TUGAS METODE PENEITIAN
PENGGUNAAN BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP PRESTASI
BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN
Desain Penelitian
Oleh
Wahyu Hidayat (F1031131012)
Ade Novita Anggraeni (F1031131029)
Ansela (F1031131043)
Repalina Marina (F1031131046)
Anjela Yuliana (F1031131053)
Hajipah (F1031131082)
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016
A.
Judul
PENGGUNAAN
BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP
UNTAN
B.
Latar
Belakang
Beasiswa bidik misi merupakan program bantuan biaya
pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan
Tinggi (Ditjen Dikti) Kementeritan Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010
kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara
ekonomi. Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup
kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu
secara ekonomi di 104 perguruan tinggi negeri.Universitas Tanjungpura sebagai
salah satu perguruan tinggi negeri yang berada dibawah Kementerian Pendidikan
dan Kebudayaan juga mendapat bantuan bidik misi, yang lebih dikenal dengan
beasiswa penuh outreaching.
Pemberian beasiswa ini akan diberikan selama mahasiswa
dapat mempertahankan indeks prestasi kumulatifnya (IPK) minimal 2,75 selama
empat tahun berturut-turut hingga meraih sarjana. Penggunaan beasiswa tersebut
harus sesuai dengan syarat penggunaan diharapkan dapat menunjang mahasiswa
dalam meningkatkan prestasi dan hasil belajar.
Beasiswa bidik misi yang dikelola oleh Comdev &
Outreaching Untan memiliki beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh mahasiswa
penerimah beasiswa penuh bidik misi. Salah satunya adalah IPK minimal tersebut
yang harus dicapai oleh mahasiswa.
Pengelolaan beasiswa ini dilakukan oleh pihak Comdev
& Outreaching Universitas Tanjungpura yang mengatur pembayaran biaya SPP
dan biaya adminstrasi sedangkan untuk biaya hidup yang berjumlah RP. 650.000,-
/bulan diserahkan kepada mahasiswa penerima beasiswa yang diperuntukan untuk
biaya hidup, tempat tinggal dan biaya buku yang menunjang kegiatan perkuliahan.
Menurut pengamatan kami, mahasiswa yang menerima
beasiswa bidik misi tidak mempergunakan beasiswa tersebut sebagaimanamestinya,
masih banyak mahasiswa yang menyalahgunakan beasiswa untuk keperluan diluar
biaya kuliah seperti berbelanja yang menjurus ke arah konsumtif yang pada
akhirnya uang beasiswa yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan selama satu
bulan. Dengan demikian, kurangnya kemampuan mengelola keuangan dengan baik,
akan mengakibatkan terhambatnya kegiatan perkuliahan karena tidak mencukupi
untuk membiayai kebutuhan selama kuliah seperti biaya pembelian buku, biaya
mengerjakan tugas, dan biaya untuk perlengkapan kuliah lainya.
C.
Masalah
Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka
yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini “Bagaimana Penggunaan Beasiswa
Bidik Misi Terhadap Prestasi Belajar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan?”
Untuk
menghindari pembahasan masalah yang terlalu luas, maka penulis perlu merumuskan
sub-sub masalahnya. Yang tertrera sebagai berikut:
1. Sudah
sesuaikah penggunaan beasiswa bidik misi sebagai penunjang prestasi belajar
mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan?
2. Adakah
pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajr mahasiswa pendidikan
ekonomi FKIP Untan?
3. Berapa
besar pengaruh penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi
FKIP Untan?
D.
Tujuan
Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Mengetahui
penggunaan beasiswa
bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.
2. Mengetahui
pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajr mahasiswa pendidikan
ekonomi FKIP Untan.
3. Mengetahui
seberapa besar penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa
pendidikan ekonomi FKIP Untan.
E.
Manfaat
Penelitian
Adapun penelitian ini diharapka dapat bermanfaat bagi:
1. Teoritis
a. Sebagai
bahan studi ilmiah untuk mengetahui beasiswa bidik misi di prodi pendidikan
ekonomi FKIP Untan.
b. Dapat
digunakan sebagai acuan dibidang penelitian yang sejenis.
c. Dapat
digunakan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu pendidikan.
2. Praktis
a. Bagi
Penulis
Hasil
penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berpikir yang lebih luas
sebagai dengan ilmu pengetahuan dan teori yang telah diperoleh selama berada
dibangku kuliah serta untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Teknik Penulisan
Karya Tulis Ilmiah dengan kenyataan yang terdapat dilapangan dan
mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
b. Bagi
Fakultas
Merupakan
upaya penulis untuk memberikan kontribusi pemikiran dan masukan yang dapat
menjadi tolak ukur tentang penerapan teori yan diberikan oleh dosen dibangku
perkuliahan dalam kehidupan sehari-hari baik teori maupun praktek. Selain itu,
menjadi referensi bagi fakultas dalam pengarsipan realita yang diteliti.
c. Bagi
Pembaca
Hasil
penelitian ini dapat menjadi referensi dalam penulisan berikutnya, terutama
jenis penelitian yang sejenis.
d. Bagi
Pengelola Beasiswa (Comdev dan Outreaching)
Diharapkan
hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam membantu
pengelola beaasiswa untuk menentukan kebijakan untuk mengatasi penggunaan beasiswa agar sesuai dengan syarat
penggunaan guna poenunjang kegiatan hasil belajar mahasiswa penerima beasiswa
bidik misi.
