkan manual
penggunaannya yang didalamnya juga berisi rumus-rumus yang digunakan untuk
menentukan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas. Hal itu
bertujuan agar pengguna tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi
dan mengetahui bagaimana hasil tersebut diperoleh. Hal lain yang perlu
diperhatikan menurut pakar evaluasi pendidikan yaitu fasilitas uji normalitas
yang terdapat pada aplikasi ini tidak diperlukan dalam analisis instrumen
penelitian.
Tidak
dapat dipungkiri bahwa aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web
memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan aplikasi
sejenis seperti Excel, SPSS atau ITEMAN. Adapun kelebihan aplikasi adalah:
(1) aplikasi ini dapat digunakan secara
online artinya dapat digunakan di manapun, asalkan komputer terkoneksi dengan
jaringan internet.
(2) mudah digunakan, aplikasi ini tidak
memerlukan instalasi program tambahan lain, yang diperlukan adalah sebuah
browser untuk mengakses halaman website.
(3) bersifat multiuser artinya dapat
digunakan oleh banyak user dalam waktu bersamaan.
(4) gratis, pembuatan aplikasi ini
tidak untuk dikomersilkan atau diperjualbelikan sehingga tidak memerlukan
lisensi untuk menggunakannya.
Selain
mempunyai kelebihan-kelebihan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis
web juga memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan aplikasi sejenis
antara lain:
(1) hanya dapat menghitung reliabilitas
soal pilihan ganda
(2) memiliki fitur yang terbatas, jika
dibandingkan dengan program Excel atau SPSS fitur yang disediakan aplikasi
sistem evaluasi sangatlah sedikit
(3) kurang cocok digunakan untuk
komputer yang berdiri sendiri (standalone), yaitu komputer yang tidak
terkoneksi dengan LAN maupun internet karena sebelumnya harus menginstal web
server dan database server untuk dapat menggunakan aplikasi.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Simpulan dari
penelitian ini adalah telah dihasilkan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran
berbasis web yang dikembangkan menggunakan bahasa HTML dan PHP, sedangkan
databasenya menggunakan MySQL. Hasil uji kualitas program menunjukkan aplikasi
sudah layak digunakan untuk kegiatan evaluasi pembelajaran dan menganalisis
butir soal.
Saran
Saran yang dapat
diberikan adalah, aplikasi hanya dapat digunakan untuk menganalisis butir soal
pilihan ganda, sebaiknya perlu penelitian lebih lanjut untuk menganalisis soal
angket. Kedua, diadakannya penelitian lebih lanjut untuk menentukan
reliabilitas menggunakan persamaan Flanagan, Alpha dan Hoyt. Ketiga, diadakanya
penelitian lebih lanjut untuk menguji normalitas data menggunakan lilliefors
dan distribusi normal. Keempat, perlu diadakannya penelitian lebih lanjut
tentang pemanfaatan aplikasi untuk menganalisis soal ujian di sekolah. Kelima,
fasilitas cetak pada aplikasi masih bergantung pada Excel, sebaiknya terdapat
penelitian lebih lanjut untuk membuat report dari pdf.
DAFTAR PUSTAKA
Ariani. dan
Haryanto. (2010). Pembelajaran Multi Media di Sekolah. Jakarta: PT. Prestasi
Pustakaraya
Arsyad, Azhar.
(2015). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Daryanto. (2013).
Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Dimyati. dan Mujiono
(2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka citra.
Kustandi, Cecep.
& Sutjipto, Bambang. (2011). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor:
Ghalia Indonesia
Majid, Abdul.
(2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Rosdakarya Offset
Mulyasa. (2008).
Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rohani, Ahmad.
(2014). Media Instruksional Edukatif. Jakarata: Rineka Cipta.
Sanaky, Hujair.
(2011). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Sardiman, dkk. (2014).
Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sugihartono, dkk.
(2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Setyosari, Punaji.
(2010). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenada Media
Sudjana, Nana. &
Rivai, Ahmad. (2013). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sugiyono. (2016).
Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung: Alfabeta
Putra, Nusa. (2011).
Research & Development Penelitian dan Pengembangan Suatu Pengantar.
Jakarta: PT. Raja Grafindo Persa

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home