Contoh outline penelitian prodi pendidikan ekonomi
Banyak teman-teman bertanya, terutama yang saat ini mahasiswa semester 7 sedang sibuk-sibuknya mencari gambaran tentang judu dan format untuk diajukan ke dosen PA, disini mungkin ada sedikit gambaran atau contoh format desain penelitian( proposal penelitian ). semoga bermanfaat terimakasih atas kunjugan anda.
http://gedionmawang.blogspot.co.id/
OUTLINE
A. Judul
PENGARUH FASILITAS DAN PELAYANAN
PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT MEMBACA SISWA
KELAS X DAN XI SMA K ABDI WACANA PONTIANAK
B. Latar belakang
Pada
era globalisasi sekarang ini telah kita ketahui bahwa ilmu dan teknologi semaki
pesat dan lebih mudah diakses dari segala sumber baik dari media cetak maupun
media elektronik. Banyak tempat yang bisa kita manfaatkan untuk memperoleh ilmu
seperti yang kita inginkan salah satunya ialah di perpustakaan. Karena di
perpustakaan terdapat berbagai macam sumber informasi untuk menambah wawasan
kita. Ketika kita mendengar kata perpustakaan tentu saja yang terlintas di pikiran kita adalah buku-buku yang tersusun
rapi didalam rak, suasana yang tenang, kenyamanan yang mendukung untuk dapat
berkonsentrasi dalam membaca.
Di
perpustakaan tentunya akan kita temui berbagai fasilitas penunjang dari
perpustakaan, seperti gedung, ruang baca, dan
sebagainya sesuai dengan fungsinya. Adapun fasilitas yang ada
diperpustakaan SMA K Abdi Wacana.
adalah sebagai berikut: Gedung, ruang baca, buku-buku,
kipas angin, meja, kursi, dan lampu.
Selain itu, masalah yang muncul sekarang ini
adalah fasilitas gedung masih kecil.
namun
dari segi bukunya sudah lumayan lengkap.
Di
perpustakaan, kita biasanya dilayani oleh petugas yang ada, baik hanya sekedar
bertanya letak buku-buku. Secara umum pelayanan di perpustakaan dapat diartikan
suatu kegiatan atau aktivitas dalam memberikan jasa layanan kepada pengunjung
perpustakaan tanpa membedakan status sosial, ekonomi, kepercayaan maupun status
lainnya.
Zulfikar (2006:191) menyatakan, “Layanan
perpustakaan adalah dalam rangka pemanfaatan koleksi oleh masyarakat. Pemberian
layanan yang baik adalah yang dapat memenuhi kebutuhan, selera, minat, dan
keinginan pemakai”.
Menurut
Undang-Undang Perpustakaan (UU nomor 43 tahun 2007) disebutkan bahwa,
“Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak,
dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi
kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para
pemustaka”. Sedangkan pendapat yang dikemukakan oleh Sulistiyo/Basuki (Dalam
Abdul Rahman 2011:4) “Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung,
ataupun gedung itu sendiri, yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya
yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca,
bukan untuk dijual”.
Minat merupakan gambaran sifat dan ingin
memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan suatu momen dari
kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang
dianggap penting. Objek yang menarik perhatian dapat dapat membentuk minat
karena adanya dorongan dan kecenderungan untuk mengetahui, memperoleh, atau
menggali dan mencapainya.
Menurut Sutarno (2006:107) “Minat adalah suatu
keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”.
Aktivitas
membaca buku merupakan salah satu cara belajar yang efektif untuk mendapatkan
ilmu dan pengetahuan yang luas. Dengan membaca, siswa/siswi ataupun guru dapat
memperoleh pengetahuan dengan cepat dan mudah, karena cukup memilih buku yang
akan dibaca, kemudian membukanya dan mulai membaca isi dari buku tersebut. Oleh
karena itu, membaca harus menjadi prioritas utama bagi siswa/siswi. Dengan
membaca, siswa/siswi banyak mendapat sumber inspirasi, sumber pengetahun dan
mengasah kekritisan berfikir baik dalam menyelesaikan tugas maupun kepentingan
lainnya.
