Saturday, March 11, 2017

Contoh outline penelitian prodi pendidikan ekonomi

 

Banyak teman-teman bertanya, terutama yang saat ini mahasiswa semester 7 sedang sibuk-sibuknya mencari gambaran tentang judu dan format untuk diajukan ke dosen PA, disini mungkin ada sedikit gambaran atau contoh format desain penelitian( proposal penelitian ). semoga bermanfaat terimakasih atas kunjugan anda.

http://gedionmawang.blogspot.co.id/



OUTLINE
A.    Judul
PENGARUH FASILITAS DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN  TERHADAP MINAT MEMBACA SISWA KELAS X DAN XI SMA K ABDI WACANA PONTIANAK
B.     Latar belakang
Pada era globalisasi sekarang ini telah kita ketahui bahwa ilmu dan teknologi semaki pesat dan lebih mudah diakses dari segala sumber baik dari media cetak maupun media elektronik. Banyak tempat yang bisa kita manfaatkan untuk memperoleh ilmu seperti yang kita inginkan salah satunya ialah di perpustakaan. Karena di perpustakaan terdapat berbagai macam sumber informasi untuk menambah wawasan kita. Ketika kita mendengar kata perpustakaan tentu saja yang terlintas di  pikiran kita adalah buku-buku yang tersusun rapi didalam rak, suasana yang tenang, kenyamanan yang mendukung untuk dapat berkonsentrasi dalam membaca.
Di perpustakaan tentunya akan kita temui berbagai fasilitas penunjang dari perpustakaan, seperti gedung, ruang baca, dan  sebagainya sesuai dengan fungsinya. Adapun fasilitas yang ada diperpustakaan  SMA K Abdi Wacana.
 adalah sebagai berikut: Gedung, ruang baca, buku-buku, kipas angin, meja, kursi, dan lampu.
Selain itu, masalah yang muncul sekarang ini adalah fasilitas gedung masih kecil.
namun dari segi bukunya sudah lumayan lengkap.
Di perpustakaan, kita biasanya dilayani oleh petugas yang ada, baik hanya sekedar bertanya letak  buku-buku. Secara umum pelayanan di perpustakaan dapat diartikan suatu kegiatan atau aktivitas dalam memberikan jasa layanan kepada pengunjung perpustakaan tanpa membedakan status sosial, ekonomi, kepercayaan maupun status lainnya.
Zulfikar (2006:191) menyatakan, “Layanan perpustakaan adalah dalam rangka pemanfaatan koleksi oleh masyarakat. Pemberian layanan yang baik adalah yang dapat memenuhi kebutuhan, selera, minat, dan keinginan pemakai”.
Menurut Undang-Undang Perpustakaan (UU nomor 43 tahun 2007) disebutkan bahwa, “Perpustakaan adalah institusi pengelola koleksi karya tulis, karya cetak, dan/atau karya rekam secara profesional dengan sistem yang baku guna memenuhi kebutuhan pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi para pemustaka”. Sedangkan pendapat yang dikemukakan oleh Sulistiyo/Basuki (Dalam Abdul Rahman 2011:4) “Perpustakaan adalah sebuah ruangan, bagian sebuah gedung, ataupun gedung itu sendiri, yang digunakan untuk menyimpan buku dan terbitan lainnya yang biasa disimpan menurut tata susunan tertentu untuk digunakan pembaca, bukan untuk dijual”.
Minat merupakan gambaran sifat dan ingin memiliki kecenderungan tertentu. Minat juga diartikan suatu momen dari kecenderungan yang terarah secara intensif pada suatu tujuan atau objek yang dianggap penting. Objek yang menarik perhatian dapat dapat membentuk minat karena adanya dorongan dan kecenderungan untuk mengetahui, memperoleh, atau menggali dan mencapainya.
Menurut Sutarno (2006:107) “Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”.
Aktivitas membaca buku merupakan salah satu cara belajar yang efektif untuk mendapatkan ilmu dan pengetahuan yang luas. Dengan membaca, siswa/siswi ataupun guru dapat memperoleh pengetahuan dengan cepat dan mudah, karena cukup memilih buku yang akan dibaca, kemudian membukanya dan mulai membaca isi dari buku tersebut. Oleh karena itu, membaca harus menjadi prioritas utama bagi siswa/siswi. Dengan membaca, siswa/siswi banyak mendapat sumber inspirasi, sumber pengetahun dan mengasah kekritisan berfikir baik dalam menyelesaikan tugas maupun kepentingan lainnya.
 “Membaca merupakan suatu kebutuhan akan informasi yang dapat dipenuhi” (Sutarno, 2006: 109).
Sutarno (2006:107) mengatakan bahwa, “Minat membaca berarti suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap bahan bacaan”.
Berdasarkan hasil observasi peneliti mendapatkan masalah bahwa  pada saat ini minat siswa/siswi dalam membaca sangat rendah. Khususnya pada  kelas X dan XI hal ini ditunjukan dengan referensi tugas pekerjaan rumah yang minim dan cenderung tidak relevan dengan tugas sekolah, seperti refrensi tugasnya lebih banyak menggunakan internet dibandingkan buku. Selain itu minat siswa/siswi ke perpustakaan juga tergolong rendah. Siswa/siswi memanfaatkan perpustakaan apabila menjelang ujian atau ketika mendapatkan tugas dari guru. Diluar itu siswa/siswi lebih memilih duduk di kantin atau sekedar nongkrong di depan kelas. Peristiwa lain yang menarik jika menyaksikan siswa/siswi yang berada dilingkungan sekolah, khususnya siswa/siswi SMA K Abdi Wacana disaat jam istrahat, kegiatan yang mereka lakukan adalah duduk sambil berbincang-bincang hal yang tidak ada kaitan dengan akademik, jarang sekali terlihat siswa/siswi yang duduk sambil membaca buku diperpustakaan. Hal ini didukung dengan data sebagai berikut:
Data rekapitulasi pengunjung tahun 2015 /2016 di perpustakaan
No
Bulan
Jumlah pengunjung
1
Januari
72
2
Februari
40
3
Maret
67
4
April
85
5
Mei
30
6
Juni
55
7
Juli
89
8
Agutus
71
9
September
67
10
Oktober
36
11
November
101
12
Desember
92

