Tuesday, August 6, 2019

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SMK (MAGANG)


LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DALAM RANGKA PENDIDIKAN SISTEM GANDA
PADA
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH KALIMANTAN BARAT
DISUSUN OLEH :
NAMA                         : ..................
NIS                               : .................
KELAS/JURUSAN    : XII / Akuntansi dan Keuangan Lembaga B

DISAHKAN OLEH :
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH KALIMANTAN BARAT


Senior Manager SDM dan Umum                     Pembimbing Praktik Kerja


    Ordaia Arqam Nja’Oemar                                              Sutono

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DALAM RANGKA PENDIDIKAN SISTEM GANDA
PADA
PT PLN (PERSERO) UNIT INDUK WILAYAH KALIMANTAN BARAT
DISUSUN OLEH :
NAMA                         : .....................
NIS                              : ...............
KELAS/JURUSAN    : XII / Akuntansi dan Keuangan Lembaga B

DISAHKAN OLEH :
SMK SANTA MONIKA


    Kepala SMK Santa Monika                         Pembimbing Praktik Kerja


Drs. Andreas CP.F.Sery, S.pd M.H                             Carolina, SE

KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan rahmat dan karunia sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktik kerja lapangan dalam pendidikan sistem ganda (PSG) ini. Laporan ini mencakup semua kegiatan saya yang dilakukan pada tanggal 04 Juni 2018 sampai dengan 30 November 2018 pada  PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
Saya menyadari adanya kekurangan dalam laporan ini karena  keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan saya,  Oleh karena itu saya harapkan saran maupun kritik dari para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki laporan ini dan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca maupun penulis.
Dalam menyusun laporan akhir Praktik Kerja Lapangan dalam Pendidikan sistem ganda ini tentu saja saya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan pihak lain, baik dari SMK Santa Monika maupun dari pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat. Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada :
1.                  Bapak Drs. Andreas CP. F. Sery, S.pd M.H selaku Kepala Sekolah SMK Santa Monika.
2.                  Bapak Richard Safkaur selaku General Manager di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
3.                  Bapak Ordaia Arqam Nja’Oemar selaku Senior Manager SDM dan Umum di PT PLN (Persero) Unit Wilayah Kalimantan Barat.
4.                  Bapak  Agus Yulianto, Bapak Syarif Ilham Kurniawan Alkadri dan Bapak Sutono selaku pembimbing lapangan di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
5.                  Semua pegawai dan outsourcing di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat yang telah memberikan kesempatan dan kerja sama dengan saya untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan serta kesediaannya didalam memberikan data dan informasi yang diperlukan untuk penulisan laporan ini.
6.                  Ibu Carolina, SE selaku guru pembimbing Praktik Kerja Lapangan.
7.                  Seluruh staf pengajar khususnya guru-guru yang mengajar di SMK Santa Monika.
8.                  Orang tua dan keluarga yang telah memberikan dukungan serta mendoakan saya dalam menyelesaikan laporan akhir PSG ini.
9.                  Rekan-rekan siswa/siswi yang telah banyak membantu dan memberikan dukungan kepada saya yang tidak dapat dituliskan satu persatu khususnya kelas XII Akuntan dan Keuangan Lembaga B.
10.              Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan laporan akhir PSG ini.
Saya menyadari bahwa laporan yang saya buat ini masih jauh dari kata sempurna, oleh karena itu saya akan menerima dengan senang hati setiap kritikan dan saran yang bersifat membangun. Saya berharap laporan Praktik Kerja Lapangan dalam Pendidikan Sistem Ganda dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan dapat menambah ilmu bagi saya sendiri.

Sungai Raya,    Desember 2018
Penulis

.............................



DAFTAR ISI
Lembar Pengesahan Perusahaan...................................................................................................
Lembar Pengesahan Sekolah........................................................................................................
Kata Pengantar..............................................................................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................................................
Daftar Gambar..............................................................................................................................
Daftar Lampiran............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................
1.         Latar Belakang PKL.........................................................................................................
2.         Tujuan PKL......................................................................................................................
3.         Manfaat PKL....................................................................................................................
4.         Waktu Pelaksanaan PKL..................................................................................................
BAB II HASIL PRAKTIK PENDIDIKAN SISTEM GANDA...................................................
1.         Uraian Umum...................................................................................................................
A.       Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat
B.       Visi dan Misi PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat....................................
C.       Struktur Organisasi....................................................................................................
D.       Kepegawaian..............................................................................................................
E.        Pembagian Tugas.......................................................................................................                 
2.         Uraian Khusus..................................................................................................................
A.       Uraian Kegiatan Praktik Kerja...................................................................................
B.       Permasalahan Selama Praktik Kerja..........................................................................
C.       Analisi dan Solusi Kerja Lapangan...........................................................................
D.       Hasil Praktik Kerja Lapangan....................................................................................

BAB III PENUTUP......................................................................................................................
1.        Kesimpulan.......................................................................................................................
2.        Saran Untuk PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat.............................................
3.        Saran Untuk Sekolah SMK Santa Monika........................................................................
Biodata..........................................................................................................................................
Lampiran.......................................................................................................................................



