CONTOH LAPORAN PPL
BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Program Pengalaman Lapangan (PPL)
merupakan salah satu kegiatan latihan kependidikan yang bersifat intrakulikuler
yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP UNTAN. Program Pengalaman Lapangan (PPL)
mencakup tugas-tugas kependidikan baik berupa praktek mengajar atau kegiatan kependidikan
lainnya dalam rangka memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang
profesional.
Dalam rangka kegiatan PPL mahasiswa
diterjunkan ke lapangan atau ke sekolah mitra dalam jangka waktu tertentu untuk
dapat mengenal, mengamati dan mempraktikan semua kompetensi yang diperlukan
bagi guru dan atau tenaga kependidikan.
Pengalaman yang diperoleh tersebut
diharapkan dapat dipakai sebagai bekal untuk membentuk calon guru dan tenaga
kependidikan yang sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga
profesional kependidikan.
Ditinjau dari sudut kurikulum, Program
Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan proses belajar mengajar yang dipersyaratkan
dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk menyiapkan mahasiswa
calon guru agar memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara
utuh.
Kegiatan PPL ini dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu: PPL
I dan PPL II. Pada tahap pertama (PPL I) mahasiswa dibina untuk mempersiapkan
diri selama satu semester penuh untuk terjun ke lapangan. Pembinaan ini
dilakukan di lingkungan kampus dan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah
dibagi menurut kelompoknya masing-masing.
Setelah lulus dari tahapan pertama (PPL I) mahasiswa
langsung diterjunkan ke sekolah-sekolah agar mendapat pengalaman langsung (PPL
II). PPL II ini merupakan inti dari kegiatan PPL, karena mahasiswa benar-benar
dididik untuk menjadi pendidik. Pada PPL II mahasiswa dibimbing oleh seorang
guru pembimbing atau guru pamong yang secara khusus ditunjuk untuk membina
mahasiswa dengan didampingi dosen pembimbing.
Program Pengalaman Lapangan (PPL II) merupakan latihan
bagi mahasiswa calon guru untuk mengintegrasikan berbagai kemampuan keguruan
secara utuh dan mendapatkan pengalaman tugas kependidikan lainnya dalam situasi
nyata di sekolah tempat praktek. Pada kegiatan PPL II melibatkan banyak
unsur-unsur terkait. Karena itu, agar pelaksanaan PPL II berlangsung sesuai
dengan tujuan yang akan dicapai, perlu persiapan yang matang, baik menyangkut
mahasiswa, dosen pembimbing, sekolah tempat praktek, guru pembimbing dan
komponen-komponen lain yang terkait dengan pelaksanaan PPL II.
Adapun sasaran sekolah dari kegiatan PPL mahasiswa
FKIP UNTAN yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Kimia, Program Studi Pendidikan
Biologi, Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Pendidikan Bimbingan
Konseling (BK), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi
Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Ekonomi/Akuntansi, Program
Studi Pendidikan Sosiologi, dan Program Studi Pendidikan Penjaskes di SMA
Kristen Abdi Wacana Pontianak.
B. TUJUAN
Tujuan yang hendak dicapai dengan pelaksanaan PPL
adalah agar mahasiswa mendapat pengalaman faktual tentang pelaksanaan proses
pembelajaran atau kegiatan kependidikan lainnya, sehingga dapat menggunakan
pengalaman ini sebagai bekal untuk membentuk tenaga kependidikan yang
profesional yang memiliki nilai, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang
diperlukan dalam profesi keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam profesi.
Secara khusus program PPL bertujuan agar mahasiswa:
1. Memahami
administrasi dan pengelolaan sekolah.
2. Mengajar
secara terbimbing dan mandiri.
3. Memberi
layanan dan bimbingan kepada siswa.
4. Melaksanakan
tugas-tugas kependidikan lainnya.
C.
PROGRAM
KEGIATAN PPL
Adapun acuan pelaksanaan PPL yang dibuat oleh UPT PPL
FKIP UNTAN adalah sebagai berikut:
1. Persiapan
a. Pelatihan
Pembekalan PPL
b. Rapat
Koordinasi
2. Pelaksanaan
a. Menyerahkan
mahasiswa kesekolah mitra
b. Orientasi
dan observasi
1) Oservasi
lingkungan sekolah
2) Observasi
di dalam kelas
c. Pelaksanaan
Pelatihan Mengajar
1) Menyusun
program satuan pengajaran yang dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru
pamong dan dosen pembimbing sebelum pelaksanaan mengajar
2) Menyusun
rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) yang dikonsultasikan terlebih dahulu
kepada guru pamong dan doesn pembimbing sebelum pelaksanaan mengajar.
d. Latihan
terbimbing dan kegiatan non mengajar
e. Latihan
mengajar mandiri
f.
Penyusunan laporan
g. Penyerahan
laporan
h. Ujian
PPL
3. Kegiatan
Akhir
a. Penyerahan
nilai
b. Pelepasan/penarikan
mahasiswa dari sekolah mitra.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN PPL
- Observasi Lingkungan
Sekolah
1.