Jumlah
805
  Sumber: ruang perpustakaan SMA K ABDI WACANA 2015/2016
Sedangkan data jumlah pengunjung tahun 2008=976 orang, tahun 2009=993 orang, tahun 2010=853, tahun 2011=923, tahun 2012=1.57 tahun 2013=883, dan tahun 2014=749. Dapat disimpulkan bahwa pegnjung tertinggi pada tahun 2012 dan terendah pada tahnun 2014 dan setip tahunnya selalu berubah-ubah.
Untuk masa aktif proses belajar mengajar penjaga perpustakaan juga menuturkan jumlah pengunjung perharinya lebih dari 20 orang.
Berdasarkan permasalahan diatas, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul  PENGARUH FASILITAS DAN PELAYANAN PERPUSTAKAAN  TERHADAP MINAT MEMBACA SISWA KELAS X DAN XI SMA K ABDI WACANA PONTIANAK”.
C.    Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas, maka rumusan masalah dalam desain penelitian ini adalah: 
1.   Bagaimana  fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana ?
2.   Bagaimana minat baca siswa/siswi kelas x dan xi sma k abdi wacana ?
3.   Adakah pengaruh fasilitas dan pelayanan  perpustakaan SMA K abdi wacana terhadap minat baca siswa/siswi ?
D.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan rumusan masalah di atas dapat diketahui tujuan dari desain penelitian yaitu:
1.      Untuk mendeskripsikan fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana.
2.      Untuk mendeskripsikan minat baca siswa/siswi SMA K Abdi Wacana
3.      Untuk mendeskripsikan pengaruh fasilitas dan pelayanan perpustakaan  terhadap minta membaca siswa/siswi SMA K abdi wacana
E.     Manfaat Penelitian
1.   Manfaat Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan pengetahuan bagi pembaca.
2.   Manfaat Praktis
a.    Bagi peneliti, dapat memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan mengenai karya ilmiah. 
b.    Bagi perpuskaan, penelitian ini diharapkan dapat digunakan sebagai bahan koreksi memenejemen perpustakaan ke arah yang lebih baik.
c.    Bagi sekolah, penelitian ini diharapan dapat digunakan sebagai bahan untuk mengembangkan minat membaca siswa/siswi ke perpustakaan dan pengelolaan perpustakaan sekolah dengan baik.
d.    Bagi siswa/siswi, diharapkan mempunyai minat membaca di perpustakaan yang tinggi agar menambah wawasan dan ilmu pengetahuan.
F.     Ruang lingkup penelitian
1.   Variabel penelitian
Menurut Sugiyono (2011:38), “Variabel penelitian adalah suatu                                                                                                                                                                                                                                                                                                                mempunyai variasi tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Variabel dalam desain penelitian ini terdiri dari 2 jenis yaitu:s
a.    Variabel independen/variabel bebas merupakan variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen (terikat).
Adapun variabel bebas dalam penelitian ini adalah fasilitas dan pelayanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana. 
b.    Variabel dependen/variabel terikat merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variabel bebas.
Adapun variabel terikat dalam penelitian ini adalah minat membaca siswa/siswi.
2.   Definisi operasional
Untuk menyamakan persepsi dan menghindari kesalahan dalam pemahaman variabel pada penelitian ini, maka perlu dirumuskan definisi operasional menurut peneliti sebagai berikut:
a.    Fasilitas perpustakaan
Fasilitas perpustakaan menurut peneliti adalah sesuatu yang dapat mempermudah dan memberi kenyamanan terhadap para pengunjung perpustakaan serta memperlancar proses peminjaman buku maupun membaca di perpustakaan tersebut.
Dalam penelitian ini untuk indikator fasilitas perpustakaan menggunakan teori Sutarno (2006: 80-89) antara lain:
1.      Pembinaan gedung/ruangan, sarana dan prasarana.
2.      Pembinaan koleksi.
b.   Pelayanan perpustakaan
Pengertian pelayanan perputakaan menurut peneliti adalah suatu aktivitas atau kegiatan untuk memberikan sebuah jasa layanan kepada setiap pengunjung perpustakaan secara profesional.
Menurut Sutarno (2006:90-99) bahwa,
Indikator pelayanan perpustakaan yang dilakukan pustakawan kepada penggunjung/pengguna adalah pembinaan layanan yang mencakup (menyusun rencana operasional layanan, layanan informasi, layanan penelitian, sirkulasi, layanan referensi, penelusuran literatur, bimbingan pemakai, membuat analisis perpustakaan, membuat statistik pelayanan).