“Membaca
merupakan suatu kebutuhan akan informasi yang dapat dipenuhi” (Sutarno, 2006:
109).
Sutarno (2006:107) mengatakan bahwa, “Minat membaca berarti suatu
keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap bahan bacaan”.
Berdasarkan
hasil observasi peneliti mendapatkan masalah bahwa pada saat ini minat siswa/siswi dalam
membaca sangat rendah. Khususnya pada kelas
X dan XI hal ini ditunjukan dengan referensi tugas pekerjaan rumah yang minim
dan cenderung tidak relevan dengan tugas sekolah, seperti refrensi tugasnya
lebih banyak menggunakan internet dibandingkan buku. Selain itu minat siswa/siswi
ke perpustakaan juga tergolong rendah. Siswa/siswi memanfaatkan perpustakaan
apabila menjelang ujian atau ketika mendapatkan tugas dari guru. Diluar itu siswa/siswi
lebih memilih duduk di kantin atau sekedar nongkrong di depan kelas. Peristiwa
lain yang menarik jika menyaksikan siswa/siswi yang berada dilingkungan sekolah,
khususnya siswa/siswi SMA K Abdi Wacana disaat jam istrahat, kegiatan yang
mereka lakukan adalah duduk sambil berbincang-bincang hal yang tidak ada kaitan
dengan akademik, jarang sekali terlihat siswa/siswi yang duduk sambil membaca
buku diperpustakaan. Hal ini didukung dengan data sebagai berikut:
Data
rekapitulasi pengunjung tahun 2015 /2016 di perpustakaan
No
|
Bulan
|
Jumlah pengunjung
|
1
|
Januari
|
72
|
2
|
Februari
|
40
|
3
|
Maret
|
67
|
4
|
April
|
85
|
5
|
Mei
|
30
|
6
|
Juni
|
55
|
7
|
Juli
|
89
|
8
|
Agutus
|
71
|
9
|
September
|
67
|
10
|
Oktober
|
36
|
11
|
November
|
101
|
12
|
Desember
|
92
|
Jumlah
|
805
|
Sumber:
ruang perpustakaan SMA K ABDI WACANA 2015/2016
Sedangkan data jumlah pengunjung tahun 2008=976
orang, tahun 2009=993 orang, tahun 2010=853, tahun 2011=923, tahun 2012=1.57
tahun 2013=883, dan tahun 2014=749. Dapat disimpulkan bahwa pegnjung tertinggi
pada tahun 2012 dan terendah pada tahnun 2014 dan setip tahunnya selalu berubah-ubah.
Untuk
masa aktif proses belajar mengajar penjaga perpustakaan juga menuturkan jumlah
pengunjung perharinya lebih dari 20 orang.
Berdasarkan
permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang
berjudul “PENGARUH FASILITAS DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN TERHADAP MINAT MEMBACA SISWA KELAS X DAN XI
SMA K ABDI WACANA PONTIANAK”.
C. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah
diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam desain penelitian ini
adalah:
1. Bagaimana
fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA
K Abdi Wacana ?
2. Bagaimana
minat baca siswa/siswi kelas x dan xi sma k abdi wacana ?
3. Adakah
pengaruh fasilitas dan pelayanan
perpustakaan SMA K abdi wacana terhadap minat baca siswa/siswi ?
D. Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat
diketahui tujuan dari desain penelitian yaitu:
1. Untuk
mendeskripsikan fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana.
2. Untuk
mendeskripsikan minat baca siswa/siswi SMA K Abdi Wacana
3. Untuk
mendeskripsikan pengaruh fasilitas dan pelayanan perpustakaan terhadap minta membaca siswa/siswi SMA K abdi
wacana
E. Manfaat Penelitian
1.
Manfaat
Teoritis
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca.
2.
Manfaat
Praktis
a. Bagi
peneliti, dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai karya
ilmiah.
b. Bagi
perpuskaan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan koreksi
memenejemen perpustakaan ke arah yang lebih baik.
c. Bagi
sekolah, penelitian ini diharapan dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan
minat membaca siswa/siswi ke perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan sekolah
dengan baik.
d.
