Friday, July 26, 2019

SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK BAB I


BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
       Pendidikan merupakan faktor utama dalam pembentukan pribadi manusia. Pendidikan sangat berperan dalam membentuk baik atau buruk nya perilaku manusia, sebab dengan sistem pendidikan yang baik diharapkan generasi penerus bangsa yang berkualitas dan mampu menyesuaikan diri untuk hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Proses belajar adalah proses yang mana seseorang diajarkan untuk bersikap setia, taat, pikirannya dibina, dan dikembangkan. Pendidikan bagi bangsa yang sedang berkembang seperti bangsa Indonesia saat ini merupakan kebutuhan mutlak yang harus dikembangkan sejalan dengan tuntunan pembangunan secara bertahap.
       Berhasil tidaknya proses belajar mengajar tergantung dari faktor-faktor  dan kondisi yang mempengaruhi proses dalam belajar, seperti pada diri siswa sebagai pembimbing pelajar, pada guru sebagai pengajar, pada orang tua sebagai pembimbing  belajar dirumah, metode mengajar, model pembelajaran, strategi pembelajaran, bahan materi pelajaran harus diterima siswa, maupun sarana dan prasarana. Oleh karena itu semakin terampil guru dalam mengajar maka akan dapat menghasilkan hasil belajar siswa yang  lebih baik. Hasil belajar siswa tentunya merupakan tolak ukur bagi guru karena guru mengajar mengharapkan hasil yang maksimal, seperti  siswa dalam menjawab soal, baik soal latihan harian, soal pekerjaan rumah, tugas dan pada saat ulangan.
       Guru berpengaruh dalam proses belajar mengajar yang ikut berperan dalam upaya pembentukan sumber daya manusia yang potensial di bidang pembangunan. Menurut Slameto (2010:29), mengajar merupakan “satu diantara komponen dari kompetesi-kompetesi guru. Dan setiap guru harus menguasainya serta termpil melaksanakan mengajar itu”. Rusman (2012:15) juga memaparkan guru profesional artinya “suatu bidang pekerjaan yang ingin atau ditekuni oleh seseorang”.
       Dapat disimpulkan bahwa peran khususnya guru bertanggung jawab untuk membawa siswanya pada kedewasaan. Dalam rangka itu, guru tidak semata-mata sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendidik dan sekaligus sebagai pembimbing yang memberikan pengarahan dan menuntun siswa dalam belajar.
       Sekolah Menengah Atas Kristen Abdi Wacana Pontianak merupakan sekolah yang sama dengan sekolah lainnya, SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak Terakreditasi B yang terdiri dari dua program atau jurusan yaitu IPA dan IPS, mata pelajaran ekonomi merupakan salah satu mata pelajaran yang harus dikuasai siswa yang mulai dipelajari pada kelas X.
       Menurut siswa mata pelajaran ekonomi merupakan mata pelajaran yang sulit, namun kenyataan nya pembelajaran ekonomi targantung dari proses pembelajaran, model pembelajaran, cara belajar, guru dan kemampuan diri siswa kelas X yang menjadi objek penelitian berkaitan dengan hasil belajar siswa. Siswa dikatakan tuntas bila mencapai KKM diatas 75.
       Mempelajari suatu materi pelajaran merupakan salah satu pekerjaan yang sulit dilakukan, tidak menyenangkan dan membosankan inilah pernyataan yang sering terdengar dari kebanyakan siswa serta berdasarkan kenyataan yang ada pada siswa dari tingkat sekolah dasar sampai tingkat perguruan tinggi. Pada dasarnya tiap guru selaku pendidik selalu menginginkan anak didiknya lebih baik dan berhasil dalam proses pembelajaran. Untuk mengusahakan agar anak didik dapat memperoleh hasil yang baik maka perlu adanya interaksi yang komunikatif antara guru dengan anak didiknya melalui proses belajar mengajar, Menurut Dimyati & Mudjiono (2010:114) menyatakan “pendekatan cara belajar siswa aktif (CBSA) merupakan setiap proses pembelajaran pasti menampakkan  keaktifan orang yang belajar atau siswa”. Hingga saat ini hasil murni yang dikenal dengan nilai murni yang dicapai oleh anak didik masih relatif sangat rendah atau di bawah standar yang akhirnya masih memerlukan kebijaksanaan guru dan menyesuaikan dengan standar yang ditetapkan. Fenomena yang sering peneliti jumpai dalam setiap kelas terutama kelas X pada saat peneliti melaksanakan PPL adalah  jumlah siswa yang berhasil dalam belajar lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah siswa yang  kesulitan ataupun  gagal dalam mengerjakan latihan soal, Slameto (2010:20) mengemukakan “latihan dilakukan dalam kondisi-kondisi tertentu penting untuk mencapai tujuan dan untuk meningkatkan pekerjaan dalam kebanyakan bidang studi”.