c.    Minat membaca
Minat membaca menurut peneliti adalah suatu keinginan seseorang untuk mencari atau mengetahui informasi dari buku-buku atau referensi yang kita perlukan sesuai dengan kebutuhannya.
Menurut Sutarno (2006: 27) Indikator minat membaca:
1.   Ketertarikan
2.   Kegemaran
3.   Hobi membaca
G.    Kerangka Pemikiran
1.   Kerangka konsep
Seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini, orang lebih cenderung memilih mencari informasi dengan cara instan atau cepat, padahal belum tentu benar. Permasalahan yang muncul yaitu, fasilitas pendidikan seperti perpustakaan jarang dikunjungi dan minat membaca orang masih rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya perubahan dan pembaharuan fasilitas dan pelayanan perpustakaan agar dapat menumbuhkan keinginan dan minat orang untuk membaca.
Melihat proses membaca sangat penting bagi kita, maka kita perlu membudayakan membaca sebagai bahan informasi dan pengetahuan bagi kita, termasuk pada siswa/siswi. Agar siswa/siswi lebih berminat untuk membaca yang memiliki banyak manfaat, terutama sebagai referensi tugas sekolah.
. Disini, minat membaca dipengaruhi oleh fasilitas dan pelayanan dari perpustakaan yang bersangkutan. Adapun konsep yang dapat digambarkan dalam skema sebagai berikut:


Minat Membaca (Y)
1.Ketertarikan
2.Kegemaran
3.Hobi membaca
(Sutarno, 2006: 27)

Layanan Perpustakaan (X2)
pembinaan layanan yang mencakup (menyusun rencana operasional layanan, layanan informasi, layanan penelitian, sirkulasi, layanan referensi, penelusuran literatur, bimbingan pemakai, membuat analisis perpustakaan, membuat statistik pelayanan).
(Sutarno,2006:90-99)

Fasilitas Perpustakaan (X1)
1.Pembinaan gedung/ruangan, sarana dan prasarana.
2.Pembinaan koleksi
(Sutarno, 2006: 80-89)
 