Tinjauan
Historis Berdirinya SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Sebagian
besar orang terutama bagi sebuah keluarga yang mengerti arti sebuah pendidikan,
mengenyam bangku SMA adalah sesuatu hal yang mutlak. Pendidikan itu sendiri
dapat diperoleh dari ruang lingkup yang kecil seperti lingkungan keluarga yang
selanjutnya dapat dilanjutkan pada jenjang berikutnya seperti sekolah atau pada
pusat bimbingan belajar. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya arti
pendidikan, banyak keluarga yang mengharuskan anak-anak mereka untuk sampai
pada jenjang SMA.
Sekolah yang mempercayakan penulis
melaksanakan kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan) adalah SMA Kristen Abdi
Wacana Pontianak, yang terletak di jalan
Jenderal Ahmad Yani No. 52 F. Sekolah ini berdiri pada tahun 1981 atau tepatnya
bulan Juli 1981. Sekolah ini dulu bernama SMA GKE namun pada tanggal 18 Agustus
1983 berubah menjadi SMA Kristen Abdi Wacana sampai sekarang ini. Perubahan ini terjadi karena adanya
kerjasama Yayasan dengan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah.
Pendirian sekolah ini merupakan satu di antara bentuk pelayanan, kesaksian, dan bentuk tanggung jawab gereja
ditengah-tengah masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama untuk
membantu saudara-saudara dari daerah Kalimantan Barat agar bisa bersekolah di
Pontianak. Dengan jumlah guru yang saat ini berjumlah 25 orang, tidak
mengurungkan niat dan tekad mengajar untuk membina siswa-siswa mereka untuk
tetap tekun disetiap bidang.
Berikut
Kepala-kepala
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak sejak tahun 1981 antara lain:
1. Drs. Bambang TK Garang :
1981/1982 s.d. 1986/1987
2. Drs. Yohanes Ilai :
1987/1988 s.d. 1992/1993
3. Frans Rachmad, BA :
1993/1994 s.d. 1998/1999
4. Drs. Alkany Amin :
1999/2000 s.d. 2003/2004
5. Ijun, S.Pd :
2004/2005 s.d 2005/2006
6. Drs. Alkany Amin :
2005/2006 s.d. 2006/2007
7. Drs. Cosmas Sadiman :
2006/2007 s.d. 30 September 2012
8. Anita Ida Karolina, S.Pd. : 1 Oktober 2012 s.d sekarang
2.
Visi
dan Misi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Adapun visi dan misi SMA Kristen Abdi
Wacana Pontianak yaitu:
a.
VISI
Mewujudkan sumber daya manusia yang didasari oleh
Firman Tuhan dengan semangat cinta kasih, bersekutu, bersaksi, dan melayani.
b. MISI
1. Melaksanakan
proses belajar mengajar dalam semangat cinta kasih
2. Menjadikan
sekolah sebagai pusat kesaksian, persekutuan, dan pelayanan.
3. Menjadikan
warga sekolah yang kreatif, inovatif,
dan berkembang.
4. Memotivasi
siswa untuk berkembang menempa diri sesuai talenta yang dimiliki.
5. Mampu
bersaing secara kompetitif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
6. Menjadikan
sekolah sebagai saluran berkat.
7. Menjadikan
sekolah sebagai garam dan terang
3.
Lambang
Sekolah SMAK Abdi Wacana Pontianak
ARTI DAN KETERANGAN LAMBANG
SMP-SMA
KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK
![]() |
4. Waktu
Belajar
a. Untuk hari
senin-kamis :
Masuk : 07.00 WIB
Istirahat :
09.15 – 09.30 WIB (pertama)
11.45 – 12.00 WIB
(kedua)
Pulang : 13.30
WIB
b.
Untuk
hari jumat :
Masuk :
07.00 WIB
Istirahat :
09.15 – 09.30 WIB
Pulang :
11.00 WIB
c.
Untuk
hari hari sabtu :
Masuk : 07.00 WIB
Istirahat : 10.00 - 10.15 WIB (pertama)
11.45 – 12.00 WIB (kedua)
Pulang : 13.30 WIB
5.
Guru
dan Tenaga Administrasi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Jumlah
guru di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak pada saat ini
berjumlah 25 orang termasuk dengan kepala sekolah, dua (2) orang tenaga
administrasi, satu (1) orang
tata usaha, dan satu (1) orang bagian keamanan. Jadi, jumlah keseluruhannya adalah 28 orang.
Table 2.1 Daftar
Nama Guru / Tenaga Administrasi dan
Karyawan Beserta Mata Pelajaran yang
Diajar/Jabatan SMA
|
No
|
Nama
|
Mengajar Mata
Pelajaran / Jabatan
|
|
1
|
ANITA
IDA KAROLINA, S.Pd
|
Sosiologi /
Kepala Sekolah
|
|
2
|
SUNARTON,
S.Th
|
Agama Kristen/ Seni
budaya / Waka Kesiswaan
|
|
3
|
Dra.
