SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Pendidikan
merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat
berperan dalam membentuk baik atau buruk nya perilaku manusia, sebab dengan
sistem pendidikan yang baik diharapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas
dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Proses belajar adalah proses yang mana seseorang diajarkan untuk bersikap
setia, taat, pikirannya dibina, dan dikembangkan. Pendidikan bagi bangsa yang
sedang berkembang seperti bangsa Indonesia saat ini merupakan kebutuhan mutlak
yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntunan pembangunan secara bertahap.
Berhasil tidaknya
proses belajar mengajar tergantung dari faktor-faktor dan kondisi yang
mempengaruhi proses dalam belajar, seperti pada diri siswa sebagai pembimbing
pelajar, pada guru sebagai pengajar, pada orang tua sebagai pembimbing belajar dirumah, metode mengajar, model
pembelajaran, strategi pembelajaran, bahan materi pelajaran harus diterima
siswa, maupun sarana dan prasarana. Oleh karena itu semakin
terampil guru dalam mengajar maka akan dapat menghasilkan hasil belajar siswa
yang lebih baik. Hasil belajar siswa
tentunya merupakan tolak ukur bagi guru karena guru mengajar mengharapkan hasil
yang maksimal, seperti siswa dalam
menjawab soal, baik soal latihan harian, soal pekerjaan rumah, tugas dan pada
saat ulangan.
Guru
berpengaruh dalam proses belajar
mengajar yang ikut berperan dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang
potensial di bidang pembangunan. Menurut Slameto
(2010:29), mengajar merupakan “satu diantara komponen dari kompetesi-kompetesi
guru. Dan setiap guru harus menguasainya serta termpil melaksanakan mengajar
itu”. Rusman (2012:15) juga memaparkan guru profesional artinya “suatu bidang
pekerjaan yang ingin atau ditekuni oleh seseorang”.
Dapat disimpulkan bahwa peran khususnya guru bertanggung jawab untuk membawa siswanya pada kedewasaan.
Dalam rangka itu, guru tidak semata-mata sebagai pengajar, tetapi juga sebagai
pendidik dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan
menuntun siswa dalam belajar.
Sekolah Menengah Atas Kristen Abdi
Wacana Pontianak merupakan sekolah yang sama dengan sekolah lainnya, SMA
Kristen Abdi Wacana Pontianak Terakreditasi B yang terdiri dari dua program
atau jurusan yaitu IPA dan IPS, mata pelajaran ekonomi merupakan salah satu
mata pelajaran yang harus dikuasai siswa yang mulai dipelajari pada kelas X.
Menurut siswa mata pelajaran ekonomi
merupakan mata pelajaran yang sulit, namun kenyataan nya pembelajaran ekonomi
targantung dari proses pembelajaran, model pembelajaran, cara belajar, guru dan
kemampuan diri siswa kelas X yang menjadi objek penelitian berkaitan dengan
hasil belajar siswa. Siswa dikatakan tuntas bila mencapai KKM diatas 75.
Mempelajari suatu
materi pelajaran merupakan salah satu pekerjaan yang sulit dilakukan, tidak menyenangkan
dan membosankan inilah pernyataan yang sering terdengar dari kebanyakan siswa
serta berdasarkan kenyataan yang ada pada siswa dari tingkat sekolah dasar
sampai tingkat perguruan tinggi. Pada dasarnya tiap guru selaku pendidik selalu
menginginkan anak didiknya lebih baik dan berhasil dalam proses pembelajaran.
Untuk mengusahakan agar anak didik dapat memperoleh hasil yang baik maka perlu
adanya interaksi yang komunikatif antara guru dengan anak didiknya melalui
proses belajar mengajar, Menurut Dimyati &
Mudjiono (2010:114) menyatakan “pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) merupakan
setiap proses pembelajaran pasti menampakkan
keaktifan orang yang belajar atau siswa”. Hingga saat ini hasil murni yang dikenal dengan nilai
murni yang dicapai oleh anak didik masih relatif sangat rendah atau di bawah
standar yang akhirnya masih memerlukan kebijaksanaan guru dan menyesuaikan
dengan standar yang ditetapkan. Fenomena yang sering peneliti jumpai
dalam setiap kelas terutama kelas X pada saat peneliti melaksanakan PPL
adalah jumlah siswa yang berhasil dalam
belajar lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa yang kesulitan ataupun gagal dalam mengerjakan latihan soal, Slameto
(2010:20) mengemukakan “latihan dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu
penting untuk mencapai tujuan dan untuk meningkatkan pekerjaan dalam kebanyakan
bidang studi”.
Hubungan
Model Pembelajaran Student Teams
Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar. Terdapat hubungan antara
model pembelajaran dengan hasil belajar. Siti Fujiyati (2015:74)
Penggunaan model pembelajaran berpengaruh yang signifikan terhadap hasil
belajar, maka salah satu langkah yang bisa digunakan guru adalah dengan
melakukan pembelajaran menggunakan model
pembelajaran. Hal senada juga diungkapkan Rani (2016:51) menyimpulkan bahwa menggunakan tipe Student Teams Achievement Division sudah berhasil meningkatkan
hasil belajar siswa, terbukti bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai KKM adalah
lebih dari 23 siswa atau lebih dari 60% dari jumlah siswa dalam satu kelas.