2.   Kerangka teori
a.    Perpustakaan
1)  Pengertian perpustakaan
Menurut Sutarno (2006: 11) “Perpustakaan berasal dari kata pustaka, yang berarti buku. Setelah mendapat awalan per  dan akhiran an menjadi perpustakaan, yang berarti kitab perimbon, atau kumpulan buku-buku, yang kemudian disebut koleksi bahan pustaka”.
Random house dictionary of the english lenguage (dalam Saleh dan Komalasari, 2010:1.4) memberikan definisi, “Perpustakaan adalah suatu tempat, berupa sebuah ruangan atau gedung yang berisi buku-buku dan bahan-bahan lain untuk bacaan,studi maupun rujukan”.
“Perpustakaan adalah tempat atau depodit ilmu, sumber informasi penting yang dapat menguak sejarah masa lalu dan dapat dijadikan dasar menyusun perencanaan dan penelitian untuk masa mendatang” (Saleh dan Komalasari, 2010: 1.5).
     Dari beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan perpustakaan adalah suatu ruang yang terdiri dari ruangan serta koleksi buku-buku yang menjadi sumber informasi untuk kepentingan studi maupun rujukan penelitian.
2)  Pembinaan fasilitas perpustakaan
Sutarno (2006:75) mengemukakan, “Pembinaan fasilitas perpustakaan adalah suatu kegiatan yang dilakukan secara terus menerus untuk meningkatkan fasilitas perpustakaan agar segala sesuatunya berjalan pada jalur yang benar sehingga dapat mengikuti perkembangan yang terjadi disekitarnya.”
a)   Pembinaan gedung, sarana dan prasarana
Gedung atau ruangan sebuah perpustakaan harus ada. Karena perpustakaan tidak mungkin digabungkan dengan unit-unit kerja yang lain didalam satu ruangan. Gedung perpustakaan harus memperhatikan dan memperhitungkan semua aspek, baik konstruksi, bentuk, kekuatan, lokasi, daya tampung koleksi dan perlengkapan yang akan dipergunakan, lingkungan, keamanan, keindahan, dan kenyamanan, kemudahan akses.
Sebuah gedung yang dibangun dan diperuntukkan perpustakaan diharapkan memiliki beberapa ruangan untuk menampung berbagai kegiatan perpustakaan. Ruangan-ruangan tersebut antara lain, ruangan koleksi, ruang baca, atau administrasi, ruang penjaga perpustakaan.
b)   Pembinaan koleksi
Pembinaan koleksi perpustakaan adalah kegiatan yang sdilakukan setiap koleksi pertama atau dasar terbentuknya perpustakaan.
Pembinaan koleksi perpustakaan mencakup:
(1)   Perumusan kebijakan
(2)   Penjabaran kebijakan terdiri dari:
(a)    Menyusun rencana operasional pembinaan koleksi
(b)   Menghimpun alat seleksi bahan pustaka
(c)    Survey minat pemakai
(d)   Melakukan survei bahan pustaka
(e)    Pengadaan bahan pustaka
(f)    Mengevaluasi koleksi yang ada
c)   Pembinaan layanan perpustakaan
Sutarno (2006: 91) menyatakan bahwa, “Pembinaan layanan perpustakaan secara singkat dikatakan sebagai layanan “prima”, yaitu cepat, tepat, mudah, sederhana, murah, dan memuaskan pemakai”.
Layanan yang dapat dikembangkan adalah:
(1)        Menyusun rencana operasional layanan
Dalam hal ini meliputi tata tertib (ketika berada di lingkungan perpustakaan), kebutuhan biaya (anggaran yang berhubungan dengan perpustakaan), dan peralatan tenaganya (seperti fotokopi, labtop, dan sebagainya), serta penentuan fokus atau segmen pemakai.
(2)        Layanan informasi
Menurut Sutarno (2006: 92) yang dimaksud dengan “Layanan informasi adalah menyediakan memberikan informasi-informasi yang diperlukan pemakai”.
(3)        Layanan penelitian
Para peneliti yang membutuhkan sumber informasi diperpustakaan dapat dengan mudah dan cepat memperolehnya atas bantuan petugas perpustakaan untuk menunjang proses penelitiannya. Karena sumber-sumber tersebut tersedia diperpustakaan dan dilayani dengan baik.
(4)        Sirkulasi
“Sirkulasi adalah kegiatan melayani penilaian jasa perpustakaan dalam pemesanan, peminjaman, dan pengembalian bahan perpustakaan beserta penyelesaian administrasinya” (Sutarno, 2006: 93).
(5)        Layanan referensi
Pengertian layanan referensi menurut Sutarno  (2006: 94) adalah “Layanan yang hanya dapat diberikan terbatas di perpustakaan. Hal itu dilakukan karena beberapa pertimbangan, misalnya keterbatasan koleksi”.
(6)        Layanan literatur
Menurut Sutarno (2006: 95) bahwa,
Layanan literatur merupakan kegiatan mencari atau  menentukan kembali semua kepustakaan yang pernah terbit atau pernah ada mengenai suatu bidang tertentu. Kegiatannya adalah: a) penelusuran literatur untuk keperluan penelitian atau penulisan karya ilmiah, b) penelurusan literatur untuk bahan bacaan, c) penelusuran literatur untuk membantu pemakai perpustakaan.

