Tuesday, August 6, 2019

TUGAS METODE PENEITIAN


PENGGUNAAN BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN

Desain Penelitian

Oleh
Wahyu Hidayat (F1031131012)
Ade Novita Anggraeni (F1031131029)
Ansela (F1031131043)
Repalina Marina (F1031131046)
Anjela Yuliana (F1031131053)
Hajipah (F1031131082)






PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI
JURUSAN PENDIDIKAN ILMU-ILMU SOSIAL
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2016
A.    Judul
PENGGUNAAN BEASISWA BIDIK MISI TERHADAP PRESTASI BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN
B.     Latar Belakang
Beasiswa bidik misi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang diberikan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementeritan Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi. Bantuan biaya penyelenggaraan pendidikan dan bantuan biaya hidup kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi di 104 perguruan tinggi negeri.Universitas Tanjungpura sebagai salah satu perguruan tinggi negeri yang berada dibawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga mendapat bantuan bidik misi, yang lebih dikenal dengan beasiswa penuh outreaching.
Pemberian beasiswa ini akan diberikan selama mahasiswa dapat mempertahankan indeks prestasi kumulatifnya (IPK) minimal 2,75 selama empat tahun berturut-turut hingga meraih sarjana. Penggunaan beasiswa tersebut harus sesuai dengan syarat penggunaan diharapkan dapat menunjang mahasiswa dalam meningkatkan prestasi dan hasil belajar.
Beasiswa bidik misi yang dikelola oleh Comdev & Outreaching Untan memiliki beberapa syarat yang harus dipatuhi oleh mahasiswa penerimah beasiswa penuh bidik misi. Salah satunya adalah IPK minimal tersebut yang harus dicapai oleh mahasiswa.
Pengelolaan beasiswa ini dilakukan oleh pihak Comdev & Outreaching Universitas Tanjungpura yang mengatur pembayaran biaya SPP dan biaya adminstrasi sedangkan untuk biaya hidup yang berjumlah RP. 650.000,- /bulan diserahkan kepada mahasiswa penerima beasiswa yang diperuntukan untuk biaya hidup, tempat tinggal dan biaya buku yang menunjang kegiatan perkuliahan.
Menurut pengamatan kami, mahasiswa yang menerima beasiswa bidik misi tidak mempergunakan beasiswa tersebut sebagaimanamestinya, masih banyak mahasiswa yang menyalahgunakan beasiswa untuk keperluan diluar biaya kuliah seperti berbelanja yang menjurus ke arah konsumtif yang pada akhirnya uang beasiswa yang diberikan tidak mencukupi kebutuhan selama satu bulan. Dengan demikian, kurangnya kemampuan mengelola keuangan dengan baik, akan mengakibatkan terhambatnya kegiatan perkuliahan karena tidak mencukupi untuk membiayai kebutuhan selama kuliah seperti biaya pembelian buku, biaya mengerjakan tugas, dan biaya untuk perlengkapan kuliah lainya.
C.    Masalah Penelitian
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini “Bagaimana Penggunaan Beasiswa Bidik Misi Terhadap Prestasi Belajar  Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan?”
Untuk menghindari pembahasan masalah yang terlalu luas, maka penulis perlu merumuskan sub-sub masalahnya. Yang tertrera sebagai berikut:
1.      Sudah sesuaikah penggunaan beasiswa bidik misi sebagai penunjang prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan?
2.      Adakah pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajr mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan?
3.      Berapa besar pengaruh penggunaan beasiswa bidik misi terhadap  prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan?
D.    Tujuan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Mengetahui penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.
2.      Mengetahui pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajr mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.
3.      Mengetahui seberapa besar penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.
E.     Manfaat Penelitian
Adapun penelitian ini diharapka dapat bermanfaat bagi:
1.      Teoritis
a.       Sebagai bahan studi ilmiah untuk mengetahui beasiswa bidik misi di prodi pendidikan ekonomi FKIP Untan.
b.      Dapat digunakan sebagai acuan dibidang penelitian yang sejenis.
c.       Dapat digunakan bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan ilmu pendidikan.
2.      Praktis
a.       Bagi Penulis
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan berpikir yang lebih luas sebagai dengan ilmu pengetahuan dan teori yang telah diperoleh selama berada dibangku kuliah serta untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Teknik Penulisan Karya Tulis Ilmiah dengan kenyataan yang terdapat dilapangan dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Bagi Fakultas
Merupakan upaya penulis untuk memberikan kontribusi pemikiran dan masukan yang dapat menjadi tolak ukur tentang penerapan teori yan diberikan oleh dosen dibangku perkuliahan dalam kehidupan sehari-hari baik teori maupun praktek. Selain itu, menjadi referensi bagi fakultas dalam pengarsipan realita yang diteliti.
c.       Bagi Pembaca
Hasil penelitian ini dapat menjadi referensi dalam penulisan berikutnya, terutama jenis penelitian yang sejenis.
d.      Bagi Pengelola Beasiswa (Comdev dan Outreaching)
