SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA KELAS X PADA PELAJARAN EKONOMI DI SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK BAB III
BAB III
METODE
PENELITIAN
A.
Metode
Penelitian
1.
Pendekatan
Penelitian
Melalui penelitian,
manusia dapat menikmati dan menggunakan hasilnya. Secara umum, data yang
didapat dari penelitian bisa digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah, salah satunya dalam penelitian ini adalah masalah di
bidang pendidikan. Oleh sebab itu, metode penelitian yang digunakan peneliti
harus sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2015:6). ”Metode
penelitian diartikan sebagai cara ilmiah untuk mendapatkan data yang valid
dengan tujuan agar dapat ditemukan, dikembangkan, dan dibuktikan, suatu
pengetahuan tertentu sehigga pada gilirannya dapat digunakan untuk memahami,
memecahkan, dan mengantisipasi masalah”. Senada dengan paparan diatas Maolani
dan Cahyana (2015:36), “metode penelitian pada dasarnya dilakukan guna
mendapatakan data yang dapat digunakan untuk memecahkan masalah”. Metode
peneltian adalah untuk memecahkan masalah, maka lanhkah-langkah yang ditempuh
harus relevan dengan masalah yang telah dirumuskan, Nawawi (2015:67).
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa “metode penelitian
merupakan cara atau strategi untuk menemukan, mengembangkan, dan membuktikan
suatu pengetahuan sehigga dapat digunakan untuk memahami, memecahkan, dan
mengantisipasi masalah.
Sugiyono (2015:7) mengelompokkan metode penelitian menjadi sembilan
yaitu :
a. Penelitian Survey
b. Penelitian
Ekspostfackto
c. Penelitian
Eksperimen
d. Penelitian Naturalistik
e. Penelitian Policy
Research
f. Penelitian Action
Research
g. Penelitian
Evaluasi
h. Penelitian Sejarah
i. Penelitian R &
D
Metode
penelitian yang digunakan alam penelitian ini adalah Metode
Penelitian Eksperimen. Sugiyono (2015:107) menyatakan bahwa. ”Metode penelitian
eksperimen dapat diartikan sebagai metode penelitian yang digunakan untuk
mencari pengaruh perlakuan tertentu terhadap yang lain dalam kondisi yang
terkendalikan”. Sedangkan menurut Maolani dan Cahyana (2015:94). Metode penelitian
eksperimen “yaitu adanya suatu perlakuan eksperimental dan kelompok kontrol”.
Hal senada juga dipaparkan Suwartono (2014:133), penelitian eksperimen
“dilakukan untuk melihat apakah sesuatu mempengaruhi atau menyebabkan sesuatu
yang lain terjadi”.
Jadi
metode penelitian eksperimen dalam penelitian ini adalah penerapan model
pemebelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar
Siswa Kelas
X Pada Pelajaran
ekonomi di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
2. Bentuk
Penelitian
Menurut Sugiyono
(2015:108-109), terdapat empat macam bentuk yang digunakan dalam penelitian
eksperimen yaitu:
a.
“Pre-Eksperimental
b.
True-Ekperimental
c.
Factorial-Eksperimental
d.
Quasi-Eksperimental Design”.
Dari ke empat bentuk penelitian
eksperimen diatas, dalam penelitian ini bentuk yang digunakan peneliti adalah Quasi
Experimental Design. Menurut Sugiyono (2015:114). ”Bentuk Quasi
Experimental mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi
sepenuhnya untuk mengontrol variabel-variabel luar yang mempengaruhi
pelaksanaan eksperimen”. Hal senada juga
di sampaiakan Maolani dan Cahyana (2015:85-86) “digunakannya kelompok kontrol
untuk dibandingkannya dengan kelompok yang dikenakan perlakuan eksperimen atau
membandingkan bebrapa kelompok”. Suwartono (2014:135) juga memaparkan, bentuk Quasi
Experimental hal yang melibatkan dua kelompok dan salah satu kelompok deberi perlakuan
khusus atau kelompok eksperimen, sedangkan yang kelompok kontrol tidak diberi
perlakuan khusus”.
