Sunday, August 4, 2019

CONTOH LAPORAN PPL


BAB I
PENDAHULUAN

  1. LATAR BELAKANG
Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan salah satu kegiatan latihan kependidikan yang bersifat intrakulikuler yang dilaksanakan oleh mahasiswa FKIP UNTAN. Program Pengalaman Lapangan (PPL) mencakup tugas-tugas kependidikan baik berupa praktek mengajar atau kegiatan kependidikan lainnya dalam rangka memenuhi persyaratan pembentukan tenaga kependidikan yang profesional.
Dalam rangka kegiatan PPL mahasiswa diterjunkan ke lapangan atau ke sekolah mitra dalam jangka waktu tertentu untuk dapat mengenal, mengamati dan mempraktikan semua kompetensi yang diperlukan bagi guru dan atau tenaga kependidikan.
Pengalaman yang diperoleh tersebut diharapkan dapat dipakai sebagai bekal untuk membentuk calon guru dan tenaga kependidikan yang sadar akan tugas dan tanggung jawab sebagai tenaga profesional kependidikan.
Ditinjau dari sudut kurikulum, Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan proses belajar mengajar yang dipersyaratkan dalam pendidikan prajabatan guru yang dirancang untuk menyiapkan mahasiswa calon guru agar memiliki atau menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh.
Kegiatan PPL ini dibagi menjadi 2 tahapan, yaitu: PPL I dan PPL II. Pada tahap pertama (PPL I) mahasiswa dibina untuk mempersiapkan diri selama satu semester penuh untuk terjun ke lapangan. Pembinaan ini dilakukan di lingkungan kampus dan dibimbing oleh dosen pembimbing yang telah dibagi menurut kelompoknya masing-masing.
Setelah lulus dari tahapan pertama (PPL I) mahasiswa langsung diterjunkan ke sekolah-sekolah agar mendapat pengalaman langsung (PPL II). PPL II ini merupakan inti dari kegiatan PPL, karena mahasiswa benar-benar dididik untuk menjadi pendidik. Pada PPL II mahasiswa dibimbing oleh seorang guru pembimbing atau guru pamong yang secara khusus ditunjuk untuk membina mahasiswa dengan didampingi dosen pembimbing.
Program Pengalaman Lapangan (PPL II) merupakan latihan bagi mahasiswa calon guru untuk mengintegrasikan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan mendapatkan pengalaman tugas kependidikan lainnya dalam situasi nyata di sekolah tempat praktek. Pada kegiatan PPL II melibatkan banyak unsur-unsur terkait. Karena itu, agar pelaksanaan PPL II berlangsung sesuai dengan tujuan yang akan dicapai, perlu persiapan yang matang, baik menyangkut mahasiswa, dosen pembimbing, sekolah tempat praktek, guru pembimbing dan komponen-komponen lain yang terkait dengan pelaksanaan PPL II.
Adapun sasaran sekolah dari kegiatan PPL mahasiswa FKIP UNTAN yang terdiri dari Program Studi Pendidikan Kimia, Program Studi Pendidikan Biologi, Program Studi Pendidikan Fisika, Program Studi Pendidikan Bimbingan Konseling (BK), Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Program Studi Pendidikan Ekonomi/Akuntansi, Program Studi Pendidikan Sosiologi, dan Program Studi Pendidikan Penjaskes di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.


B.     TUJUAN

Tujuan yang hendak dicapai dengan pelaksanaan PPL adalah agar mahasiswa mendapat pengalaman faktual tentang pelaksanaan proses pembelajaran atau kegiatan kependidikan lainnya, sehingga dapat menggunakan pengalaman ini sebagai bekal untuk membentuk tenaga kependidikan yang profesional yang memiliki nilai, pengetahuan, keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam profesi keterampilan dan sikap yang diperlukan dalam profesi.
Secara khusus program PPL bertujuan agar mahasiswa:
1.      Memahami administrasi dan pengelolaan sekolah.
2.      Mengajar secara terbimbing dan mandiri.
3.      Memberi layanan dan bimbingan kepada siswa.
4.      Melaksanakan tugas-tugas kependidikan lainnya.

