Friday, July 26, 2019

Efektifitas Model Pembelajaran Tipe Teams Accelerated Instruktion Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa


Efektifitas Model Pembelajaran Tipe Teams Accelerated Instruktion Dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Dan Hasil Belajar Siswa


Maryani
Email: marianistella86@gmail.com


Program Studi Magister Pendidikan Ekonomi FKIP Untan


Abstrak

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas penerapan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dalam  meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar ekonomi siswa Kelas X di MA Darussalam Sengkubang Kabupaten Mempawah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian menggunakan eksperimen semu (Quasi Experiment). Populasi dalam penelitian ini adalah semua siswa kelas X yang berjumlah 79 orang. Sampel dalam penelitian adalah siswa kelas X IS-1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X IS-2 sebagai kelas kontrol. Data dalam penelitian ini diolah dengan analisis Inferensial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penerapan pembelajaran TAI terhadap peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa di MA Darussalam Sengkubang Kabupaten Mempawah.

Kata kunci: Tipe Teams Accelerated Instuktion, Motivasi Belajar, Hasil Belajar


PENDAHULUAN
Kebutuhan manusia yang sangat terpenting salah satunya ialah  pendidikan. Dengan pendidikan manusia mampu untuk menghadapi tantangan kehidupan. Salah satu aktivitas yang tidak bisa dari pendidikan adalah kegiatan belajar mengajar.  Dengan proses belajar mengajar yang baik diharapkan mampu mencapai tujuan pembelajaran yang direncanakan sebelumnya. Untuk mencapai tujuan belajar perlu diciptakan adanya sebuah sistem belajar yang baik. Sistem pembelajaran yang baik terdiri dari beberapa komponen yang mampu mendukung dalam mencapai tujuan pembelajaran. Adapun komponen-komponen tersebut antata lain tujuan belajar yang akan dicapai, hubungan sosial antara guru dan siswa, jenis kegiatan dan sarana/prasarana yang tersedia. Dalam proses belajar mengajar komponen-komponen tersebut saling beketerkaitan satu sama lain.
Tercapainya tujuan pembelajaran dapat dilihat dari proses belajar  siswa yang tinggi serta adanya perubahan perilaku siswa setelah menerima materi pembelajaran yang dilihat dari faktor intern dan ekstern. Faktor intern berasal dari siswa itu sendiri, sedangkan faktor  ekstren  berasal dari luar siswa. adapun faktor ekstern yang sangat berpengaruh pada prestasi siswa ialah guru hal itu dilihat dari model pembelajaran. Dimana model serta metode pembelajaran yang dipakai guru untuk menyampaikan materi sangat berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa serta hasil belajar siswa.
Berdasarkan hasil pengamatan yang dilakukan di MA Darusalam Sengkubang ditemui banyak siswa yang cenderung kurang memperhatikan saat proses pembelajaran berlangsung. Disisi lain ada beberapa siswa yang cenderung asik sendiri dan ada siswa yang kurang fokus terhadap  prose pembelajaran. Diindikasi bahwa  siswa MA Darusalam memiliki motivasi belajar yang kurang. Tentunya hal ini menjadi  masalah dalam proses pembelajaran. Selain itu hasil pembelajaran juga dirasa kuang memuaskan, dimana masih banyak siswa yang tidak tuntas saat evaluasi pembelajaran dilakukan.
Untuk mengatasi permasalahan tersebut, guru sebagai faktor ekstren yang memberikan pengaruh besar dalam pembelajaran harus mencari proses  dan hasil pembelajaran sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu strategi model pembelajaran yang  dapat dilakukan adalah Model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction merupakan strategi pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Menurut Robert Slavin (Miftahul, 2013: 200) “Team Assisted Individualization merupakan sebuah program pedagogik yang berusaha mengadaptasikan pembelajaran dengan perbedaan individual siswa secara akademik”. Penerapan model pembelajaran kooperatif Team Assisted Individualization lebih menekankan pada penghargaan kelompok, pertanggung jawaban individu dan memperoleh kesempatan yang sama untuk berbagi hasil bagi setiap anggota kelompok. Di samping itu dapat meningkatkan partisipasi siswa dalam kelompok kecil. Siswa yang pandai dapat mengembangkan kemampuan dan ketrampilannya, sedangkan siswa yang lemah dapat terbantu menyelesaikan permasalahan yang dihadapi.
Diharapkan dengan menerapkan tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dalam proses pembelajaran, maka siswa dapat mengekplorasikan cara dan strateginya untuk mengembangkan ide-ide dalam penyelesaian dan guru berperan hanya sebagai fasilitator.

METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian ini adalah Quasi Experimental atau sering disebut dengan eksperimen semu. Quasi Experimental adalah pendekatan dari true experimental dimana kelompok yang dieksperimenkan dibentuk secara acak. Penelitian ini dilaksanakan di MA Darussalam Sengkubang yang beralamat dijalan Raya Sengkubang Dusun Sukadamai Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir, Kabupaten Mempawah. Sampel penelitian ini dimbil 2 kelas dari 3 kelas yang ada.
Adapun teknik pengambilan data yang peneliti lakukan untuk mendapatkan data adalah dengan teknik komunikasi tidak langsung dan teknik pengukuran. Instrumen yang peneliti gunakan dalam penelian berupa kuesioner/angket yang digunakan untuk mengukut tingkat motivasi siswa, sedangkan instrument pengukuran yaitu berupa soal test yang diberikan pada saat uji coba yaitu pre-test dan post-test.
Adapun teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Analisis deskriptif digunakan untuk mendeskripsikan data hasil pretest dan posttest untuk mengetahui prestasi belajar sebelum dan setelah pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI). Analisa statistik uji inferensial menggunakan data-data yang diperoleh dari kedua kelas eksperimen baik sebelum perlakuan maupun setelah perlakuan untuk menguji kesamaan mean kedua kelas eksperimen sebelum perlakuan dan menguji hipotesis-hipotesis yang diajukan dalam penelitian. Hipotesishipotesis yang diajukan pada penelitian ini mengarah pada tujuan untuk membandingkan keefektifan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar.
    
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Sebelum diberi perlakuan dengan model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dan pembelajaran konvensional, hasil belajar pada aspek motivasi belajar dan hasil belajar siswa MA Darussalam Sengkubang rendah. Rendahnya motivasi belajar siswa dapat dilihat dari hasil analisis angket motivasi belajar dari kedua kelas dimana sebagian besar siswa pada kedua kelas tersebut masuk dalam kategori sedang. Rendahnya hasil belajar siswa terlihat dari hasil analisis pretest yang menunjukkan bahwa hanya 1 siswa dari kelas eksperimen yang mencapai nilai ketuntasan minimal yaitu 75. Pada saat penelitian, model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) diterapkan di kelas X  A sedangkan model pembelajaran konvensional diterapkan di kelas X B. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk membandingkan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Setelah proses penelitian berakhir, berikut ini adalah interpretasi dari analisis hasil penelitian
Kefektifan Pembelajaran
Keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa dapat dilihat dari kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan untuk masing-masing variabel terikat (dependent). Kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan untuk motivasi belajar adalah 50. Siswa dikatakan berhasil jika mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 50. Sementara itu, kriteria ketuntasan yang telah ditetapkan untuk hasil belajar adalah 75. Siswa dikatakan berhasil jika mendapatkan nilai lebih dari atau sama dengan 75. Berdasarkan hasil uji keefektifan diketahui bahwa pada kelas eksperimen Team Accelerated Instruction (TAI), pada variabel motivasi belajar diperoleh nilai thitung = 5,795 sedangkan pada variabel hasil belajara matematika diperoleh nilai thitung = 2,669. Nilai thitung pada kedua variabel dalam kelas eksperimen Team Accelerated Instruction (TAI) memiliki nilai yang lebih tinggi dari nilai tabel yaitu 1,6696 dimana hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh signifikan. Keefektifan model 81 pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) telah dibuktikan oleh Mubasiratul Munawaroh (2010) dalam penelitiannya dengan hasil bahwa model pembelajaran kooperatif TAI efektif ditinjau dari hasil belajar. Selain itu penelitian yang dilakukan oleh Astuti Waluyati. (2009) juga membuktikan bahawa metode kooperatif tipe TAI lebih unggul dibandingkan dengan metode konvensional dalam pembelajaran. Karena alasan ini maka pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Pada kelas kontrol, pada variabel motivasi belajar diperoleh nilai thitung = 1,432 sedangkan pada variabel hasil belajar diperoleh nilai thitung = -3,649. Nilai thitung pada kedua variabel dalam kelas kontrol memiliki nilai yang lebih rendah dari nilai ttabel yaitu 1,6696 dimana hal ini menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh tidak signifikan. Karena alasan ini maka pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar matematika dan prestasi belajar siswa. Dari uraian-uraian di atas serta dukungan dari hasil penelitian yang relevan di atas dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa, sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa.

