Friday, July 26, 2019

EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT MATERI DAN HASIL BELAJAR SISWA


EFEKTIFITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE NUMBER HEADS TOGETHER (NHT) DALAM MENINGKATKAN DAYA INGAT MATERI DAN HASIL BELAJAR SISWA

Dian Fitriani Lubis



Magister Pendidikan Ekonomi FKIP UNTAN Pontianak



Abstract
Keberhasilan pencapaian tujuan Pendidikan  bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami siswa. Permasalahan dalam penelitian ini adalah  (1) Seberapa besar pengaruh penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together terhadap Daya Ingat Materi pada pembelajaran akuntansi   (2) Seberapa besar pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together dalam meningkatkan Hasil belajar Siswa   (3) Seberapa besar pengaruh penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Number Heads Together dalam meningkatkan Daya Ingat Materi dan Hasil Belajar Siswa pada pembelajaran Akuntansi Kelas XII . Penelitian ini berlangsung sebanyak 2 (dua) siklus .Teknik pengumpulan data pada penelitian ini berupa observasi. Hasil penelitian pada siklus I menunjukkan bahwa persentase peningkatan daya ingat materi  dalam pembelajaran Akuntansi mencapai 71,875%,  (kategori Sedang). Hasil penelitian pada siklus II menunjukkan persentase daya ingat materi  dalam pembelajaran Akuntansi mencapai  77,42%  ( kategori Tinggi). Penelitian hasil belajar siswa pada siklus I yaitu sebesar 70,27% dengan rata – rata 80 . Pada siklus II meningkat menjadi 89,19% dengan rata – rata 83.
Kata kunci: Penerapan, Model Kooperatif, Number Heads Together (NHT)

PENDAHULUAN
Salah satu masalah yang dihadapi dunia pendidikan yakni masalah lemahnya proses pembelajaran. Dalam proses pembelajaran siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir. Proses pembelajaran di kelas diarahkan kepada kemampuan untuk menghafal informasi dan tanpa dituntut untuk menghubungkan informasi di kehidupan sehari hari.. Dengan kata lain proses pendidikan kita tidak diarahkan untuk mengembangkan  dan membangun manusia cerdas, memiliki kemampuan  memecahkan masalah hidup, serta tidak diarahkan untuk membentuk manusia kreatif dan inovatif.
Seorang guru harus mampu mengelola seluruh proses kegiatan belajar mengajar dengan menciptakan kondisi yang menjadikan siswa dapat belajar secara efektif dan efisien.Dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa, guru sebaiknya melaksanakan proses belajar mengajar secara efektif dengan jalan memilih Metode yang tepat untuk setiap bahan pelajaran.
Berhasil tidaknya kegiatan belajar sangat tergantung oleh berbagai faktor yang mempengaruhi proses belajar. Menurut Suryabrata (2010:233) faktor-faktor yang dapat mempengaruhi proses belajar yaitu :
1)        Faktor internal (faktor yang berasal dari dalam individu), yakni faktor Fisiologis (yang bersifat jasmani) dan faktor Psikologis (yang bersifat rohani).
2)        Faktor eksternal (faktor yang berasal dari luar individu), yakni kondisi lingkungan di sekitar peserta didik meliputi : faktor sosial dan faktor non sosial.
Kegiatan belajar mengajar hendaknya tidak hanya berpusat pada guru, tetapi juga harus melibatkan siswa untuk lebih aktif dan juga kreatif. Guru masih dominan menggunakan metode ceramah untuk menyampaikan materi, kemudian siswa mencatat dan mendengarkan. Penggunaan metode ceramah tanpa ada variasi dalam pembelajaran menyebabkan siswa jenuh, kurang termotivasi, dan materi terasa sulit dipahami.Banyak siswa / peserta didik yang mengeluh terhadap materi ekonomi, sebagian Peserta Didik menganggap materi sulit karena terlalu banyak istilah yang tidak dimengerti, sebagian menganggap ekonomi bukan pelajaran yang menyenangkan karena terlalu banyak hafalan dan sebagian Peserta Didik merasa kesulitan dalam penerapan materinya terutama pada materi Siklus akuntansi seperti yang terjadi pada Peserta Didik SMAN 4 Pontianak sehingga ketuntasan belajar tidak tercapai dengan baik.
Tabel 1.1 Hasil Belajar Peserta Didik Pada Pelajaran Akuntansi
Kelas XII
Tahun Ajaran 2017/2018 SMA Negeri 4 Pontianak
No.
Nama Peserta Didik
Nilai
1
Aditya Nugraha
70
2
Alvian Dwi Akbar Al Amien
70
3
Annisa Fitri Ramadhanti
82
4
Ardelia Arinda
80
5
Arif Muhammad Afdan
72
6
Bernalia Aulia
82
7
Bernanda Lorenza Rumambi
80
8
Desy Ramadhani
70
9
Devi Amalia
85
10
Dhea Amalia
80
11
Ihsanul Thariqi
72
12
Ilham Ramdhani
80
13
Indah Rakhmayani
75
14
M. Akhdam Amanullah
68
15
Maisya Olivia
80
16
Miftahul Jannah
65
17
Miranda Novianti
70
18
Monifa Arini
88
19
Muhammad Ammar Nugraha
65
20
Muhammad Arief
65
21
Muhammad Dzulhaj Saputra
60
22
Muhammad Ihza Al Luthfi
50
23
Muhammad Iqfi Dzulfijar
65
24
Nauval Akbar Maulana
88
25
Nofa Oktavianie Putri
70
26
Novia Arvianti
70
27
Privi Devina Putri
90
28
Putri Bianca Salsabila
70
29
Rega Adinda
72
30
Ridho Cahyo Saputra
90
31
Rinda Qorotu Aini
90
32
Rizky Nurul Tarida
72
33
Selvi Yusnia
78
34
Sultan Ridho Anugrah
60
35
Syarif Mukhlas Abrar
65
36
Taasya Asri Rahmatika
65
37
Tiara Insanul Oktariana
80
Sumber : Data Guru Ekonomi (Hasil Belajar Peserta Didik)
Berdasarkan uraian di atas terdapat 15 peserta didik dari 37 peserta didik yang mendapatkan nilai diatas KKM yaitu ≥ 78 berarti baru 40%, sedangkan 60% peserta didik masih di bawah KKM  . Sehingga untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik di perlukan lagi model pembelajaran kooperatif tipe lain yang inovatif dan kreatif dalam pembelajaran materi selanjutnya untuk mengatasi permasalahan pada proses pembelajaran ekonomi.