Jadi bentuk Quasi Experimental dalam penelitian ini dimana peneliti
ingin mengumpulkan data untuk mengetahui penerapan Model Pembelajaran
kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Terhadap Hasil Belajar
Siswa Kelas X Pada Pelajaran Ekonomi di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
3. Rancangan
penelitian
Rancanagan
penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah post test-only control design.
Rancangan
penelitian menurut Maolani dan Cahyana
(2015:94), “yaitu adanya suatu perlakuan kepada kelompok eksperimen dan
kelompok kontrol”.
Dalam
penelitian ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random
(R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak.
Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok
eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol, pengaruh adanya
perlakuan (streatmen) adalah (Q1
: Q2) Sugiyono (2015:112). Berikut adalah tabel post test-only control design:
Tabel :
3.1 post test-only control design
|
R
X O1
R O2
|
Dalam
penelitian ini, yang menjadi kelompok eksperimen adalah kelas X B diberi
perlakuan proses belajar mengajar menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Student
Teams Achievement Division (STAD). Sedangkan kelas kontrol adalah kelas X
A.
4. Data
dan Sumber Data
a. Data
Data merupakan bahan mentah yang dapat
diolah dan dianalisis untuk menjawab
masalah penelitian sehingga menghasilkan informasi atau keterangan yang
menunjukkan fakta. Data dalam penelitian ini adalah hasil wawancara dan observasi,
dapat diperoleh melalui Tata Usaha (TU) dan guru mata pelajaran ekonomi kelas X
di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak yang berhubungan dengan penelitian. Adapun
data yang akan dikumpulkan sebagai bahan penelitian ini yaitu:
1) Jumlah
siswa kelas X SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak Tahun Ajaran 2016/2017.
2) Nilai
rata-rata hasil belajar siswa X SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak Tahun Ajaran
2016/2017.
3) Perencanaan,
pelaksanaan dan evaluasi model pembelajaran yang guru terapkan dalam
pembelajaran ekonomi.
b. Sumber
Data
Menurut Trianto (2011:254), ”Sumber data
adalah subyek dari mana data dapat diperoleh”. Sumber data dalam penelitian ini
adalah siswa kelas X di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dan guru ekonomi.
5.
Prosedur Penelitian
Agar peneliti pada saat di lapangan tidak mengalami
hambatan, maka akan dilakukan prosedur yang tepat.
a. Tahap
persiapan
1) Peneliti
melakukan pra-riset di sekolah dan melakukan wawancara dengan guru mata
pelajaran ekonomi kelas X SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
2) Melakukan
observasi untuk menentukan waktu pelaksanaan penelitian.
3) Menyiapkan
perangkat pembelajaran berupa rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), soal, dan
kunci jawaban
4) Menyiapkan
instrumen penelitian berupa lembar observasi (chek List).
5) Meyiapkan
instrumen penelitian berupa lembar pedoman wawancara.
6) Menyiapkan
instrumen penelitian tes hasil belajar siswa yang terdiri dari :
a) Kisi-kisi
soal
b) Soal
post-test
c) Kunci
jawaban dan pedoman penskoran tes hasil belajar
7) Melakukan
validitas instrumen penelitian
8) Revisi
instrumen penelitian yang telah divalidasi
9) Menguji
coba soal tes yang telah direvisi.
10) Menganalisis
data hasil uji coba
b. Tahap
pelaksanaan
1) Melaksanakan
kegiatan pembelajaran ekonomi dengan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD
untuk kelas eksperimen.
2) Memberikan
post-test kepada kelas kontrol dan kelas eksperimen
3) Melakukan
kegiatan wawancara kepada guru mata pelajaran ekonomi.
