LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN SMK (MAGANG)
LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DALAM
RANGKA PENDIDIKAN SISTEM GANDA
PADA
PT PLN (PERSERO)
UNIT INDUK
WILAYAH KALIMANTAN BARAT
DISUSUN
OLEH :
NAMA : ..................
NIS : .................
KELAS/JURUSAN : XII / Akuntansi dan Keuangan Lembaga B
DISAHKAN
OLEH :
PT PLN (PERSERO) UNIT
INDUK WILAYAH KALIMANTAN
BARAT
Senior
Manager SDM dan Umum Pembimbing Praktik Kerja
Ordaia
Arqam Nja’Oemar Sutono
LAPORAN
PRAKTIK KERJA LAPANGAN
DALAM
RANGKA PENDIDIKAN SISTEM GANDA
PADA
PT PLN (PERSERO) UNIT
INDUK WILAYAH KALIMANTAN
BARAT
DISUSUN
OLEH :
NAMA : .....................
NIS
: ...............
KELAS/JURUSAN : XII / Akuntansi dan Keuangan Lembaga B
DISAHKAN
OLEH :
SMK
SANTA MONIKA
Kepala SMK Santa Monika Pembimbing Praktik Kerja
Drs. Andreas CP.F.Sery, S.pd M.H Carolina, SE
KATA
PENGANTAR
Puji
dan syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena telah melimpahkan
rahmat dan karunia sehingga saya dapat menyelesaikan laporan praktik kerja
lapangan dalam pendidikan sistem ganda (PSG) ini. Laporan ini mencakup semua
kegiatan saya yang dilakukan pada tanggal 04 Juni 2018 sampai dengan 30
November 2018 pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
Saya
menyadari adanya kekurangan dalam laporan ini karena keterbatasan pengetahuan, pengalaman, dan
kemampuan saya, Oleh karena itu saya
harapkan saran maupun kritik dari para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki
laporan ini dan dapat memberikan manfaat bagi para pembaca maupun penulis.
Dalam
menyusun laporan akhir Praktik Kerja Lapangan dalam Pendidikan sistem ganda ini
tentu saja saya tidak terlepas dari bantuan dan dukungan pihak lain, baik dari
SMK Santa Monika maupun dari pihak PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
Pada kesempatan ini saya ingin mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada
:
1.
Bapak Drs. Andreas CP. F. Sery, S.pd M.H selaku
Kepala Sekolah SMK Santa Monika.
2.
Bapak Richard Safkaur selaku General
Manager di PT PLN (Persero) Unit
Induk Wilayah
Kalimantan Barat.
3.
Bapak
Ordaia Arqam Nja’Oemar selaku Senior Manager SDM dan Umum di PT PLN (Persero)
Unit Wilayah Kalimantan Barat.
4.
Bapak Agus Yulianto, Bapak Syarif Ilham Kurniawan Alkadri dan Bapak Sutono selaku
pembimbing lapangan di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat.
5.
Semua pegawai dan outsourcing di PT PLN
(Persero) Unit Induk
Wilayah Kalimantan Barat yang telah memberikan kesempatan dan kerja sama dengan
saya untuk melakukan Praktik Kerja Lapangan serta kesediaannya didalam
memberikan data dan informasi yang diperlukan untuk penulisan laporan ini.
6.
Ibu Carolina, SE selaku guru pembimbing
Praktik Kerja Lapangan.
7.
Seluruh staf pengajar khususnya guru-guru
yang mengajar di SMK Santa Monika.
8.
Orang tua dan keluarga yang telah
memberikan dukungan serta mendoakan saya dalam menyelesaikan laporan akhir PSG
ini.
9.
Rekan-rekan siswa/siswi yang telah banyak
membantu dan memberikan dukungan kepada saya yang tidak dapat dituliskan satu
persatu khususnya kelas XII Akuntan dan Keuangan Lembaga B.
10.
Semua pihak yang terlibat dalam penyusunan
laporan akhir PSG ini.
Saya
menyadari bahwa laporan yang saya buat ini masih jauh dari kata sempurna, oleh
karena itu saya akan menerima dengan senang hati setiap kritikan dan saran yang
bersifat membangun. Saya berharap laporan Praktik Kerja Lapangan dalam
Pendidikan Sistem Ganda dapat memberikan manfaat untuk para pembaca dan dapat
menambah ilmu bagi saya sendiri.
Sungai
Raya, Desember 2018
Penulis
.............................
DAFTAR
ISI
Lembar Pengesahan Perusahaan...................................................................................................
Lembar Pengesahan Sekolah........................................................................................................
Kata Pengantar..............................................................................................................................
Daftar Isi.......................................................................................................................................
Daftar Gambar..............................................................................................................................
Daftar Lampiran............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN.............................................................................................................
1.
Latar
Belakang PKL.........................................................................................................
2.
Tujuan PKL......................................................................................................................
3.
Manfaat PKL....................................................................................................................
4.
Waktu
Pelaksanaan PKL..................................................................................................
BAB II HASIL PRAKTIK PENDIDIKAN SISTEM GANDA...................................................
1.
Uraian Umum...................................................................................................................
A.
Sejarah
Berdirinya PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat
B.
Visi dan
Misi PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat....................................
C.
Struktur
Organisasi....................................................................................................
D.
Kepegawaian..............................................................................................................
E.
Pembagian
Tugas.......................................................................................................
2.
Uraian
Khusus..................................................................................................................
A.
Uraian
Kegiatan Praktik Kerja...................................................................................
B.
Permasalahan
Selama Praktik Kerja..........................................................................
C.
Analisi dan
Solusi Kerja Lapangan...........................................................................