KRISTA YAYANG, M.Pd
|
Bahasa Indonesia / Waka
Kurikulum
|
|
4
|
Drs.
ALKANY AMIN
|
Pendidikan Kewarganegaraan (Pkn)
|
|
5
|
IRENIUS
KADEM, SH
|
Geografi
|
|
6
|
LIDYA,
SE
|
Ekonomi
|
|
7
|
JUANDA
SARAGIH, S.Pd
|
Matematika
|
|
8
|
YOSEP
PV. FIRDAUS
|
Budi Daya Pertanian
|
|
9
|
RUMIRIS
HUTABALIAN, SP
|
Kimia
|
|
10
|
ROMINASIH,
S.Pd
|
Sosiologi / PKn
|
|
11
|
Drs.
CLEMEN ANEN
|
Bahasa Indonesia
|
|
12
|
F.
JAYA WARDHANA, M.Pd.K
|
Agama Kristen
|
|
13
|
SINDAR
KURNIADI PURBA
|
Teknologi Informasi
dan Komunikasi
|
|
14
|
IJUN,
S.Pd
|
Sejarah
|
|
15
|
ELWIN
SAMOSIR, SE
|
Bahasa Inggris
|
|
16
|
MARIA
REPOLINA, SE
|
Bahasa Inggris
|
|
17
|
LILIK
HARYATI S, A.Md
|
Bahasa Jepang
|
|
18
|
JULIANA,
S.Pd
|
Biologi
|
|
19
|
LUSIA
SAMARAI, S.Pd
|
Sejarah
|
|
20
|
ANUGROHO
ADI WIBOWO, S.Pd
|
Matematika
|
|
21
|
RAMONA
DARI TALINO
|
Pendidikan Jasmani
dan Kesehatan
|
|
22
|
ESTER
RINDU LANDE
|
Bahasa Indonesia
|
|
23
|
HENNY
YULIANA PANJAITAN, S.Pd
|
Teknologi Informasi
dan Komunikasi
|
|
24
|
Drs.
FIRMUS TIAS
|
Geografi
|
|
25
|
TRI BINTANG PAMUNGKAS
|
Fisika
|
|
26
|
AYA
YULIANA ELMA, S.Pd
|
BP/BK
|
|
27
|
AJI MULYONO
|
Penjaskes
|
|
28
|
ANDERSON
|
TU
|
|
29
|
SUPARIYONO
|
Keamanan
|
6.
Keadaan
Fisik Sekolah
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
merupakan satu di antara
sekolah yang lokasinya terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 52 F. Apabila
dilihat dari lokasinya, sekolah ini berada pada kawasan yang strategis dan
walaupun di tepi jalan namun untuk melaksanakan proses pembelajaran masih dapat
dilaksanakan secara kondusif. Jika dilihat dari letak bangunannya, SMA Kristen
Abdi Wacana Pontianak cukup baik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar
karena berada di pusat kota.
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
memiliki ruangan-ruangan siap pakai dan dalam kondisi yang baik untuk
melaksanakan kegiatan sesuai fungsinya. Berikut adalah rincian ruangan-ruangan
yang terdapat di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dan fasilitas prasarana lainnya.
a.
Jenis
Ruang
1) Ruang
Kelas
2) Ruang
Kepala Sekolah SMAK Abdi Wacana
3) Ruang
Waka Kurikulum
4) Ruang
Waka Kesiswaan
5) Ruang
Osis
6) Ruang
Pramuka
7) Ruang
UKS
8) Ruang
Guru
9) Ruang
Komputer
10) Ruang
Yayasan Pendidikan Kristen (YPK)
11) Ruang
BK
12) Ruang
Perpustakaan
13) Ruang
Laboratorium IPA
14) Ruang
Seni
15) Ruang
TU
b.
Fasilitas
Olahraga
1) Lapangan
Basket
2) Lapangan
voli
3) Tenis
Meja
c.
Fasilitas
Lain
1) Kantin
Sekolah
2) Tempat
parkir para guru/karyawan/staff
3) Tempat
parkir para siswa
4) Lapangan
upacara
5) Gereja
GKE “Pintu Elok” Pontianak
B.
Observasi
Kelas dan
Diskusi Hasil Observasi
Satu di antara cara untuk mengenali
karakteristik kelas ialah dengan cara melakukan kegiatan pengamatan atau
observasi terhadap kelas itu sendiri. Adapun hasil observasi yang penulis
temukan selama melakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah
sebagai berikut.
1. Keadaan
Fisik Kelas
Keadaan
fisik ruangan-ruangan kelas di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak sudah cukup mendukung terlaksananya
proses pembelajaran yang efektif. Di setiap ruangan kelas telah tersedia papan
tulis dan spidol serta alat-alat kebersihan lainnya dengan keadaan masih cukup
bermanfaat.
Selain
itu, adanya kesadaran dari siswa dan segenap warga SMA
Kristen Abdi Wacana Pontianak akan kebersihan membuat situasi
kelas selalu terlihat bersih dari sampah. Di depan setiap ruangan kelas juga tersedia tong sampah. Situasi kelas yang bersih sangatlah
penting untuk menjaga kekondusifan suasana belajar siswa.