F. Ruang
Lingkup Penelitian
Ruang lingkup
penelitian adalah batasan. Ruang lingkup disini adalah variabel-variabel yang
akan diteliti, yang menyangkut objek serta tempat penelitian. Berdasarkan dari
identifikasi masalah yang dikemukakan tersebut, maka tidak semua permasalahan
akan diteliti. Ruang lingkup diperlukan dalam penelitian ini agar penelitian
ini terarah dan tidak terjadi perluasan kajian. Ruang lingkup penelitian
tersebut terdiri dari variabel dan definisi operasional.
1.
Variabel
Penelitian
Menurut
Sugiyono (2008 : 38) “variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk
apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga di peroleh
informasi tentang hal tersebut, kemudian di tarik kesimpulan”. Dengan demikian,
variable variable penelitian adalah suatu konsep objek yang menjadi perhatian
yang di terapkan oleh peneliti untuk di uji kebenarannya dan di tarik
kesimpulan dari hasil penelitian tersebut.
Berdasrkan
pengertian di atas, variabel pada penelitian ini yaitu menghubungkan antara
satu variable dengan variabel lainnya. Variabel yang di teliti terdiri dari dua
jenis variabel, yaitu dengan memuat satu variabel bebas (penggunaan beasiswa Bidik
Misi (X) dan satu variabel terikat (Prestasi Belajar Mahasiswa pendidikan
Ekonomi FKIP UNTAN (Y), antara lain :
a.
Variabel bebas
Menurut
Hadari Nawawi (1995:56), variable bebas adalah “sejumlah gejala atau faktor
atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau
faktor atau unsur yang kedua itu di sebut variable bebas”. Sedangkan
menurut Arikunto (2006: 119) “ variable
bebas adalah variable yang mempengaruhi”.
Dalam
penelitian ini, vriabel bebasnya adalah “penggunaan beasiswa Bidik
Misi (X)”,
dengan indikator sebagai berikut:
a) Pemanfaatan
beasiswa bidik misi untuk keperluan kuliah.
b) Keperluan
biaya perkuliahan dan biaya buku.
b. Variabel
terikat
Menurut
Hadari Nawawi (1995 : 57) “ variable terikat adalah sejumlah gejala atau faktor
atau unsur yang ada atau muncul di
pengaruhi atau di tentukan adanya variable bebas”. Sedangkan menurut Arikunto
(2006 : 119) “variable terikat adalah variable tidak bebas atau variable
tergantung”.
Jadi
dalam penelitian ini variable terikatnya adalah “prestasi belajar mahasiswa
Pendidikan Ekonomi FKIP Untan (Y)”, dengan indicator sebagai berikut:
a) Tingkat
indeks prestasi terakhir yang diperoleh oleh mahasiswa
b) Tingkat
ketercapaian indeks prestasi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi terhadap
indeks prestasi yang telah ditentukan oleh pihak pengelola beasiswa.
2. Definisi
Operasional
Penyamaan persepsi dan menghindari kesalahpahaman
perlu dilakukan dalam penafsiran terhadap penggunaan istilah dalam penelitian
ini, maka perlu kiranya diberikan penjelasan/definisi operasional terhadap
istilah tersebut. Adapaun definisi operasional yang dimaksud adalah sebagai
berikut:
a. Beasiswa
bidik misi
Beasiswa
bidik misi adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat
Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
yang dimulai sejak tahun 2010 kepada mahasiswa yang mempunyai potensi dibidang
akademik dan kurang mampu dalam ekonomi.
b. Penggunaan
Beasiswa Bidik Misi
Penggunaan
beasiswa bidik misi harus sesuai dengan tujuan dari pihak pengelola beasiswa,
yaitu para penerima beasiswa menggunakan uang beasiswa yang ada untuk keperluan
pokok sehari-hari serta keperluan biaya kuliah, sehingga kegiatan perkuliahan
tidak akan terhambat oleh kekurangan dana.
c. Prestasi
Belajar
Prestasi
adalah hasil yang di peroleh seseorang atas usaha yang telah dilakukannya.
Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dari proses
pembelajaran baik itu formal maupun informal.
d. Indeks
Prestasi
Indeks
prestasi (IP) adalah salah satu alat ukur prestasi dibidang akademik atau
pendidikan. Meskipun bernama “indeks”, IP sebenarnya bukanlah indeks dalam
pengertian sebenarnya, melainkan semacam rata-rata terboboti dari akumulasi
nilai rata-rata smester.