DAFTAR GAMBAR








Text Box: Foto bersama GM dan staf PLN saat selesai senam pada jum’at pagi.
Text Box: Foto di depan gedung 4 PT PLN.
Text Box: Foto pada saat PLN mengadakan acara pembuatan film untuk memperingati Hari LIstrik Nasional.
Text Box: Kegiatan mencatat surat masuk ke dalam buku ekspedisi Text Box: Kegiatan mendistribusikan surat masuk ke pihak yang dituju.
 


Text Box: Kegiatan mengelompokkan serta mengarsip surat keluar ke dalam masing-masing odner sesuai kode masalah.
Text Box: Kegiatan menginput data ke dalam aplikasi pengolah angka.

 

DAFTAR LAMPIRAN

1.                  Surat Keterangan Magang.
2.                  Struktur Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat.
3.                  Daftar Absensi Siswa-Siswi Selama Praktik Kerja Lapangan Dalam Rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
4.                  Jurnal Harian Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Dalam Rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
5.                  Biodata Siswa.


  BAB I
PENDAHULUAN
       I.            Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Sesuai dengan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bahwa lulusan SMK diharapkan menjadi siswa-siswi yang siap pakai dimasyarakat. Di dalam kurikulum sekolah ditetapkan bahwa untuk mewujudkan program tersebut siswa-siswi diharuskan mengikuti dan melaksanakan prakerin antara lain :
Ketentuan kurikulum SMK, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan berdasarkan pendekatan pendidikan dan pelatihan berdasarkan pendekatakan Pendidikan Sistem Ganda, Visi dan Misi SMK.
Program Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat dibutuhkan dalam penguasaan kompetensi dan pembentukan sikap profesi siswa-siswi seperti tercermin dalam tujuan pendidikan dan pelatihan SMK, yaitu :
A.       Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan terutama bertujuan unrtuk
membekali peserta diklat mengembangkan kepribadian, potensi akademik dan dasar-dasar keahlian yang kuat dan benar melalui pembelajaran program adaktif, normatif dan produktif.
B.        Pendidikan dan pelatihan di dunia kerja bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja sesungguhnya agar peserta menguasai kompetensi keahlian produktif standar, menginternalisasi sikap nilai budaya industry yang berorientasi kepada standar mutu, nilai-nilai ekonomi dan jiwa kewirausahaan, serta membuat etos kerja yang kritis, produktif dan kompetitif.
    II.            Tujuan Pelaksanan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Tujuan dilakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah :
A.       Memperkenalkan siswa-siswi bagaimana bekerja di dunia kerja dan memberikan pengalaman kerja yang berupa praktik atau pelatihan.
B.        Menanamkan dan menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada siswa-siswi.
C.        Melahirkan sikap bertanggungjawab, disiplin, sikap mental, etika yang baik serta dapat bersosialisasi dengan lingkungan dunia kerja.
D.       Menyiapkan siswa-siswi memiliki Sumber Daya Manusia dalam menghadapi dunia usaha dan dunia kerja, agar menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan profesional.
E.        Menambahkan kemampuan siswa-siswi yang nantinya dalam dunia kerja setelah selesai dari dunia pendidikan sekolah.
F.         Memperoleh data-data yang lengkap guna menyusun laporan sebagai salah satu syarat untuk mengikuti Ujians Akhir Semester.

 III.            Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
A.       Manfaat bagi Perusahaan
1.   Sebagai bentuk pelaksanaan secara langsung dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
2.   Sebagai bentuk partisipasi dalam pembangunan dan pendidikan agar kedepannya menghasilkan generasi muda yang berkualitas.
B.        Manfaat bagi Sekolah
1.   Tujuan pendidikan untuk mendapat keahlian professional lebih mudah dicapai.
2.   Dapat menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja.
3.   Dapat menjalin kerja sama dengan instansi perusahaan dan untuk meningkatkan citra perusahaan.
C.        Manfaat bagi Siswa
1.   Menambah pengetahuan tentang dunia kerja sehingga pada saat terjun ke lapangan pekerjaan yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
2.   Sebagai sarana untuk mengaplikasikan secara langsung teori yang telah dipelajari dikelas dalam kegiatan di dunia kerja.

 IV.            Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Praktek Kerja Lapangan (PKL) dilaksanakan pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat dimulai pada tanggal 4 Juni 2018 sampai dengan tanggal 30 November 2018 dalam 5 hari kerja ( Senin – Jumat ) dari jam 07.30 WIB – 16.30 WIB.