(7)        Bimbingan pemakai
Bimbingan pemakai yaitu suatu kegiatan yang bermaksud memberikan panduan atau arahan, penjelasan tentang penggunaan perpustakaan kepada para pengguna perpustakaan. Dengan alasan: (a) pemakai perpustakaan dapat mengenal dan memahami serta menggunakan sistem yang digunakan pada perpustakaan  yang  dikunjunginya, (b) pemakai bisa dengan cepat dan tepat menemukan informasi atau buku yang diperlukan dengan efisien, serta tidak terlalu mengalami kesulitan, (c) mengembangkan citra perpustakaan sebagai bagian dari lembaga pendidikan yang membantu atau memfasilitasi para pengunjung perpustakaan.
(8)        Membuat analisis kepustakaan
Menurut Sutarno (2006: 96) “Analisis kepustakaan adalah membuat karangan atau tulisan baru yang diperoleh dengan jalan mengkaji dan mensarikan perpustakaan yang ada tentang suatu bidang tertentu untuk keperluan pengguna”.
(9)        Membuat sirkulasi layanan
Hal ini bermanfaat untuk menyiapkan data-data dan bahan laporan yang akan diserahkan kepada pemimpin guna mengetahui perkembangan, kemajuan, kesulitan, kebutuhan dan hal lain yang dihadapi demi memberikan layanan yang maksimal kepada para pengguna.

b.    Minat membaca
1)  Pengertian minat membaca
Menurut Sutarno (2006:107) “Minat adalah suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap sesuatu”. 
Sutarno (2006:27) mendefinisikan “Minat seseorang terhadap sesuatu adalah kecenderungan hati yang tinggi, gairah, atau keinginan seseorang tersebut terhadap sesuatu”.
Dari beberapa pengertian diatas, maka peneliti dapat menarik kesimpulan bahwa minat adalah kecenderungan seseorang yang timbul dari hati sehingga tertarik untuk melakukan sesuatu yang diinginkan. Minat yang dimaksud dalam penelitian ini ialah minat membaca mahasiswa.
Sutarno (2006:107) mengatakan bahwa, “Minat membaca berarti suatu keinginan atau kecenderungan hati yang tinggi terhadap bahan bacaan”.
“Minat baca seseorang dapat diartikan sebagai kecenderungan hati yang tinggi orang tersebut kepada suatu sumber bacaan tertentu” (Sutarno, 2006:27).
Dari penjelasan tersebut minat membaca menurut peneliti adalah suatu keinginan seseorang untuk mencari atau mengetahui informasi dari buku-buku atau referensi yang kita perlukan sesuai dengan kebutuhannya.

2)  Indikator minat membaca
Menurut Sutarno (2006: 27) indikator minat membaca antara lain:
1)  Ketertarikan
Ketertarikan merupakan suatu kondisi dimana seseorang tertarik untuk mengetahui sesuatu. Ketertarikan ini dikaitkan dengan adanya gairah seseorang dalam membaca yang mana rasa ketertarikan itu dapat dilihat dari kemasan buku, atau desain buku, gambar, bentuk, isi, maupun pengetahuan yang mendorong seseorang untuk membaca.
2)  Kegemaran
Kegemaran berhubungan dengan rasa ingin tahu terhadap buku baru yang belum pernah dibacanya karena didalam bacaan tersebut terdapat sesuatu yang menyenangkan diri pembaca, namun sesuai dengan selera, sehingga terwujud kebiasaan membaca melalui kegemaran.
3)  Hobi membaca
Setelah seseorang merasa tertarik dan memiliki kegemaran membaca secara otomatis orang tersebut dapat menjadikan membaca sebagai hobinya, karena hobi itu dapat terwujud manakala sering dilakukan, dan jika melakukan hobinya seseorang akan merasa senang, puas dan terus dengan apa yang ia inginkan, begitu pula hal nya dengan membaca.