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
memiliki 9 kelas, semua
kelas berada pada satu gedung yang sama yang terdiri dari dua lantai, dengan rincian sebagai berikut :
1) Kelas
X
Kelas
X berjumlah tiga kelas, terdiri dari kelas X A, X B dan X
C. Kelas X berada di lantai dua sekolah.
2)
Kelas XI
Kelas XI berjumlah tiga kelas,
terdiri dari kelas XI IPA, XI IPS 1 dan XI IPS 2. Kelas XI IPS 2 berada
dilantai dua sekolah, sedangkan kelas XI IPA dan XI IPS 1 berada dilantai
pertama sekolah.
3)
Kelas XII
Kelas
XII berjumlah tiga kelas, terdiri dari kelas XII IPA, XII IPS 1 dan XII IPS 2. Semua kelas
XII berada dilantai pertama sekolah.
Berikut
adalah data jumlah siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak berdasarkan kelas dan wali kelasnya :
Table 2.2 Data Jumlah Siswa
Beserta Wali Kelas
|
NO
|
Kelas
|
Jenis
Kelamin
|
Jumlah
|
Wali Kelas
|
|
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
||||
|
1
|
XA
|
16
|
20
|
36
|
Juanda Saragih, S.Pd
|
|
2
|
XB
|
14
|
15
|
29
|
Lilik Haryati S., A.Md
|
|
3
|
XC
|
11
|
17
|
28
|
Nugroho Adi Wibowo, S.Pd
|
|
4
|
XI IPA
|
16
|
5
|
21
|
Yosep PV. Firdaus
|
|
5
|
XI IPS 1
|
15
|
12
|
27
|
Drs.
Alkani Amin
|
|
6
|
XI IPS 2
|
17
|
12
|
29
|
Elwin Samosir, SE
|
|
7
|
XII IPA
|
21
|
8
|
29
|
Rumiris Hutabalian, SP
|
|
8
|
XII IPS 1
|
10
|
11
|
21
|
Maria Repolina, A.Md, S.E
|
|
9
|
XII IPS 2
|
10
|
13
|
23
|
Lidya, S.E
|
Berdasarkan hasil diskusi observasi kelas,
mahasiswa praktikan dapat latihan mengajar di 3
kelas, yaitu kelas X
A, X B dan X C. Berdasarkan hasil observasi maka dapat
disajikan hal-hal berikut ini :
Tabel
2.3
Keadaan Siswa Kelas X A
|
No
|
Nama siswa
|
Jenis kelamin
|
|
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
||
|
1
|
Agustini
|
√
|
|
|
2
|
Alexander
Dimas Mario
|
√
|
|
|
3
|
Andika
Raja Guguk
|
|
√
|
|
4
|
Angela
Florina
|
√
|
|
|
5
|
Aprianto
Niki
|
|
√
|
|
6
|
Ayu
Lestari
|
√
|
|
|
7
|
Beni
Purda
|
|
√
|
|
8
|
Charles
Wesley
|
|
√
|
|
9
|
Diana
|
√
|
|
|
10
|
Dilti
|
√
|
|
|
11
|
Eka
Theresia
|
√
|
|
|
12
|
Ezra
Nugraha
|
|
√
|
|
13
|
Filimon
Alexander
|
|
√
|
|
14
|
Heri
Aprianto
|
|
√
|
|
15
|
Hermanto
|
|
√
|
|
16
|
Indra
Kurniawan
|
|
√
|
|
17
|
Juliantara
|
|
√
|
|
18
|
Julianus
Jimi
|
|
√
|
|
19
|
Karlina
|
√
|
|
|
20
|
Lusianan
Wanti
|
√
|
|
|
21
|
Mansio
Delvera Dika
|
|
√
|
|
22
|
Maria
Magdalena Merlin Devian
|
√
|
|
|
23
|
Melvina Roma Tiurmaida
|
√
|
|
|
24
|
Monika
Selvia
|
√
|
|
|
25
|
Muel
Hotmartua Nainggolan
|
|
√
|
|
26
|
Nessya
Frakussa
|
√
|
|
|
27
|
Nicolaos
Crisfigo Putra
|
|
√
|
|
28
|
Octa
Febriartinus
|
|
√
|
|
29
|
Pebrianus
Frans Vabayo
|
|
√
|
|
30
|
Pusaka
Gana
|
|
√
|
|
31
|
Selin
Marselina
|
√
|
|
|
32
|
Selvius
Allen
|
|
√
|
|
33
|
Stevanus
Ivan Padila Putera
|
|
√
|
|
34
|
Venny
Pratisiya
|
√
|
|
|
35
|
Wasti
Hastuti
|
√
|
|
|
36
|
Yakop
|
|
√
|
|
37
|
Yuvita
Paura
|
√
|
|
Tabel
2.4 Keadaan Siswa Kelas X B