Tabel
3.2 Jadwal Pelaksanaan Penelitian
|
Kegiatan
|
Kelas eksperimen (X B)
|
Kelas kontrol (X A)
|
||
|
Hari/
Tanggal
|
Waktu
|
Hari/
Tanggal
|
Waktu
|
|
|
Observasi
|
Rabu, 1 Maret 2017
|
08:20-10:35
09:15 (istirahat)
|
Senin, 27 Februari 2017
|
08:20–10:35
09:15
(istirahat)
|
|
Interviu
|
Rabu, 17 Mei 2017
|
11:15-11:30
|
Senin, 15 Mei 2017
|
09:00-09:20
|
|
Post-test
|
Rabu, 24 Mei 2017
|
08:20-10:35
|
Senin, 22 Mei 2017
|
08:20-10:35
|
Sumber:
Data olahan, 2017
c. Tahap
akhir
1) Menganalisis
data hasil penelitian, yakni hasil observasi (Chek List), hasil
wawancara, dan hasil belajar (Post-Test) siswa pada kelas
ekperimen dan kontrol.
2) Menyimpulan
hasil analisis data
3) Menyusun
laporan penelitian
B.
Populasi
penelitian
Menurut Nawawi (2015:150)
populasi adalah “sekelompok subyek, baik manusia, gejala, nilai tes,
benda-benda ataupun peristiwa”. Dan juga dipaparkan Sugiyono (2015:117), ”yaitu
obyek/subyek yang mempunyai kualitas atau karakteristik tertentu yang
ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya.
Dari urain diatas dapat disimpulkan
bahwa populasi merupakan sekelompok obyek/subyek mempunyai kualitas atau
karakteristik tertentu.
Tabel : 3.3 Jumlah
Populasi Berdasarkan Kelas Dan Jenis Kelamin
|
No
|
Kelas
|
Laki-Laki
|
Perempuan
|
Jumlah
|
|
1
|
X A
|
15
|
20
|
35
|
|
2
|
X B
|
15
|
13
|
28
|
|
Total
|
30
|
33
|
63
|
|
Sumber :TU SMA Abdi Wacana Pontianak Tahun Ajaran 2016/2017.
1. Teknik Dan Alat Pengumpulan Data
a.
Teknik Pengumpulan Data
Agar data dapat diperoleh secara
objektif, untuk itu diperlukan teknik pengumpulan data yang sesuai dengan tujuan. Menurut Nawawi (2015:100) ada
enam teknik pengumpulan data dalam suatu penelitian yaitu:
a)
Teknik
observasi langsung
b)
Teknik
obervasi tidak langsung
c)
Teknik
komunikasi langsung
d)
Teknik
komunikasi tidak langsung
e)
Teknik
Pengukuran
f)
Teknik
studi dokumentar
Adapun teknik pengumpulan data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah :
a) Teknik
observasi langsung
Nawawi (2015:100). “Teknik observasi langsung adalah cara pengumpulan
data yang dilakukan melalui pengamatan dan pencatatan secara sistematik
terhadap gejala-gejala yang tampak pada obyek penelitian yang pelaksanaan
secara langsung pada tempat dimana suatu peristiwa, keadaan atau situasi”.
Dalam hal ini penulis melakukan kegiatan mengajar dengan menggunakan model
pembelajaran kooperatif tipe Student Teams
Achievement Division (STAD) pada
kelas eksperimen dan pembelajaran biasa pada kelas kontrol.
b)
Teknik komunikasi langsung
Nawawi (2015:100). “cara ini pengumulan
data yang mengharuskan seseorang peneliti mengadakan kontak langsung secara
lisan atau tatap muka dengan sumber data”. Yang dimaksud peneliti dalam
penelitian ini pengumpulan data dengan cara melakukan kegiatan wawancara dengan siswa 10 orang perwakilan
kelas eksperimen dan kelas kontrol setelah jam pelajaran berakhir.