Diharapkan hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran dalam membantu pengelola beaasiswa untuk menentukan kebijakan untuk mengatasi penggunaan beasiswa agar sesuai dengan syarat penggunaan guna poenunjang kegiatan hasil belajar mahasiswa penerima beasiswa bidik misi.
F.     Ruang Lingkup Penelitian
Ruang lingkup penelitian adalah batasan. Ruang lingkup disini adalah variabel-variabel yang akan diteliti, yang menyangkut objek serta tempat penelitian. Berdasarkan dari identifikasi masalah yang dikemukakan tersebut, maka tidak semua permasalahan akan diteliti. Ruang lingkup diperlukan dalam penelitian ini agar penelitian ini terarah dan tidak terjadi perluasan kajian. Ruang lingkup penelitian tersebut terdiri dari variabel dan definisi operasional.
1.      Variabel Penelitian
Menurut Sugiyono (2008 : 38) “variable penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk di pelajari sehingga di peroleh informasi tentang hal tersebut, kemudian di tarik kesimpulan”. Dengan demikian, variable variable penelitian adalah suatu konsep objek yang menjadi perhatian yang di terapkan oleh peneliti untuk di uji kebenarannya dan di tarik kesimpulan dari hasil penelitian tersebut.
Berdasrkan pengertian di atas, variabel pada penelitian ini yaitu menghubungkan antara satu variable dengan variabel lainnya. Variabel yang di teliti terdiri dari dua jenis variabel, yaitu dengan memuat satu variabel bebas (penggunaan beasiswa Bidik Misi (X) dan satu variabel terikat (Prestasi Belajar Mahasiswa pendidikan Ekonomi FKIP UNTAN  (Y), antara lain :
a.       Variabel bebas
Menurut Hadari Nawawi (1995:56), variable bebas adalah “sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang menentukan atau mempengaruhi ada atau munculnya gejala atau faktor atau unsur yang kedua itu di sebut variable bebas”. Sedangkan menurut  Arikunto (2006: 119) “ variable bebas adalah variable yang mempengaruhi”.
Dalam penelitian ini, vriabel bebasnya adalah “penggunaan beasiswa Bidik Misi (X)”, dengan indikator sebagai berikut:
a)      Pemanfaatan beasiswa bidik misi untuk keperluan kuliah.
b)      Keperluan biaya perkuliahan dan biaya buku.
b.      Variabel terikat
Menurut Hadari Nawawi (1995 : 57) “ variable terikat adalah sejumlah gejala atau faktor atau unsur yang ada atau muncul  di pengaruhi atau di tentukan adanya variable bebas”. Sedangkan menurut Arikunto (2006 : 119) “variable terikat adalah variable tidak bebas atau variable tergantung”.
Jadi dalam penelitian ini variable terikatnya adalah “prestasi belajar mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan (Y)”, dengan indicator sebagai berikut:
a)      Tingkat indeks prestasi terakhir yang diperoleh oleh mahasiswa
b)      Tingkat ketercapaian indeks prestasi mahasiswa penerima beasiswa bidik misi terhadap indeks prestasi yang telah ditentukan oleh pihak pengelola beasiswa.
2.      Definisi Operasional
Penyamaan persepsi dan menghindari kesalahpahaman perlu dilakukan dalam penafsiran terhadap penggunaan istilah dalam penelitian ini, maka perlu kiranya diberikan penjelasan/definisi operasional terhadap istilah tersebut. Adapaun definisi operasional yang dimaksud adalah sebagai berikut:
a.       Beasiswa bidik misi
Beasiswa bidik misi adalah beasiswa yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang dimulai sejak tahun 2010 kepada mahasiswa yang mempunyai potensi dibidang akademik dan kurang mampu dalam ekonomi.
b.      Penggunaan Beasiswa Bidik Misi
Penggunaan beasiswa bidik misi harus sesuai dengan tujuan dari pihak pengelola beasiswa, yaitu para penerima beasiswa menggunakan uang beasiswa yang ada untuk keperluan pokok sehari-hari serta keperluan biaya kuliah, sehingga kegiatan perkuliahan tidak akan terhambat oleh kekurangan dana.
c.       Prestasi Belajar
Prestasi adalah hasil yang di peroleh seseorang atas usaha yang telah dilakukannya. Sedangkan prestasi belajar adalah hasil belajar yang diperoleh dari proses pembelajaran baik itu formal maupun informal.
d.      Indeks Prestasi
Indeks prestasi (IP) adalah salah satu alat ukur prestasi dibidang akademik atau pendidikan. Meskipun bernama “indeks”, IP sebenarnya bukanlah indeks dalam pengertian sebenarnya, melainkan semacam rata-rata terboboti dari akumulasi nilai rata-rata smester.
G.    Kerangka Penelitian
1.      Kerangka Teori
a.         Beasiswa Bidik Misi
1)      Pengertian Beasiswa Bidik Misi
Beasiswa bidik misi merupakan program bantuan biaya pendidikan yang di berikan pemerintah melalui Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan mulai tahun 2010 kepada 20.000 mahasiswa yang memiliki potensi akademik memadai dan kurang mampu secara ekonomi yang diselenggarakan di 104 perguruan tinggi negeri. Program ini merupakan salah satu program 100 Hari Kerja Menteri Pendidikan Nasional pada tahun 2009.
Perguruan tinggi penyelenggara program Bidikmisi adalah perguruan tinggi di bawah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Agama pada waktu itu. Pada tahun 2011 mahasiswa baru penerima Bidikmisi bertambah sebanyak 30.000 di 117 perguruan tinggi negeri dan pada tahun 2012 bertambah lagi sebanyak 42.000 mahasiswa termasuk 2.000 mahasiswa perguruan tinggi swasta. Sedangkan pada tahun 2013 sebanyak 61.000 mahasiswatermasuk 8.000 untuk perguruan tinggi  swasta, dan tahun 2014 sebanyak 63.070 mahasiswa (58.000 untuk PTN dan 5070 untuk PTS).