Kondisi
lemahnya kemampuan siswa mengingat materi pelajaran ekonomi terjadi pada siswa
kelas X B di SMA Kristen Abdi
Wacana Pontianak, hasil pra riset yang penulis lakukan ( 10 Maret 2017 )
menunjukan bahwa nilai rata-rata post-test
pada pelajaran ekonomi di kelas X B
adalah 37,37 data dapat dilihat pada lampiran.
Tabel
1.1 Rata-rata nilai latihan Mata Pelajaran
Ekonomi Kelas X Tahun Ajaran 2016/2017
Kelas
|
Jumlah
Siswa
|
Presentase
(
|
X A
|
35
|
(10/35) x 100
|
X B
|
28
|
(6/28) x 100
|
Jumlah
|
63
|
(16/63) x 100
|
Sumber : Guru Mata
Pelajaran Ekonomi Kelas X
Tabel 1.1 tersebut merupakan nilai
rata-rata latihan pada Pelajaran ekonomi
yang dipresentasekan. Berdasarkan Tabel 1.1 kelas X A ada 10 dari 35 siswa yang belum mencapai KKM jika dipresentasekan sebesar 28,58%. Dikelas X B ada 6 dari 28 siswa yang belum
memenuhi KKM jika dipresentsekan sebesar 21,43%.
Jadi, dapat
disimpulkan bahwa dari keseluruhan siswa kelas X yang
berjumlah 63
siswa terdapat 16 siswa yang belum memenuhi KKM yang ditentukan
yaitu 75, jika dipresentasekan sebesar 25,40%.
Dari ketidaktuntasan siswa ini sangat penting untuk diperhatikan khususnya oleh
guru sebagai bahan evaluasi karena akan berakibat pada mutu pendidikan. Hal ini terkesan tanpa
adanya pembaharuan dalam proses pembelajaran. Permasalahan ini terjadi karena kebanyakan siswa merasa proses belajar
membosankan, guru menjelaskan mencatat dan langsung latihan soal menurut siswa
belajar seperti ini bikin ngantuk dan malas untuk mendalami materi, siswa tanpa
diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat ataupun mendengarkan pendapat
dari teman yang lain. Dengan kata lain,
kurikulum terus berubah dan diperbaharui, namun cara belajar dan
pembelajarannya masih bersifat konvensional. Oleh karena itu, diperlukan suatu
upaya pembaharuan dalam model pembelajaran ekonomi melalui model pembelajaran
yang tepat.
Model
Pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD), merupakan salah satu model pembelajaran
kooperatif. Keunggulan model pembelajaranStudent
Teams Achievement Division (STAD) meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap
pembelajarannya sendiri.
Nyoman
(2013:213), hasil belajar adalah “semua efek yang dapat dijadikan sebagai
indikator tentang nilai penggunaan suatu metode atau model dibawah kondisi yang
berbeda”.
Dari
uraian diatas maka model pembelajaran mempunyai hubungan terhadap hasil
belajar. Trianto (2007:2) “model
pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam
mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Dalam hal ini model – model pembelajaran
yang dipilih dan dikembangkan guru hendaknya dapat mendorong siswa untuk
belajar dengan mendayagunakan potensi yang mereka miliki secara optimal. Model
– model pembelajaran dikembangkan utamanya berawal dari adanya perbedaan
berkaitan dengan berbagai karakteristik siswa. Karena siswa memiliki berbagai
karakteristik kepribadian, kebiasaan – kebiasaan, modalitas belajar yang bervariasi
antara individu satu dengan yang lain, maka guru juga harus selayaknya tidak terpaku hanya pada
model tertentu, akan tetapi harus bervariasi.
Model
pembelajaran kooperatif tipe STAD dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan
kooperatif, dekat dengan pengalaman siswa dalam penerpan model pembelajaran
STAD sangat memerlukan tekad, inovasi
dan kesabaran guru dalam merancang pembelajaran sehingga siswa benar-benar
menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran, bagi siswa dapat memperoleh
pengalaman hidup bersama melalui kerjasama dalam kelompok, mampu memberikan
sikap positif dan percaya diri, yang menraik dalam pembelajaran ini adalah
adanya harapan selain memiliki dampak pembelajaran, yaitu berupa peningkatan
hasil belajar siswa juga mempunyai dampak pengiring seperti keterampilan
sosial, keluarga, sekolah masyarakat dan kehidupan berbangsa.
Harapan
hasil belajar siswa dapat ditingkatkan karena terdapat cara belajar yang
demokratis dapat
digunakan guru sebagai teknik yang tepat untuk membangkitkan siswa agar
berpikir kreatif mengenai persoalan atau masalah yang sedang dibahas dalam
proses belajar mengajar. Berlatar belakang masalah di atas maka perlu diteliti
apakah ada kesenjangan antara teori dan fakta di lapangan dalam cara
mengajarkan materi pelajaran pada mata pelajaran ekonomi. Maka akan
dilaksanakan suatu penelitian tentang ”Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap
Hasil
Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen Abdi Wacana
Pontianak”.