Bagi siswa/siswi, diharapkan
mempunyai minat membaca di perpustakaan yang tinggi agar menambah wawasan dan
ilmu pengetahuan.
F. Ruang lingkup penelitian
1.
Variabel
penelitian
Menurut Sugiyono (2011:38), “Variabel penelitian
adalah suatu
mempunyai
variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian
ditarik kesimpulannya”.
Variabel dalam desain penelitian ini terdiri
dari 2 jenis yaitu:s
a. Variabel
independen/variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang
menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Adapun variabel bebas dalam
penelitian ini adalah fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana.
b. Variabel
dependen/variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi
akibat, karena adanya variabel bebas.
Adapun variabel terikat dalam
penelitian ini adalah minat membaca siswa/siswi.
2.
Definisi
operasional
Untuk menyamakan persepsi dan menghindari
kesalahan dalam pemahaman variabel pada penelitian ini, maka perlu dirumuskan
definisi operasional menurut peneliti sebagai berikut:
a.
Fasilitas
perpustakaan
Fasilitas
perpustakaan menurut peneliti adalah sesuatu yang dapat mempermudah dan memberi
kenyamanan terhadap para pengunjung perpustakaan serta memperlancar proses
peminjaman buku maupun membaca di perpustakaan tersebut.
Dalam
penelitian ini untuk indikator fasilitas perpustakaan menggunakan teori Sutarno (2006: 80-89) antara
lain:
1. Pembinaan
gedung/ruangan, sarana dan prasarana.
2. Pembinaan
koleksi.
b.
Pelayanan
perpustakaan
Pengertian
pelayanan perputakaan menurut peneliti adalah suatu aktivitas atau kegiatan
untuk memberikan sebuah jasa layanan kepada setiap pengunjung perpustakaan
secara profesional.
Menurut Sutarno (2006:90-99) bahwa,
Indikator pelayanan perpustakaan yang dilakukan
pustakawan kepada penggunjung/pengguna adalah pembinaan layanan yang mencakup
(menyusun rencana operasional layanan, layanan informasi, layanan penelitian,
sirkulasi, layanan referensi, penelusuran literatur, bimbingan pemakai, membuat
analisis perpustakaan, membuat statistik pelayanan).
c.
Minat
membaca
Minat
membaca menurut peneliti adalah suatu keinginan seseorang untuk mencari atau
mengetahui informasi dari buku-buku atau referensi yang kita perlukan sesuai
dengan kebutuhannya.
Menurut Sutarno (2006: 27) Indikator
minat membaca:
1. Ketertarikan
2. Kegemaran
3. Hobi
membaca
G.
Kerangka Pemikiran
1. Kerangka
konsep
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini,
orang lebih cenderung memilih mencari informasi dengan cara instan atau cepat,
padahal belum tentu benar. Permasalahan yang muncul yaitu, fasilitas pendidikan
seperti perpustakaan jarang dikunjungi dan minat membaca orang masih rendah.
Oleh karena itu, diperlukan adanya perubahan dan pembaharuan fasilitas dan
pelayanan perpustakaan agar dapat menumbuhkan keinginan dan minat orang untuk
membaca.
Melihat proses membaca sangat penting bagi kita, maka kita perlu
membudayakan membaca sebagai bahan informasi dan pengetahuan bagi kita,
termasuk pada siswa/siswi. Agar siswa/siswi lebih
berminat untuk membaca yang memiliki banyak manfaat, terutama sebagai referensi
tugas sekolah.
.
Disini, minat membaca dipengaruhi oleh fasilitas dan pelayanan dari
perpustakaan yang bersangkutan. Adapun konsep yang dapat digambarkan dalam
skema sebagai berikut:
Minat Membaca (Y)
1.Ketertarikan
2.Kegemaran
3.Hobi membaca
(Sutarno, 2006: 27)
|
Layanan Perpustakaan (X2)
pembinaan layanan yang mencakup
(menyusun rencana operasional layanan, layanan informasi, layanan
penelitian, sirkulasi, layanan referensi, penelusuran literatur, bimbingan
pemakai, membuat analisis perpustakaan, membuat statistik pelayanan).