TINJAUAN PUSTAKA
Pengertian Belajar
Belajar menurut Hakim dalam Triyastuti ,2010:26  adalah proses perubahan tingkah laku yang relatif mantap yang ada dalam diri individu atau peserta didik atas dasar pengalaman dan latihan yang berupa perubahan pengertian, keterampilan, kecakapan, kebiasaan atau pun sikap.” Menurut (Djamarah dalam Triyastuti, 2010:26), Belajar ialah aktivitas yang dilakukan individu secara sadar untuk mendapatkan sejumlah kesan dari apa yang telah dipelajari dan sebagai hasil dari interaksi dengan lingkungan sekitar dan perubahan yang terjadi relatif permanen pada aspek psikologis”.
Hasil Belajar
Menurut Winkel (dalam Purwanto, 2011:45) hasil belajar  adalah perubahan yang mengakibatkan manusia berubah dalam aspek dan tingkah lakunya. Sudjana (2008:22) menjelaskan bahwa hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki peserta didik setelah ia menerima pengalaman belajarnya. Sedangkan menurut Suprijono (2009:5) hasil belajar adalah pola-pola perbuatan, nilai-nilai, pengertian-pengertian, sikap-sikap, apresiasi dan keterampilan. Menurut Bloom, hasil belajar mencakup kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Gagne (dalam Sudjana, 2008:47) menjelaskan hasil belajar berupa:
·           Informasi verbal
Pada umumnya belajar berlangsung melalui informasi verbal, apalagi belajar di sekolah seperti membaca, mengarang, menulis, cerita, mendengarkan uraian guru, kesanggupan menyatakan pendapat dalam bahasa lisan atau tulisan, berkomunikasi, kesanggupan memberi arti dalam setiap kata atau kalimat dan lain-lain.
·           Keterampilan intelektual
Belajar kemahiran intelektual ditekankan pada belajar diskriminasi, belajar konsep dan kaidah maka dalam belajar mengatur kegiatan intelektual yang ditekankan adalah kesanggupan memecahkan masalah melalui konsep dan kaidah yang telah dimilikinya.
Daya Ingat
Menurut Tulving, daya ingat adalah cara-cara yang dengannya individu dapat mempertahankan dan menarik pengalaman dari masa lalu untuk digunakan saat ini (Sternberg, 2006). Sedangkan Porter & Hernacki menjelaskan bahwa daya ingat adalah suatu kemampuan untuk mengingat apa yang telah diketahui. Daya ingat (memory) merujuk pada kemampuan individu memiliki dan mengambil kembali suatu informasi dan juga struktur yang mendukungnya serta suatu bentuk kompetensi, memori juga memungkinkan individu memiliki identitas diri (Wade, 2008).