D.
Hasil
Praktik Kerja Lapangan....................................................................................
BAB III PENUTUP......................................................................................................................
1.
Kesimpulan.......................................................................................................................
2.
Saran Untuk
PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat.............................................
3.
Saran Untuk
Sekolah SMK Santa Monika........................................................................
Biodata..........................................................................................................................................
Lampiran.......................................................................................................................................
DAFTAR
GAMBAR
![]() |
||||||||
![]() |
![]() |
|||||||
![]() |
|||
![]() |
|||
DAFTAR LAMPIRAN
1.
Surat
Keterangan Magang.
2.
Struktur
Organisasi PT PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat.
3.
Daftar
Absensi Siswa-Siswi Selama Praktik Kerja Lapangan Dalam Rangka Pendidikan
Sistem Ganda (PSG).
4.
Jurnal
Harian Kegiatan Praktik Kerja Lapangan Dalam Rangka Pendidikan Sistem Ganda
(PSG).
5.
Biodata
Siswa.
BAB
I
PENDAHULUAN
I.
Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Sesuai dengan kurikulum Sekolah Menengah Kejuruan
(SMK) bahwa lulusan SMK diharapkan menjadi siswa-siswi yang siap pakai
dimasyarakat. Di dalam kurikulum sekolah ditetapkan bahwa untuk mewujudkan
program tersebut siswa-siswi diharuskan mengikuti dan melaksanakan prakerin
antara lain :
Ketentuan kurikulum SMK, pelaksanaan pendidikan dan
pelatihan berdasarkan pendekatan pendidikan dan pelatihan berdasarkan
pendekatakan Pendidikan Sistem Ganda, Visi dan Misi SMK.
Program Pendidikan
Sistem Ganda (PSG) sangat dibutuhkan dalam penguasaan kompetensi dan
pembentukan sikap profesi siswa-siswi seperti tercermin dalam tujuan pendidikan
dan pelatihan SMK, yaitu :
A. Pelaksanaan pendidikan dan pelatihan terutama
bertujuan unrtuk
membekali
peserta diklat mengembangkan kepribadian, potensi akademik dan dasar-dasar
keahlian yang kuat dan benar melalui pembelajaran program adaktif, normatif dan
produktif.
B.
Pendidikan
dan pelatihan di dunia kerja bertujuan untuk memberikan pengalaman kerja sesungguhnya
agar peserta menguasai kompetensi keahlian produktif standar, menginternalisasi
sikap nilai budaya industry yang berorientasi kepada standar mutu, nilai-nilai
ekonomi dan jiwa kewirausahaan, serta membuat etos kerja yang kritis, produktif
dan kompetitif.
II.
Tujuan Pelaksanan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Tujuan dilakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) adalah
:
A.
Memperkenalkan
siswa-siswi bagaimana bekerja di dunia kerja dan memberikan pengalaman kerja
yang berupa praktik atau pelatihan.
B.
Menanamkan
dan menumbuhkan jiwa berwirausaha kepada siswa-siswi.
C.
Melahirkan
sikap bertanggungjawab, disiplin, sikap mental, etika yang baik serta dapat
bersosialisasi dengan lingkungan dunia kerja.
D.
Menyiapkan
siswa-siswi memiliki Sumber Daya Manusia dalam menghadapi dunia usaha dan dunia
kerja, agar menjadi tenaga kerja yang siap pakai dan profesional.
E.
Menambahkan
kemampuan siswa-siswi yang nantinya dalam dunia kerja setelah selesai dari
dunia pendidikan sekolah.
F.
Memperoleh
data-data yang lengkap guna menyusun laporan sebagai salah satu syarat untuk
mengikuti Ujians Akhir Semester.
III.
Manfaat Praktik Kerja Lapangan (PKL)
A.
Manfaat
bagi Perusahaan
1.
Sebagai
bentuk pelaksanaan secara langsung dalam hal pengabdian kepada masyarakat.
2.
Sebagai
bentuk partisipasi dalam pembangunan dan pendidikan agar kedepannya
menghasilkan generasi muda yang berkualitas.
B.
Manfaat
bagi Sekolah
1.
Tujuan
pendidikan untuk mendapat keahlian professional lebih mudah dicapai.
2.
Dapat
menyesuaikan program pendidikan dengan kebutuhan lapangan kerja.
3.
Dapat
menjalin kerja sama dengan instansi perusahaan dan untuk meningkatkan citra
perusahaan.
C.
Manfaat
bagi Siswa
1.
Menambah
pengetahuan tentang dunia kerja sehingga pada saat terjun ke lapangan pekerjaan
yang sesungguhnya dapat beradaptasi dengan cepat.
2.
Sebagai
sarana untuk mengaplikasikan secara langsung teori yang telah dipelajari
dikelas dalam kegiatan di dunia kerja.
IV.
Waktu Pelaksanaan Praktik Kerja Lapangan (PKL)
Praktek Kerja
Lapangan (PKL) dilaksanakan pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan
Barat dimulai pada tanggal 4 Juni 2018 sampai dengan tanggal 30 November 2018
dalam 5 hari kerja ( Senin – Jumat ) dari jam 07.30 WIB – 16.30 WIB.
BAB II
PROSES DAN HASIL BELAJAR DI DUDI
I.
Profil PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan
Barat
A.
Sejarah
Berdirinya PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
Keberadaan
ketenagalistrikan di Indonesia sudah ada sejak abad XIX, ketika beberapa
perusahaan Negara Belanda saat itu mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk
keperluannya sendiri. Sedangkan tenaga listrik untuk kepentingan masyarakat
pada umumnya baru didirikan sejak perusahaan swasta Belanda yang diberi nama
“NV. NIGM” memperluas usahanya di bidang gas. Kemudian perusahaan kelistrikan
semakin berkembang secara luas dengan didirikannya beberapa perusahaan swasta
lainnya seperti:
1.