C.    PROGRAM KEGIATAN PPL

Adapun acuan pelaksanaan PPL yang dibuat oleh UPT PPL FKIP UNTAN adalah sebagai berikut:
1.      Persiapan
a.       Pelatihan Pembekalan PPL
b.      Rapat Koordinasi
2.      Pelaksanaan
a.       Menyerahkan mahasiswa kesekolah mitra
b.      Orientasi dan observasi
1)      Oservasi lingkungan sekolah
2)      Observasi di dalam kelas
c.       Pelaksanaan Pelatihan Mengajar
1)      Menyusun program satuan pengajaran yang dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pamong dan dosen pembimbing sebelum pelaksanaan mengajar
2)      Menyusun rencana pelaksanaan pengajaran (RPP) yang dikonsultasikan terlebih dahulu kepada guru pamong dan doesn pembimbing sebelum pelaksanaan mengajar.
d.      Latihan terbimbing dan kegiatan non mengajar
e.       Latihan mengajar mandiri
f.        Penyusunan laporan
g.      Penyerahan laporan
h.      Ujian PPL
3.      Kegiatan Akhir
a.       Penyerahan nilai
b.      Pelepasan/penarikan mahasiswa dari sekolah mitra.
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN PPL
  1. Observasi Lingkungan Sekolah
1.      Tinjauan Historis Berdirinya SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Sebagian besar orang terutama bagi sebuah keluarga yang mengerti arti sebuah pendidikan, mengenyam bangku SMA adalah sesuatu hal yang mutlak. Pendidikan itu sendiri dapat diperoleh dari ruang lingkup yang kecil seperti lingkungan keluarga yang selanjutnya dapat dilanjutkan pada jenjang berikutnya seperti sekolah atau pada pusat bimbingan belajar. Dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya arti pendidikan, banyak keluarga yang mengharuskan anak-anak mereka untuk sampai pada jenjang SMA.
Sekolah yang mempercayakan penulis melaksanakan kegiatan PPL (Program Pengalaman Lapangan) adalah SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak, yang terletak di jalan Jenderal Ahmad Yani No. 52 F. Sekolah ini berdiri pada tahun 1981 atau tepatnya bulan Juli 1981. Sekolah ini dulu bernama SMA GKE namun pada tanggal 18 Agustus 1983 berubah menjadi SMA Kristen Abdi Wacana sampai sekarang ini. Perubahan ini terjadi karena adanya kerjasama Yayasan dengan Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga Jawa Tengah. Pendirian sekolah ini merupakan satu di antara bentuk pelayanan, kesaksian, dan bentuk tanggung jawab gereja ditengah-tengah masyarakat untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama untuk membantu saudara-saudara dari daerah Kalimantan Barat agar bisa bersekolah di Pontianak. Dengan jumlah guru yang saat ini berjumlah 25 orang, tidak mengurungkan niat dan tekad mengajar untuk membina siswa-siswa mereka untuk tetap tekun disetiap bidang.
Berikut Kepala-kepala SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak sejak tahun 1981 antara lain:
1.   Drs. Bambang TK Garang      : 1981/1982 s.d. 1986/1987               
2.   Drs. Yohanes Ilai                     : 1987/1988 s.d. 1992/1993
3.   Frans Rachmad, BA               : 1993/1994 s.d. 1998/1999
4.   Drs. Alkany Amin                   : 1999/2000 s.d. 2003/2004
5.   Ijun, S.Pd                                : 2004/2005 s.d 2005/2006
6.   Drs. Alkany Amin                   : 2005/2006 s.d. 2006/2007
7.   Drs. Cosmas Sadiman             : 2006/2007 s.d. 30 September 2012
8.   Anita Ida Karolina, S.Pd.        : 1 Oktober 2012 s.d sekarang