BAB II
PROSES DAN HASIL BELAJAR DI DUDI
       I.            Profil PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
A.       Sejarah Berdirinya PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
Keberadaan ketenagalistrikan di Indonesia sudah ada sejak abad XIX, ketika beberapa perusahaan Negara Belanda saat itu mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluannya sendiri. Sedangkan tenaga listrik untuk kepentingan masyarakat pada umumnya baru didirikan sejak perusahaan swasta Belanda yang diberi nama “NV. NIGM” memperluas usahanya di bidang gas. Kemudian perusahaan kelistrikan semakin berkembang secara luas dengan didirikannya beberapa perusahaan swasta lainnya seperti:
1.   Perusahaan “OGEB” (Obeizo Gas Electriciteit Baatshappy) yang diperuntukan bagi daerah Jakarta, Ambon, Palembang, Medan dan Ujung Pandang.
2.   Perusahaan “GEBEO” (Gemmer Schappelye Electriciteit Bendry Bandung End Omentro) yang diperuntukkan untuk daerah-daerah Jawa Barat.
3.   Perusahaan “ANIEM” (Alagemence Nederland Indische Electriciteit Maatshappy) yang diperuntukkan untuk daerah Jawa Timur, Sibolga, Bukit Tinggi, Ternate, Kalimantan Selatan dan Bali.
Sementara itu, sejarah perkembangan kepemilikan PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat dimulai sejak tahun 1912 yang untuk pertama kalinya didirikan Sentral Listrik Tenaga Diesel dengan nama West Borneo Electriciteit Maatshappy (WBEM), terletak di Jalan Cemara Pontianak dengan jenis mesin Mirless buatan Inggris yang memiliki daya pertama kali 50 kW. Tahun 1935, diambil alih oleh seorang berkebangsaan Belanda yang bernama J.Van Karen dan berubah nama menjadi Alagemence Nederland Indiche Electriciteit Maatshappy atau ANIEM.
Pada tahun 1940 ANIEM mempunyai tiga mesin pembangkit yang terdiri dari mesin Mirless 50 KVA sebanyak satu unit dan mesin pembangkit Sulzer sebanyak dua unit. Kemudian pada tahun 1941, ANIEM berhasil menambah satu unit mesin pembangkit Sulzer 400 kVA dari Banyuwangi. Selama masa pendudukan Jepang, semua perusahaan listrik dan gas milik Belanda dikuasi oleh orang-orang Jepang. Sehingga pada masa pemerintahan Jepang tahun 1942, ANIEM berubah nama menjadi Denki Karare.
Selanjutnya setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, semua perusahaan kelistrikan yang dikuasai oleh Jepang diambil alih oleh pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan pada pemerintah Republik Indonesia. Kemudian oleh Presiden Soekarno dibentuklah Jawatan Listrik dan Gas pada tanggal 27 Oktober 1945 yang kemudian diperingati sebagai Hari Listrik Nasional. Pada saat itu, kapasitas terpasang tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW. Tahun 1957, mendapat penambahan mesin dua unit merk Stork Werk Spoor di Jalan Cemara (PLTD Cemara).
Pada tahun 1959 bersama dengan berkibarnya Trikora merebut Irian Barat dari Belanda, Denki Karare dinasionalisasikan oleh pemerintah Republik Indonesia. Saat itu, yang menjadi penanggungjawab Perusahaan Umum Listrik Negara Cabang Pontianak adalah Ir. Rusjdi Hadjdrat. Selanjutnya, pada tahun 1962, Perusahaan Umum Listrik Negara berubah status menjadi PLN Eksploitasi III dengan penambahan mesin Norberg 2 x 1,250 kVA dan tahun 1965 hingga 1971, PLN Eksploitasi III dipimpin oleh I Ketut Kontra dengan penambahan mesin Nigata 2 x 625 kVA dan mesin Interprise 1 x 1.500 kVA, di Jalan Cemara (PLTD Cemara).
Tahun 1971-1972, Eksploitasi III dipimpin oleh Dip Ling I Nengah Sudja, kantor berkedudukan di Jalan Tamar. Pada periode tahun 1972 -1975, PLN Eksploitasi III dipimpin oleh Ir. Soetjipto Soentoro. Saat inilah, PLN Eksploitasi II berubah nama menjadi PLN Wilayah V yang berlokasi di Jalan Ahmad Yani Pontianak dengan penambahan satu unit mesin Nigata 2 x 1375 kVA. Tahun 1975 hingga tahun 1982, PLN Wilayah V dipimpin oleh Ir. Wayan Sandi dengan penambahan satu unit pembangkit SWD 8 TM 410 sebesar 3 x 5000 kVA (PLTD Siantan).
Tahun 1982 – 1987, PT. PLN (Persero) Wilayah V Pontianak dipimpin oleh Ir. Darsono Djondjang dengan penambahan mesin Enterprise sebsar 3 x 2.690 kVA, mesin Sulzer 2 x 7875 kVA dan SWD 1 x 1.300 kVA. Untuk periode 1987-1989, PT PLN (Persero) Wilayah V Pontianak dipimpin oleh Ir Doddy J. Widada dan melakukan penambahan mesin SWD 16 TM 410 sebesar 4 x 11.000 kVA. Setelah itu, pada periode 1989-1992, kepemimpinan PT. PLN (Persero) Wilayah V Pontianak diserahkan kepada Ir. Margo Santoso yang bersama itu, Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah V Kalimantan Barat menempati tempat kantor baru di Jalan Adi Sucipto Pontianak. Tahun 1992-1993 kepemimpinan beralih kepada Ir. Budi Harjanto dengan penambahan mesin Sulzer sebesar 2 x 9500 kVA.
Periode 1993-1995 kepemimpinan dipegang oleh Ir Agus Pribadi. Pada masa kepemimpinannya ini PLN mengalami perubahan bentuk badan usaha dari Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara Wilayah V menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah V dan selanjutnya berubah lagi menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat hingga saat ini.
Tahun 1995-2000, Pimpinan PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat dipegang oleh Ir. Sarbiyakto dengan penambahan PLTG Siantan 30 MW. Kemudian tahun 2000 hingga tahun 2005, General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Bapak Ir. Djoko Suwono, dengan penambahan Mesin Sewa. Selanjutnya, kepemimpinan dipegang oleh Ir. Haryanto WS, MM, tahun 2008-2009. Kemudian tahun 2009- Januari 2010, General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Ir. Denny Pranoto, MM. dan tahun 2010 hingga sekarang, General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Ir. Widodo Budi Nugroho, MT.
B.        Visi Dan Misi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
     Adapun  Visi dan Misi PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat adalah sebagai berikut:
1.   Visi yaitu diakuinya sebagai perusahaan kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada potensi insani.
2.   Misi PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat adalah:
a.    Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan pemegang saham.
b.   Menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c.    Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi.
d.   Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan.