H.    Metode Penelitian
1.   Metode penelitian
Sugiyono (2013: 2) memberikan definisi “Metode penelitian adalah cara ilmiah untuk mendapatkan data denga tujuan dan kegunaan tertentu”.
Metode penelitian yang digunakan dalam desain penelitian ini adalah metode kuantitatif. 
Sugiyono (2013: 8) menyatakan,
Metode penelitian kuatitatif merupakan metode penelitian yang        berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi atau sampel tetentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuatitatif/statistik, dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah ditetapkan.

2.   Populasi dan sampel
a.    Populasi
Menurut Sugiyono (2013:80), “Populasi wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya”.
Populasi dalam desain penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2013 reguler A yang berjumlah 79 orang.
b.   Sampel
“Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut” (Sugiyono, 2013: 81). Senada dengan pendapat tersebut, Darmadi (2014: 57) menyatakan bahwa, “Sampel adalah sebagian dari populasi yang dijadikan objek/subjek penelitian”.
Cara penarikan sampel dalam penelitian ini yaitu dengan teknik probability sampling. Dimana menurut Sugiyono (2013: 82), “Probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang memberikan peluang yang sama bagi setiap unsur (anggota) populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel”.
Jadi, sampel dalam desain penelitian ini adalah seluruh mahasiswa pendidikan ekonomi angkatan 2013 reguler A yang berjumlah 79 orang.
I.       Teknik dan Alat Pengumpulan Data
1.   Teknik Pengumpulan Data
Menurut Sugiyono (2013:308), “Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling utama dalam penelitian, karena tujuan utama penelitian adalah mendapatkan data”.
Dalam desain penelitian ini, penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut
1)  Interview (wawancara)
Sugiyono (2013: 137) menyatakan,
Wawancara digunakan sebagai teknik pengumpulan data  apabila peneliti ingin melakukan studi pendahuluan untuk menemukan permasalahn yang harus diteliti, dan juga apabila peneliti ingin mengetahui hal-hal dari responden yang lebih mendalam dan jumlah respondennya sedikit/kecil.
2)  Kuesioner (angket)
Sugiyono (2013: 142) mengatakan, “Kuesioner adalah teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya”.
     Tipe pertanyaan dalam angket dapat terbuka atau tertutup. Pertanyaan terbuka adalah pertanyaan yang mengharapkan responden untuk menuliskan jawabannya berbentuk uraian tentang sesuatu hal. Sedangkan pertanyaan tertutup akan membantu responden untuk menjawab dengan cepat, dan juga memudahkan peneliti dalam melakukan analisis data terhadap seluruh angket yang telah terkumpul.
3)  Observasi (pengamatan)
Sutrisno Hadi (Dalam Sugiyono, 2013: 145) mengemukakan bahwa, “observasi merupakan suatu proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari berbagai proses biologis dan psikhologis”.
2.   Alat Pengumpulan Data
Alat pengumpulan data yang digunakan untuk pengumpulan data dalam desain penelitian ini adalah lembar angket. Yang digunakan untuk mengungkapkan varibel, situasi fasilitas dan layanan perpustakaan SMA K Abdi Wacana. Sumber datanya adalah siswa/siswi.  

  DAFTAR PUSTAKA

Abdul Rahman Saleh dan Rita Komalasari. (2010). Manajemen Perpustakaan. Jakarta: Universitas Terbuka.

Darmadi, Hamid. (2014). Metode Penelitian Pendidikan dan Sosial Teori Konsep Dasar dan Implementasi. Bandung: Alfabeta.

NS, Sutarno. (2006). Manajemen Perpustakaan Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: CV. Sagung Seto.

NS, Sutarno. (2006). Perpustakaan dan Masyarakat Edisi Revisi. Jakarta: CV. Sagung Seto.

Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

















Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home