G.
Kerangka
Penelitian
1. Kerangka
Teori
a.
Beasiswa Bidik Misi
1)
Pengertian
Beasiswa Bidik Misi
Beasiswa bidik
misi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang di berikan pemerintah
melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementrian
Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada 20.000 mahasiswa yang
memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi yang
diselenggarakan di 104 perguruan tinggi negeri. Program ini merupakan salah
satu program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional pada tahun 2009.
Perguruan tinggi
penyelenggara program Bidikmisi adalah perguruan tinggi di bawah. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama pada waktu itu. Pada tahun 2011
mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah sebanyak 30.000 di 117 perguruan
tinggi negeri dan pada tahun 2012 bertambah lagi sebanyak 42.000 mahasiswa
termasuk 2.000 mahasiswa perguruan tinggi swasta. Sedangkan pada tahun 2013
sebanyak 61.000 mahasiswatermasuk 8.000 untuk perguruan tinggi swasta, dan tahun 2014 sebanyak 63.070
mahasiswa (58.000 untuk PTN dan 5070 untuk PTS).
2)
Tujuan
a)
Meningkatkan
akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak
mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik;
b)
Memberi
bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk
menempuh pendidikan program Diploma/Sarjana sampai selesai dan tepat waktu;
c)
Meningkatkan
prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra
kurikuler;
d)
Menimbulkan
dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan
prestasi dan kompetif;
e)
Melahirkan
lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu
berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan
masyarakat.
3)
Landasan
Hukum
a)
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.
b)
Undang-Undang
Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012.
c)
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008.
d)
Peraturan
Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010
e)
Peraturan
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 96 Tahun 2014
4)
Penghentian
Beasiswa
Pemberian beasiswa dihentikan apabila
mahasiswa
a)
Terbukti
memberikan keterangan yang tidak benar atau melakukan pelanggaran administratif
pada berkas yang disampaikan.
b)
Tidak
memenuhi persyaratan yang ditetapkan perguruan tinggi penyelenggara
c)
Melakukan
pelanggaran trhadap tata tertib kehidupan kampus dan peraturan lain yang
berlaku di perguruan tinggi penyelenggara
d)
Mengundurkan
diri
e)
Meninggal
dunia
b.
Prestasi
belajar
Prestasi belajar
adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar,
baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam webster’s New Internasional
Dictionary mengungkapkan tentang prestasi yaitu:“Achievement test a
standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one more
lines of work a study” (Webster’s New Internasional Dictionary, 1951 : 20)
Mempunyai arti kurang
lebih prestasi
adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang
didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar.
Dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto,
1979 : 251)
H.
Kerangka
Konsep
Kerangka
konsep dalam penelitian ini berdasarkan teori-teori yang sudah dipaparkan
diatas menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yaitu variabel beasiswa bidik
misi dan variabel yang kedua yaitu prestasi belajar mahasiswa pendidikan
ekonomi FKIP Untan.
|
Beasiswa
Bidik Misi
|
|
Prestasi Belajar
|
Gambar
1 : Kerangka Konsep
I.
Hipotesis
Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan
masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam
bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang telah
diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada
fakta-fakta empiris yang diperoleh dari pengumpulan data. Jadi hipotesis juga
dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap masalah penelitian, belum
jawaban yang empirik dengan data. (Sugiyono, 2016 : 96)
Hipotesis pada penelitian ini dikaji
berdasarkan masalah. Berikut ini perumusan hipotesis yang akan dibuktikan dalam
penelitian ini.
1.
Hipotesis nol (H0)
Hipotesis
nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya
pengaruh variabel X terhadap variabel Y (Arikunto, 2010:113). Secara
matematikanya dirumuskan bahwa H0=0. Didalam penelitian ini yaitu
“tidak terdapat pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar
mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan”
2.
Hipotesis alternatif (Ha)
Hipotesis
alternatif menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y (Arikunto,
2010:112). Secara matematikanya dirumuskan Ha≠0. Didalam penelitian ini yaitu
“terdapat pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa
pendidikan ekonomi FKIP Untan”
J.
Metode
Penelitian
1. Metode dan Bentuk Penelitian
a. Metode Penelitian
Metode
Penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh seorang peneliti untuk
memecahkan masalah dalam penelitian. Oleh karena itu, metode yang digunakan
oleh seorang peneliti harus tepat dan sesuai dengan masalah yang akan diteliti.
Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah “cara ilmiah untuk
mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Untuk memecahkan masalah
dalam penelitian ini, maka diperlukan metode yang tepat dalam memecahkan
masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah
metode penelian kuantitatif, Sugiyono (2016:14) “Metode penelitian kuantitatif
dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat
positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi tertentu, teknik pengambilan
sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan
instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan
tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan”.
Metode
yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, karena
penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan data yang berkaitan dengan
penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan
ekonomi FKIP Untan.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home