C.        Struktur Organisasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
Setiap badan usaha pada dasarnya memiliki struktur organisasi yang baik dan teratur serta bentuk yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Struktur organisasi merupakan suatu gambaran secara skematis tentang hubungan-hubungan kerjasama dan orang-orang yang terdapat di dalam satu badan dalam rangka usaha mencapai suatu tujuan atau pola hubungan kerja, serta suatu lalu lintas wewenang dan tanggung jawab.
Berdasarkan Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. 083/DIR/87/1987, tentang susunan dan tugas pokok pada Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah Pontianak, dengan wilayah kerja daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Barat yang berkedudukan di Pontianak. Struktur organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat mempunyai daerah kerja yang cukup luas, bidang kerja yang beraneka ragam serta memiliki karyawan yang tidak sedikit jumlahnya.
Selain itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat mempunyai lebih dari satu staf, yakni orang yang ahli dalam bidang-bidang tertentu yang bertugas memberikan nasehat dan saran pada pejabat PT  PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
Setiap tingkat atau level pada struktur organisasi pada PT  PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat mempunyai tugas pokok yang masing-masing terbagi dalam Tugas Pokok Pimpinan dan Unsur Pembantu Pimpinan.

D.       Kepegawaian
Menurut Ketentuan Pasal 4 ayat 1 kepegawaian PT PLN (Persero) terdiri atas :
1.   Unit Induk :
a.    General Manager
b.   Bidang- Bidang
1)   Perencanaan,
2)   Pembangkitan,
3)   Transmisi dan Distribusi,
4)   Niaga dan Pelayanan Pelanggan,
5)   Keuangan,
6)   Sumber Daya Manusia dan Umum.
c.    Pejabat Pengadaan
2.   Unit Pelaksana
3.   Sub Unit Pelaksana
E.        Pembagian Tugas
1. General Manager
Bertanggung jawab untuk memastikan tersedianya analisa dan mitigasi risiko, serta proses bisnis, terlaksananya strategi dan pengelolaan Unit sesuai dengan Misi dengan mengoptimalkan sumber daya yang tersedia secara efisien, efektif dan sinergis, menjamin pengelolaan pembangkit, penyaluran, distribusi, niaga dan pelayanan pelanggan memenuhi target kinerja dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, melaksanakan operational performance improvement, meningkatkan mutu dan pelayanan distribusi dan pelayanan pelanggan serta memastikan terlaksananya Good Corporate Governance (GCG).
Tugas pokok General manager :
a.    Mengusulkan Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja Anggaran.
b.   Menetapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan Unit.
c.     Memastikan terlaksananya Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan sesuai dengan penetapan Direksi.
d.    Memastikan terlaksananya operational performance improvement dalam pengelolaan distribusi tenaga listrik untuk meningkatkan mutu dan keandalan pelayanan.
e.     Memastikan terlaksananya pengelolaan niaga dan penjualan tenaga listrik untuk meningkatkan kinerja perusahaan.
f.      Memastikan terlaksananya pengelolaan pelayanan pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
g.   Memastikan terlaksananya pengelolaan pembangkit.
h.   Memastikan terlaksananya pengelolaan sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis untuk menjamin pengelolaan usaha secara optimal dan memenuhi kaidah Good Corporate Governance.
i.     Memastikan pengembangan kompetensi organisasi dan kompetensi sumber daya manusia.
j.     Menetapkan Laporan Manajemen.
2.   Bidang Perencanaan
Bertanggung jawab untuk memastikan tersedianya perencanaan yang komprehensif termasuk Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik, Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, mengelola manajemen kinerja, manajemen mutu, serta sistem teknologi informasi.
Tugas Pokok Bidang Perencanaan :
a.    Menyusun Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik (RUPTL), Rencana Jangka Panjang (RJP), dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
b.   Memastikan tersusunnya rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan.
c.     Memastikan tersusunnya sistem manajemen mutu dan kinerja unit-unit kerja.
d.    Memastikan terlaksananya fungsi manajemen risiko termasuk analisa dan evaluasi Unit.
e.     Memastikan tersusunnya rencana pengembangan dan pengendalian sistem teknologi informasi termasuk aplikasinya serta menyiapkan SOP pengelolaannya.
f.     Memastikan tersusunnya rencana pengadaan dan pelaksanaan pengadaan IPP sesuai kewenangan Unit.
g.   Memastikan tersusunnya laporan manajemen.
3.   Bidang Pembangkitan
Bertanggung jawab atas tersusunnya strategi, standarisasi dan penerapan sistem pengelolaan pembangkitan serta penerapan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan untuk mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memilki efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan kerangka acuan pelaksanaan kerja.
Tugas pokok bidang pembangkitan :
a.    Menyusun dan membina penerapan system pengelolaan pembangkitan, antara lain :
1)   Strategi pengoperasian dan pemeliharaan
2)   Standar operasi dan pemeliharaan serta standar penerapan dan pengujian peralatan
3)   Standar desain dan kriteria konstruksi
4)   Manajemen pengadaan dan perbekalan
5)   Pengendalian efisiensi pembangkit dan gangguan serta usulan perbaikan
6)   Ketentuan data induk pembangkitan
b.   Menyusun rencana kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta  membina penerapannya
c.    Mengelola lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan,
d.   Menerapkan tata kelola perusahaan yang baik.
4.   Bidang Transmisi dan Distribusi
Bertanggung jawab menjamin terlaksananya kegiatan operational performance improvement pengelolaan penyaluran dan distribusi, melaksanakan pengendalian dan pengawasan terhadap pembangunan, pengembangan, pengaturan, operasi dan pemeliharaan transmisi dan jaringan distribusi, serta memastikan pengelolaan penyediaan material agar pasokan tenaga listik kepada pelanggan lebih andal dengan mutu dan efisiensi sesuai dengan target kinerja perusahaan.
 Tugas Pokok Bidang Transmisi dan Distribusi :
a.     Menetapkan rencana pengembangan sistem penyaluran dan distribusi serta pembinaan penerapannya.
b.    Menetapkan strategi pengoperasian dan pemeliharaan serta prosedur dan kebijakan terkait operational performance improvement pengelolaan penyaluran dan distribusi termasuk pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi penyaluran dan distribusi.
c.    Mengelola disain standar konstruksi dan peralatan kerja penyaluran dan distribusi, menetapkan metoda kegiatan konstruksi serta pembinaan penerapannya.
d.    Mengendalikan susut energi listrik dan gangguan pada sarana penyaluran dan pendistribusian tenaga listrik serta penyusunan rencana perbaikannya untuk dijadikan dasar pertimbangan dalam menetapkan strategi dan langkah-langkah kedepan.
e.    Memastikan terlaksananya manajemen aset distribusi dan manajemen aset transmisi termasuk pengendalian persediaan.
f.     Melaksanakan fungsi koordinasi pelayanan IPP.
g.   Menetapkan regulasi untuk penyempurnaan data induk jaringan dan menjamin kemutakhiran dan kelengkapan data.
