Friday, July 26, 2019

PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS WEBSITE PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 SAMBAS


PENGEMBANGAN EVALUASI PEMBELAJARAN EKONOMI BERBASIS WEBSITE PADA SISWA KELAS XI DI SMAN 1 SAMBAS

Zainal
Email: zainlakuno@gmail.com

Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak

Abstrak
Pengembangan evaluasi pembelajaran ekonomi berbasis website ini ditujukan untuk memberikan kemudahan dengan kondisi nyata yang ada dilapangan. Kondisi nyata yang dimaksudkan adalah tersedianya teknologi yang sudah dimiliki siswa secara keseluruhan seperti smartphone dan komputer. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan media evaluasi pembelajaran yang efektif. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Sambas. Penelitian dan pengembangan ini yaitu, meneliti tanpa menguji dimana tujuan penelitan pengembangan ini untuk mengggali potensi. Metode yang digunakan untuk menemukan potensi penelitian dan pengembangan (Research and Development) adalah metode kualitatif. Adapun langkah-langkah menemukan potensi adalah describing, classifying, dan connecting. Pengembangan tahap awal ini menunjukkan potensi yang ada pada  objek penelitian adalah teknologi berupa website.
Kata kunci: Pengembangan Evaluasi Pembelajaran, Website, Pembelajaran Ekonomi