2.      Visi dan Misi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Adapun visi dan misi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak yaitu:
a.      VISI
Mewujudkan sumber daya manusia yang didasari oleh Firman Tuhan dengan semangat cinta kasih, bersekutu, bersaksi, dan melayani.
b.      MISI
1.      Melaksanakan proses belajar mengajar dalam semangat cinta kasih
2.      Menjadikan sekolah sebagai pusat kesaksian, persekutuan, dan pelayanan.
3.      Menjadikan warga sekolah yang kreatif, inovatif, dan berkembang.
4.      Memotivasi siswa untuk berkembang menempa diri sesuai talenta yang dimiliki.
5.      Mampu bersaing secara kompetitif dalam ilmu pengetahuan dan teknologi.
6.      Menjadikan sekolah sebagai saluran berkat.
7.      Menjadikan sekolah sebagai garam dan terang
3.      Lambang Sekolah SMAK Abdi Wacana Pontianak
 ARTI DAN KETERANGAN LAMBANG
SMP-SMA KRISTEN ABDI WACANA PONTIANAK
Copy (2) of New Picture,Copy of New Picture,Copy (3) of New Picture
 





























4.      Waktu Belajar
a.       Untuk hari senin-kamis :
Masuk                   : 07.00 WIB
Istirahat                  : 09.15 – 09.30 WIB (pertama)
                                      11.45 – 12.00 WIB (kedua)
Pulang                  : 13.30 WIB
b.      Untuk hari jumat :
Masuk                   : 07.00 WIB
Istirahat                  : 09.15 – 09.30 WIB
Pulang                   : 11.00 WIB
c.       Untuk hari hari sabtu :
Masuk                   : 07.00 WIB
Istirahat                  : 10.00 - 10.15 WIB (pertama)
                                 11.45 – 12.00 WIB (kedua) 
Pulang                   : 13.30 WIB
5.      Guru dan Tenaga Administrasi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak
Jumlah guru di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak pada saat ini berjumlah 25 orang termasuk dengan kepala sekolah, dua (2) orang tenaga administrasi, satu (1) orang tata usaha, dan satu (1) orang bagian keamanan. Jadi, jumlah keseluruhannya adalah 28 orang.
Table 2.1 Daftar Nama Guru / Tenaga Administrasi dan Karyawan Beserta Mata Pelajaran yang Diajar/Jabatan SMA

No
Nama
Mengajar Mata Pelajaran / Jabatan
1
ANITA IDA KAROLINA, S.Pd
Sosiologi / Kepala Sekolah
2
SUNARTON, S.Th
Agama Kristen/ Seni budaya / Waka Kesiswaan
3
Dra. KRISTA YAYANG, M.Pd
Bahasa Indonesia / Waka Kurikulum
4
Drs. ALKANY AMIN
Pendidikan Kewarganegaraan  (Pkn)
5
IRENIUS KADEM, SH
Geografi
6
LIDYA, SE
Ekonomi
7
JUANDA SARAGIH, S.Pd
Matematika
8
YOSEP PV. FIRDAUS
Budi Daya Pertanian
9
RUMIRIS HUTABALIAN, SP
Kimia
10
ROMINASIH, S.Pd
Sosiologi / PKn
11
Drs. CLEMEN  ANEN
Bahasa Indonesia
12
F. JAYA WARDHANA, M.Pd.K
Agama Kristen
13
SINDAR KURNIADI PURBA
Teknologi Informasi dan Komunikasi
14
IJUN, S.Pd
Sejarah  
15
ELWIN SAMOSIR, SE
Bahasa Inggris
16
MARIA REPOLINA, SE
Bahasa Inggris
17
LILIK HARYATI S, A.Md
Bahasa Jepang
18
JULIANA, S.Pd
Biologi
19
LUSIA SAMARAI, S.Pd
Sejarah
20
ANUGROHO ADI WIBOWO, S.Pd
Matematika
21
RAMONA DARI TALINO
Pendidikan Jasmani dan Kesehatan
22
ESTER RINDU LANDE
Bahasa Indonesia
23
HENNY  YULIANA PANJAITAN, S.Pd
Teknologi Informasi dan Komunikasi
24
Drs. FIRMUS TIAS
Geografi
25
TRI BINTANG PAMUNGKAS
Fisika
26
AYA YULIANA ELMA, S.Pd
BP/BK
27
AJI MULYONO
Penjaskes
28
ANDERSON
TU
29
SUPARIYONO
Keamanan

