CONTOH MAKALAH SOSIOOGI
TUGAS UJIAN AKHIR
SEMESTER
MATA KULIAH ……………..
Dosen Pengampu :
………………
Disusun Oleh:
Keling Vipkrison
E1021171070

PROGRAM
STUDI PENDIDIKAN PEMBANGUNAN SOSIAL
FAKULTAS
ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
UNIVERSITAS TANJUNGPURA
PONTIANAK
2018
KATA PENGANTAR
Puji
dan syukur penyusun panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa. yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya kepada penyusun, sehingga dapat
menyelesaikan pembuatan makalah ini yang sangat
sederhana. Tidak lupa juga saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak
yang membantu penyelesaian makalah ini.
Saya menyadari bahwa makalah ini masih sangat jauh
dari apa yang diharapkan, kritik dan saran yang bersifat membangun dan membantu
untuk kesempurnaan pembuatan makalah ini terutama pada tugas berikutnya sangat
saya harapkan.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat berguna
baik bagi penyusun maupun pihak lain yang berkepentingan di dalamnya.
Pontianak, juli 2018
KATA
PENGANTAR.....................................................................................
DAFTAR
ISI....................................................................................................
ISI
....................................................................................................................
MENURUT
PARA AHLI...............................................................................
ANALISIS.......................................................................................................
DAFTAR
PUSTAKA......................................................................................
Berdasarkan teori beberapa ahli
Menurut Durkheim, sosiologi
merupakan ilmu yang mempelajari institusi. Di Indonesia istilah institusi
sosial biasanya diterjemahkan dengan istilah Lembaga Sosial, atau dibahasakan
dengan pranata sosial. Pada sisi lain ada pula yang mengartikan social institution dengan institusi sosial. Namun kita
disini memilih menggunakan istilah institusi sosial.
Para sosiolog mendefinisikan institusi sosial,
Pendapat tersebut antara lain:
a. Paul Horton dan Chester L. Hunt
a. Paul Horton dan Chester L. Hunt
Institusi sosial adalah sistem
norma-norma dan hubungan-hubungan penyatuan nilai dan prosedur-prosedur
tertentu untuk memenuhi kebutuhan dasar manusia.
b. Peter L Berger
Lembaga sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan olehpola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
c. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan pokok manusia.
Lembaga sosial adalah prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia ditekankan olehpola tertentu dan dipaksa bergerak sesuai dengan keinginan masyarakat.
c. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma berkisar dari segala tingkatan kebutuhan pokok manusia.
Tipe-tipe Institusi Sosial
Menurut pendapat JL. Gillin and JP.Gillin, ada beberapa tipe institusi sosial sebagai berikut:
Menurut pendapat JL. Gillin and JP.Gillin, ada beberapa tipe institusi sosial sebagai berikut:
1. Tipe institusi sosial dilihat dari sudut
perkembangannya
- Crescive institution atau
lembaga paling primer, yaitu Suatu tipe institusi yang tumbuh tidak
sengaja dan tumbuhnya berasal dari adat istiadat. Contoh; hak milik,
bentuk-bentuk perkawinan, dan lumbung padi.
- Enacted institution,
yaitu Tipe institusi yang dibentuk dengan sengaja dengan tujuan untuk
memenuhi kebutuhan hidup masyarakat yang bersangkutan. Contoh institusi
utang piutang, lembaga pendidikan dan lembaga perdagangan. Semuanya ini
berakar dari kebiasaan-kebiasaan yang sistimatis dan diatur kemudian
dituangkan institusi yang disahkan oleh pemerintah.
2.
Tipe institusi sosial dilihat dari sudut nilai
- Basic institution,
yaitu sebagai lembaga sosial yang paling penting untuk memelihara dan
mempertahankan tata tertibdalam masyarakat. Contoh; institusi keluarga dan
institusi agama.
- Subsidiary institution, yaitu
institusi sosial yang dianggap kurang penting oleh sekelompok masyarakat
tertentu, misalnya lembaga rekreasi dan lembaga olah raga.
3.
Tipe institusi sosial dilihat dari sudut penerimaan oleh masyarakat.
