EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT MATERI DAN HASIL BELAJAR SISWA
EFEKTIFITAS
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DALAM
MENINGKATKAN DAYA INGAT MATERI DAN HASIL BELAJAR SISWA
Dian Fitriani
Lubis
Magister Pendidikan
Ekonomi FKIP UNTAN Pontianak
Abstract
Keberhasilan
pencapaian tujuan Pendidikan bergantung
kepada bagaimana proses belajar yang dialami siswa. Permasalahan dalam
penelitian ini adalah (1) Seberapa besar
pengaruh penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together
terhadap Daya Ingat Materi pada pembelajaran akuntansi (2) Seberapa besar pengaruh penerapan Model
Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together dalam meningkatkan Hasil
belajar Siswa (3) Seberapa besar
pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together
dalam meningkatkan Daya Ingat Materi dan Hasil Belajar Siswa pada pembelajaran
Akuntansi Kelas XII . Penelitian ini berlangsung sebanyak 2 (dua) siklus
.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi. Hasil penelitian
pada siklus I menunjukkan bahwa persentase peningkatan daya ingat materi dalam pembelajaran Akuntansi mencapai
71,875%, (kategori Sedang). Hasil
penelitian pada siklus II menunjukkan persentase daya ingat materi dalam pembelajaran Akuntansi mencapai 77,42% ( kategori Tinggi). Penelitian hasil belajar
siswa pada siklus I yaitu sebesar 70,27% dengan rata – rata 80 . Pada siklus II
meningkat menjadi 89,19% dengan rata – rata 83.
Kata kunci: Penerapan, Model Kooperatif,
Number Heads Together (NHT)
PENDAHULUAN
Salah
satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan yakni masalah lemahnya proses
pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa didorong untuk mengembangkan
kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan kepada kemampuan
untuk menghafal informasi dan tanpa dituntut untuk menghubungkan informasi di
kehidupan sehari hari.. Dengan kata lain proses pendidikan kita tidak diarahkan
untuk mengembangkan dan membangun
manusia cerdas, memiliki kemampuan
memecahkan masalah hidup, serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia
kreatif dan inovatif.
Seorang guru harus mampu mengelola
seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi yang
menjadikan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.Dalam upaya
meningkatkan hasil belajar siswa, guru sebaiknya melaksanakan proses belajar
mengajar secara efektif dengan jalan memilih Metode yang tepat untuk setiap
bahan pelajaran.
Berhasil tidaknya kegiatan belajar
sangat tergantung oleh berbagai faktor yang mempengaruhi proses belajar.
Menurut Suryabrata (2010:233) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses
belajar yaitu :
1)
Faktor
internal (faktor yang berasal dari dalam individu), yakni faktor Fisiologis
(yang bersifat jasmani) dan faktor Psikologis (yang bersifat rohani).
2)
Faktor
eksternal (faktor yang berasal dari luar individu), yakni kondisi lingkungan di
sekitar peserta didik meliputi : faktor sosial dan faktor non sosial.
Kegiatan belajar mengajar hendaknya
tidak hanya berpusat pada guru, tetapi juga harus melibatkan siswa untuk lebih
aktif dan juga kreatif. Guru masih dominan menggunakan metode ceramah untuk
menyampaikan materi, kemudian siswa mencatat dan mendengarkan. Penggunaan
metode ceramah tanpa ada variasi dalam pembelajaran menyebabkan siswa jenuh,
kurang termotivasi, dan materi terasa sulit dipahami.Banyak siswa / peserta
didik yang mengeluh terhadap materi ekonomi, sebagian Peserta Didik menganggap
materi sulit karena terlalu banyak istilah yang tidak dimengerti, sebagian
menganggap ekonomi bukan pelajaran yang menyenangkan karena terlalu banyak
hafalan dan sebagian Peserta Didik merasa kesulitan dalam penerapan materinya
terutama pada materi Siklus akuntansi seperti yang terjadi pada Peserta Didik
SMAN 4 Pontianak sehingga ketuntasan belajar tidak tercapai dengan baik.