|
No
|
Nama siswa
|
Jenis kelamin
|
|
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
||
|
1
|
ALFAJAR DESTEN
|
|
√
|
|
2
|
ANTONIO NORYEGA
|
|
√
|
|
3
|
ARIEL ARDI TIPAU
|
|
√
|
|
4
|
BANTA YULANDA
|
√
|
|
|
5
|
BERNADETA YOLANDA
|
√
|
|
|
6
|
CETRIN ERNIKA
|
√
|
|
|
7
|
ELISABET NOVIANA ROSNI
|
√
|
|
|
8
|
FEDDYATRIK
|
√
|
|
|
9
|
HENDRA WIJAYA
|
|
√
|
|
10
|
HERKULANUS EGIE JANUWERI
|
|
√
|
|
11
|
ILARIA ANGGELINA
|
√
|
|
|
12
|
JINAL SISWANTO
|
|
√
|
|
13
|
MARCO GABRIEL
|
|
√
|
|
14
|
MARGARETHA LORENZA RANGUNGAN
|
√
|
|
|
15
|
MARSELUS MAMAN
|
|
√
|
|
16
|
MESSYANA
|
√
|
|
|
17
|
NIA ANJELLLINA
|
√
|
|
|
18
|
OKTAVIANUS OKTAVIO PAVIA RANTAU
|
|
√
|
|
19
|
PERGAMUS SUGARTA
|
|
√
|
|
20
|
PUTRI
|
√
|
|
|
21
|
RIO JONA PARDAMEAN MANALU
|
|
√
|
|
22
|
RITAWATI
|
√
|
|
|
23
|
SERIANA DEBORA
|
√
|
|
|
24
|
SHARON GRACIA
|
√
|
|
|
25
|
TEDY PRAMBUDI
|
|
√
|
|
26
|
THOMAS KUBU
|
|
√
|
|
27
|
VERCELI NATALIA
|
√
|
|
|
28
|
WIDIARTI
|
√
|
|
|
29
|
YOGA
|
|
√
|
Tabel
2.5 Keadaan Siswa Kelas X C
|
No
|
Nama siswa
|
Jenis kelamin
|
|
|
Perempuan
|
Laki-laki
|
||
|
1
|
ALPIUS HENDRO
|
|
√
|
|
2
|
ANDRE PANGESTU LANAK
|
|
√
|
|
3
|
ANDRE WILLIAM
|
|
√
|
|
4
|
APRIANI FITRI KARTINI
|
√
|
|
|
5
|
AEWIGO
|
|
√
|
|
6
|
AGA RAMDANI GELUNG SAKTI
|
|
√
|
|
7
|
CHANDRA SUSENO PUTRA DOAN
|
|
√
|
|
8
|
DOLI
|
√
|
|
|
9
|
EVI CAROLINE DA'A
|
√
|
|
|
10
|
FIKKY RIYAN
|
|
√
|
|
11
|
HENDRI WIYONO
|
|
√
|
|
12
|
JUANDIKA DOLOK SARIBU
|
|
√
|
|
13
|
LISWANTI
|
√
|
|
|
14
|
LOVELITA KURNIA PANJAITAN
|
√
|
|
|
15
|
MANSIDI
|
|
√
|
|
16
|
MARIA EKA RESTI
|
√
|
|
|
17
|
MARTINI HELEN JUPRIYATI
|
√
|
|
|
18
|
NEHEMIA DAVID ASENG
|
|
√
|
|
19
|
NETALIA TOU BALI
|
√
|
|
|
20
|
NIA PERMATA SARI
|
√
|
|
|
21
|
NOPIANTO
|
|
√
|
|
22
|
PATRISIUS HAELIM GESIUS ODA
|
|
√
|
|
23
|
PUDJI WIVINA YUNIAR
|
√
|
|
|
24
|
RACHEL AGRANY
|
√
|
|
|
25
|
RONALDINATA
|
√
|
|
|
26
|
SETINAWATI
|
√
|
|
|
27
|
VINSENSIUS BAGUS INDRA KUSUMAJAYA
|
|
√
|
|
28
|
WANDA PRAGIS SUTOMO
|
|
√
|
|
29
|
WINA WIRANIDA
|
√
|
|
|
30
|
YULIUS SIRUS IRFAN
|
|
√
|
2.
Perilaku atau Keadaan Siswa
Karakter manusia tentu berbeda-beda,
hal ini pula yang ada pada siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Karakter
siswa dibangun dengan slogan yang terdapat dalam visi dan misi sekolah. Tata
tertib dibuat untuk di patuhi dan mengajarkan siswa bagaimana berperilaku yang
baik. Adapun siswa yang melakukan pelanggaran dan penyimpangan akan ditangani
langsung oleh guru bimbingan konseling maupun kepala sekolah langsung.
Keaktifan siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dalam proses belajar juga
patut di apresiasi, karena suasana belajar yang baik adalah ketika penjelasan
disertai dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemampuan ini disertai
dengan kegiatan ekstrakurikuler yang juga akan membentuk karakter berjiwa
berani pada diri siswa tersebut.