- Aproved social institution,
yaitu Tipe institusi ini merupakan lembaga-lembaga yang diterima oleh
masyarakat karena dirasa memberi manfaat dan keuntungan serta sangat
dibutuhkan misalnya lembaga agama, lembaga pendidikan, lembaga
perdagangan, lembaga bantuan hukum dan lembaga penitipan anak
danlembaga-lembaga swadaya masyarakat.
- Unproved - unsanctioned
intitutio, yaitu tipe
institusi ini ditolak oleh masyarakat secara umum sebab dianggap
meresahkan dan merugikan masyarakat secara umum, misalnya gank persatuan
perampok/ copet/ gali/momoli/ kumpul kebo/ kaum gay, lebian/ homo seks dan
lembaga perakitan bom ilegal.
4.
Tipe linstitusi sosial dilihat dari sudut penyebarannya.
- General institution,
yaitu suatu institusi yang lahir atas dasar faktor penyebaran sehingga
dikenal di seluruh dunia, misalnya institusi pemerintahan,institusi agama
dan perserikatan bangsa-bangsa.
- Ristricted institution,
yaitu isntitusi yang dikenal hanya terbatas pada suatu masyarakat atau
Negara tertentu, misalnya lembaga adat, lembaga keyakinan/ aliran dan lembaga
pemerintahan (khususnya pada sistemnya).
5.
Tipe lembaga sosial dilihat
dari sudut fungsinya.
Operative
institution, institusi yang befungsi untuk
menghimpun pola-pola atau cara-cara yang diperlukan untuk mencapai tujuan
tertentu, misalnya LSM, IMF, UMDB, dan lembaga industri.Regulated institution, yaitu institusi yang
berfungsi mengawasi adat istiadat atau tata kelakuan yang tidak mutlak manjadi
bagian dari pada lemabaga tersebut. Contoh institusi hukum dan institusi
verifikasi.
Kelima tipe institusi sosial di atas dapat mengetahui adanya bermacam-macam institusi kemasyarakatan dalam suatu masyarakat tertentu. Jadi setiap masyarakat mempunyai sistem nilai yang menentukan lembaga sosial mana yang dianggap paling atas dari lembaga-lembaga sosial lainnya. Semuanya tergantung dari masyarakat yang bersangkutan.
Institusi Utama
Berikut kita akan membahas beberapa institusi utama, yaitu institusi keluarga, pendidikan, politik, ekonomi dan agama.
Institusi Keluarga
Proses terbentuknya institusi keluarga adalah melalui pernikahan baik secara agama, adat dan hukum. Dimulai interaksi antara pria dan wanita. Interaksi berulang-ulang hingga terjadi proses perkawinan. Setelah perkawinan terbentuk keturunan kemudian keluarga inti.
Ada 3 bentuk keluarga;
- Keluarga inti
(batih, somah, nuclear family)
terdiri dari ayah, ibu dan anak-anakyang belum menikah.
- Keluarga besar (extended family) ikatan keluarga dalam satu
keturunan, kakek, nenek, ipar, paman dsb.
- Keluarga
poligamous, beberapa keluarga inti yang dipimpin oleh satu kepala
keluarga.
Tujuan
perkawinan yaitu
- Untuk mendapat
keturunan
- Untuk meningkatkan
derajat dan status sosial.
- Mendekatkan
hubungan kekerabatan besar kedua mempelai
- Harta waris tidak
jatuh kepada orang lain
Hikmah
atau manfaat perkawinan
- a) Terpeliharanya
kehormatan manusia bersusila.
- b) Menghubungkan
tali persaudaraan dan memperbanyak keluarga.
- c) Keluarga dan
masyarakat sejahtera.
Bentuk-bentuk
perkawinan
a)
Menurut jumlah suami dan istri
- Monogami merupakan
perkawinan satu pria dan satu wanita.
- Poligami merupakan
perkawinan yang beristri atau bersuami lebih dari satu orang.
- Poligini; seorang
laki-laki beristri lebih dari satu orang.
- Poliandri;
seorang wanita yang bersuami lebih dari satu orang.
b)
Menurut asal suami dan istri
(1)
Endogami ialah perkawinan dari lingkungan sendiri.
(2) Eksogami ialah perkawinan di luar lingkungan sendiri
(2) Eksogami ialah perkawinan di luar lingkungan sendiri
- Connubium circulation/
asymetris (sepihak), hubungan perkawinan dimana dua klan hanya mempunyai
satu kedudukan sebagai pemberi atau penerima gadis.