(Sutarno,2006:90-99)
|
Fasilitas
Perpustakaan (X1)
1.Pembinaan
gedung/ruangan, sarana dan prasarana.
2.Pembinaan koleksi
(Sutarno,
2006: 80-89)
|
2. Kerangka
teori
a. Perpustakaan
1) Pengertian
perpustakaan
Menurut Sutarno
(2006: 11) “Perpustakaan berasal dari kata pustaka,
yang berarti buku. Setelah mendapat awalan per dan akhiran an menjadi perpustakaan, yang berarti kitab perimbon, atau kumpulan buku-buku,
yang kemudian disebut koleksi bahan pustaka”.
Random
house dictionary of the english lenguage (dalam Saleh dan
Komalasari, 2010:1.4) memberikan definisi, “Perpustakaan adalah suatu tempat,
berupa sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku-buku dan bahan-bahan lain
untuk bacaan,studi maupun rujukan”.
“Perpustakaan
adalah tempat atau depodit ilmu, sumber informasi penting yang dapat menguak
sejarah masa lalu dan dapat dijadikan dasar menyusun perencanaan dan penelitian
untuk masa mendatang” (Saleh dan Komalasari, 2010: 1.5).
Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan perpustakaan
adalah suatu ruang yang terdiri dari ruangan serta koleksi buku-buku yang
menjadi sumber informasi untuk kepentingan studi maupun rujukan penelitian.
2) Pembinaan
fasilitas perpustakaan
Sutarno
(2006:75) mengemukakan, “Pembinaan fasilitas perpustakaan adalah suatu kegiatan
yang dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan
agar segala sesuatunya berjalan pada jalur yang benar sehingga dapat mengikuti perkembangan
yang terjadi disekitarnya.”
a) Pembinaan
gedung, sarana dan prasarana
Gedung atau
ruangan sebuah perpustakaan harus ada. Karena perpustakaan tidak mungkin
digabungkan dengan unit-unit kerja yang lain didalam satu ruangan. Gedung
perpustakaan harus memperhatikan dan memperhitungkan semua aspek, baik
konstruksi, bentuk, kekuatan, lokasi, daya tampung koleksi dan perlengkapan
yang akan dipergunakan, lingkungan, keamanan, keindahan, dan kenyamanan,
kemudahan akses.
Sebuah
gedung yang dibangun dan diperuntukkan perpustakaan diharapkan memiliki
beberapa ruangan untuk menampung berbagai kegiatan perpustakaan.
Ruangan-ruangan tersebut antara lain, ruangan koleksi, ruang baca, atau
administrasi, ruang penjaga perpustakaan.
b) Pembinaan
koleksi
Pembinaan
koleksi perpustakaan adalah kegiatan yang sdilakukan setiap koleksi pertama
atau dasar terbentuknya perpustakaan.
Pembinaan
koleksi perpustakaan mencakup:
(1) Perumusan
kebijakan
(2) Penjabaran
kebijakan terdiri dari:
(a) Menyusun
rencana operasional pembinaan koleksi
(b) Menghimpun
alat seleksi bahan pustaka
(c) Survey
minat pemakai
(d) Melakukan
survei bahan pustaka
(e) Pengadaan
bahan pustaka
(f) Mengevaluasi
koleksi yang ada
c) Pembinaan
layanan perpustakaan
Sutarno
(2006: 91) menyatakan bahwa, “Pembinaan layanan perpustakaan secara singkat dikatakan
sebagai layanan “prima”, yaitu cepat, tepat, mudah, sederhana, murah, dan
memuaskan pemakai”.
Layanan yang dapat dikembangkan
adalah:
(1)
Menyusun rencana operasional layanan
Dalam hal ini meliputi tata
tertib (ketika berada di lingkungan perpustakaan), kebutuhan biaya (anggaran
yang berhubungan dengan perpustakaan), dan peralatan tenaganya (seperti
fotokopi, labtop, dan sebagainya), serta penentuan fokus atau segmen pemakai.
(2)
Layanan informasi
Menurut Sutarno (2006: 92) yang
dimaksud dengan “Layanan informasi adalah menyediakan memberikan
informasi-informasi yang diperlukan pemakai”.