Perusahaan “OGEB” (Obeizo
Gas Electriciteit Baatshappy) yang diperuntukan bagi daerah Jakarta, Ambon,
Palembang, Medan dan Ujung Pandang.
2.
Perusahaan “GEBEO”
(Gemmer Schappelye Electriciteit Bendry Bandung End Omentro) yang diperuntukkan
untuk daerah-daerah Jawa Barat.
3.
Perusahaan “ANIEM”
(Alagemence Nederland Indische Electriciteit Maatshappy) yang diperuntukkan
untuk daerah Jawa Timur, Sibolga, Bukit Tinggi, Ternate, Kalimantan Selatan dan
Bali.
Sementara itu, sejarah perkembangan kepemilikan PT. PLN
(Persero) Wilayah Kalimantan Barat dimulai sejak tahun 1912 yang untuk pertama
kalinya didirikan Sentral Listrik Tenaga Diesel dengan nama West Borneo
Electriciteit Maatshappy (WBEM), terletak di Jalan Cemara Pontianak dengan
jenis mesin Mirless buatan Inggris yang memiliki daya pertama kali 50 kW. Tahun
1935, diambil alih oleh seorang berkebangsaan Belanda yang bernama J.Van Karen
dan berubah nama menjadi Alagemence Nederland Indiche Electriciteit Maatshappy
atau ANIEM.
Pada tahun 1940 ANIEM mempunyai tiga mesin pembangkit yang
terdiri dari mesin Mirless 50 KVA sebanyak satu unit dan mesin pembangkit
Sulzer sebanyak dua unit. Kemudian pada tahun 1941, ANIEM berhasil menambah
satu unit mesin pembangkit Sulzer 400 kVA dari Banyuwangi. Selama masa
pendudukan Jepang, semua perusahaan listrik dan gas milik Belanda dikuasi oleh
orang-orang Jepang. Sehingga pada masa pemerintahan Jepang tahun 1942, ANIEM
berubah nama menjadi Denki Karare.
Selanjutnya setelah proklamasi kemerdekaan Indonesia, semua
perusahaan kelistrikan yang dikuasai oleh Jepang diambil alih oleh
pemuda-pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan pada
pemerintah Republik Indonesia. Kemudian oleh Presiden Soekarno dibentuklah
Jawatan Listrik dan Gas pada tanggal 27 Oktober 1945 yang kemudian diperingati
sebagai Hari Listrik Nasional. Pada saat itu, kapasitas terpasang tenaga
listrik hanya sebesar 157,5 MW. Tahun 1957, mendapat penambahan mesin dua unit
merk Stork Werk Spoor di Jalan Cemara (PLTD Cemara).
Pada tahun 1959 bersama dengan berkibarnya Trikora merebut
Irian Barat dari Belanda, Denki Karare dinasionalisasikan oleh pemerintah Republik
Indonesia. Saat itu, yang menjadi penanggungjawab Perusahaan Umum Listrik
Negara Cabang Pontianak adalah Ir. Rusjdi Hadjdrat. Selanjutnya, pada tahun
1962, Perusahaan Umum Listrik Negara berubah status menjadi PLN Eksploitasi III
dengan penambahan mesin Norberg 2 x 1,250 kVA dan tahun 1965 hingga 1971, PLN
Eksploitasi III dipimpin oleh I Ketut Kontra dengan penambahan mesin Nigata 2 x
625 kVA dan mesin Interprise 1 x 1.500 kVA, di Jalan Cemara (PLTD Cemara).
Tahun 1971-1972, Eksploitasi III dipimpin oleh Dip Ling I
Nengah Sudja, kantor berkedudukan di Jalan Tamar. Pada periode tahun 1972
-1975, PLN Eksploitasi III dipimpin oleh Ir. Soetjipto Soentoro. Saat inilah,
PLN Eksploitasi II berubah nama menjadi PLN Wilayah V yang berlokasi di Jalan
Ahmad Yani Pontianak dengan penambahan satu unit mesin Nigata 2 x 1375 kVA.
Tahun 1975 hingga tahun 1982, PLN Wilayah V dipimpin oleh Ir. Wayan Sandi
dengan penambahan satu unit pembangkit SWD 8 TM 410 sebesar 3 x 5000 kVA (PLTD
Siantan).
Tahun 1982 – 1987, PT. PLN (Persero) Wilayah V Pontianak
dipimpin oleh Ir. Darsono Djondjang dengan penambahan mesin Enterprise sebsar 3
x 2.690 kVA, mesin Sulzer 2 x 7875 kVA dan SWD 1 x 1.300 kVA. Untuk periode
1987-1989, PT PLN (Persero) Wilayah V Pontianak dipimpin oleh Ir Doddy J.
Widada dan melakukan penambahan mesin SWD 16 TM 410 sebesar 4 x 11.000 kVA.
Setelah itu, pada periode 1989-1992, kepemimpinan PT. PLN (Persero) Wilayah V
Pontianak diserahkan kepada Ir. Margo Santoso yang bersama itu, Perusahaan Umum
Listrik Negara Wilayah V Kalimantan Barat menempati tempat kantor baru di Jalan
Adi Sucipto Pontianak. Tahun 1992-1993 kepemimpinan beralih kepada Ir. Budi
Harjanto dengan penambahan mesin Sulzer sebesar 2 x 9500 kVA.