- Connubium symetris,
hubungan perkawinan di mana dua klan saling tukar menukar pasangan.
- Homogami,
pernikahan dalam strata/ status sosial yang sama.
- Heterogami,
pernikahan antara dua keluarga yang berbeda lapisan sosialnya.
c)
Menurut hubungan kekerabatan
- Cross cousin
(sepupu silang), perkawinan antara saudara sepupu anak anaksaudara
laki-laki ibu, anak saudara perempuan ayah.
- Paralel cousin
(sepupu silang), perkawinan di mana ayah atau ibu merekabersaudara.
- d) Menurut
pembayaran mas kawin.
Pada
masyarakat tertentu, perkawinan disetujui keluarga wanita bila keluarga pria
menyerahkan mas kawin. Pada masyarakat Manggarai (Flores) disebut belis. Pada
beberapa daerah mas kawin juga menentukan prestise/ kehormatan kedua keluarga.
Semakin tinggi angka atau jumlah mas kawin semakin tinggi prestise kedua
keluarga di mata masyarakat.
Pola menetap sesudah perkawinan
Setiap daerah memiliki budaya sendiri terkait dengan tempat menetap setelah perkawinan.
- Patrilokal
(Virilokal), suami istri bertempat tinggal di sekitar pusat kerabat suami.
- Matrilokal
(otorilokal), suami istri tinggal di sekitar kerabat istri.
- Bilokal, menetap bergantian
antara kerabat istri dan suami.
- Neolokal yaitu
bertempat di tempat baru.
- Avunkulokal yaitu
menetapdi rumah saudara laki-laki ibu (paman) dari pihak suami.
- Natalokal yaitu
suami istri terpisah tinggal di tempat kelahiran masing-masing, bertemu dalam
waktu yang relatif pendek.
- Utrolokal yaitu
bebas menentukan tempat tinggal.
- Komonlokal yaitu
tinggal didalam kelompok di mana kedua orang tua dari pihak laki dan
perempuan berdiam.
Fungsi Keluarga
Sebagai sebuah institusi, keluarga mempunyai fungsi, ilmuan sosiologi seperti Horton dan Hunt (1984) mengidentifikasi beberapa hal
Sebagai sebuah institusi, keluarga mempunyai fungsi, ilmuan sosiologi seperti Horton dan Hunt (1984) mengidentifikasi beberapa hal
- Fungsi perngaturan
seks. Keluarga berfungsi untuk mengatur penyaluran dorongan seks. Tidak
ada masyarakat yang membolehkan hubungan seks sebebas-bebasnya antara
siapa saja dalam masyarakat.
- Fungsi reproduksi,
berupa pengembangan keturunan.
- Fungsi
sosialisasi, dimana keluarga mensosialisasikan anggota baru masyarakat
sehingga dapat memerankan apa yang mesti dilakukannya di masyarakat.
- Fungsi afeksi,
dimana keluarga memberikan cinta kasih. Beberapa studi yang dilakukan
membuktikan, seorang anak yang tidak mendapatkan cinta kasih biasanya
melakukan tindakan menyimpang.
- Fungsi ekonomi,
dimana berjalannya proses produksi, distribusi dan konsumsi.
- Fungsi status,
dimana keluarga memberikan fungsi status kepada anak baik status terkait
dengan jenis kelamin, urutan kelahiran, kekerabatan maupun status yang
diperoleh orang tua seperti kelas social tertentu.
Susunan
keluarga
Bentuk keluarga bilateral (cognatic Descent), menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah maupun ibu.
Bentuk keluarga bilateral (cognatic Descent), menghitung hubungan keluarga melalui pihak ayah maupun ibu.
- Prinsip ambilineal
(operative descent), menghitung garis kerabat terkadang melalui ayah atau
ibu.
- Prinsip
konsentris, menghitung garis keluarga sampai suatu jumlah tertentu
(terbatas).
- Prinsip primogenitus,
menghitung garis keluarga melalui ayah dan ibu yang usianya tertua saja
(sulung) untuk menentukan pembagian warisan keluarga.
- Prinsip
ultimogenitur, yaitu garis keluarga dihitung melalui ayah atau ibu yang
usianya termuda saja (bungsu).
Bentuk keluarga
unilateral, hanya dihitung dari satu garis keturunan, ayah atau ibu.