5.   Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan
Bertanggung jawab memastikan pemasaran dan pelayanan pelanggan dalam jual beli tenaga Istrik dengan mengelola Proses Bisnis dan Tata Usaha Langganan, merencanakan strategi pemasaran, peningkatan penjualan, penurunan tunggakan, penurunan susut non teknis dan peningkatan kepuasan pelanggan sesuai target kinerja serta pengelolaan renevue assurance.
Tugas pokok Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan :
a.    Menentukan strategi pemasaran tahunan.
b.   Menentukan strategi pengembangan pelayanan pelanggan.
c.    Mengelola kontrak-kontrak niaga dan transaksi tenaga listrik untuk pelanggan maupun listrik swasta.
d.   Merekomendasikan target kWh jual.
e.    Memastikan pelaksanaan pembinaan dan menetapkan standar pelayanan pelanggan.
f.     Menentukan strategi pengelolaan pencatatn meter.
g.   Menetapkan mekanisme interaksi antar Unit Pelaksana dan Sub Unit Pelaksana dalam pelayanan pelanggan.
h.   Menetapkan strategi penurunan susut non teknis.
i.     Memastikan semua proses revenue assurance di tingkat Unit Induk dan Unit Pelaksana.
j.     Melakukan koordinasi dengan revenue assurance Kantor Pusat menngenai kebijakan yang diperlukan untuk menjalankan proses revenue assurance dan memastikan pelaksanaannya di Unit Induk.
6.   Bidang Keuangan
Bertanggung jawab menjamin terlaksananya pengelolaan manajemen keuangan yang mencakup perencanaan, penyediaan dan pengendalian anggaran investasi dan operasi, aliran kas pendapatan, aliran kas pembiayaan dan terselenggaranya laporan keuangan sesuai dengan kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum sehingga mampu mencapal efektifitas pengelolaan keuangan dalam memberikan kontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Tugas pokok Bidang Keuangan :
a.    Mengendalikan Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Keuangan.
b.   Menjamin terlaksananya penyediaan dan pengendalian anggaran investasi dan operasi untuk pelaksanaan kegiatan perusahaan.
c.    Menjamin terlaksananya pengendalian aliran kas pendapatan dan kas pembiayaan untuk pengamanan pendapatan (revenue protection).
d.   Menjamin terselenggaranya penyusunan laporan keuangan Unit Induk dan Unit Pelaksana untuk laporan keuangan konsolidasi.
7.   Bidang Sumber Daya Manusia Dan Umum
Bertanggung jawab menjamin terlaksananya pengembangan sumber daya manusia dan organisasi, pengelolaan kegiatan komunikasi masyarakat, hukum, serta pengelolaan administrasi dan kesekretariatan termasuk pengelolaan keamanan, asset, sarana dan prasarana kantor serta pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Tugas pokok Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum :
a.    Mengendalikan Rencana Jangka Panjang dan Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum.
b.   Melaksanakan pengembangan dan evaluasi organisasi sesuai dengan perkembangan kebijakan Korporat.
c.    Memastikan efektivitas dan efisiensi pemanfaatan, pembinaan dan pengembangan mindset,capabilities, dan leadersip sumber daya manusia.
d.   Mengelola administrasi kepegawaian dan kesejahteraan pegawai serta kinerja sumber daya manusia.
e.     Mengelola bidang hubungan industrial.
f.     Mengelola sistem komunikasi internal dan eksternal serta program Corporate Social Responsibity untuk membangun citra baik dan memperkuat posisi perusahaan.
g.    Menjamin kelancaran penyelesaian kasus hukum perusahaan dan memberikan advokasi hukum dalam bisnis energy listrik dan ketenagakerjaan.
h.   Pengelolaan system keamanan lingkungan, fasilitas, aktiva perusahaan, keselamatan dan kesehatan kerja, serta pelaksanaan administrasi.
i.     Mengoptimalkan pengelolaan, pembinaan dan pengembangan sumber daya manusia melalui coaching, mentoring, dan assignment serta knowledge management.
8.   Pejabat Perencana Pengadaan
a.    Pejabat Perencana Pengadaan
Bertanggung jawab mengelola rencana strategi perencanaan pengadaan, menangani perencanaan portofolio pengadaan, terutama yang masuk dalam kategori Strategis, Leverage, dan Gritical/Bottleneck, riset pasar dengan proses penilaian kualifikasi, Due Diligence dan penyusunan Daftar Penyedia Terseleksi(DPT) ; termasuk mengelola pengadaan yang dikonsolidasikan & didesentralisasikan serta mempersiapkan dokumen pengadaan (Bid Doc / Rencana Kerja dan Syarat- syarat (RKS)), dengan tugas pokok sabagai berikut :
1)   Menghasilkan Rencana Pengadaan dan Strategi Pengadaan PLN yang berlaku setiap tahun;
2)   Melakukan kajian atas kebutuhan barang dan jasa, termasuk kebutuhan antisipasi jka terjadi keadaan darurat, sumber daya yang dibutuhkan, waktu pemanfaatan serta pendisribusian yang menyesuaikan kebutuhan operasional den proyek
3)   Menyusun dan mengelola Dokumen Rencana Pengadaan Barang/Jasa
4)   Melaporkan hasil proses perencanaan pengadaann barang/jasa kepada Atasan Langsung untuk selanjutnya disampaikan kepada Value for Money Committee dan disahkan oleh Pengguna Barang/Jasa
5)   Menyusun draft Dokumen Pelelangan Barang/Jasa atau Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS)
6)   Menyusun dan mengelola Harga Perkiraan Engineering (HPE).
7)   Melakukan evaluasi dan mengukur kinerja Penyedia Barang/Jasa
8)   Membantu Wakil Pengguna Barang/Jasa dalam pelaksanaan Manajemen Perjanjian/Kontrak.
b.   Pejabat Pelaksana Pengadaan
Bertanggung jawab melaksanakan pengadaan, mulai dari pengumuman, penjelasan, evaluasi, memastikan Value for Money dan mempersiapkan kontrak, dengan tugas pokok sebagai berikut :
1)   Melakukan analisis yang mendalam terhadap lingkup pengadaan barang/jasa yang akan dilakukan.
2)   Menyusun jadwal pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa, melakukan finalisasi Dokumen Pelelangan dan Memahami metode penyusunan estimasi biaya sebagai dasar Harga Perkiraan Sendiri (HPS), konsep Total Cost of Ownership (TCOO), serta melakukan analisa penawaran harga dari penyedia untuk diusulkan penetapannya oleh Pengguna Barang / Jasa.
3)   Melakukan proses pengumumam/undangan kepadaa Calon Penyedia Barang Jasa.
4)    Memastikan calon Penyedia Barang /Jasa yang akan di undang tidak termasuk dalam daftar hitam (black list) PLN, dan melakukan penilaian kualifikasi calon Penyedia
Barang/Jasa dalam hal pengadaan melalui prakualifikasi atau pascakualifikasl yang tidak memiliki DPT.
5)   Memberikan penjelasan pengadaan (Aanwijzing), serta melakukan evaluasi terhadap Dokumen Penawaran.
6)   Menentukan penilailan kewajaran harga yang ditawarkan oleh penyedia dengan berkoordinasi dengan Pejabat Perencana Pengadaan.
7)   Memahami metode penyusunan estimasi biaya sebagai dasar Harga Perkiraan Sendiri (HPS), konsep Total Cost of Ownership (TCOO), serta melakukan analisa penawaran harga dari penyedia.
8)    Melakukan negosiasi kompetitif dengan calon penyedia yang memberikan penawaran terbaik dan melampaui nilai minimum kualitas.
9)   Memastkan bahwa spesifikasi dan deskripsi teknis yang ditulis tidak mengandung ambiguitas, jelas dan bersifat genetic, serta mendorong kompetisi yang wajar antar Penyedia, tidak menyebut brand names, atau memberi restriksi (kecuali jika masih dalam masa pemeliharaan Original Equipment Manufacture (OEM)).