Periode 1993-1995 kepemimpinan dipegang oleh Ir Agus Pribadi.
Pada masa kepemimpinannya ini PLN mengalami perubahan bentuk badan usaha dari
Perusahaan Umum (Perum) Listrik Negara Wilayah V menjadi PT. PLN (Persero)
Wilayah V dan selanjutnya berubah lagi menjadi PT. PLN (Persero) Wilayah
Kalimantan Barat hingga saat ini.
Tahun 1995-2000, Pimpinan PT. PLN (Persero) Wilayah
Kalimantan Barat dipegang oleh Ir. Sarbiyakto dengan penambahan PLTG Siantan 30
MW. Kemudian tahun 2000 hingga tahun 2005, General Manager PT. PLN (Persero)
Wilayah Kalimantan Barat, Bapak Ir. Djoko Suwono, dengan penambahan Mesin Sewa.
Selanjutnya, kepemimpinan dipegang oleh Ir. Haryanto WS, MM, tahun 2008-2009.
Kemudian tahun 2009- Januari 2010, General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah
Kalimantan Barat, Ir. Denny Pranoto, MM. dan tahun 2010 hingga sekarang,
General Manager PT. PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat, Ir. Widodo Budi
Nugroho, MT.
B.
Visi
Dan Misi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
Adapun Visi dan Misi PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
adalah sebagai berikut:
1.
Visi yaitu diakuinya sebagai perusahaan
kelas dunia yang bertumbuh kembang, unggul dan terpercaya dengan bertumpu pada
potensi insani.
2. Misi
PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah
Kalimantan Barat adalah:
a.
Menjalankan bisnis kelistrikan dan bidang
lain yang terkait, berorientasi pada kepuasan pelanggan, anggota perusahaan dan
pemegang saham.
b.
Menjadikan tenaga listrik sebagai media
untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.
c.
Mengupayakan agar tenaga listrik menjadi
pendorong kegiatan ekonomi.
d.
Menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan
lingkungan.
C.
Struktur
Organisasi PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
Setiap
badan usaha pada dasarnya memiliki struktur organisasi yang baik dan teratur serta
bentuk yang berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.
Struktur organisasi merupakan suatu gambaran secara skematis tentang
hubungan-hubungan kerjasama dan orang-orang yang terdapat di dalam satu badan
dalam rangka usaha mencapai suatu tujuan atau pola hubungan kerja, serta suatu
lalu lintas wewenang dan tanggung jawab.
Berdasarkan
Surat Keputusan Direksi Perusahaan Umum Listrik Negara No. 083/DIR/87/1987,
tentang susunan dan tugas pokok pada Perusahaan Umum Listrik Negara Wilayah Pontianak,
dengan wilayah kerja daerah Tingkat I Provinsi Kalimantan Barat yang
berkedudukan di Pontianak. Struktur organisasi PT. PLN (Persero) Wilayah
Kalimantan Barat mempunyai daerah kerja yang cukup luas, bidang kerja yang
beraneka ragam serta memiliki karyawan yang tidak sedikit jumlahnya.
Selain
itu, PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat
mempunyai lebih dari satu staf, yakni orang yang ahli dalam bidang-bidang
tertentu yang bertugas memberikan nasehat dan saran pada pejabat PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan
Barat.
Setiap tingkat atau level pada struktur organisasi pada PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Kalimantan Barat mempunyai tugas pokok yang
masing-masing terbagi dalam Tugas Pokok Pimpinan dan Unsur Pembantu Pimpinan.
D.
Kepegawaian
Menurut Ketentuan Pasal 4 ayat 1 kepegawaian PT PLN (Persero) terdiri
atas :
1.
Unit
Induk :
a.
General
Manager
b.
Bidang-
Bidang
1) Perencanaan,
2) Pembangkitan,
3) Transmisi dan Distribusi,
4) Niaga dan Pelayanan Pelanggan,
5) Keuangan,
6) Sumber Daya Manusia dan Umum.
c.
Pejabat
Pengadaan
2. Unit Pelaksana
3.
Sub
Unit Pelaksana
E.
Pembagian
Tugas
1. General Manager
Bertanggung jawab untuk memastikan
tersedianya analisa dan mitigasi risiko, serta proses bisnis, terlaksananya
strategi dan pengelolaan Unit sesuai dengan Misi dengan mengoptimalkan sumber
daya yang tersedia secara efisien, efektif dan sinergis, menjamin pengelolaan pembangkit,
penyaluran, distribusi, niaga dan pelayanan pelanggan
memenuhi target kinerja dan sesuai dengan kebutuhan perusahaan, melaksanakan operational performance improvement, meningkatkan mutu dan pelayanan distribusi
dan pelayanan pelanggan serta memastikan terlaksananya Good Corporate Governance (GCG).
Tugas pokok General manager :
a. Mengusulkan Rencana Jangka Panjang dan
Rencana Kerja Anggaran.
b. Menetapkan kebijakan strategis
terkait pengelolaan Unit.
c. Memastikan terlaksananya Rencana Kerja dan
Anggaran Perusahaan sesuai dengan penetapan Direksi.
d. Memastikan terlaksananya operational performance improvement dalam pengelolaan distribusi tenaga
listrik untuk meningkatkan mutu dan keandalan pelayanan.
e. Memastikan terlaksananya pengelolaan niaga dan
penjualan tenaga listrik untuk meningkatkan kinerja
perusahaan.
f. Memastikan terlaksananya pengelolaan pelayanan
pelanggan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.
g. Memastikan
terlaksananya pengelolaan pembangkit.
h. Memastikan terlaksananya pengelolaan
sumber daya secara efisien, efektif dan sinergis untuk menjamin pengelolaan
usaha secara optimal dan memenuhi kaidah Good
Corporate Governance.
i. Memastikan pengembangan kompetensi
organisasi dan kompetensi sumber daya manusia.
j. Menetapkan Laporan Manajemen.