6.      Keadaan Fisik Sekolah
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak merupakan satu di antara sekolah yang lokasinya terletak di Jalan Jenderal Ahmad Yani No 52 F. Apabila dilihat dari lokasinya, sekolah ini berada pada kawasan yang strategis dan walaupun di tepi jalan namun untuk melaksanakan proses pembelajaran masih dapat dilaksanakan secara kondusif. Jika dilihat dari letak bangunannya, SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak cukup baik untuk melaksanakan kegiatan belajar mengajar karena berada di pusat kota.
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak memiliki ruangan-ruangan siap pakai dan dalam kondisi yang baik untuk melaksanakan kegiatan sesuai fungsinya. Berikut adalah rincian ruangan-ruangan yang terdapat di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dan fasilitas prasarana lainnya.
a.      Jenis Ruang
1)      Ruang Kelas
2)      Ruang Kepala Sekolah SMAK Abdi Wacana
3)      Ruang Waka Kurikulum
4)      Ruang Waka Kesiswaan
5)      Ruang Osis
6)      Ruang Pramuka
7)      Ruang UKS
8)      Ruang Guru
9)      Ruang Komputer
10)  Ruang Yayasan Pendidikan Kristen (YPK)
11)  Ruang BK
12)  Ruang Perpustakaan
13)  Ruang Laboratorium IPA
14)  Ruang Seni
15)  Ruang TU
b.      Fasilitas Olahraga
1)      Lapangan Basket
2)      Lapangan voli
3)      Tenis Meja
c.       Fasilitas Lain
1)      Kantin Sekolah
2)      Tempat parkir para guru/karyawan/staff
3)      Tempat parkir para siswa
4)      Lapangan upacara
5)      Gereja GKE “Pintu Elok” Pontianak
B.     Observasi Kelas dan Diskusi Hasil Observasi
Satu di antara cara untuk mengenali karakteristik kelas ialah dengan cara melakukan kegiatan pengamatan atau observasi terhadap kelas itu sendiri. Adapun hasil observasi yang penulis temukan selama melakukan kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) adalah sebagai berikut.
1.      Keadaan Fisik Kelas
Keadaan fisik ruangan-ruangan kelas di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak sudah cukup mendukung terlaksananya proses pembelajaran yang efektif. Di setiap ruangan kelas telah tersedia papan tulis dan spidol serta alat-alat kebersihan lainnya dengan keadaan masih cukup bermanfaat.
Selain itu, adanya kesadaran dari siswa dan segenap warga SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak akan kebersihan membuat situasi kelas selalu terlihat bersih dari sampah. Di depan setiap ruangan kelas juga tersedia tong sampah. Situasi kelas yang bersih sangatlah penting untuk menjaga kekondusifan suasana belajar siswa.
SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak memiliki 9 kelas, semua kelas berada pada satu gedung yang sama yang terdiri dari dua lantai, dengan rincian sebagai berikut :
1)      Kelas X
Kelas X berjumlah tiga kelas, terdiri dari kelas X A, X B dan X C. Kelas X berada di lantai dua sekolah.

2)      Kelas XI
Kelas XI berjumlah tiga kelas, terdiri dari kelas XI IPA, XI IPS 1 dan XI IPS 2. Kelas XI IPS 2 berada dilantai dua sekolah, sedangkan kelas XI IPA dan XI IPS 1 berada dilantai pertama sekolah.
3)      Kelas XII
Kelas XII berjumlah tiga kelas, terdiri dari kelas XII IPA, XII IPS 1 dan XII IPS 2. Semua kelas XII berada dilantai pertama sekolah.