    II.            Proses Dan Hasil Belajar Di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
A.       Uraian Kegiatan Selama PKL
     Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat, Saya ditempatkan dibagian Sekretiat. Adapun kegiatan saya selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, yaitu :
1.   Menginput data surat masuk ke dalam system.
      Surat masuk yang diterima dari unit-unit maupun yang diterima dari intansi lain melalui ekspedisi kemudian dikelola oleh sekretariat bagian surat masuk. Data pada surat masuk tersebut kemudian di input ke dalam system aplikasi khusus PT PLN (Persero).
2.   Mencatat Surat masuk ke dalam buku Ekspedisi.
      Setelah melakukan penginputan data surat masuk yang dilakukan selanjutntya ialah mencatat data surat masuk tersebut ke dalam buku ekspedisi khusus yang telah disediakan. Pencatatan data surat ini digunakan sebagai bukti bahwa surat ini telah diterima oleh pihak yang bersangkutan agar jika terjadi kehilangan surat, pihak sekretariat tidak disalahkan.
3.   Mendistribusikan surat masuk kepada pihak yang dituju.
      Proses mendistribukan surat masuk ialah saya mengantarkan surat yang telah masuk di sekretariat kepada bagian/orang yang dituju berdasarkan data surat tersebut.
4.   Menginput data
      Penginputan data yang saya lakukan selama melaksanakan PKL yaitu : Biaya bantuan pulsa , biaya perjalanan dinas , rekap SPPD , dan Biaya Bahan Bakar.Penginputan data diatas dilakukan pada aplikasi pengolah angka (Excel), penginputan data dilakukan agar semua data-data yang telah dikumpulkan dapat dibaca dengan mudah.
5.   Membuat amplop surat keluar.
      Amplop surat sangat dibutuhkan agar isi dari surat tersebut tetap terjaga dari pihak lain yang tidak bersangkutan. Dalam pembuatan amplop surat saya memberikan nomor sesuai dengan surat yang akan dikirim dan menuliskan kepada siapa surat itu ditujukan agar surat tersebut sampai kepada pihak yang dituju.
6.   Mengarsip surat keluar
      Surat keluar memiliki arsip yang harus disimpan sebagai bukti bahwa surat tersebut telah sampai dibagian sekretariat, selain itu pengarsipan surat keluar juga dibutuhkan jika sewaktu-waktu pihak yang membuat surat tersebut membutuhkan surat itu maka sekretariat masih menyimpan arsipnya.Pengarsipan surat keluar tidak sembarangan karena arsip surat keluar pada PT PLN (Persero) UIW Kalbar dibagian menjadi beberapa odner. Sebelum memasukan arsip kedalam odner saya terlebih dahulu mengelompokkan arsip sesuai dengan kode masalah kemudian dirapikan menggunakan Binder clip maupun Trigonal clip.Setelah mengelompokkan arsip sesuai kode masalah, arsip dimasukkan ke dalam odner masing-masing.
7.   Mengecek ekspedisi pengiriman surat
      Pengiriman surat keluar dilakukan melalui ekspedisi. Setiap bulannya ekpedisi melakukan tagihan ke PT PLN (Persero) UIW Kalbar. Mengecekan data ekspedisi dilakukan dengan cara mencocokan nomor resi pada daftar pengiriman dengan bukti pengiriman dari ekspedisi tersebut.
8.   Mendistribukan Nota Dinas SPPD ke bagian keuangan.
      Nota dinas SPPD yang telah dibuat diteruskan ke bagian keuangan agar diproses dan pencairan dana dapat dilakukan.
9.   Mengarsip Nota dinas SPPD
      Sama halnya dengan mengarsip surat keluar namun pengarsipan nota dinas dilakukan dengan cara meneruskan odner yang telah ada