Perbandingan Keefektifan Pembelajaran
Berdasarkan uraian sebelumnya diketahui bahwa pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa, sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa. Selain itu, diketahui pula kondisi awal dari kelas eksperimen Team Accelerated Instruction (TAI) dan kelas kontrol berdistribusi normal dan homogen. Berdasarkan pada tujuan penelitian yaitu membandingkan keefektifan pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dengan pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa maka perlu diketahui tipe mana yang lebih efektif. Namun, berdasarkan pertanyaan di atas sudah diketahui model pembelajaran mana yang efektif dan tidak efektif, maka tidak perlu dilakukan uji perbedaan keefektifan. Hasil uji hipotesis multivariat dengan menggunakan uji statistik MANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan keefektifan diantara model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) dengan konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar matematika. Model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI) efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar, 83 sedangkan pembelajaran konvensional tidak efektif ditinjau dari prestasi motivai belajar dan hasil belajar.


SIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Bedasarkan hasil analisis data dan pembahasan, maka dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut:
1.        Model pembelajaran Team Accelerated Instruction (TAI)terbukti efektif ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa kelas X di MA Darussalam Sengkubang.
2.        Model pembelajaran TAI memberikan pengaruh yang signifikan dan efektif, sedangkan model pembelajaran konvensional tidak memberikan pengaruh yang signifikan dan efektif dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar. Oleh karena itu, dapat dikatakan model pembelajaran TAI lebih efektif dari pada model pembelajaran konvensional ditinjau dari motivasi belajar dan hasil belajar siswa.
Saran
Berdasarkan kesimpulan dari penelitian, saran yang dapat disampaikan adalah model pembelajaran kooperatif tipe Team Accelerated Instruction (TAI)dapat diimplementasikan pada pembelajaran untuk materi-materi yang lain sebagai variasi pembelajaran karena terbukti efektif dapat meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar.





DAFTAR PUSTAKA
Dimyati & Mudjiono. (2002). Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Djamarah, dkk. (1995). Strategi belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Erman Suherman, dkk. (2003). Strategi Pembelajaran Matematika
Moh. Uzer Usman. (2002). Menjadi Guru Profesional. Bandung: Remaja Rosda
Karya.
Nana Sudjana. (2005). Dasar-Dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar
Baru Algensindo Offset
Nasution, S. (2011). Berbagai Pendekatan dalam Proses Belajar & Mengajar.
Jakarta: Bumi Aksara.
Purwadarminta. (1996). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: Bumi Aksara.
Syaiful Sagala. (2012). Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta.
Wina Sanjaya. (2009). Strategi pembelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana.
Zainal Arifin. (1991). Evaluasi Instruksional. Bandung: Remaja Karya.

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home