Berikut adalah data jumlah siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak berdasarkan kelas dan wali kelasnya :
Table 2.2 Data Jumlah Siswa Beserta Wali Kelas

NO
Kelas
Jenis Kelamin
Jumlah
Wali Kelas
Perempuan
Laki-laki
1
XA
16
20
36
Juanda Saragih, S.Pd
2
XB
14
15
29
Lilik Haryati S., A.Md
3
XC
11
17
28
Nugroho Adi Wibowo, S.Pd
4
XI IPA
16
5
21
Yosep PV. Firdaus
5
XI IPS 1
15
12
27
Drs. Alkani Amin
6
XI IPS 2
17
12
29
Elwin Samosir, SE
7
XII IPA
21
8
29
Rumiris Hutabalian, SP
8
XII IPS 1
10
11
21
Maria Repolina, A.Md, S.E
9
XII IPS 2
10
13
23
Lidya, S.E

Berdasarkan hasil diskusi observasi kelas, mahasiswa praktikan dapat latihan mengajar di 3 kelas, yaitu kelas X A, X B dan X C. Berdasarkan hasil observasi maka dapat disajikan hal-hal berikut ini :
Tabel 2.3 Keadaan Siswa Kelas X A
No
Nama siswa
Jenis kelamin
Perempuan
Laki-laki
1
Agustini

2
Alexander Dimas Mario

3
Andika Raja Guguk

4
Angela Florina

5
Aprianto Niki

6
Ayu Lestari

7
Beni Purda

8
Charles Wesley

9
Diana

10
Dilti

11
Eka Theresia

12
Ezra Nugraha

13
Filimon Alexander

14
Heri Aprianto

15
Hermanto

16
Indra Kurniawan

17
Juliantara

18
Julianus Jimi

19
Karlina

20
Lusianan Wanti

21
Mansio Delvera Dika

22
Maria Magdalena Merlin Devian

23
Melvina  Roma Tiurmaida

24
Monika Selvia

25
Muel Hotmartua Nainggolan

26
Nessya Frakussa

27
Nicolaos Crisfigo Putra

28
Octa Febriartinus

29
Pebrianus Frans Vabayo

30
Pusaka Gana

31
Selin Marselina

32
Selvius Allen

33
Stevanus Ivan Padila Putera

34
Venny Pratisiya

35
Wasti Hastuti

36
Yakop

37
Yuvita Paura

           









            Tabel 2.4 Keadaan Siswa Kelas X B
No
Nama siswa
Jenis kelamin
Perempuan
Laki-laki
1
ALFAJAR DESTEN

2
ANTONIO NORYEGA

3
ARIEL ARDI TIPAU

4
BANTA YULANDA

5
BERNADETA YOLANDA

6
CETRIN ERNIKA

7
ELISABET NOVIANA ROSNI

8
FEDDYATRIK

9
HENDRA WIJAYA

10
HERKULANUS EGIE JANUWERI

11
ILARIA ANGGELINA

12
JINAL SISWANTO

13
MARCO GABRIEL

14
MARGARETHA LORENZA RANGUNGAN

15
MARSELUS MAMAN

16
MESSYANA

17
NIA ANJELLLINA

18
OKTAVIANUS OKTAVIO PAVIA RANTAU

19
PERGAMUS SUGARTA

20
PUTRI

21
RIO JONA PARDAMEAN MANALU

22
RITAWATI

23
SERIANA DEBORA

24
SHARON GRACIA

25
TEDY PRAMBUDI

26
THOMAS KUBU

27
VERCELI NATALIA

28
WIDIARTI

29
YOGA


            Tabel 2.5 Keadaan Siswa Kelas X C
No
Nama siswa
Jenis kelamin
Perempuan
Laki-laki
1
ALPIUS HENDRO