(3)
Layanan penelitian
Para peneliti yang membutuhkan
sumber informasi diperpustakaan dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya atas
bantuan petugas perpustakaan untuk menunjang proses penelitiannya. Karena
sumber-sumber tersebut tersedia diperpustakaan dan dilayani dengan baik.
(4)
Sirkulasi
“Sirkulasi adalah kegiatan
melayani penilaian jasa perpustakaan dalam pemesanan, peminjaman, dan
pengembalian bahan perpustakaan beserta penyelesaian administrasinya” (Sutarno,
2006: 93).
(5)
Layanan referensi
Pengertian layanan referensi
menurut Sutarno (2006: 94) adalah
“Layanan yang hanya dapat diberikan terbatas di perpustakaan. Hal itu dilakukan
karena beberapa pertimbangan, misalnya keterbatasan koleksi”.
(6)
Layanan literatur
Menurut
Sutarno (2006: 95) bahwa,
Layanan
literatur merupakan kegiatan mencari atau
menentukan kembali semua kepustakaan yang pernah terbit atau pernah ada
mengenai suatu bidang tertentu. Kegiatannya adalah: a) penelusuran literatur
untuk keperluan penelitian atau penulisan karya ilmiah, b) penelurusan
literatur untuk bahan bacaan, c) penelusuran literatur untuk membantu pemakai
perpustakaan.
(7)
Bimbingan pemakai
Bimbingan
pemakai yaitu suatu kegiatan yang bermaksud memberikan panduan atau arahan,
penjelasan tentang penggunaan perpustakaan kepada para pengguna perpustakaan.
Dengan alasan: (a) pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta
menggunakan sistem yang digunakan pada perpustakaan yang
dikunjunginya, (b) pemakai bisa dengan cepat dan tepat menemukan
informasi atau buku yang diperlukan dengan efisien, serta tidak terlalu
mengalami kesulitan, (c) mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari
lembaga pendidikan yang membantu atau memfasilitasi para pengunjung
perpustakaan.
(8)
Membuat analisis kepustakaan
Menurut Sutarno (2006: 96)
“Analisis kepustakaan adalah membuat karangan atau tulisan baru yang diperoleh
dengan jalan mengkaji dan mensarikan perpustakaan yang ada tentang suatu bidang
tertentu untuk keperluan pengguna”.
(9)
Membuat sirkulasi layanan
Hal ini bermanfaat untuk
menyiapkan data-data dan bahan laporan yang akan diserahkan kepada pemimpin
guna mengetahui perkembangan, kemajuan, kesulitan, kebutuhan dan hal lain yang
dihadapi demi memberikan layanan yang maksimal kepada para pengguna.
b.
Minat
membaca
1) Pengertian minat membaca
Menurut
Sutarno (2006:107) “Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang
tinggi terhadap sesuatu”.
Sutarno
(2006:27) mendefinisikan “Minat seseorang terhadap sesuatu adalah kecenderungan
hati yang tinggi, gairah, atau keinginan seseorang tersebut terhadap sesuatu”.
Dari
beberapa pengertian diatas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa minat
adalah kecenderungan seseorang yang timbul dari hati sehingga tertarik untuk
melakukan sesuatu yang diinginkan. Minat yang dimaksud dalam penelitian ini
ialah minat membaca mahasiswa.
Sutarno (2006:107) mengatakan bahwa, “Minat
membaca berarti suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap
bahan bacaan”.
“Minat baca seseorang dapat diartikan sebagai kecenderungan hati yang
tinggi orang tersebut kepada suatu sumber bacaan tertentu” (Sutarno, 2006:27).
Dari penjelasan tersebut minat membaca menurut peneliti
adalah suatu
keinginan seseorang untuk mencari atau mengetahui informasi dari buku-buku atau
referensi yang kita perlukan sesuai dengan kebutuhannya.
2) Indikator
minat membaca
Menurut Sutarno (2006: 27) indikator
minat membaca antara lain:
1) Ketertarikan
Ketertarikan
merupakan suatu kondisi dimana seseorang tertarik untuk mengetahui sesuatu.