PENDAHULUAN
Dewasa ini, dunia sudah memasuki era digital atau yang dikenal dengan revolusi industri 4.0. Era digital merupakan suatu masa dimana segala sesuatunya dihidupkan dengan teknologi. Mulai dari televisi, komputer, smartphone hingga penggunaan internet yang menjadi energi terbesar dari kehidupan di era ini. Internet membuat semua informasi yang ada di dunia ini menjadi sangat mudah didapatkan, bahkan dalam hitungan detik. integrasi kuat yang terjadi antara dunia digital ini dengan produksi industri dapat dikatakan sebagai tanda masuknya revolusi 4.0. Yang mendasari revolusi digital ini adalah perkembangan komputer elektronik digital, yaitu komputer pribadi. Selain itu, ponsel 3G dan 4G yang tumbuh pesat pada tahun 2000 juga memainkan peran yang sangat besar dalam revolusi digital karena mereka secara bersamaan memberikan hiburan dimana-mana, komunikasi dan konektivitas online.
Kemajuan teknologi yang kian pesat ini memunculkan tantangan tersendiri bagi negara kita yang notabene nya masih tergolong dalam kategori negara berkembang. Untuk dapat bersaing di era digital ini, Indonesia perlu segera meningkatkan kemampuan dan keterampilan sumber daya manusia melalui pendidikan. Pendidikan merupakan media yang memiliki peran utama dalam menciptakan manusia yang berkualitas dan berpotensi dalam berbagai aspek kehidupan. Pendidikan penting dalam menciptakan kemajuan bangsa dan negara, baik negara maju maupun negara berkembang. Perkembangan dan kemajuan suatu negara dapat dilihat dari bagaimana pendidikan mampu membentuk sumber daya manusia yang berkualitas. Untuk mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas, diperlukan perbaikan kualitas pendidikan salah satunya melalui inovasi pendidikan dalam pembelajaran.
Freud Pervical dan Henry Ellington (1988) menyatakan “Inovasi pembelajaran yang dilakukan di era berkembangnya teknologi informasi digital adalah dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi yang berkembang pesat untuk meningkatkan mutu pembelajaran”. Selanjutnya, Reigeluth (2011) menyatakan bahwa “Inovasi pendidikan dalam metode pembelajaran mencakup rumusan tentang pengorganisasian bahan ajar, strategi penyampaian dan pengelolaan kegiatan dengan memperhatikan tujuan, hambatan, dan karakteristik peserta didik sehingga diperoleh hasil yang efektif, efisien, dan menimbulkan daya tarik pembelajaran”. Dari kedua pendapat tersebut menunjukkan bahwa inovasi pembelajaran memungkinkan peserta didik memperoleh kemudahan dalam rangka mempelajari bahan ajar yang disampaikan oleh guru, tentunya dengan memanfaatkan media teknologi informasi. Ketepatgunaan dalam melakukan inovasi pembelajaran sangatlah berpeluang bagi terciptanya kondisi pembelajaran yang kondusif dan menyenangkan sehingga kegiatan pembelajaran dapat berlangsung secara efektif dan efisien.
Dengan adanya inovasi pembelajaran seperti yang telah diuraikan diatas, saat ini pendidik harus menggeser metode maupun media konvensional yang sering digunakan dan beralih menggunakan metode maupun media pembelajaran modern agar kegiatan pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien. Seorang guru atau pendidik dituntut untuk dapat merancang pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai jenis media dan sumber belajar yang sesuai di era digital ini, yakni dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan informasi yang kian pesat. Seperti yang diungkapkan oleh Menristekdikti (2018) bahwa dalam menghadapi era revolusi industri 4.0 (era digital) beberapa hal yang harus dipersiapkan diantaranya: a) persiapan sistem pembelajaran yang lebih inovatif untuk menghasilkan lulusan yang kompetitif dan terampil terutama dalam aspek data literacy, literacy, technological literacy and human literacy; b) Rekonstruksi kebijakan kelembagaan pendidikan tinggi yang adaptif dan responsif terhadap revolusi industri 4.0 dalam mengembangkan transdisiplin ilmu dan program studi yang dibutuhkan; c) Persiapan sumber daya manusia yang responsive, adaptif dan handal untuk menghadapi revolusi industri 4; d) Peremajaan sarana prasarana dan pembangunan infrastruktur pendidikan, riset, dan inovasi juga perlu dilakukan untuk menopang kualitas pendidikan, riset, dan inovasi.
Perwujudan inovasi pembelajaran dapat berupa pengembangan media pembelajaran yang disesuaikan dengan era digital saat ini. Penggunaan media pembelajaran merupakan bagian yang tidak bisa dipisahkan dan sudah merupakan suatu integrasi terhadap metode belajar yang dipakai. Salah satu media pembelajaran yang mengikuti perkembangan zaman seiring dengan berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi yaitu media evaluasi pembelajaran berbasis website. Website adalah salah satu teknologi yang saat ini banyak dikembangkan di era global. Dahulu website digunakan sebagai penyampaian informasi dan promosi melalui perangkat PC (Private Computer). Lambat laun sekarang website menjadi suatu proses pendukung segala macam aspek kehidupan, termasuk sebagai media pembelajaran. Perangkat untuk mengakses situs web juga tidak terbatas pada PC saja melainkan juga dapat diakses melalui gadget seperti smartphone, tablet, PC dan laptop.
Berdasarkan observasi awal yang peneliti lakukan, peneliti melihat potensi yang bisa dimanfaatkan dalam proses pembelajaran, yaitu smartphone/android. Dari seluruh kelas XI IIS di SMA Negeri 1 Sambas tahun ajaran 2017/2018 diketahui bahwa banyak siswa yang memiliki smartphone, dan hanya sebagian kecil siswa yang menggunakan telepon genggam biasa. Peneliti tertarik ingin mengembangkan program softwer website sebagai media evaluasi pembelajaran berbasis website karena ingin menciptakan media yang mampu menarik perhatian siswa secara mandiri, dengan judul penelitian pengembangan evaluasi pembelajaran ekonomi berbasis website pada siswa kelas xi di sman 1 sambas


