Efektifitas Model Pembelajaran Tipe Teams Accelerated Instruktion Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa
Efektifitas Model Pembelajaran Tipe Teams Accelerated
Instruktion Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa
Maryani
Email:
marianistella86@gmail.com
Program
Studi Magister Pendidikan Ekonomi FKIP Untan
Abstrak
Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team
Accelerated Instruction (TAI) dalam
meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar ekonomi siswa Kelas X di
MA Darussalam Sengkubang Kabupaten Mempawah. Penelitian ini merupakan
penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan eksperimen semu
(Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X
yang berjumlah 79 orang. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X IS-1
sebagai kelas eksperimen dan kelas X IS-2 sebagai kelas kontrol. Data dalam
penelitian ini diolah dengan analisis Inferensial. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran TAI terhadap peningkatan motivasi
dan hasil belajar siswa di MA Darussalam Sengkubang Kabupaten Mempawah.
Kata kunci: Tipe Teams Accelerated
Instuktion, Motivasi Belajar, Hasil Belajar
PENDAHULUAN
Kebutuhan
manusia yang sangat terpenting salah satunya ialah pendidikan. Dengan pendidikan manusia mampu
untuk menghadapi tantangan kehidupan. Salah satu aktivitas yang tidak bisa dari
pendidikan adalah kegiatan belajar mengajar.
Dengan proses belajar mengajar yang baik diharapkan mampu mencapai
tujuan pembelajaran yang direncanakan sebelumnya. Untuk mencapai tujuan belajar
perlu diciptakan adanya sebuah sistem belajar yang baik. Sistem pembelajaran
yang baik terdiri dari beberapa komponen yang mampu mendukung dalam mencapai
tujuan pembelajaran. Adapun komponen-komponen tersebut antata lain tujuan
belajar yang akan dicapai, hubungan sosial antara guru dan siswa, jenis
kegiatan dan sarana/prasarana yang tersedia. Dalam proses belajar mengajar
komponen-komponen tersebut saling beketerkaitan satu sama lain.
Tercapainya tujuan pembelajaran dapat dilihat dari proses
belajar siswa yang tinggi serta adanya
perubahan perilaku siswa setelah menerima materi pembelajaran yang dilihat dari
faktor intern dan ekstern. Faktor intern berasal dari siswa itu sendiri,
sedangkan faktor ekstren berasal dari luar siswa. adapun faktor
ekstern yang sangat berpengaruh pada prestasi siswa ialah guru hal itu dilihat
dari model pembelajaran. Dimana model serta metode pembelajaran yang dipakai
guru untuk menyampaikan materi sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar
siswa serta hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di MA Darusalam
Sengkubang ditemui banyak siswa yang cenderung kurang memperhatikan saat proses
pembelajaran berlangsung. Disisi lain ada beberapa siswa yang cenderung asik
sendiri dan ada siswa yang kurang fokus terhadap prose pembelajaran. Diindikasi bahwa siswa MA Darusalam memiliki motivasi belajar
yang kurang. Tentunya hal ini menjadi
masalah dalam proses pembelajaran. Selain itu hasil pembelajaran juga
dirasa kuang memuaskan, dimana masih banyak siswa yang tidak tuntas saat
evaluasi pembelajaran dilakukan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru sebagai faktor
ekstren yang memberikan pengaruh besar dalam pembelajaran harus mencari
proses dan hasil pembelajaran sesuai
dengan yang diharapkan. Salah satu strategi model pembelajaran yang dapat dilakukan adalah Model pembelajaran
kooperatif tipe Team Accelerated Instruction merupakan strategi pembelajaran
yang berpusat pada siswa (student centered). Menurut Robert Slavin (Miftahul,
2013: 200) “Team Assisted Individualization merupakan sebuah program pedagogik
yang berusaha mengadaptasikan pembelajaran dengan perbedaan individual siswa
secara akademik”. Penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted
Individualization lebih menekankan pada penghargaan kelompok, pertanggung
jawaban individu dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berbagi hasil bagi
setiap anggota kelompok. Di samping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa
dalam kelompok kecil. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan
ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan
permasalahan yang dihadapi.
Diharapkan dengan menerapkan tipe Team Accelerated
Instruction (TAI) dalam proses pembelajaran, maka siswa dapat mengekplorasikan
cara dan strateginya untuk mengembangkan ide-ide dalam penyelesaian dan guru
berperan hanya sebagai fasilitator.
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
ini adalah Quasi Experimental atau sering disebut dengan eksperimen semu. Quasi
Experimental adalah pendekatan dari true experimental dimana kelompok yang
dieksperimenkan dibentuk secara acak. Penelitian ini dilaksanakan di MA Darussalam Sengkubang yang beralamat
dijalan Raya Sengkubang Dusun Sukadamai Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah
Hilir, Kabupaten Mempawah. Sampel penelitian ini dimbil 2 kelas dari 3 kelas
yang ada.
Adapun teknik pengambilan data yang peneliti lakukan untuk
mendapatkan data adalah dengan teknik komunikasi tidak langsung dan teknik
pengukuran. Instrumen yang peneliti gunakan dalam penelian berupa
kuesioner/angket yang digunakan untuk mengukut tingkat motivasi siswa,
sedangkan instrument pengukuran yaitu berupa soal test yang diberikan pada saat
uji coba yaitu pre-test dan post-test.