2.
Bidang Perencanaan
Bertanggung jawab untuk memastikan
tersedianya perencanaan yang komprehensif termasuk Rencana Umum Pengembangan
Tenaga Listrik, Rencana Jangka Panjang, Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan,
mengelola manajemen kinerja, manajemen mutu, serta sistem teknologi informasi.
Tugas Pokok Bidang Perencanaan :
a.
Menyusun
Rencana Umum Pengembangan Tenaga Listrik (RUPTL), Rencana Jangka Panjang (RJP),
dan Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP).
b.
Memastikan
tersusunnya rencana pengembangan sistem ketenagalistrikan.
c.
Memastikan tersusunnya sistem manajemen mutu
dan kinerja unit-unit kerja.
d.
Memastikan terlaksananya fungsi manajemen
risiko termasuk analisa dan evaluasi Unit.
e.
Memastikan tersusunnya rencana pengembangan
dan pengendalian sistem teknologi informasi termasuk aplikasinya serta
menyiapkan SOP pengelolaannya.
f.
Memastikan
tersusunnya rencana pengadaan dan pelaksanaan pengadaan IPP sesuai kewenangan
Unit.
g.
Memastikan
tersusunnya laporan manajemen.
3. Bidang
Pembangkitan
Bertanggung jawab atas tersusunnya
strategi, standarisasi dan penerapan sistem pengelolaan pembangkitan serta
penerapan manajemen lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan untuk
mendukung upaya pengusahaan tenaga listrik yang memilki efisiensi, mutu dan keandalan yang baik serta upaya pencapaian sasaran dan ketersediaan
kerangka acuan pelaksanaan kerja.
Tugas pokok bidang pembangkitan :
a.
Menyusun
dan membina penerapan system pengelolaan pembangkitan, antara lain :
1) Strategi pengoperasian dan pemeliharaan
2) Standar operasi dan pemeliharaan serta standar
penerapan dan pengujian peralatan
3) Standar desain dan kriteria konstruksi
4) Manajemen pengadaan dan perbekalan
5) Pengendalian efisiensi pembangkit dan gangguan serta usulan
perbaikan
6) Ketentuan data induk pembangkitan
b.
Menyusun
rencana kegiatan konstruksi dan administrasi pekerjaan serta membina penerapannya
c.
Mengelola
lingkungan dan keselamatan ketenagalistrikan,
d.
Menerapkan
tata kelola perusahaan yang baik.
4.
Bidang Transmisi dan Distribusi
Bertanggung
jawab menjamin terlaksananya kegiatan operational
performance improvement pengelolaan penyaluran dan distribusi, melaksanakan
pengendalian dan pengawasan terhadap pembangunan, pengembangan, pengaturan,
operasi dan pemeliharaan transmisi dan jaringan distribusi, serta memastikan
pengelolaan penyediaan material agar pasokan tenaga listik kepada pelanggan
lebih andal dengan mutu dan efisiensi sesuai dengan target kinerja perusahaan.
Tugas
Pokok Bidang Transmisi dan Distribusi :
a. Menetapkan rencana pengembangan sistem
penyaluran dan distribusi serta pembinaan penerapannya.
b. Menetapkan strategi pengoperasian dan
pemeliharaan serta prosedur dan kebijakan terkait operational performance improvement pengelolaan penyaluran dan
distribusi termasuk pengembangan sarana komunikasi dan otomatisasi operasi penyaluran dan distribusi.
c. Mengelola disain standar konstruksi
dan peralatan kerja penyaluran dan distribusi, menetapkan metoda
kegiatan konstruksi serta pembinaan penerapannya.
d. Mengendalikan susut energi listrik dan
gangguan pada sarana penyaluran dan pendistribusian tenaga
listrik serta penyusunan rencana perbaikannya untuk dijadikan dasar
pertimbangan dalam menetapkan strategi dan langkah-langkah kedepan.
e. Memastikan terlaksananya manajemen
aset distribusi dan manajemen aset transmisi termasuk
pengendalian persediaan.
f. Melaksanakan fungsi koordinasi
pelayanan IPP.
g. Menetapkan regulasi untuk
penyempurnaan data induk jaringan dan menjamin kemutakhiran dan kelengkapan
data.
5.
Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan
Bertanggung
jawab memastikan
pemasaran dan pelayanan pelanggan dalam jual beli tenaga Istrik dengan mengelola Proses Bisnis dan Tata
Usaha Langganan, merencanakan strategi pemasaran, peningkatan
penjualan, penurunan tunggakan, penurunan susut non teknis dan peningkatan
kepuasan pelanggan sesuai target kinerja serta pengelolaan renevue assurance.
Tugas pokok
Bidang Niaga dan Pelayanan Pelanggan :
a. Menentukan
strategi pemasaran tahunan.
b. Menentukan
strategi pengembangan pelayanan pelanggan.
c. Mengelola
kontrak-kontrak niaga dan transaksi tenaga listrik untuk pelanggan maupun
listrik swasta.
d. Merekomendasikan
target kWh jual.
e. Memastikan
pelaksanaan pembinaan dan menetapkan standar pelayanan pelanggan.
f. Menentukan
strategi pengelolaan pencatatn meter.
g. Menetapkan
mekanisme interaksi antar Unit Pelaksana dan Sub Unit Pelaksana dalam pelayanan
pelanggan.
h. Menetapkan
strategi penurunan susut non teknis.
i. Memastikan
semua proses revenue assurance di
tingkat Unit Induk dan Unit Pelaksana.
j. Melakukan
koordinasi dengan revenue assurance
Kantor Pusat menngenai kebijakan yang diperlukan untuk menjalankan proses revenue assurance dan memastikan
pelaksanaannya di Unit Induk.