c) Teknik
Pengukuran
Menurut
Nawawi (2015:101). Teknik pengukuran adalah “cara pengumpulan dibandingkan dengan norma tertentu sesuai
dengan pengukuran ukuran yang relevan”. Dari pendapat di atas, dapat ditarik
kesimpulan bahwa pengukuran adalah kegiatan mengumpulkan data yang sifatnya
kuantitatif yang tujuannya untuk mengetahui data dari variabel yang telah
ditentukan. Dalam penelitian ini, teknik pengukuran yang digunakan berupa
lembar tes, yaitu tes hasil belajar yang akan diberikan kepada siswa di akhir
pembelajaran ekonomi di kelas X SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak yaitu post-tes
untuk kelas kontrol dan kelas eksperimen.
d) Teknik
Studi Dokumenter
Teknik ini adalah cara mengumpulkan data
yang dilakukan dengan kategorisasi dan klasifikasi bahan-bahan tertulis yang
berhubungan dengan masalah penelitian, baik dari sumber dokumen, maupun
buku-buku koran, majalah dan lain-lain. Nawawi (2015:101).
Dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan dokumen berupa hasil belajar/nilai siswa yang terdapat pada guru
mata pelajaran ekonomi.
b.
Alat Pengumpulan
Data
Kecermatan dalam memilih dan menyusun
teknik dan alat pengumpul data ini sangat berpengaruh pada obyektivitas hasil
penelitian, oleh karena itu alat pengumpulan data yang digunakan haruslah
sesuai dengan penelitian yang dilakukan menurut pendapat Nawawi (2015:102).
Adapun alat pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai
berikut:
a. Lembar
Observasi (Check List)
Menurut Nawawi (2015:102, ada beberapa
alat yang dapat digunakan untuk
melakukan observasi yaitu:
(a)
Catatan
Anekdot (Anekdotal Record)
(b)Catatan Berkala (Insidental
Record)
(c)
Daftar
Cek (Check List)
(d)Skala Nilai
(Rating Scale)
(e)
Peralatan
Mekanis (Mechanical Device)
Dalam penelitian ini penulis menggunakan
observasi diantaranya adalah daftar cek (Check List). Lembar observasi (Check
List) yang digunakan untuk mengetahui aktivitas siswa dan guru dalam
pembelajaran yang dilakukan. Pengisian daftar ini dilakukan untuk mengetahui
aktivitas guru dan siswa sesuai atau tidak dengan kategori pengamatan yang
disesuaikan dengan langkah-langkah dalam pembelajaran yang tercantum dalam
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP).
b.
Pedoman Wawancara atau interviu
Nawawi
(2015:118). “Pedoman
wawancara ini usaha mengumpulkan informasi dengan mengajukan sejumlah
pertanyaan secara lisan”.
Dalam penelitian ini peneliti mengadakan wawancara langsung dengan 10 siswa
kelas eksperimen dan 10 siswa kelas kontrol
secara acak .
c.
Lembar tes atau post-test
Menurut Margono (2014:170), ”Tes adalah
seperangkat rangsangan (stimuli) yang diberikan kepada seseorang dengan maksud
untuk mendapat jawaban yang dijadikan dasar bagi penetapan skor angka”. Sedangkan
menurut Arikunto (2013:193) menyatakan bahwa, ”Tes adalah serentetan pertanyaan
atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur keterampilan,
pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu”.
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan test terstandar. Yang dimaksud dengan
tes standar adalah tes soal essay yang diberikan kepada siswa kelas eksperimen
dan kelas kontrol. Dalam pembuatan post-test, peneliti melakukan uji validasi.
Uji validasi soal post-test dilakukan dengan menguji validitas soal tes oleh
validator atau validasi ahli, soal tes yang berjumlah 5 butir diberikan kepada
kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk mengetahui nilai hasil belajar siswa.
Menurut Trianto (2011:269),”Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan
tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen”. Suatu instrumen
dikatakan valid jika mempunyai validitas yang tinggi dan terdapat kesamaan
antara data terkumpul dengan data yang sesungguhnya terjadi pada objek yang
diteliti.
Agar test yang dibuat memiliki validitas
isi, maka dalam penyusunan test disesuaikan dengan kurikulum KTSP serta
soal-soal tes yang dibuat berdasarkan pada standar kompetensi, kompetensi
dasar, indikator dan tujuan pembelajaran.
d.