C.
Pelaksanaan
Latihan Mengajar
Pada
dasarnya Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan wadah pelatihan didalam
pembinaan untuk membimbing dan mengarahkan mahasiswa sebagai calon guru agar
menjadi pendidik yang profesional. Selain itu, program ini dilakukan untuk
mengukur kemampuan mahasiswa yang bersangkutan dalam menerapkan ilmu yang telah
mereka terima serta teori-teori yang telah diberikan oleh dosen-dosen.
Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Kristen Abdi Wacana
Pontianak ini dapat dibagi dalam beberapa aspek, yaitu:
1.
Penyusunan
Rencana Pembelajaran
Sebelum melaksanakan praktek mengajar
terlebih dahulu membuat perencanaan, yaitu menyusun rencana pelaksanaan
pembelajaran. Pada tahap ini, mahasiswa praktikan dan para pembimbing
berdiskusi tentang rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan
pembelajaran (RPP) disusun sesuai dengan standar isi KTSP. Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen
pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan
dan dijabarkan dalam silabus. Tujuan dengan menyusun Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) adalah agar guru yang melakukan proses hasil belajar
mengajar serta memiliki acuan, sehingga dalam menyampaikan materi pembelajaran
akan terstruktur dan terorganisasi dengan baik dan benar. Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) ini disusun sebelum mengajar pada materi yang akan penulis
sampaikan. Dalam mengembangkan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KTSP ini, guru diberi kebebasan untuk menerapkan metode dan model pembelajaran yang cocok
sesuai dengan materi dan silabus yang digunakan. Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP) yang dibuat berfungsi sebagai berikut.
a.
Mendorong guru agar lebih siap dalam
melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan.
b.
Mengefektifkan proses pembelajaran
sesuai dengan yang direncanakan.
2.
Latihan
Mengajar Terbimbing
Latihan mengajar terbimbing yaitu
latihan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengintregasikan berbagai kemampuna keguruan secara utuh dalam
situasi nyata di sekolah. Proses mangajar ini dibimbing serta didampingi oleh
guru pamong baik secara langsung atau pun tidak langsung. Hal ini dimaksudkan
agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan tidak
menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan apabila mahasiswa
praktikan melakukan kesalahan dalam proses belajar mengajar, maka guru pamong
dapat memperbaiki kekurangan yang dimiliki oleh mahasiswa praktikan.
Dalam latihan mengajar terbimbing ini
mahasiswa praktikan harus mengintegrasikan penguasaan bahan ajar, aspek-aspek
metodologi pembelajaran, dan kemampuan keguruan lainnya secara utuh dalam
situasi nyata di kelas atau sekolah di bawah bimbingan dosen pembimbing ataupun
guru pamong.
3.
Latihan
Mengajar Mandiri
Latihan mengajar mandiri merupakan
latihan praktik mengajar oleh mahasiswa praktikan tanpa pengawasan atau
bimbingan oleh guru pamong, karena mahasiswa praktikan dianggap sudah bisa
menguasai kelas sebagai pengganti guru pamong sebagaimana layaknya seorang guru
kelas atau guru bidang studi yang mengajar di kelas sebagai tempat praktik.
Fokus perhatian pada latihan mengajar mandiri ini ditujukan kepada pengembangan
kemampuan profesionalitas guru yaitu kemampuan membuat persiapan mengajar,
pengelolaan proses belajar mengajar, penampilan diri sendiri, dan dampaknya
bagi siswa. Dalam latihan mengajar ini menggunakan berbagai metode, strategi,
pendekatan, dan model yang disesuaikan dengan materi pelajaran yang diajarkan.
4.
Ujian
Praktek Mengajar
Ujian
praktik mengajar dilakukan mahasiswa praktikan yang telah melaksanakan
latihan mengajar terbimbing dan latihan mengajar mandiri serta telah memenuhi
persyaratan tampil yang dinilai guru pamong. Untuk pelaksanaanya waktu ujiannya
berdasarkan pada jadwal dari UPT PPL yang dijadikan acuan oleh mahasiswa praktikan
dan guru pamong serta hasil kesepakatan antara guru pamong, dosen pembimbing,
dan mahasiswa yang melakukan ujian. Sedangkan materi yang disampaikan pada saat
ujian yaitu lanjutan dari materi yang telah disampaikan.
Dosen
pembimbing disini bertugas untuk mengoreksi serta menyetujui RPP yang telah
dirancang mahasiswa praktikan yang akan melaksanakan ujian praktek mengajar.
Pada proses penilaian ujian praktek mengajar, dosen pembimbing tidak ikutserta
dalam penilaian ujian, namun dosen pembimbing tetap bertanggung jawab pada
proses persiapan mahasiswa praktikan menjelang ujian, terutama pada penyusunan
RPP. Setelah RPP disetujui oleh dosen pembimbing mahasiswa yang bersangkutan,
maka mahasiswa tersebut dinyatakan layak untuk melakukan ujian praktek mengajar
yang akan dinilai secara langsung oleh guru pamong. Penilaian yang dilakukan
oleh guru pamong mengacu pada Lembar Penilaian Ujian PPL-2 (N-2).