Tabel 1.1 Hasil Belajar Peserta
Didik Pada Pelajaran Akuntansi
Kelas XII
Tahun Ajaran 2017/2018 SMA Negeri 4
Pontianak
|
No.
|
Nama
Peserta Didik
|
Nilai
|
|
1
|
Aditya Nugraha
|
70
|
|
2
|
Alvian Dwi Akbar Al Amien
|
70
|
|
3
|
Annisa Fitri Ramadhanti
|
82
|
|
4
|
Ardelia Arinda
|
80
|
|
5
|
Arif Muhammad Afdan
|
72
|
|
6
|
Bernalia Aulia
|
82
|
|
7
|
Bernanda Lorenza Rumambi
|
80
|
|
8
|
Desy Ramadhani
|
70
|
|
9
|
Devi Amalia
|
85
|
|
10
|
Dhea Amalia
|
80
|
|
11
|
Ihsanul Thariqi
|
72
|
|
12
|
Ilham Ramdhani
|
80
|
|
13
|
Indah Rakhmayani
|
75
|
|
14
|
M. Akhdam Amanullah
|
68
|
|
15
|
Maisya Olivia
|
80
|
|
16
|
Miftahul Jannah
|
65
|
|
17
|
Miranda Novianti
|
70
|
|
18
|
Monifa Arini
|
88
|
|
19
|
Muhammad Ammar Nugraha
|
65
|
|
20
|
Muhammad Arief
|
65
|
|
21
|
Muhammad Dzulhaj Saputra
|
60
|
|
22
|
Muhammad Ihza Al Luthfi
|
50
|
|
23
|
Muhammad Iqfi Dzulfijar
|
65
|
|
24
|
Nauval Akbar Maulana
|
88
|
|
25
|
Nofa Oktavianie Putri
|
70
|
|
26
|
Novia Arvianti
|
70
|
|
27
|
Privi Devina Putri
|
90
|
|
28
|
Putri Bianca Salsabila
|
70
|
|
29
|
Rega Adinda
|
72
|
|
30
|
Ridho Cahyo Saputra
|
90
|
|
31
|
Rinda Qorotu Aini
|
90
|
|
32
|
Rizky Nurul Tarida
|
72
|
|
33
|
Selvi Yusnia
|
78
|
|
34
|
Sultan Ridho Anugrah
|
60
|
|
35
|
Syarif Mukhlas Abrar
|
65
|
|
36
|
Taasya Asri Rahmatika
|
65
|
|
37
|
Tiara Insanul Oktariana
|
80
|
Sumber : Data Guru Ekonomi (Hasil Belajar Peserta
Didik)
Berdasarkan
uraian di atas terdapat 15 peserta didik dari 37 peserta didik yang mendapatkan
nilai diatas KKM yaitu ≥ 78 berarti baru 40%, sedangkan 60% peserta didik masih
di bawah KKM . Sehingga untuk
meningkatkan hasil belajar peserta didik di perlukan lagi model pembelajaran
kooperatif tipe lain yang inovatif dan kreatif dalam pembelajaran materi
selanjutnya untuk mengatasi permasalahan pada proses pembelajaran ekonomi.
TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Belajar
Belajar
menurut Hakim dalam Triyastuti ,2010:26
adalah proses perubahan tingkah laku yang relatif mantap yang ada dalam
diri individu atau peserta didik atas dasar pengalaman dan latihan yang berupa
perubahan pengertian, keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau pun sikap.”
Menurut (Djamarah dalam Triyastuti, 2010:26), Belajar ialah aktivitas yang
dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang
telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sekitar dan
perubahan yang terjadi relatif permanen pada aspek psikologis”.