       Hubungan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar. Terdapat hubungan antara model pembelajaran dengan hasil belajar. Siti Fujiyati (2015:74) Penggunaan model pembelajaran berpengaruh yang signifikan terhadap hasil belajar, maka salah satu langkah yang bisa digunakan guru adalah dengan melakukan pembelajaran menggunakan model pembelajaran. Hal senada juga diungkapkan Rani (2016:51) menyimpulkan bahwa menggunakan tipe Student Teams Achievement Division sudah berhasil meningkatkan hasil belajar siswa, terbukti bahwa jumlah siswa yang mencapai nilai KKM adalah lebih dari 23 siswa atau lebih dari 60% dari jumlah siswa dalam satu kelas.
       Kondisi lemahnya kemampuan siswa mengingat materi pelajaran ekonomi terjadi pada siswa kelas X B di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak, hasil pra riset yang penulis lakukan ( 10 Maret 2017 ) menunjukan bahwa nilai rata-rata post-test  pada pelajaran ekonomi di kelas X B adalah 37,37 data dapat dilihat pada lampiran.
Tabel 1.1 Rata-rata nilai latihan Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X Tahun Ajaran 2016/2017

Kelas

Jumlah Siswa
Presentase ( ) siswa yang belum memenuhi KKM
X A
35
(10/35) x 100    = 28.58  
X B
28
(6/28) x 100    = 21,43
Jumlah
63
(16/63) x 100    = 25.40
Sumber : Guru Mata Pelajaran Ekonomi Kelas X