6.
Bidang Keuangan
Bertanggung
jawab menjamin terlaksananya pengelolaan manajemen keuangan yang mencakup
perencanaan, penyediaan dan pengendalian anggaran investasi dan operasi, aliran
kas pendapatan, aliran kas pembiayaan dan terselenggaranya laporan keuangan
sesuai dengan kaidah perusahaan dan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum
sehingga mampu mencapal efektifitas pengelolaan keuangan dalam memberikan
kontribusi terhadap peningkatan kinerja perusahaan.
Tugas pokok
Bidang Keuangan :
a. Mengendalikan Rencana Jangka Panjang
dan Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Keuangan.
b. Menjamin terlaksananya penyediaan
dan pengendalian anggaran investasi dan operasi untuk pelaksanaan
kegiatan perusahaan.
c. Menjamin terlaksananya pengendalian
aliran kas pendapatan dan kas pembiayaan untuk pengamanan
pendapatan (revenue protection).
d. Menjamin terselenggaranya penyusunan
laporan keuangan Unit Induk dan Unit Pelaksana untuk laporan keuangan konsolidasi.
7.
Bidang Sumber Daya Manusia Dan Umum
Bertanggung jawab menjamin terlaksananya pengembangan sumber
daya manusia dan organisasi, pengelolaan kegiatan komunikasi masyarakat, hukum, serta pengelolaan
administrasi dan kesekretariatan termasuk pengelolaan keamanan, asset, sarana
dan prasarana kantor serta pembinaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
Tugas pokok
Bidang Sumber Daya Manusia dan Umum :
a. Mengendalikan Rencana Jangka Panjang
dan Rencana Kerja dan Anggaran Bidang Sumber Daya Manusia dan
Umum.
b. Melaksanakan pengembangan dan
evaluasi organisasi sesuai dengan perkembangan kebijakan Korporat.
c. Memastikan efektivitas dan efisiensi
pemanfaatan, pembinaan dan pengembangan mindset,capabilities, dan leadersip sumber daya manusia.
d. Mengelola administrasi kepegawaian
dan kesejahteraan pegawai serta kinerja sumber daya manusia.
e. Mengelola bidang hubungan industrial.
f. Mengelola sistem komunikasi internal
dan eksternal serta program Corporate
Social Responsibity untuk membangun citra baik dan
memperkuat posisi perusahaan.
g. Menjamin kelancaran penyelesaian kasus hukum
perusahaan dan memberikan advokasi hukum dalam bisnis
energy listrik dan ketenagakerjaan.
h. Pengelolaan
system keamanan lingkungan, fasilitas, aktiva perusahaan, keselamatan dan
kesehatan kerja, serta pelaksanaan administrasi.
i.
Mengoptimalkan pengelolaan, pembinaan dan
pengembangan sumber daya manusia melalui coaching,
mentoring, dan assignment serta knowledge management.
8.
Pejabat
Perencana Pengadaan
a.
Pejabat
Perencana Pengadaan
Bertanggung jawab mengelola rencana
strategi perencanaan pengadaan, menangani perencanaan portofolio pengadaan,
terutama yang masuk dalam kategori Strategis, Leverage, dan Gritical/Bottleneck, riset pasar dengan proses penilaian
kualifikasi, Due Diligence dan penyusunan Daftar Penyedia
Terseleksi(DPT) ; termasuk
mengelola pengadaan yang dikonsolidasikan
& didesentralisasikan serta mempersiapkan dokumen pengadaan (Bid Doc / Rencana
Kerja dan Syarat- syarat (RKS)), dengan tugas pokok sabagai berikut :
1) Menghasilkan
Rencana Pengadaan dan
Strategi Pengadaan PLN yang berlaku setiap tahun;
2) Melakukan
kajian atas kebutuhan barang dan jasa,
termasuk kebutuhan antisipasi jka terjadi keadaan darurat, sumber daya yang dibutuhkan, waktu
pemanfaatan serta pendisribusian
yang menyesuaikan kebutuhan operasional den proyek
3) Menyusun
dan mengelola
Dokumen Rencana Pengadaan Barang/Jasa
4) Melaporkan
hasil proses perencanaan pengadaann
barang/jasa
kepada Atasan Langsung untuk
selanjutnya disampaikan kepada Value for
Money Committee dan disahkan oleh Pengguna Barang/Jasa
5)
Menyusun draft Dokumen Pelelangan Barang/Jasa
atau Rencana Kerja
dan Syarat-syarat
(RKS)
6)
Menyusun dan mengelola Harga Perkiraan Engineering (HPE).
7)
Melakukan evaluasi dan mengukur kinerja
Penyedia Barang/Jasa
8)
Membantu Wakil Pengguna Barang/Jasa dalam
pelaksanaan Manajemen Perjanjian/Kontrak.
b.
Pejabat
Pelaksana Pengadaan
Bertanggung jawab
melaksanakan pengadaan, mulai dari pengumuman, penjelasan, evaluasi, memastikan Value for Money
dan mempersiapkan kontrak, dengan tugas pokok sebagai berikut :
1)
Melakukan analisis yang mendalam terhadap
lingkup pengadaan barang/jasa
yang akan dilakukan.