Hasil Belajar
Menurut
Winkel (dalam Purwanto, 2011:45) hasil belajar
adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam aspek dan
tingkah lakunya. Sudjana (2008:22) menjelaskan bahwa hasil belajar adalah
kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman
belajarnya. Sedangkan menurut Suprijono (2009:5) hasil belajar adalah pola-pola
perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan
keterampilan. Menurut Bloom, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor. Gagne (dalam Sudjana, 2008:47) menjelaskan hasil belajar berupa:
·
Informasi
verbal
Pada
umumnya belajar berlangsung melalui informasi verbal, apalagi belajar di
sekolah seperti membaca, mengarang, menulis, cerita, mendengarkan uraian guru,
kesanggupan menyatakan pendapat dalam bahasa lisan atau tulisan, berkomunikasi,
kesanggupan memberi arti dalam setiap kata atau kalimat dan lain-lain.
·
Keterampilan
intelektual
Belajar
kemahiran intelektual ditekankan pada belajar diskriminasi, belajar konsep dan
kaidah maka dalam belajar mengatur kegiatan intelektual yang ditekankan adalah
kesanggupan memecahkan masalah melalui konsep dan kaidah yang telah
dimilikinya.
Daya Ingat
Menurut
Tulving, daya ingat adalah cara-cara yang dengannya individu dapat
mempertahankan dan menarik pengalaman dari masa lalu untuk digunakan saat ini
(Sternberg, 2006). Sedangkan Porter & Hernacki menjelaskan bahwa daya ingat
adalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui. Daya ingat
(memory) merujuk pada kemampuan individu memiliki dan mengambil kembali suatu
informasi dan juga struktur yang mendukungnya serta suatu bentuk kompetensi,
memori juga memungkinkan individu memiliki identitas diri (Wade, 2008).
METODE PENELITIAN
Jenis
penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif. Salah satu jenis penelitian kualitatif adalah
penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut (Arikunto, 2006:3) Penelitian tindakan
kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah
tindakan tindakan yang sengaja dimunculkan yang terjadi dalam sebuah kelas
secara bersama. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di
SMA Negeri 4 Pontianak yang berjumlah 37 peserta didik yang terdiri dari 22
peserta didik perempuan dan 15 peserta didik laki-laki.
Instrumen
yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes merupakan seperangkat soal untuk
menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik, terutama hasil belajar
kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan
pendidikan dan pengajaran (Arikunto, 2010:193). Jenis tes yang digunakan dalam
peneliti adalah tes dalam bentuk objektif sedangkan non tes berupa lembar
observasi dan angket.
Data
yang diperoleh dari hasil tes akan dianalisa dengan cara :
Analisis data hasil
observasi :Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengetahui daya ingat
materi peserta didik dalam pembelajaran ekonomi yang dapat dilihat melalui
nilai observasi.
Keterangan:
n = Skor yang diperoleh tiap
peserta didik
N = Jumlah seluruh skor
% = Tingkat prosentase yang
ingin dicapai
Kriteria penafsiran
variabel penelitian ini ditentukan:
> 75% = daya ingat peserta didik tinggi
65% - 75% = daya ingat peserta didik sedang
> 65% = daya ingat peserta didik kurang
Analisis
data hasil tes
Analisis data
kuantitatif dilakukan untuk mengetahui hasil belajar, dalam hal ini kemampuan
kognitif peserta didik dalam menyelesaikan soal. Data mengenai hasil belajar
dianalisis dengan cara menghitung rata-rata nilai dan ketuntasan belajar secara
klasikal. Adapun rumus yang digunakan adalah:
Data hasil belajar
dalam ranah kognitif, diperoleh dari hasil perhitungan nilai sebagai berikut :
Hasil belajar yang
diperoleh peserta didik selanjutnya dibandingkan dengan nilai KKM (Kriteria
Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan oleh sekolah. Adapun KKM untuk mata
pelajaran Ekonomi adalah 80.
Data yang diperoleh
dari tes hasil belajar tersebut dianalisis dengan teknik analisis hasil
evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar, dengan cara dibandingkan dengan
kriteria ketuntasan belajar, yaitu : ketuntasan belajar klasikal tercapai
apabila 85% dari seluruh peserta didik satu kelas mencapai nilai minimal 80.