- Patrilineal yaitu
garis keturunan dihitung dari garis ayah contohnya, Batak.
- Matrilineal yaitu
garis keturunan yang dihitung dari garis ibu contohnya, Minangkabau
Institusi
Pendidikan
Pendidikan
juga mendapat perhatian besar dari para sosiolog. Institusi pendidikan yang
menjadi perhatian yaitu Pendidikan formal seperti sekolah, pendidikan
non-formal seperti institusi kursus dan pendidikan informal seperti institusi keluarga.
Para ahli sosiologi banyak mengkaji masalah pendidikan membagi pokok bhasan mereka menjadi tiga bahasan yaitu secara makro, meso dan mikro. Makro sosiologi pendidikan membahas tentang hubungan institusi pendidikan dengan institusi lain dalam masyarakat. Pada tingkat meso sosiologi pendidikan membahas tentang hubungan dalam suatu organisasi pendidikan. Dan pada tingkat mikro sosiologi pendidikan mempelajari tentang interaksi yang berlangsung dalam institusi pendidikan.
Dalam hal makro, para sosiolog biasanya mempelajari kesalingterkaitan antara pendidikan dengan institusi lain seperti hubungan antara pendidikan dan politik; sampai sejauh mana sekolah dalam menjalankan perannya dalam proses sosialisasi politik. Contoh lain adalah kaitan dengan ekonomi, misalnya bagaimana sekolah berperan dalam mempersiapkan tenaga kerja siap pakai untuk sector formal dan lain-lain.
Dalam hal meso dan mikro sosiologi pendidikan antara lain mempelajari sekolah sebagai sistem social. Pada jenjang mesososiologi, seorang ahli biasanya mengkaji sekolah sebagai suatu organisasi. Dan pada jenjang mikro, biasanya seorang ahli mengkaji hubungan dan interaksi antara siswa misalnya pengelompokan diantara mereka atau system status yang terbentuk dan lain-lain.
Para ahli sosiologi banyak mengkaji masalah pendidikan membagi pokok bhasan mereka menjadi tiga bahasan yaitu secara makro, meso dan mikro. Makro sosiologi pendidikan membahas tentang hubungan institusi pendidikan dengan institusi lain dalam masyarakat. Pada tingkat meso sosiologi pendidikan membahas tentang hubungan dalam suatu organisasi pendidikan. Dan pada tingkat mikro sosiologi pendidikan mempelajari tentang interaksi yang berlangsung dalam institusi pendidikan.
Dalam hal makro, para sosiolog biasanya mempelajari kesalingterkaitan antara pendidikan dengan institusi lain seperti hubungan antara pendidikan dan politik; sampai sejauh mana sekolah dalam menjalankan perannya dalam proses sosialisasi politik. Contoh lain adalah kaitan dengan ekonomi, misalnya bagaimana sekolah berperan dalam mempersiapkan tenaga kerja siap pakai untuk sector formal dan lain-lain.
Dalam hal meso dan mikro sosiologi pendidikan antara lain mempelajari sekolah sebagai sistem social. Pada jenjang mesososiologi, seorang ahli biasanya mengkaji sekolah sebagai suatu organisasi. Dan pada jenjang mikro, biasanya seorang ahli mengkaji hubungan dan interaksi antara siswa misalnya pengelompokan diantara mereka atau system status yang terbentuk dan lain-lain.
Institusi
politik
Institusi
politik berupa perangkat aturan atau status yang menghususkan diri pada
pelaksanaan kekuasaan dan wewenang. Institusi politik mengkaji hal-hal
1) Bentuk Negara, secara umum dikenal bentuk negara;
1) Bentuk Negara, secara umum dikenal bentuk negara;
- Negara kesatuan
yaitu dengan satu kesatuan pemerintahan, parlemen, institusi peradilan dan
konstitusi.
- Negara federasi /
serikat yaitu adanya negara bagian yaitu negara yang memiliki
undang-undang dan peradilan sendiri.
2)
Bentuk Pemerintahan. Bentuk pemerintahan yang berkembang di dunia yaitu:
- Republik yaitu
dipimpin oleh presiden yang memegang kekuasan eksekutif dan parlemen
dengan kekuasan legislatif.
- Monarki yaitu
dipimpin oleh raja/ ratu yang didapatkan berdasarkan keturunan dan
diperoleh seumur hidup.