2)
Menyusun jadwal pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa, melakukan finalisasi Dokumen Pelelangan
dan Memahami metode penyusunan estimasi biaya sebagai dasar Harga Perkiraan
Sendiri (HPS),
konsep Total
Cost of Ownership (TCOO), serta
melakukan analisa penawaran harga dari penyedia untuk diusulkan penetapannya oleh Pengguna Barang / Jasa.
3)
Melakukan proses pengumumam/undangan kepadaa
Calon Penyedia Barang Jasa.
4)
Memastikan
calon Penyedia Barang /Jasa
yang akan di undang
tidak termasuk dalam daftar hitam (black list)
PLN, dan melakukan penilaian kualifikasi
calon Penyedia
Barang/Jasa dalam hal pengadaan melalui
prakualifikasi atau pascakualifikasl yang tidak memiliki DPT.
5)
Memberikan penjelasan pengadaan (Aanwijzing), serta melakukan evaluasi
terhadap Dokumen Penawaran.
6)
Menentukan penilailan kewajaran harga yang ditawarkan oleh
penyedia dengan berkoordinasi dengan
Pejabat Perencana Pengadaan.
7)
Memahami
metode penyusunan estimasi
biaya sebagai dasar Harga Perkiraan Sendiri (HPS), konsep Total Cost
of Ownership (TCOO), serta melakukan analisa penawaran harga dari penyedia.
8)
Melakukan negosiasi kompetitif dengan calon penyedia yang memberikan
penawaran terbaik dan melampaui
nilai minimum kualitas.
9)
Memastkan bahwa spesifikasi dan deskripsi teknis yang ditulis tidak mengandung ambiguitas,
jelas dan bersifat genetic,
serta mendorong kompetisi yang wajar antar
Penyedia, tidak menyebut brand names, atau memberi restriksi (kecuali jika masih dalam masa pemeliharaan Original Equipment Manufacture (OEM)).
II.
Proses Dan Hasil Belajar Di PT PLN (Persero) Unit
Induk Wilayah Kalimantan Barat
A. Uraian Kegiatan Selama PKL
Selama
melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT PLN (Persero) Unit Induk
Wilayah Kalimantan Barat, Saya ditempatkan dibagian Sekretiat. Adapun kegiatan
saya selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan, yaitu :
1. Menginput data surat masuk ke dalam system.
Surat masuk
yang diterima dari unit-unit maupun yang diterima dari intansi lain melalui
ekspedisi kemudian dikelola oleh sekretariat bagian surat masuk. Data pada
surat masuk tersebut kemudian di input ke dalam system aplikasi khusus PT PLN
(Persero).
2. Mencatat Surat masuk ke dalam buku Ekspedisi.
Setelah
melakukan penginputan data surat masuk yang dilakukan selanjutntya ialah
mencatat data surat masuk tersebut ke dalam buku ekspedisi khusus yang telah
disediakan. Pencatatan data surat ini digunakan sebagai bukti bahwa surat ini
telah diterima oleh pihak yang bersangkutan agar jika terjadi kehilangan surat,
pihak sekretariat tidak disalahkan.
3. Mendistribusikan surat masuk kepada pihak yang dituju.
Proses
mendistribukan surat masuk ialah saya mengantarkan surat yang telah masuk di
sekretariat kepada bagian/orang yang dituju berdasarkan data surat tersebut.
4. Menginput data
Penginputan
data yang saya lakukan selama melaksanakan PKL yaitu : Biaya bantuan pulsa ,
biaya perjalanan dinas , rekap SPPD , dan Biaya Bahan Bakar.Penginputan data
diatas dilakukan pada aplikasi pengolah angka (Excel), penginputan data
dilakukan agar semua data-data yang telah dikumpulkan dapat dibaca dengan
mudah.
5. Membuat amplop surat keluar.
Amplop
surat sangat dibutuhkan agar isi dari surat tersebut tetap terjaga dari pihak
lain yang tidak bersangkutan. Dalam pembuatan amplop surat saya memberikan
nomor sesuai dengan surat yang akan dikirim dan menuliskan kepada siapa surat
itu ditujukan agar surat tersebut sampai kepada pihak yang dituju.
6. Mengarsip surat keluar
Surat
keluar memiliki arsip yang harus disimpan sebagai bukti bahwa surat tersebut
telah sampai dibagian sekretariat, selain itu pengarsipan surat keluar juga
dibutuhkan jika sewaktu-waktu pihak yang membuat surat tersebut membutuhkan
surat itu maka sekretariat masih menyimpan arsipnya.Pengarsipan surat keluar
tidak sembarangan karena arsip surat keluar pada PT PLN (Persero) UIW Kalbar
dibagian menjadi beberapa odner. Sebelum memasukan arsip kedalam odner saya
terlebih dahulu mengelompokkan arsip sesuai dengan kode masalah kemudian
dirapikan menggunakan Binder clip maupun Trigonal clip.Setelah mengelompokkan
arsip sesuai kode masalah, arsip dimasukkan ke dalam odner masing-masing.
7. Mengecek ekspedisi pengiriman surat
Pengiriman
surat keluar dilakukan melalui ekspedisi. Setiap bulannya ekpedisi melakukan
tagihan ke PT PLN (Persero) UIW Kalbar. Mengecekan data ekspedisi dilakukan
dengan cara mencocokan nomor resi pada daftar pengiriman dengan bukti
pengiriman dari ekspedisi tersebut.
8. Mendistribukan Nota Dinas SPPD ke bagian keuangan.
Nota dinas
SPPD yang telah dibuat diteruskan ke bagian keuangan agar diproses dan
pencairan dana dapat dilakukan.