       Tabel 1.1 tersebut merupakan nilai rata-rata latihan pada Pelajaran ekonomi yang dipresentasekan. Berdasarkan Tabel 1.1 kelas X A ada 10 dari 35  siswa yang belum mencapai  KKM jika dipresentasekan sebesar 28,58%. Dikelas X B ada 6 dari 28 siswa yang belum memenuhi KKM jika dipresentsekan sebesar 21,43%. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dari keseluruhan siswa kelas X yang berjumlah 63 siswa terdapat 16 siswa yang belum memenuhi KKM yang ditentukan yaitu 75, jika dipresentasekan sebesar 25,40%. Dari ketidaktuntasan siswa ini sangat penting untuk diperhatikan khususnya oleh guru sebagai bahan evaluasi karena akan berakibat pada mutu pendidikan. Hal ini terkesan tanpa adanya pembaharuan dalam proses pembelajaran. Permasalahan ini terjadi karena kebanyakan siswa merasa proses belajar membosankan, guru menjelaskan mencatat dan langsung latihan soal menurut siswa belajar seperti ini bikin ngantuk dan malas untuk mendalami materi, siswa tanpa diberi kesempatan untuk mengemukakan pendapat ataupun mendengarkan pendapat dari teman yang lain. Dengan kata lain, kurikulum terus berubah dan diperbaharui, namun cara belajar dan pembelajarannya masih bersifat konvensional. Oleh karena itu, diperlukan suatu upaya pembaharuan dalam model pembelajaran ekonomi melalui model pembelajaran yang tepat.
       Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD), merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif. Keunggulan model pembelajaranStudent Teams Achievement Division (STAD)  meningkatkan rasa tanggung jawab siswa terhadap pembelajarannya sendiri.
       Nyoman (2013:213), hasil belajar adalah “semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai penggunaan suatu metode atau model dibawah kondisi yang berbeda”.
       Dari uraian diatas maka model pembelajaran mempunyai hubungan terhadap hasil belajar. Trianto (2007:2) “model pembelajaran adalah kerangka konseptual yang menggambarkan prosedur sistematik dalam mengorganisasikan pengalaman belajar untuk mencapai tujuan belajar.
       Dalam hal ini model – model pembelajaran yang dipilih dan dikembangkan guru hendaknya dapat mendorong siswa untuk belajar dengan mendayagunakan potensi yang mereka miliki secara optimal. Model – model pembelajaran dikembangkan utamanya berawal dari adanya perbedaan berkaitan dengan berbagai karakteristik siswa. Karena siswa memiliki berbagai karakteristik kepribadian, kebiasaan – kebiasaan, modalitas belajar yang bervariasi antara individu satu dengan yang lain, maka guru juga harus selayaknya tidak terpaku hanya pada model tertentu, akan tetapi harus bervariasi.
       Model pembelajaran kooperatif tipe STAD dicirikan oleh struktur tugas, tujuan, dan penghargaan kooperatif, dekat dengan pengalaman siswa dalam penerpan model pembelajaran STAD sangat memerlukan tekad, inovasi dan kesabaran guru dalam merancang pembelajaran sehingga siswa benar-benar menjadi tertarik untuk mengikuti pelajaran, bagi siswa dapat memperoleh pengalaman hidup bersama melalui kerjasama dalam kelompok, mampu memberikan sikap positif dan percaya diri, yang menraik dalam pembelajaran ini adalah adanya harapan selain memiliki dampak pembelajaran, yaitu berupa peningkatan hasil belajar siswa juga mempunyai dampak pengiring seperti keterampilan sosial, keluarga, sekolah masyarakat dan kehidupan berbangsa.
       Harapan hasil belajar siswa dapat ditingkatkan karena terdapat cara belajar yang demokratis dapat digunakan guru sebagai teknik yang tepat untuk membangkitkan siswa agar berpikir kreatif mengenai persoalan atau masalah yang sedang dibahas dalam proses belajar mengajar. Berlatar belakang masalah di atas maka perlu diteliti apakah ada kesenjangan antara teori dan fakta di lapangan dalam cara mengajarkan materi pelajaran pada mata pelajaran ekonomi. Maka akan dilaksanakan suatu penelitian tentang Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen Abdi Wacana Pontianak”.
B.       Rumusan Masalah
       Berdasarkan latar belakang di atas maka dalam penelitian ini masalah umum yang akan dibahas adalah sebagai beriku:
Apakah penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) efektif meningkatkan hasil belajar pada pelajaran ekonomi kelas X di SMA Kristen abdi wacana pontianak?
Sub masalah :
1.    Bagaimana Penerapan Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen Abdi Wacana Pontianak”?.
2.    Bagaimana Hasil Belajar Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak?.
3.    Apakah  penerapan model Pembelajaran STAD terhadap hasil belajar pada Pelajaran Ekonomi di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak?.
C.      Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui :
1.    Penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi Di Sma Kristen Abdi Wacana Pontianak”.
2.    Hasil Belajar Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
3.    Peningkatan Hasil Belajar  Siswa Dengan Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Pada Pelajaran Ekonomi Kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
D.      Manfaat Penelitian
1.    Manfaat Teoretis
       Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah sebagai salah satu sumber informasi, sumber pengetahuan, dan untuk menambah wawasan, pengetahuan pada dunia pendidikan. Sebagai bahan ataupun referensi bagi para peneliti-peneliti lain yang ingin mengembangkan ilmu pengetahuan.