2)      Tujuan
a)    Meningkatkan akses dan kesempatan belajar di perguruan tinggi bagi peserta didik yang tidak mampu secara ekonomi dan berpotensi akademik baik;
b)   Memberi bantuan biaya pendidikan kepada calon/mahasiswa yang memenuhi kriteria untuk menempuh pendidikan program Diploma/Sarjana sampai selesai dan tepat waktu;
c)    Meningkatkan prestasi mahasiswa, baik pada bidang kurikuler, ko-kurikuler maupun ekstra kurikuler;
d)   Menimbulkan dampak iring bagi mahasiswa dan calon mahasiswa lain untuk selalu meningkatkan prestasi dan kompetif;
e)    Melahirkan lulusan yang mandiri, produktif dan memiliki kepedulian sosial, sehingga mampu berperan dalam upaya pemutusan mata rantai kemiskinan dan pemberdayaan masyarakat.
3)        Landasan Hukum
a)    Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003.
b)   Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2012.
c)    Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 48 tahun 2008.
d)   Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2010
e)    Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 96 Tahun 2014
4)      Penghentian Beasiswa
Pemberian beasiswa dihentikan apabila mahasiswa
a)    Terbukti memberikan keterangan yang tidak benar atau melakukan pelanggaran administratif pada berkas yang disampaikan.
b)   Tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan perguruan tinggi penyelenggara
c)    Melakukan pelanggaran trhadap tata tertib kehidupan kampus dan peraturan lain yang berlaku di perguruan tinggi penyelenggara
d)   Mengundurkan diri
e)    Meninggal dunia