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian
ini adalah Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data hasil
pretest dan posttest untuk mengetahui prestasi belajar sebelum dan setelah
pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team
Accelerated Instruction (TAI). Analisa statistik uji inferensial menggunakan
data-data yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen baik sebelum perlakuan
maupun setelah perlakuan untuk menguji kesamaan mean kedua kelas eksperimen
sebelum perlakuan dan menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan dalam
penelitian. Hipotesishipotesis yang diajukan pada penelitian ini mengarah pada
tujuan untuk membandingkan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Team
Accelerated Instruction (TAI) dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari
motivasi belajar dan hasil belajar.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebelum diberi
perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated
Instruction (TAI) dan pembelajaran konvensional, hasil belajar pada aspek
motivasi belajar dan hasil belajar siswa MA Darussalam Sengkubang rendah.
Rendahnya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari hasil analisis angket
motivasi belajar dari kedua kelas dimana sebagian besar siswa pada kedua kelas tersebut
masuk dalam kategori sedang. Rendahnya hasil belajar siswa terlihat dari hasil
analisis pretest yang menunjukkan bahwa hanya 1 siswa dari kelas eksperimen
yang mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu 75. Pada saat penelitian, model
pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) diterapkan di
kelas X A sedangkan model pembelajaran
konvensional diterapkan di kelas X B. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk
membandingkan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated
Instruction (TAI) dan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar
dan hasil belajar siswa. Setelah proses penelitian berakhir, berikut ini adalah
interpretasi dari analisis hasil penelitian
Kefektifan Pembelajaran
Keefektifan
pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dan
pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar
siswa dapat dilihat dari kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan untuk
masing-masing variabel terikat (dependent). Kriteria ketuntasan yang telah
ditetapkan untuk motivasi belajar adalah 50. Siswa dikatakan berhasil jika
mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 50. Sementara itu, kriteria
ketuntasan yang telah ditetapkan untuk hasil belajar adalah 75. Siswa dikatakan
berhasil jika mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 75. Berdasarkan
hasil uji keefektifan diketahui bahwa pada kelas eksperimen Team Accelerated
Instruction (TAI), pada variabel motivasi belajar diperoleh nilai thitung =
5,795 sedangkan pada variabel hasil belajara matematika diperoleh nilai thitung
= 2,669. Nilai thitung pada kedua variabel dalam kelas eksperimen Team
Accelerated Instruction (TAI) memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai tabel
yaitu 1,6696 dimana hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh signifikan.
Keefektifan model 81 pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction
(TAI) telah dibuktikan oleh Mubasiratul Munawaroh (2010) dalam penelitiannya
dengan hasil bahwa model pembelajaran kooperatif TAI efektif ditinjau dari
hasil belajar. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Astuti Waluyati.
(2009) juga membuktikan bahawa metode kooperatif tipe TAI lebih unggul
dibandingkan dengan metode konvensional dalam pembelajaran. Karena alasan ini
maka pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif
ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Pada kelas kontrol,
pada variabel motivasi belajar diperoleh nilai thitung = 1,432 sedangkan pada
variabel hasil belajar diperoleh nilai thitung = -3,649. Nilai thitung pada
kedua variabel dalam kelas kontrol memiliki nilai yang lebih rendah dari nilai
ttabel yaitu 1,6696 dimana hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh tidak
signifikan. Karena alasan ini maka pembelajaran konvensional tidak efektif
ditinjau dari motivasi belajar matematika dan prestasi belajar siswa. Dari
uraian-uraian di atas serta dukungan dari hasil penelitian yang relevan di atas
dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated
Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar
siswa, sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi
belajar dan hasil belajar siswa.
Perbandingan
Keefektifan Pembelajaran
Berdasarkan uraian
sebelumnya diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated
Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar
siswa, sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi
belajar dan hasil belajar siswa. Selain itu, diketahui pula kondisi awal dari
kelas eksperimen Team Accelerated Instruction (TAI) dan kelas kontrol
berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu membandingkan
keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI)
dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil
belajar siswa maka perlu diketahui tipe mana yang lebih efektif. Namun,
berdasarkan pertanyaan di atas sudah diketahui model pembelajaran mana yang
efektif dan tidak efektif, maka tidak perlu dilakukan uji perbedaan
keefektifan. Hasil uji hipotesis multivariat dengan menggunakan uji statistik
MANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keefektifan diantara model
pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dengan
konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar matematika. Model
pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif
ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar, 83 sedangkan pembelajaran
konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi motivai belajar dan hasil
belajar.
SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Bedasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan
beberapa hal sebagai berikut:
1.
Model
pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI)terbukti efektif ditinjau dari
motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X di MA Darussalam Sengkubang.
2.
Model
pembelajaran TAI memberikan pengaruh yang signifikan dan efektif, sedangkan
model pembelajaran konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan
efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar. Oleh karena itu,
dapat dikatakan model pembelajaran TAI lebih efektif dari pada model
pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar
siswa.
Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian, saran yang dapat
disampaikan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated
Instruction (TAI)dapat diimplementasikan pada pembelajaran untuk materi-materi
yang lain sebagai variasi pembelajaran karena terbukti efektif dapat
meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Dimyati & Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran.
Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Djamarah, dkk. (1995). Strategi belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Erman Suherman, dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika
Moh. Uzer Usman. (2002). Menjadi Guru Profesional.
Bandung: Remaja Rosda
Karya.
Nana Sudjana. (2005). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo Offset
Nasution, S. (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar &
Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Purwadarminta. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Syaiful Sagala. (2012). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Wina Sanjaya. (2009). Strategi pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan.
Jakarta: Kencana.
Zainal Arifin. (1991). Evaluasi Instruksional. Bandung: Remaja Karya.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home