9. Mengarsip Nota dinas SPPD
Sama halnya
dengan mengarsip surat keluar namun pengarsipan nota dinas dilakukan dengan
cara meneruskan odner yang telah ada
.
10. Menfotocopy Dokumen
Memfotokopi dokumen adalah suatu kegiatan menggandakan
dokumen sesuai dengan jumlah yang diingikan.Kegiatan fotocopy dokumen dilakukan
jika ada dokumen yang dibutuhkan arsipnya maupun alasan lainnya.
B.
Permasalahan
selama PKL
Manusia adalah makhluk yang tidak luput
dari kesalahan.Dalam dunia kerja kita juga seringkali melakukan
kesalahan-kesalahan kecil yang diakibatkan oleh kelalaian ataupun
ketidakfokusan pada diri kita sendiri.Selama melaksanakan Praktik Kerja
Lapangan (PKL) saya juga sering membuat kesalahan kecil, seperti :
1. Pada saat menginput data surat masuk saya lupa
mengubah tanggal sesuai dengan data surat.
2. Pada saat mendistribusikan surat masuk,saya
seberapakali menjatuhkan buku ekspedisi karena kebingungan dalam memegang surat
dalam jumlah yang banyak dan buku ekspedisi sekaligus.
3. Salah memasukan arsip surat keluar.
4. Salah menuliskan nomor maupun alamat dalam pembuatan
amplop surat.
5. Saat menginput data ada bagian yang lupa saya
masukkan.
6. Salah dalam mencatat data surat masuk.
C.
Analisis
dan Solusi Kerja Lapangan
Dari hasil
analisis saya selama melaksanakan Praktik Kerja Lapangan (PKL) di PT PLN
(Persero) UIW Kalbar, setiap pegawai mempunyai pekerjaan/tugas masing-masing
yang berbeda karena telah dibagi menjadi beberapa bagian,karena perbedaan tugas
ini komunikasi antar pegawai menjadi kurang dan terkadang memunculkan suatu
masalah yang merugikan beberapa pihak.
Dari hasil
analisis saya, solusi kerja lapangan yang saya dapatkan adalah dengan cara
memperbanyak komunikasi mengenai pekerjaan, selalu berkoordinasi dengan yang
lainnya, jangan mengambil keputusan sendiri dalam pekerjaan.
D. Hasil Praktik Kerja Lapangan
Hasil
Praktik Kerja Lapangan (PKL) selama di PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah
Kalimantan Barat yang saya dapatkan adalah :
1. Saya menjadi tau bahwa dalam suatu instansi perusahaan
pasti membutuhkan sebuah aplikasi khusus untuk melaksanakan kegiatan
administrasi perusahaan secara internal.
2. Menambah pengetahuan saya dalam mengoperasikan
Microsoft Excel.
3. Menambah pengalaman saya di dunia usaha serta melatih
ketelitian saya dalam melaksanakan tugas yang diberikan.
4. Saya dapat mengarsipkan dokumen dengan baik dan benar
karena sebelumnya saya tidak pernah mengarsipkan dokumen.
5.
Dapat
menggunakan/mengoperasikan alat-alat ataupun mesin-mesin dalam kegiatan
administrasi perusahaan.
BAB III
PENUTUP
I.
Kesimpulan
Praktik
Kerja Lapangan (PKL) yang dilaksanakan dalam rangka Pendidikan Sistem Ganda
(PSG) sangat penting dalam meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas,
melalui kegiatan Praktik Kerja Lapangan (PKL) para siswa – siswi akan
memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang luas mengenai dunia kerja sehingga
siap untuk terjun ke masyarakat.Selain itu, kegiatan Praktikn Kerja Lapangan
(PKL) ini juga dapat menumbuhkan nilai – nilai karakter sehingga para siswa –
siswi dapat menjadi pribadi yang lebih baik lagi.
II.
Saran
A. Saran Untuk PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah
Kalimantan Barat
1. Diharapkan bagi PT PLN (Persero) UIW Kalbar agar
memberikan peluang yang lebih pada SMK Santa Monika untuk kembali melakukan
Praktik Kerja Lapangan (PKL).
2. Diharapkan bagi perusahaan agar memberikan pekerjaan
yang lebih banyak kepada siswa – siswi agar lebih memahami tentang pekerjaan
tersebut.
3. Diharapkan bagi perusahaan agar lebih banyak
memberikan bimbingan kepada siswa – siswi.
4. Diharapkan bagi perusahaan untuk lebih memperhatikan
siswa – siswi.
B.
Saran
untuk SMK Santa Monika
1. Diharapkan pihak sekolah agar memberikan pembekalan
magang yang benar-benar matang terutama penekanan lebih pada penguasaan
keterampilan teknologi khususnya komputer sehingga siswa-siswi dapat
mengaplikasikan ilmu dan keterampilanya secara maksimal.
2.Diharapkan bagi pembimbing dari sekolah agar lebih
banyak meluangkan waktunya untuk mengunjungi siswa-siswi yang melakukan praktik
kerja supaya siswa-siswi tersebut mendapatkan bimbingan dan pengarahan agar
tidak mengecewakan pihak sekolah.
3.Diharapkan agar pihak sekolah lebih mempertimbangkan
daerah lokasi tempat siswa-siswi melakukan praktik kerja lapangan dengan tempat
tinggal siswa-siswi agar terjadi kesesuaian terhadap keduanya.
4.Diharapkan bagi pihak sekolah agar lebih memperhatikan
serta memberikan arahan kepada siswa mengenai pembuatan Laporan PKL karna para
siswa-siswi ada yang mengerjakan laporan sedikit demi sedikit pada saat
melaksakan praktik kerja.






0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home