B.
Rumusan
Masalah
Berdasarkan latar
belakang di atas
maka dalam penelitian ini masalah umum
yang akan dibahas adalah sebagai beriku:
Apakah penerapan Model Pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement
Division (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar pada pelajaran ekonomi
kelas X di SMA Kristen abdi wacana pontianak?
Sub masalah :
1. Bagaimana
Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams Achievement Division (STAD) Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen
Abdi Wacana Pontianak”?.
2. Bagaimana
Hasil Belajar Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak?.
3. Apakah
penerapan model Pembelajaran STAD terhadap hasil belajar pada
Pelajaran Ekonomi di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak?.
C.
Tujuan
Penelitian
Tujuan
penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1. Penerapan
model Pembelajaran kooperatif tipe
Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen
Abdi Wacana Pontianak”.
2. Hasil
Belajar Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
3. Peningkatan
Hasil
Belajar Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Pada Pelajaran Ekonomi Kelas
X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
D.
Manfaat
Penelitian
1.
Manfaat
Teoretis
Manfaat teoritis dari
penelitian ini adalah sebagai salah satu sumber informasi, sumber pengetahuan,
dan untuk menambah wawasan, pengetahuan pada dunia pendidikan. Sebagai bahan
ataupun referensi bagi para peneliti-peneliti lain yang ingin mengembangkan
ilmu pengetahuan.
2.
Manfaat
Praktis
1. Bagi
Penulis
Hasil penelitian ini secara langsung penulis dapat mempraktekkan ilmu yang diperoleh selama dibangku
perkuliahan. Pengalaman yang diperoleh selama melakukan penelitian ini dapat
menjadi masukan atau ilmu yang sangat berharga.
2. Bagi Lembaga Pendidikan
Hasil dari penlitian ini dapat memberikan sumbangan
baru khususnya meningkatkan hasil
belajar siswa, dan juga dapat memberikan gambaran dalam
upaya perbaikan-perbaikan mutu pembelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi.
3. Bagi Guru
Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru ekonomi mengenai
pentingnya penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe (STAD sehingga dapat dilaksanakan dalam proses belajar mengajar
dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
4. Bagi
siswa
Untuk
meningkatkan hasil belajar siswa dengan adanya penerapan model Pembelajaran
kooperatif tipe STAD sehingga siswa
merasa puas dengan hasil yang diperolehnya. Bila hasilnya memuaskan akan
menyenangkan dan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi.
E.
Ruang
Lingkup Penelitian
Untuk lebih memperjelas
batasan masalah dalam penelitian ini, maka perlu di terangkan ruang lingkup
penelitian mengenai permasalahan yang
akan diteliti. Adapun yang perlu dikemukakan yaitu tentang variabel penelitian
dan definisi operasional sebagai berikut:
1.
Variabel
Penelitian
Menurut Sugiyono (2015: 61)
menyatakan, Variabel penelitian adalah “suatu atribut, sifat atau nilai dari
orang, atau obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan
oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya”. Sedangkan menurut
Suharsimi Arikunto (2006:118), “Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang
menjadi titik perhatian suatu penelitian”.
Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian
adalah suatu objek yang menjadi titik perhatian dalam penelitian untuk
dipelajari sehingga diperoleh informasi dan kemudian di tarik kesimpulannya.
Dalam penelitian ini variabel yang digunakan antara lain sebagai berikut :
a. Variabel
bebas ( independen )
Sugiyono (2015:61) menyatakan, variabel
bebas “merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab
perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”. Adapun yang menjadi
variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah: penerapan model Pembelajaran
koopertif tipe Student Teams Achievement
Division (STAD).
b. Variabel
terikat ( Dependen )
Menurut Sugiyono (2015:61), “Variabel
yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”.
Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah: Hasil
belajar ekonomi siswa kelas x di Sma Kristen Abdi Wacana Pontianak.
2.
Defenisi
Oprasional
Agar tidak ada
kesalahpahaman pada istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti
memberikan definisi operasional yang terdiri dari:
1.
Model pembelajaran STAD
Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan
model pembelajaran yang mana siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil yang
bertanggung jawab untuk menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan
materi indeks harga. Pembelajaran kooperatif tipe STAD indikator model
pembelajaran STAD antara lain sebagai berikut:
a. Guru
menyampaikan semua tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran
b. Membentuk
kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang setelah
itu memberikan Lembar Kerja Siswa untuk dikerjakan secara berkelompok.
c. Membimbing
kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
d. Mengevaluasi
hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan dengan memberikan tes
e. Penghargaan
prestasi atas keberhasilan kelompok
2.
Hasil Belajar
Hasil belajar yang dimaksud didalam
penelitian ini adalah nilai dari post-test.
Berdasarkan KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimum yang telah ditetapkan di SMA Kristen Abdi
Wacana Pontianak yang dianggap tuntas apabila mencapai nilai 75.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home