2.    Manfaat Praktis
1.    Bagi Penulis
      Hasil penelitian ini secara langsung penulis dapat mempraktekkan ilmu yang diperoleh selama dibangku perkuliahan. Pengalaman yang diperoleh selama melakukan penelitian ini dapat menjadi masukan atau ilmu yang sangat berharga.
2.    Bagi Lembaga Pendidikan
       Hasil dari penlitian ini dapat memberikan sumbangan baru khususnya meningkatkan hasil belajar siswa, dan juga dapat memberikan gambaran dalam upaya perbaikan-perbaikan mutu pembelajaran khususnya mata pelajaran ekonomi.
3.    Bagi Guru
       Hasil penelitian ini dapat menjadi masukan bagi guru ekonomi mengenai pentingnya penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe (STAD sehingga dapat dilaksanakan dalam proses belajar mengajar dan dapat meningkatkan hasil belajar siswa.
4.    Bagi siswa
Untuk meningkatkan hasil belajar siswa dengan adanya penerapan model Pembelajaran kooperatif tipe STAD sehingga siswa merasa puas dengan hasil yang diperolehnya. Bila hasilnya memuaskan akan menyenangkan dan dapat memotivasi siswa untuk belajar lebih giat lagi.

E.       Ruang Lingkup Penelitian
       Untuk lebih memperjelas batasan masalah dalam penelitian ini, maka perlu di terangkan ruang lingkup penelitian  mengenai permasalahan yang akan diteliti. Adapun yang perlu dikemukakan yaitu tentang variabel penelitian dan definisi operasional sebagai berikut:
1.    Variabel Penelitian
       Menurut Sugiyono (2015: 61) menyatakan, Variabel penelitian adalah “suatu atribut, sifat atau nilai dari orang, atau obyek atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan ditarik kesimpulannya”. Sedangkan menurut Suharsimi Arikunto (2006:118), “Variabel adalah objek penelitian, atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian”.
       Berdasarkan pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa variabel penelitian adalah suatu objek yang menjadi titik perhatian dalam penelitian untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi dan kemudian di tarik kesimpulannya. Dalam penelitian ini variabel yang digunakan antara lain sebagai berikut :
a.    Variabel bebas ( independen )
       Sugiyono (2015:61) menyatakan, variabel bebas “merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat)”. Adapun yang menjadi variabel bebas (X) dalam penelitian ini adalah: penerapan model Pembelajaran koopertif tipe Student Teams Achievement Division (STAD).
b.    Variabel terikat ( Dependen )
       Menurut Sugiyono (2015:61), “Variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas”. Adapun yang menjadi variabel terikat (Y) dalam penelitian ini adalah: Hasil belajar ekonomi siswa kelas x di Sma Kristen Abdi Wacana Pontianak.
2.    Defenisi Oprasional
       Agar tidak ada kesalahpahaman pada istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti memberikan definisi operasional yang terdiri dari:
1.    Model pembelajaran STAD
       Model Pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) merupakan model pembelajaran yang mana siswa dibagi kedalam kelompok-kelompok kecil yang bertanggung jawab untuk menyelesaikan suatu masalah yang berkaitan dengan materi indeks harga. Pembelajaran kooperatif tipe STAD indikator model pembelajaran STAD antara lain sebagai berikut:
a.    Guru menyampaikan semua tujuan pembelajaran dan materi pembelajaran
b.    Membentuk kelompok kecil beranggotakan 4-5 orang setelah itu memberikan Lembar Kerja Siswa untuk dikerjakan secara berkelompok.
c.    Membimbing kelompok-kelompok belajar pada saat mereka mengerjakan tugas mereka.
d.    Mengevaluasi hasil belajar tentang materi yang telah diajarkan dengan memberikan tes
e.    Penghargaan prestasi atas keberhasilan kelompok
2.    Hasil Belajar
       Hasil belajar yang dimaksud didalam penelitian ini adalah nilai dari post-test. Berdasarkan KKM atau Kriteria Ketuntasan Minimum  yang telah ditetapkan di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak yang dianggap tuntas apabila mencapai nilai 75.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home