Berdasarkan hal tersebut maka
mahasiswa praktikan dituntut dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
a. Bisa
membuat dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan benar.
b. Mampu
merumuskan tujuan pembelajaran secara operasional dan membuat beberapa domain
yang telah ditentukan.
c. Menguasai
materi yang akan diajarkan kepada siswa.
d. Memilih
dan menggunakan metode secara tepat.
e. Memilih
serta menggunakan alat peraga yang tepat.
f.
Mampu menguasai kelas.
D.
Pelaksanaan
Praktek Persekolahan
1.
Administrasi Sekolah
Data pendidikan yang terdapat di
sekolah sangat banyak jenisnya. Sebagian besar bersifat tetap tetapi sebagian dapat
berubah menurut waktu dan tempat. Untuk mendapatkan gambaran dari waktu ke
waktu data harus dicatat dan dikelompokkan dalam sistem pencatatan yang baik
dan konsisten. Sistem pencatatan data menurut kelompok atau dimensi dalam
administrasi yang teratur meliputi :
a.
Perlengkapan Sekolah
1)
Barang Inventaris
Yang termasuk dalam barang inventaris antara lain:
a)
Buku
b) Komputer
c) Kursi
dan Meja
d) Telepon
e) LCD
proyektor
2) Barang
Non Inventaris
Yang termasuk barang non inventaris antara lain:
a) Spidol
dan lain-lain.
b. Kepegawaian
Adapun daftar pegawai SMAK Abdi Wacana Pontianak
adalah:
1) Guru
tetap =
25 orang
2) Guru
tidak tetap = 2 orang
3) Pegawai
tata usaha = 1 orang
4) Pekarya = 1 orang
5) Keamanan = 1 orang
2. Administrasi
Kesiswaan
Administrasi kesiswaan ini merupakan
tugas yang diberikan kepada mahasiswa praktikan menyangkut hal-hal yang
berhubungan dengan siswa, diantaranya membuat/mengeluarkan surat ijin masuk
bagi siswa yang terlambat, surat ijin keluar/pulang bagi siswa yang ijin keluar
karena suatu alasan. Selain itu, mahasiswa praktikan juga membantu guru piket
untuk membunyikan bel masuk, pergantian jam pelajaran, dan bel pulang, serta
menggantiakan guru yang berhalangan hadir.
3. Kegiatan
Kurikuler dan Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan
yang dilakukan dalam proses belajar mengajar. Adapun program pembelajarannya
adalah semua bidang studi yang ada didalam kurikulum.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah
kegiatan diluar jam pelajaran. Kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan di
SMAK Abdi Wacana Pontianak Sebagai berikut:
a. Olahraga
1) Bola
Volly
2) Basket
3) Sepak
bola
4) Futsal
b. Pramuka
c. Paskibra
d. Keagamaan
4. Pengolahan
Unit-Unit (Perpustakaan, BP/BK, OSIS, UKS) SMAK Abdi Wacana
a) Perpustakaan
merupakan tempat siswa-siswi dalam mecari sumber-sumber belajar selain kepada
guru di sekolah. Di dalam perpustakaan tersebut tersedia buku-buku belajar yang
dibutuhkan oleh para guru yang dapat menunjang keberhasilan mereka dalam
belajar untuk menambah wawasan para siswa di sekolah tersebut. Untuk itu,
diperlukan pengelolaan yang baik oleh pihak sekolah agar perpustakaan yang ada
dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Di SMAK Abdi Wacana Pontianak, Perpustakaan
yang ada dikelola khusus oleh pegawai perpustakaan berjumlah 1 (satu) orang dan
ruangannya cukup memadai untuk menampung para siswa-siswi yang ingin membaca
buku diperpustakaan. Kurangnya minat siswa/siswi untuk membaca buku menjadi
kendala bagi pihak sekolah. Pada waktu jam pelajaran kosong mereka lebih senang
bermain dari pada keperpustakaan. Dengan pengadaan buku-buku belajar yang menarik
diharapkan dapat menambah minat para siswa-siswi untuk lebih sering
memanfaatkkan perpustakaan dari pada bermain yang dapat mengganggu siswa
lainnya yang sedang belajar.
b) Unit
Kesehatan Sekolah
Unit kesehatan siswa atau
UKS merupakan tempat pengobatan siswa-siswi yang sedang sakit sewaktu mereka
sedang berada dilingkungan sekolah. Unit Kesehatan Sekolah Abdi Wacana
Pontianak ini menyediakan obat-obat yang dapat membantu para siswa-siswi yang
bermasalah dengan kesehatan mereka pada saat sedang belajar disekolah.
c) OSIS
Organisasi siswa atau
OSIS merupakan organisasi yang dijalankan oleh siswa-siswi dan dibantu dengan
guru sebagai pembina OSIS. Organisasi ini mengkoordinir pelaksanaan kegiatan
yang ada di sekolah seperti perpisahaan, perlombaan, ibadah, dan sebagainya.
d) Bimbingan
Konseling
Bimbingan konseling (BK)
merupakan tempat siswa-siswi konsultasi dan menyelesaikan masalah yang sedang
dialami.