2
ANDRE PANGESTU LANAK

3
ANDRE WILLIAM

4
APRIANI FITRI KARTINI

5
AEWIGO

6
AGA RAMDANI GELUNG SAKTI

7
CHANDRA SUSENO PUTRA DOAN

8
DOLI

9
EVI CAROLINE DA'A

10
FIKKY RIYAN

11
HENDRI WIYONO

12
JUANDIKA DOLOK SARIBU

13
LISWANTI

14
LOVELITA KURNIA PANJAITAN

15
MANSIDI

16
MARIA EKA RESTI

17
MARTINI HELEN JUPRIYATI

18
NEHEMIA DAVID ASENG

19
NETALIA TOU BALI

20
NIA PERMATA SARI

21
NOPIANTO

22
PATRISIUS HAELIM GESIUS ODA

23
PUDJI WIVINA YUNIAR

24
RACHEL AGRANY

25
RONALDINATA

26
SETINAWATI

27
VINSENSIUS BAGUS INDRA KUSUMAJAYA

28
WANDA PRAGIS SUTOMO

29
WINA WIRANIDA

30
YULIUS SIRUS IRFAN


2.      Perilaku atau Keadaan Siswa
Karakter manusia tentu berbeda-beda, hal ini pula yang ada pada siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak. Karakter siswa dibangun dengan slogan yang terdapat dalam visi dan misi sekolah. Tata tertib dibuat untuk di patuhi dan mengajarkan siswa bagaimana berperilaku yang baik. Adapun siswa yang melakukan pelanggaran dan penyimpangan akan ditangani langsung oleh guru bimbingan konseling maupun kepala sekolah langsung. Keaktifan siswa SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dalam proses belajar juga patut di apresiasi, karena suasana belajar yang baik adalah ketika penjelasan disertai dengan memberikan pertanyaan kepada siswa. Kemampuan ini disertai dengan kegiatan ekstrakurikuler yang juga akan membentuk karakter berjiwa berani pada diri siswa tersebut.
C.    Pelaksanaan Latihan Mengajar
Pada dasarnya Program Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan wadah pelatihan didalam pembinaan untuk membimbing dan mengarahkan mahasiswa sebagai calon guru agar menjadi pendidik yang profesional. Selain itu, program ini dilakukan untuk mengukur kemampuan mahasiswa yang bersangkutan dalam menerapkan ilmu yang telah mereka terima serta teori-teori yang telah diberikan oleh dosen-dosen. Pelaksanaan Program Pengalaman Lapangan (PPL) di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak ini dapat dibagi dalam beberapa aspek, yaitu:
1.      Penyusunan Rencana Pembelajaran
Sebelum melaksanakan praktek mengajar terlebih dahulu membuat perencanaan, yaitu menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran. Pada tahap ini, mahasiswa praktikan dan para pembimbing berdiskusi tentang rencana pelaksanaan pembelajaran. Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) disusun sesuai dengan standar isi KTSP. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan manajemen pembelajaran untuk mencapai satu atau lebih kompetensi dasar yang ditetapkan dan dijabarkan dalam silabus. Tujuan dengan menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) adalah agar guru yang melakukan proses hasil belajar mengajar serta memiliki acuan, sehingga dalam menyampaikan materi pembelajaran akan terstruktur dan terorganisasi dengan baik dan benar. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) ini disusun sebelum mengajar pada materi yang akan penulis sampaikan. Dalam mengembangkan Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) KTSP ini, guru diberi kebebasan untuk menerapkan metode dan model pembelajaran yang cocok sesuai dengan materi dan silabus yang digunakan. Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang dibuat berfungsi sebagai berikut.
a.      Mendorong guru agar lebih siap dalam melakukan kegiatan pembelajaran dengan perencanaan.
b.      Mengefektifkan proses pembelajaran sesuai dengan yang direncanakan.
2.      Latihan Mengajar Terbimbing
Latihan mengajar terbimbing yaitu latihan mengajar yang dilakukan oleh mahasiswa untuk mengintregasikan  berbagai kemampuna keguruan secara utuh dalam situasi nyata di sekolah. Proses mangajar ini dibimbing serta didampingi oleh guru pamong baik secara langsung atau pun tidak langsung. Hal ini dimaksudkan agar proses belajar mengajar yang dilaksanakan oleh mahasiswa praktikan tidak menyimpang dari tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan dan apabila mahasiswa praktikan melakukan kesalahan dalam proses belajar mengajar, maka guru pamong dapat memperbaiki kekurangan yang dimiliki oleh mahasiswa praktikan.