.
10.  Menfotocopy Dokumen
Memfotokopi dokumen adalah suatu kegiatan menggandakan dokumen sesuai dengan jumlah yang diingikan.Kegiatan fotocopy dokumen dilakukan jika ada dokumen yang dibutuhkan arsipnya maupun alasan lainnya.
B.        Permasalahan selama PKL
     Manusia adalah makhluk yang tidak luput dari kesalahan.Dalam dunia kerja kita juga seringkali melakukan kesalahan-kesalahan kecil yang diakibatkan oleh kelalaian ataupun ketidakfokusan pada diri kita sendiri.Selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) saya juga sering membuat kesalahan kecil, seperti :
1.   Pada saat menginput data surat masuk saya lupa mengubah tanggal sesuai dengan data surat.
2.   Pada saat mendistribusikan surat masuk,saya seberapakali menjatuhkan buku ekspedisi karena kebingungan dalam memegang surat dalam jumlah yang banyak dan buku ekspedisi sekaligus.
3.   Salah memasukan arsip surat keluar.
4.   Salah menuliskan nomor maupun alamat dalam pembuatan amplop surat.
5.   Saat menginput data ada bagian yang lupa saya masukkan.
6.   Salah dalam mencatat data surat masuk.
C.        Analisis dan Solusi Kerja Lapangan
     Dari hasil analisis saya selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT PLN (Persero) UIW Kalbar, setiap pegawai mempunyai pekerjaan/tugas masing-masing yang berbeda karena telah dibagi menjadi beberapa bagian,karena perbedaan tugas ini komunikasi antar pegawai menjadi kurang dan terkadang memunculkan suatu masalah yang merugikan beberapa pihak.
     Dari hasil analisis saya, solusi kerja lapangan yang saya dapatkan adalah dengan cara memperbanyak komunikasi mengenai pekerjaan, selalu berkoordinasi dengan yang lainnya, jangan mengambil keputusan sendiri dalam pekerjaan.
D.       Hasil Praktik Kerja Lapangan
Hasil Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat yang saya dapatkan adalah :
1.   Saya menjadi tau bahwa dalam suatu instansi perusahaan pasti membutuhkan sebuah aplikasi khusus untuk melaksanakan kegiatan administrasi perusahaan secara internal.
2.   Menambah pengetahuan saya dalam mengoperasikan Microsoft Excel.
3.   Menambah pengalaman saya di dunia usaha serta melatih ketelitian saya dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
4.   Saya dapat mengarsipkan dokumen dengan baik dan benar karena sebelumnya saya tidak pernah mengarsipkan dokumen.
5.   Dapat menggunakan/mengoperasikan alat-alat ataupun mesin-mesin dalam kegiatan administrasi perusahaan.