Ketertarikan ini dikaitkan dengan adanya gairah seseorang dalam membaca yang
mana rasa ketertarikan itu dapat dilihat dari kemasan buku, atau desain buku,
gambar, bentuk, isi, maupun pengetahuan yang mendorong seseorang untuk membaca.
2) Kegemaran
Kegemaran
berhubungan dengan rasa ingin tahu terhadap buku baru yang belum pernah
dibacanya karena didalam bacaan tersebut terdapat sesuatu yang menyenangkan
diri pembaca, namun sesuai dengan selera, sehingga terwujud kebiasaan membaca
melalui kegemaran.
3) Hobi
membaca
Setelah
seseorang merasa tertarik dan memiliki kegemaran membaca secara otomatis orang
tersebut dapat menjadikan membaca sebagai hobinya, karena hobi itu dapat
terwujud manakala sering dilakukan, dan jika melakukan hobinya seseorang akan
merasa senang, puas dan terus dengan apa yang ia inginkan, begitu pula hal nya
dengan membaca.
H. Metode Penelitian
1.
Metode
penelitian
Sugiyono
(2013: 2) memberikan definisi “Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk
mendapatkan data denga tujuan dan kegunaan tertentu”.
Metode
penelitian yang digunakan dalam desain penelitian ini adalah metode
kuantitatif.
Sugiyono (2013: 8) menyatakan,
Metode penelitian kuatitatif
merupakan metode penelitian yang berlandaskan
pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel
tetentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data
bersifat kuatitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah
ditetapkan.
2.
Populasi
dan sampel
a.
Populasi
Menurut Sugiyono (2013:80), “Populasi wilayah
generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik
tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik
kesimpulannya”.
Populasi dalam desain penelitian ini adalah
seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2013 reguler A yang berjumlah 79
orang.
b.
Sampel
“Sampel
adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi
tersebut” (Sugiyono, 2013: 81). Senada dengan pendapat tersebut, Darmadi (2014:
57) menyatakan bahwa, “Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan
objek/subjek penelitian”.
Cara penarikan
sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik probability sampling. Dimana menurut Sugiyono (2013: 82), “Probability sampling adalah teknik
pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur
(anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel”.
Jadi, sampel
dalam desain penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi
angkatan 2013 reguler A yang berjumlah 79 orang.
I.
Teknik
dan Alat Pengumpulan Data
1.
Teknik
Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013:308), “Teknik
pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena
tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data”.
Dalam desain penelitian ini, penulis
menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut
1) Interview
(wawancara)
Sugiyono (2013:
137) menyatakan,
Wawancara digunakan
sebagai teknik pengumpulan data apabila
peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahn yang
harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari
responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.
2) Kuesioner (angket)
Sugiyono
(2013: 142) mengatakan, “Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang
dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis
kepada responden untuk dijawabnya”.
Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka
atau tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden
untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal. Sedangkan
pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan
juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket
yang telah terkumpul.
3) Observasi (pengamatan)
Sutrisno
Hadi (Dalam Sugiyono, 2013: 145) mengemukakan bahwa, “observasi merupakan suatu
proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis
dan psikhologis”.
2.
Alat
Pengumpulan Data
Alat
pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam desain penelitian
ini adalah lembar angket. Yang digunakan untuk mengungkapkan varibel, situasi
fasilitas dan layanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana. Sumber datanya adalah siswa/siswi.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Rahman Saleh dan Rita Komalasari. (2010). Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.
Darmadi, Hamid. (2014). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial Teori Konsep Dasar dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
NS, Sutarno. (2006). Manajemen Perpustakaan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: CV. Sagung Seto.
NS, Sutarno. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat Edisi Revisi. Jakarta: CV. Sagung Seto.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Darmadi, Hamid. (2014). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial Teori Konsep Dasar dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.
NS, Sutarno. (2006). Manajemen Perpustakaan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: CV. Sagung Seto.
NS, Sutarno. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat Edisi Revisi. Jakarta: CV. Sagung Seto.
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Labels: outline