METODE PENELITIAN   
Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode penelitian R&D (Research and Development). Menurut Sugiyono (2016:1), “Metode penelitian dan pengembangan adalah metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk tertentu, dan menguji keefektifan produk tersebut.” Produk yang dihasilkan menurut Sujadi (2003: 164) “dapat berupa produk baru maupun produk pengembangan atau penyempurnaan dari produk yang telah ada sebelumnya agar lebih efektif”. Tahap-tahap yang dilakukan dalam penelitian ini adalah (1) penentuan indikator kualitas sistem; (2) perancangan sistem; (3) uji kelayakan sistem.
Perancangan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis website dilakukan dengan cara pemograman interface (tampilan muka) dan perancangan database. Pemograman interface menggunakan HTML yang didalamnya disisipi skrip PHP. Pemrograman interface sistem yang dikembangkan adalah perhitungan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas, reliabilitas dan uji normailtas, tabel distribusi frekuensi, kelulusan individu, kelulusan klasikal dan grafik. Perancangan database aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web menggunakan database MySQL.
Uji kelayakan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web dilakukan oleh ahli dan calon guru. Uji ahli dalam penelitian ini menggunakan metode angket dan cheklist yang dilakukan oleh ahli evaluasi pendidikan. Uji guru dalam penelitian ini menggunakan metode angket yang cheklist yang dilakukan oleh guru.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Aplikasi sistem evaluasi pembelajaran dibuat menggunakan bahasa pemrograman HTML, PHP, CSS dan Javascript, sedangkan database yang digunakan adalah MySQL. Web yang dihasilkan bersifat CMS (Content Management System) artinya untuk perubahan dan pengembangan isi (content) dapat dilakukan secara langsung dan tidak perlu mengetikkan bahasa pemrograman.
Terdapat tiga tingkatan pengguna di dalam pengembangan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran yaitu: admin, member, dan guest. Admin dalam evaluasi pembelajaran bertindak sebagai guru, member dalam evaluasi pembelajaran bertindak sebagai siswa, dan guest adalah sebagai seorang tamu yang hanya dapat melihat dan menggunakan aplikasi secara terbatas. Tiap-tiap pengguna akan memiliki menu khusus yang dapat digunakan sesuai tingkatannya dalam evaluasi pembelajaran.
Hasil perhitungan analisis butir soal dapat mengukur: daya pembeda, tingkat kesukaran, validitas dan reliabilitas soal. Untuk menentukan reliablilitas soal digunakan beberapa persamaan yang disesuaikan dengan kondisi soal yaitu: K-R 20, K-R 21, Spearman-Brown dan Rulon. Hasil perhitungan dapat diketahui secara instan dan hasilnya dapat dicetak menggunakan format Excel.
Dari hasil checklist yang telah dilakukan diketahui bahwa website yang telah dibuat dapat dikategorikan baik Aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web telah memenuhi 85% dari keseluruhan syarat-syarat yang harus dipenuhi pada aplikasi evaluasi pembelajaran. Dapat diketahui bahwa aplikasi sistem evaluasi masih belum sempurna dan masih ada beberapa kelemahan-kelemahan atau kekurangan yang terdapat pada aplikasi. Adapun kelemahan tersebut adalah belum adanya fasilitas untuk latihan soal dan user tidak dapat melihat solusi jawaban. Hal ini disebabkan karena terbatasnya waktu pengerjaan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran.
Dari hasil angket dapat diketahui bahwa secara umum pengguna merasa puas dengan aplikasi yang dikembangkan. Hal ini dapat dilihat dari persentase skor (86%) untuk sub variabel kepuasan pengguna. Kepuasan pengguna (user) penting dalam rangka menentukan baik tidaknya sebuah web. Dengan kepuasan yang didapat, maka kemungkinan besar user akan kembali lagi untuk mengakses web.
Dari hasil evaluasi aplikasi sistem evaluasi pembelajaran oleh pakar evaluasi pendidikan, aplikasi sudah dapat dikategorikan baik yaitu sudah memenuhi 77% indikator yang telah diukur. Namun masih terdapat kelemahan yang terdapat pada aplikasi, dikarenakan terbatasnya kemampuan penulis dalam pembuatan aplikasi. Menurut pakar, aplikasi sistem evaluasi cocok untuk dikembangkan pada mahasiswa yang sedang melaksanakan uji coba soal penelitian (instrument). Selain itu, aplikasi sistem evaluasi pembelajaran sangat dianjurkan untuk dibuatkan manual penggunaannya yang didalamnya juga berisi rumus-rumus yang digunakan untuk menentukan tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas. Hal itu bertujuan agar pengguna tidak mengalami kesulitan dalam menggunakan aplikasi dan mengetahui bagaimana hasil tersebut diperoleh. Hal lain yang perlu diperhatikan menurut pakar evaluasi pendidikan yaitu fasilitas uji normalitas yang terdapat pada aplikasi ini tidak diperlukan dalam analisis instrumen penelitian.
Tidak dapat dipungkiri bahwa aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan jika dibandingkan dengan aplikasi sejenis seperti Excel, SPSS atau ITEMAN. Adapun kelebihan aplikasi adalah:
(1)    aplikasi ini dapat digunakan secara online artinya dapat digunakan di manapun, asalkan komputer terkoneksi dengan jaringan internet.
(2)    mudah digunakan, aplikasi ini tidak memerlukan instalasi program tambahan lain, yang diperlukan adalah sebuah browser untuk mengakses halaman website.
(3)    bersifat multiuser artinya dapat digunakan oleh banyak user dalam waktu bersamaan.
(4)    gratis, pembuatan aplikasi ini tidak untuk dikomersilkan atau diperjualbelikan sehingga tidak memerlukan lisensi untuk menggunakannya.
Selain mempunyai kelebihan-kelebihan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web juga memiliki beberapa kekurangan dibandingkan dengan aplikasi sejenis antara lain:
(1)    hanya dapat menghitung reliabilitas soal pilihan ganda
(2)    memiliki fitur yang terbatas, jika dibandingkan dengan program Excel atau SPSS fitur yang disediakan aplikasi sistem evaluasi sangatlah sedikit
(3)    kurang cocok digunakan untuk komputer yang berdiri sendiri (standalone), yaitu komputer yang tidak terkoneksi dengan LAN maupun internet karena sebelumnya harus menginstal web server dan database server untuk dapat menggunakan aplikasi.

KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Simpulan dari penelitian ini adalah telah dihasilkan aplikasi sistem evaluasi pembelajaran berbasis web yang dikembangkan menggunakan bahasa HTML dan PHP, sedangkan databasenya menggunakan MySQL. Hasil uji kualitas program menunjukkan aplikasi sudah layak digunakan untuk kegiatan evaluasi pembelajaran dan menganalisis butir soal.
Saran
Saran yang dapat diberikan adalah, aplikasi hanya dapat digunakan untuk menganalisis butir soal pilihan ganda, sebaiknya perlu penelitian lebih lanjut untuk menganalisis soal angket. Kedua, diadakannya penelitian lebih lanjut untuk menentukan reliabilitas menggunakan persamaan Flanagan, Alpha dan Hoyt. Ketiga, diadakanya penelitian lebih lanjut untuk menguji normalitas data menggunakan lilliefors dan distribusi normal. Keempat, perlu diadakannya penelitian lebih lanjut tentang pemanfaatan aplikasi untuk menganalisis soal ujian di sekolah. Kelima, fasilitas cetak pada aplikasi masih bergantung pada Excel, sebaiknya terdapat penelitian lebih lanjut untuk membuat report dari pdf.

DAFTAR PUSTAKA
Ariani. dan Haryanto. (2010). Pembelajaran Multi Media di Sekolah. Jakarta: PT. Prestasi Pustakaraya
Arsyad, Azhar. (2015). Media Pembelajaran. Jakarta: Rajawali Pers.
Daryanto. (2013). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Gava Media.
Dimyati. dan Mujiono (2009). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT. Rineka citra.
Kustandi, Cecep. & Sutjipto, Bambang. (2011). Media Pembelajaran Manual dan Digital. Bogor: Ghalia Indonesia
Majid, Abdul. (2013). Strategi Pembelajaran. Bandung: PT. Rosdakarya Offset
Mulyasa. (2008). Standar Kompetensi dan Sertifikasi Guru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Rohani, Ahmad. (2014). Media Instruksional Edukatif. Jakarata: Rineka Cipta.
Sanaky, Hujair. (2011). Media Pembelajaran. Yogyakarta: Kaukaba Dipantara.
Sardiman, dkk. (2014). Media Pendidikan. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada.
Sugihartono, dkk. (2007). Psikologi Pendidikan. Yogyakarta: UNY Press.
Setyosari, Punaji. (2010). Metode Penelitian Pendidikan dan Pengembangan. Jakarta: Prenada Media
Sudjana, Nana. & Rivai, Ahmad. (2013). Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Algensindo
Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta
Putra, Nusa. (2011). Research & Development Penelitian dan Pengembangan Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo Persa

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home