BAB III
REFLEKSI TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN
PPL
A.
Faktor
Pendukukng dan Faktor Penghambat
Dalam
melaksanakan kegiatan PPL, penulis mendapatkan dukungan. Adapun dukungan
tersebut adalah:
1. Kesediaan
pihak sekolah dengan memberikan kemudahan-kemudahan serta fasilitas dalam
pelaksanaan kegiatan PPL.
2. Guru
pamong maupun guru lain memberikan petunjuk-petunjuk dalam pengelolaan kelas
yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan.
3. Guru
pamong memberikan petunjuk/arahan dalam mempersiapkan rencana pelaksanaan
pembelajaran.
4. Kerjasama
yang baik antara guru piket dan mahasiswa praktikan sehingga memperlancar proses
belajar mengajar.
5. Dapat
membuat suasana belajar yang menyenangkan dan tidak bosan karena sesekali
mengajak siswa bercanda.
6. Penyusun
sering melaksanakan tanya jawab kepada siswa sehingga penciptaan keaktifan
dalam mengajar.
Dalam melaksanakan kegiatan PPL ditemukan
berbagai hambatan yang dialami mahasiswa. Adapun hambatan-hambatan tersebut
adalah:
1. Kurangnya
minat dan motivasi siswa untuk membaca materi pembelajaran.
2. Siswa
kurang aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar karena menganggap
mahasiswa praktikan hanya praktik, bukan guru sesungguhnya.
3. Kurang
mendengar atau tidak memperdulikan apa yang mahasiswa praktikan jelaskan.
B.
Analisis
Kekurangan dan Keberhasilan
Selain
menemukan hambatan, para peserta PPL juga mengalami keberhasilan yang sangat berarti
dalam kegiatan PPL. Adapun keberhasilan sebagai tersebut.
1. Pengalaman
mengajar yang diperoleh selama PPL.
2. Memahami
proses interaksi antara guru dan siswa.
3. Memahami
kesulitan-kesulitan siswa dalam menerima materi pelajaran.
4. Memahami
dalam pembuatan perangkat pembelajaran, seperti menentukan Rencana Pelaksanaan
Pembelajaran (RPP), analisis butir soal, dan media pembelajaran yang digunakan
dan yang lainnya.
5. Memahami
proses dan sistem administrasi sekolah.
6. Memahami
keadaan yang sering terjadi di sekolah baik proses belajar atau lainya.
7. Dapat
menjalin hubungan yang baik dengan guru dan siswa di sekolah.
C.
Upaya-upaya
Mengatasinya
Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan
untuk mengatasi berbagai hambatan dan kekurangan selama melaksanakan kegiatan
PPL adalah sebagai berikut.
1. Penyusun
memberikan latihan-latihan soal kepada siswa setelah pelajaran berlangsung guna
untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah
disampaikan.
2. Penyusun
membuat media pembelajaran yang menarik untuk menarik minat siswa belajar dalam
kelancaran proses belajar mengajar.
3. Menggunakan
media atau model serta alat bantu untuk mengajar supaya siswa tidak bosan.
4. Melakukan
pendekatan secara internal bagi siswa-siswa yang semangat dan motivasi
belajarnya menurun.
5. Memberikan
sanksi yang mendidik bagi siswa yang melanggar aturan dan tata tertib sekolah.
BAB IV
PENUTUP
A.
Kesimpulan
Berdasarkan
hasil observasi dan praktek pengalaman lapangan yang penulis lakukan di SMA
Kristen Abdi Wacana Pontianak dapat disimpulkan bahwa:
1. Secara
umum pengelolaan administrasi di sekolah sudah baik karena ditunjang oleh
pembagian tugas yang jelas dan dengan dilaksanakan dengan penuh kesadaran.
2. Sarana
dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran sudah baik.
B.
Saran
Ada
beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dikembangkan sekolah untuk masa yang
akan datang, antara lain:
1. Dalam
latihan mengajar terbimbing, diharapkan dosen pembimbing sedapat mungkin
mendampingi mahasiswa praktikan di dalam ruang kelas, sehingga apabila pada
waktu mahasiswa praktikan mengalami kesulitan atau kesalahan dalam praktek
latihan mengajar dapat secara langsung memberikan masukan-masukan positif,
sehingga mahasiswa praktikan menyadari kekurangan atau kesalahan yang dilakukan
saat praktek latihan proses belajar yang dilaksanakan.
2. Untuk
pihak sekolah, penulis harapkan sarana / fasilitas yang berhubungan dengan
kegiatan belajar mengajar terus diperhatikan serta tetap mempertahankan tujuan
sekolah, mutu, visi, dan misi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
3. Diharapkan
kepada guru-guru tidak sungkan memberikan masukan kepada mahasiswa praktikan
tentang mengajar.


0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home