BAB III
PENUTUP
I.                Kesimpulan
        Praktik Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda (PSG) sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) para siswa – siswi akan memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang luas mengenai dunia kerja sehingga siap untuk terjun ke masyarakat.Selain itu, kegiatan Praktikn Kerja Lapangan (PKL) ini juga dapat menumbuhkan nilai – nilai karakter sehingga para siswa – siswi dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
II.             Saran
A.       Saran Untuk PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
1.   Diharapkan bagi PT PLN (Persero) UIW Kalbar agar memberikan peluang yang lebih pada SMK Santa Monika untuk kembali melakukan Praktik Kerja Lapangan (PKL).
2.   Diharapkan bagi perusahaan agar memberikan pekerjaan yang lebih banyak kepada siswa – siswi agar lebih memahami tentang pekerjaan tersebut.
3.   Diharapkan bagi perusahaan agar lebih banyak memberikan bimbingan kepada siswa – siswi.
4.   Diharapkan bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan siswa – siswi.

B.        Saran untuk SMK Santa Monika
1. Diharapkan pihak sekolah agar memberikan pembekalan magang yang benar-benar matang terutama penekanan lebih pada penguasaan keterampilan teknologi khususnya komputer sehingga siswa-siswi dapat mengaplikasikan ilmu dan keterampilanya secara maksimal.
2.Diharapkan bagi pembimbing dari sekolah agar lebih banyak meluangkan waktunya untuk mengunjungi siswa-siswi yang melakukan praktik kerja supaya siswa-siswi tersebut mendapatkan bimbingan dan pengarahan agar tidak mengecewakan pihak sekolah.
3.Diharapkan agar pihak sekolah lebih mempertimbangkan daerah lokasi tempat siswa-siswi melakukan praktik kerja lapangan dengan tempat tinggal siswa-siswi agar terjadi kesesuaian terhadap keduanya.
4.Diharapkan bagi pihak sekolah agar lebih memperhatikan serta memberikan arahan kepada siswa mengenai pembuatan Laporan PKL karna para siswa-siswi ada yang mengerjakan laporan sedikit demi sedikit pada saat melaksakan praktik kerja.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home