METODE PENELITIAN
Jenis penelitian yang dilakukan adalah penelitian kualitatif.  Salah satu jenis penelitian kualitatif adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Menurut (Arikunto, 2006:3) Penelitian tindakan kelas merupakan suatu pencermatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan tindakan yang sengaja dimunculkan yang terjadi dalam sebuah kelas secara bersama. Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XII di SMA Negeri 4 Pontianak yang berjumlah 37 peserta didik yang terdiri dari 22 peserta didik perempuan dan 15 peserta didik laki-laki.
Instrumen yang digunakan adalah tes dan non tes. Tes merupakan seperangkat soal untuk menilai dan mengukur hasil belajar peserta didik, terutama hasil belajar kognitif berkenaan dengan penguasaan bahan pengajaran sesuai dengan tujuan pendidikan dan pengajaran (Arikunto, 2010:193). Jenis tes yang digunakan dalam peneliti adalah tes dalam bentuk objektif sedangkan non tes berupa lembar observasi dan angket.
Data yang diperoleh dari hasil tes akan dianalisa dengan cara :
Analisis data hasil observasi :Analisis data kualitatif dilakukan untuk mengetahui daya ingat materi peserta didik dalam pembelajaran ekonomi yang dapat dilihat melalui nilai observasi.
Keterangan:
n                      = Skor yang diperoleh tiap peserta didik
N                     = Jumlah seluruh skor
%                     = Tingkat prosentase yang ingin dicapai
Kriteria penafsiran variabel penelitian ini ditentukan:
> 75%              = daya ingat peserta didik tinggi
65% - 75%       = daya ingat peserta didik sedang
> 65%              = daya ingat peserta didik kurang

Analisis data hasil tes
Analisis data kuantitatif dilakukan untuk mengetahui hasil belajar, dalam hal ini kemampuan kognitif peserta didik dalam menyelesaikan soal. Data mengenai hasil belajar dianalisis dengan cara menghitung rata-rata nilai dan ketuntasan belajar secara klasikal. Adapun rumus yang digunakan adalah:
Data hasil belajar dalam ranah kognitif, diperoleh dari hasil perhitungan nilai sebagai berikut :
Hasil belajar yang diperoleh peserta didik selanjutnya dibandingkan dengan nilai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimum) yang telah ditentukan oleh sekolah. Adapun KKM untuk mata pelajaran Ekonomi adalah 80.
Data yang diperoleh dari tes hasil belajar tersebut dianalisis dengan teknik analisis hasil evaluasi untuk mengetahui ketuntasan belajar, dengan cara dibandingkan dengan kriteria ketuntasan belajar, yaitu : ketuntasan belajar klasikal tercapai apabila 85% dari seluruh peserta didik satu kelas mencapai nilai minimal 80.
Persentase ketuntasan klasikal dapat dihitung dengan menggunakan rumus :
Tabel 3.1 Kriteria Tingkat Keberhasilan Belajar Peserta didik dalam %
Tingkat Keberhasilan
Arti
> 85%
Sangat tinggi
60 – 79%
Tinggi
40 – 59%
Sedang
20 – 39%
Rendah
>20%
Sangat rendah

HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus (putaran) dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan serta refleksi.    
Berikut pelaksanaan kegiatan belajar mengajar dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Number Heads Together (NHT)
Perbandingan hasil post tes siklus I dan post tes siklus II
 
Dari histogram di atas dapat disimpulkan bahwa dari hasil tes evaluasi siklus I dengan tes evaluasi siklus II telah mengalami peningkatan yaitu banyak peserta didik yang mendapat nilai ≥ 80 hanya 26 peserta didik pada siklus I, sedangkan pada siklus II yang mendapat nilai ≥ 80 ada 33 peserta didik. Jadi peserta didik yang tuntas belajar secara klasikal adalah 89,1 % dengan rata-rata nilai 83,01.
Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa  pembelajaran siklus II sudah berhasil, karena prosentase ketuntasan belajar peserta didik secara klasikal sudah memenuhi indikator keberhasilan ≥ 85% yaitu sebesar 89,1% dan nilai rata-rata sudah ≥ 80 yaitu 83,01.
Pembahasan
Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT) dapat meningkatkan daya ingat  dan hasil belajar pada materi Jurnal penyesuaian di kelas XII MIPA – 3 SMAN 4 Pontianak semester I, hal ini ditunjukkan oleh :
Meningkatnya daya ingat peserta didik/siswa yang ditandai naiknya prosentase daya ingat peserta didik dari 71,875% dengan kriteria sedang pada siklus I menjadi 77,42% dengan kriteria tinggi pada siklus II.
Meningkatnya hasil belajar siswa dengan tercapainya ketuntasan belajar siswa dengan indikator keberhasilan ≥ 85% , dari yang semula 26 siswa tuntas belajar dengan persentase 70,27% pada siklus I menjadi 33 siswa dengan persentase 89,29 %  pada siklus II. Tercapainya ketuntasan belajar dengan indikator keberhasilan nilai rata-rata ≥ 80, dari nilai rata-rata kelas sebesar 80 pada siklus I menjadi nilai rata-rata kelas sebesar 83 pada siklus II

KESIMPULAN
Dari hasil penelitian dan refleksi yang telah diuraikan di atas, maka kesimpulan yang dapat diperoleh adalah  :
1.         Metode pembelajaran kooperatif tipe  Number Head Together (NHT)  dapat digunakan sebagai pembelajaran alternatif untuk meningkatkan daya ingat materi  siswa pada pembelajaran akuntansi  kelas XII di SMA Negeri 4 Pontianak.
2.         Dengan adanya metode Number Head Together (NHT) dapat  memotivasi siswa untuk aktif dalam proses pembelajaran Ekonomi sehingga terjalin komunikasi yang lebih baik antar siswa maupun guru dengan siswa.
3.         Dengan menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe Number Head Together (NHT)   dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada  materi akuntansi kelas XII di SMA Negeri 4 Pontianak

DAFTAR PUSTAKA
Arikunto, Suharsimi. 2007. Dasar – dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta : Bumi Aksara
Arikunto, Suharsimi. 2009. Prosedur Penelitian Suatu Pendidikan Pendekatan Praktek. Jakarta : Bumi Aksara
Dimyati dan Mujiyono. 2002. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Rineka Cipta
Djamarah, Syaiful Bahri dan Aswan Zain. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta : Rineka Cipta
Hamalik, Oemar. 2009. Psikologi Belajar dan Mengajar. Jakarta : Sinar Baru Agensindo
Madya, Suwarsih. 2006. Teori dan Praktik Penelitian Tindakan Kelas. Bandung : Alfabeta.
Purwanto, Ngalim, 2009. Evaluasi Pengajaran. Bandung: Rosda.
Rosyidi, Suherman. 2009. Pengantar Teori Ekonomi : Pendekatan Kepada Ekonomi Mikro dan Makro. Jakarta : Raja Grafindo Persada.
Slameto, 2010. Belajar dan Faktor-Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rieneka Cipta.
Sudjana, Nana, 2008. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru.
Sugiyono. 2006. Metode Penelitian Administrasi. Bandung : Alfabeta.
Tambrani Rusyan, dan Atang Kusnidar, 1991. Pendekatan dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Ramaja Rosdakarya.
Trianto, 2009. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progresif. Jakarta: Kharosma Putra Utama.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home