b.      Prestasi belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai oleh seseorang setelah ia melakukan perubahan belajar, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Di dalam webster’s New Internasional Dictionary mengungkapkan tentang prestasi yaitu:“Achievement test a standardised test for measuring the skill or knowledge by person in one more lines of work a study” (Webster’s New Internasional Dictionary, 1951 : 20)
Mempunyai arti kurang lebih prestasi adalah standart test untuk mengukur kecakapan atau pengetahuan bagi seseorang didalam satu atau lebih dari garis-garis pekerjaan atau belajar. Dalam kamus populer prestasi ialah hasil sesuatu yang telah dicapai (Purwodarminto, 1979 : 251)
H.    Kerangka Konsep
Kerangka konsep dalam penelitian ini berdasarkan teori-teori yang sudah dipaparkan diatas menunjukkan bahwa terdapat dua variabel yaitu variabel beasiswa bidik misi dan variabel yang kedua yaitu prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.
Beasiswa Bidik Misi
Prestasi Belajar
 



                                                 Gambar 1 : Kerangka Konsep
I.       Hipotesis Penelitian
Hipotesis merupakan jawaban sementara terhadap rumusan masalah penelitian, dimana rumusan masalah penelitian telah dinyatakan dalam bentuk kalimat pertanyaan. Dikatakan sementara, karena jawaban yang telah diberikan baru didasarkan pada teori yang relevan, belum didasarkan pada fakta-fakta empiris yang diperoleh dari pengumpulan data. Jadi hipotesis juga dapat dinyatakan sebagai jawaban teoritis terhadap masalah penelitian, belum jawaban yang empirik dengan data. (Sugiyono, 2016 : 96)

Hipotesis pada penelitian ini dikaji berdasarkan masalah. Berikut ini perumusan hipotesis yang akan dibuktikan dalam penelitian ini.
1.      Hipotesis nol (H0)
Hipotesis nol menyatakan tidak adanya perbedaan antara dua variabel, atau tidak adanya pengaruh variabel X terhadap variabel Y (Arikunto, 2010:113). Secara matematikanya dirumuskan bahwa H0=0. Didalam penelitian ini yaitu “tidak terdapat pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan”
2.      Hipotesis alternatif (Ha)
Hipotesis alternatif menyatakan adanya hubungan antara variabel X dan Y (Arikunto, 2010:112). Secara matematikanya dirumuskan Ha≠0. Didalam penelitian ini yaitu “terdapat pengaruh beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan”
J.      Metode Penelitian
1.      Metode dan Bentuk Penelitian
a.      Metode Penelitian
Metode Penelitian merupakan suatu cara yang digunakan oleh seorang peneliti untuk memecahkan masalah dalam penelitian. Oleh karena itu, metode yang digunakan oleh seorang peneliti harus tepat dan sesuai dengan masalah yang akan diteliti. Menurut Sugiyono (2012:2), metode penelitian adalah “cara ilmiah untuk mendapatkan data dengan tujuan dan kegunaan tertentu”. Untuk memecahkan masalah dalam penelitian ini, maka diperlukan metode yang tepat dalam memecahkan masalah tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode penelian kuantitatif, Sugiyono (2016:14) “Metode penelitian kuantitatif dapat diartikan sebagai metode penelitian yang berlandaskan pada filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti pada populasi tertentu, teknik pengambilan sampel pada umumnya dilakukan secara random, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif atau statistik dengan tujuan untuk menguji hipotesis yang telah di tetapkan”.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif, karena penelitian ini bertujuan untuk menafsirkan data yang berkaitan dengan penggunaan beasiswa bidik misi terhadap prestasi belajar mahasiswa pendidikan ekonomi FKIP Untan.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home