Persentase
ketuntasan klasikal dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Tabel
3.1 Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Peserta didik dalam %
|
Tingkat Keberhasilan
|
Arti
|
|
> 85%
|
Sangat tinggi
|
|
60 – 79%
|
Tinggi
|
|
40 – 59%
|
Sedang
|
|
20 – 39%
|
Rendah
|
|
>20%
|
Sangat rendah
|
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penelitian
ini dilaksanakan dalam dua siklus (putaran) dan masing-masing siklus terdiri
atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta refleksi.
Berikut pelaksanaan
kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe
Number Heads Together (NHT)
Perbandingan hasil
post tes siklus I dan post tes siklus II

Dari
histogram di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil tes evaluasi siklus I
dengan tes evaluasi siklus II telah mengalami peningkatan yaitu banyak peserta
didik yang mendapat nilai ≥ 80 hanya 26 peserta didik pada siklus I, sedangkan
pada siklus II yang mendapat nilai ≥ 80 ada 33 peserta didik. Jadi peserta
didik yang tuntas belajar secara klasikal adalah 89,1 % dengan rata-rata nilai
83,01.
Dari
hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran siklus II sudah berhasil, karena
prosentase ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal sudah memenuhi
indikator keberhasilan ≥ 85% yaitu sebesar 89,1% dan nilai rata-rata sudah ≥ 80
yaitu 83,01.
Pembahasan
Berdasarkan
hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan
bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT)
dapat meningkatkan daya ingat dan hasil
belajar pada materi Jurnal penyesuaian di kelas XII MIPA – 3 SMAN 4 Pontianak
semester I, hal ini ditunjukkan oleh :
Meningkatnya
daya ingat peserta didik/siswa yang ditandai naiknya prosentase daya ingat
peserta didik dari 71,875% dengan kriteria sedang pada siklus I menjadi 77,42%
dengan kriteria tinggi pada siklus II.
Meningkatnya
hasil belajar siswa dengan tercapainya ketuntasan belajar siswa dengan
indikator keberhasilan ≥ 85% , dari yang semula 26 siswa tuntas belajar dengan
persentase 70,27% pada siklus I menjadi 33 siswa dengan persentase 89,29 % pada siklus II. Tercapainya ketuntasan
belajar dengan indikator keberhasilan nilai rata-rata ≥ 80, dari nilai
rata-rata kelas sebesar 80 pada siklus I menjadi nilai rata-rata kelas sebesar
83 pada siklus II
KESIMPULAN
Dari hasil
penelitian dan refleksi yang telah diuraikan di atas, maka kesimpulan yang
dapat diperoleh adalah :
1.
Metode
pembelajaran kooperatif tipe Number Head
Together (NHT) dapat digunakan sebagai
pembelajaran alternatif untuk meningkatkan daya ingat materi siswa pada pembelajaran akuntansi kelas XII di SMA Negeri 4 Pontianak.
2.
Dengan
adanya metode Number Head Together (NHT) dapat
memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran Ekonomi sehingga
terjalin komunikasi yang lebih baik antar siswa maupun guru dengan siswa.
3.
Dengan
menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar siswa
pada materi akuntansi kelas XII di SMA
Negeri 4 Pontianak
DAFTAR
PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar –
dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur
Penelitian Suatu Pendidikan Pendekatan Praktek. Jakarta : Bumi Aksara
Dimyati dan Mujiyono. 2002. Belajar
dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan
Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi
Belajar dan Mengajar. Jakarta : Sinar Baru Agensindo
Madya, Suwarsih. 2006. Teori dan
Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Alfabeta.
Purwanto, Ngalim, 2009. Evaluasi
Pengajaran. Bandung: Rosda.
Rosyidi, Suherman. 2009. Pengantar
Teori Ekonomi : Pendekatan Kepada Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta : Raja
Grafindo Persada.
Slameto, 2010. Belajar dan
Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rieneka Cipta.
Sudjana, Nana, 2008. Dasar-dasar
Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian
Administrasi. Bandung : Alfabeta.
Tambrani Rusyan, dan Atang
Kusnidar, 1991. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Ramaja
Rosdakarya.
Trianto, 2009. Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kharosma Putra Utama.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home