- Kekaisaran
dipimpin seorang kaisar yang diperoleh secara turun temurun.
3)
Bentuk kekuasaan, Menurut Weber birokrasi kekuasaan ada ddalam tiga bentuk ;
- Kewibawaan
lahiriah (kharismatik) misalnya tokoh agama.
- Tradisi atau
keturunan, misalnya raja.
- Secara formal
(legal-rasional) berdasarkan hukum misalnya presiden.
Institusi
Ekonomi
Dalam
pembahasan mengenai sosiologi ekonomi, Durkheim, Weber, Marx dan lainnya sudah
banyak membahas tentang perubahan masyarakat dari masyarakat tradisional ke
masyarakat industri. Dalam masyarakat industry, proses ekonomi menjadi sangat
penting. Belakangan, ahli sosiologi menilai bahwa pokok kajian sosiologi
terhadap institusi ekonomi adalah institusi yang terlibat dalam produksi dan
distribusi barang dan jasa dalam masyarakat.
Menurut Kornblum (dalam Sunarto, 2000) penelitian terhadap institusi ekonomi difokuskan pada pokok bahasan berikut, yaitu:
Menurut Kornblum (dalam Sunarto, 2000) penelitian terhadap institusi ekonomi difokuskan pada pokok bahasan berikut, yaitu:
- Pasar dan
pembagian kerja
- Interaksi antara
pemerintah dengan institusi ekonomi
- Perubahan pada
pekerjaan
1)
Pola-pola politik ekonomi
- Sistem feodalisme
yaitu seperangkat lembaga politik dan ekonomi yang menempatkan pemilik
tanah (raja) dan prajurit yang menjaga keamanan sebagai pelindung warga,
harta benda dan hak penguna tanah.
- Sistem
merkatilisme yaitu sistem yang menempatkan negara bertanggungjawab mengendalikan
dan mengarahkan seluruh kegiatan ekonomi termasuk mengatur individu untuk
profesi-profesi tertentu.
- Sistem kapitalisme
yaitu pemilik modal bebas mengembangkan usahanya dan mendapatkan
keuntungan sebesar-besarnya.
- Sistem komunisme
yaitu partai tunggal atau diktator sebagai wakil rakyat yang memerintah
atas nama rakyat.e) Sistem sosialisme yaitu bertujuan merombak masyarakat
pada persamaan hak dan pembatasan hak milik pribadi untuk kesejahteraan
masyarakat.
Institusi
Agama
Durkherm
(1966) menyatakan bahwa agama merupakan suatu sistem terpadu yang terdiri atas
kepercayaan dan praktek yang berhubungan dengan hal yang suci. Agama merupakan
sarana manusia untuk berhubungan dengan sang pencipta.
Fungsi Agama
a)
Fungsi Manifes
- Sumber pedoman
hidup manusia.
- Mengatur hubungan
(tata cara) manusia secara vertikal dan horizontal.
- Nilai-nilai hidup
manusia (ukuran).
- Pedoman rasa
kebersamaan.
- Pedoman keyakinan
(confidence).
- Pedoman keberadaan
(existence).
- Pengungkapan
estetika (keindahan).
- Pedoman rekreasi
dan hiburan.
- Memberi identitas.
b)
Fungsi laten
- Saranauntuk kupul
kebo, zina dan perjudian.
- Dijadikan landasan
aktivitas SARA atau peperangan.
- Kedok untuk
meminta bantuan di luar kepentingan agama.
Unsur-unsur
institusi agama
Menurut Light, Killer dan Callhoun (1989).
Kepercayaan
Menurut Light, Killer dan Callhoun (1989).
Kepercayaan
- Praktek keagamaan
- Simbol keagamaan
- Umat
- Pengalaman
keagamaan.
Daftar
Pustaka
- Soekanto,
Soerjono. 2012. Sosiologi: Suatu Pengantar: Jakarta: Rajawali Pers
- Sunarto, Kamanto,
2000, Pengantar Sosiologi, Jakarta, Lembaga Penerbit, Fakultas Ekonomi
Universitas Indonesia
- http://blogpsikologi.blogspot.com/2016/12/Pengertian.Institusi.Sosial.dan.Tipe.Institusi.Sosial.Menurut.Para.Ahli.html

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home