Dokumenter
Yang dimaksud dengan metode dokumentasi adalah sekumpulan
berkas yakni mencari data mengenai hal-hal berupa catatan, transkrip, buku,
surat kabar, majalah, prasasti, notulen, agenda dan sebagainya. Menurut
Sugiyono (2013:240) dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.
Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari
seorang. Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah
kehidupan (life histories), ceritera, biografi, peraturan, kebijakan.
Dokumen yang berbentuk gambar misalnya foto, gambar hidup, sketsa dan
lain-lain.
Dari pengertian di atas, dapat dipahami
bahwa metode dokumentasi dapat diartikan sebagai suatu cara pengumpulan
data yang diperoleh dari dokumen-dokumen yang ada atau catatan-catatan yang
tersimpan, baik itu berupa catatan transkrip, buku, surat kabar, dan lain
sebagainya.
c. Teknik Validitas dan Reliabilitas
1. Validitas
Pengujian validitas instrumen menggunakan pengujian validitas kontrak
(construt validity ). Untuk menguji validitas konstrak dapat digunakan pendapat
ahli (judgment experts). Menurut sugiono (2015:177) menyatakan bahwa “dalam hal
ini setelah instrumen dikonstruksi tentang aspek-aspek yang akan diukur dengan
berlandaskan teori tertentu maka selanjutnya dikonsultasikan dengan ahli”.
2. Uji
Homogenitas
Setelah dilakukan uji normalitas, maka dilanjutkan uji homogenitas.
Menurut Duwi Priyanto (2014:84), “uji homogenitas digunakan untuk mengetahui
varian populasi data apakah antara dua kelompok atau lebih data memiliki varian
yang sama atau berbeda”. Uji normalitas ini merupakan prasyarat dalam uji
hipotesis. Adapun dalam pengujian homogenetis ini menggunakan One way ANOVA dengan SPSS versi 22.0.
Adapun kriteria pengambilan keputusan yaitu:
(a)
Jika signifikansi > 0,05 maka varian
hasil post-test kelas eksperimen dan
kontrol tidak sama.
(b)
ika signifikansi < 0,05 maka varian
hasil post-test kelas eksperimen dan
kontrol sama. (Duwi Priyanto, 2014:84).
3.
Uji Hipotesis
Setelah nilai berdistribusi normal dan
homogen, selanjutnya menguji hipotesis menggunakan uji-t (independent Samples T
Test) pada SPSS versi 22.0. Adapun hipotesis yang akan di uji yaitu:
Ho : Tidak ada perbedaan nillai post-test kelas eksperimen dan kontrol.
Ha : Ada perbedaan nilai post-test kelas eksperimen dan kontrol.
Adapun
syarat pengujian hipotesis ini yaitu:
a.
Jika ttabel ≤ thitung ≤ ttabel maka Ho
diterima.
b.
Jika –thitung ≤ –ttabel atau thitung ≥
ttabel maka Ho ditolak.
Berdasarkan
signifikansi:
a.
Jika signifikansi > 0,05 maka Ho diterima.
b.
Jika signifikansi < 0,05 maka Ho
ditolak. (Wiratna Sujarweni, 2015:99)
4.
Effect
size
Adapun langkah
selanjutnya yaitu menghitung Effect Size
yang digunakan untuk melihat seberapa pengaruh penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Student Teams Achievement Division (STAD) terhadap hasil belajar siswa pada
mata pelajaran ekonomi akuntansi siswa
kelas XI IPS SMAK Abdi Wacana Pontianak. Adapun rumusnya adalah sebagai
berikut:
Rumus:
Keterangan:
ES = effect
size
Kriteria besarnya Effect Size dapat diklasifikasikan
sebagai berikut:
ES ≤ 0,30 tergolong rendah
0,30 ≤ ES ≤ 0,70 tergolong sedang
ES ≥ 0,70 tergolong
tinggi.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home