Dalam latihan mengajar terbimbing ini mahasiswa praktikan harus mengintegrasikan penguasaan bahan ajar, aspek-aspek metodologi pembelajaran, dan kemampuan keguruan lainnya secara utuh dalam situasi nyata di kelas atau sekolah di bawah bimbingan dosen pembimbing ataupun guru pamong.
3.      Latihan Mengajar Mandiri
Latihan mengajar mandiri merupakan latihan praktik mengajar oleh mahasiswa praktikan tanpa pengawasan atau bimbingan oleh guru pamong, karena mahasiswa praktikan dianggap sudah bisa menguasai kelas sebagai pengganti guru pamong sebagaimana layaknya seorang guru kelas atau guru bidang studi yang mengajar di kelas sebagai tempat praktik. Fokus perhatian pada latihan mengajar mandiri ini ditujukan kepada pengembangan kemampuan profesionalitas guru yaitu kemampuan membuat persiapan mengajar, pengelolaan proses belajar mengajar, penampilan diri sendiri, dan dampaknya bagi siswa. Dalam latihan mengajar ini menggunakan berbagai metode, strategi, pendekatan, dan model yang disesuaikan dengan materi pelajaran yang diajarkan.
4.      Ujian Praktek Mengajar
Ujian  praktik mengajar dilakukan mahasiswa praktikan yang telah melaksanakan latihan mengajar terbimbing dan latihan mengajar mandiri serta telah memenuhi persyaratan tampil yang dinilai guru pamong. Untuk pelaksanaanya waktu ujiannya berdasarkan pada jadwal dari UPT PPL yang dijadikan acuan oleh mahasiswa praktikan dan guru pamong serta hasil kesepakatan antara guru pamong, dosen pembimbing, dan mahasiswa yang melakukan ujian. Sedangkan materi yang disampaikan pada saat ujian yaitu lanjutan dari materi yang telah disampaikan.
Dosen pembimbing disini bertugas untuk mengoreksi serta menyetujui RPP yang telah dirancang mahasiswa praktikan yang akan melaksanakan ujian praktek mengajar. Pada proses penilaian ujian praktek mengajar, dosen pembimbing tidak ikutserta dalam penilaian ujian, namun dosen pembimbing tetap bertanggung jawab pada proses persiapan mahasiswa praktikan menjelang ujian, terutama pada penyusunan RPP. Setelah RPP disetujui oleh dosen pembimbing mahasiswa yang bersangkutan, maka mahasiswa tersebut dinyatakan layak untuk melakukan ujian praktek mengajar yang akan dinilai secara langsung oleh guru pamong. Penilaian yang dilakukan oleh guru pamong mengacu pada Lembar Penilaian Ujian PPL-2 (N-2).
Berdasarkan hal tersebut maka mahasiswa praktikan dituntut dapat melakukan hal-hal sebagai berikut.
a.       Bisa membuat dan menyelenggarakan kegiatan pembelajaran dengan baik dan benar.
b.      Mampu merumuskan tujuan pembelajaran secara operasional dan membuat beberapa domain yang telah ditentukan.
c.       Menguasai materi yang akan diajarkan kepada siswa.
d.      Memilih dan menggunakan metode secara tepat.
e.       Memilih serta menggunakan alat peraga yang tepat.
f.        Mampu menguasai kelas.
D.    Pelaksanaan Praktek Persekolahan
1.      Administrasi Sekolah
Data pendidikan yang terdapat di sekolah sangat banyak jenisnya. Sebagian besar bersifat tetap tetapi sebagian dapat berubah menurut waktu dan tempat. Untuk mendapatkan gambaran dari waktu ke waktu data harus dicatat dan dikelompokkan dalam sistem pencatatan yang baik dan konsisten. Sistem pencatatan data menurut kelompok atau dimensi dalam administrasi yang teratur meliputi :
a.      Perlengkapan Sekolah
1)      Barang Inventaris
Yang termasuk dalam barang inventaris antara lain:
a)      Buku
b)      Komputer
c)      Kursi dan Meja
d)      Telepon
e)      LCD proyektor
2)      Barang Non Inventaris
Yang termasuk barang non inventaris antara lain:
a)      Spidol dan lain-lain.
b.      Kepegawaian
Adapun daftar pegawai SMAK Abdi Wacana Pontianak adalah:
1)      Guru tetap                                     = 25 orang
2)      Guru tidak tetap                = 2 orang
3)      Pegawai tata usaha            = 1 orang
4)      Pekarya                             = 1 orang
5)      Keamanan                         = 1 orang

2.      Administrasi Kesiswaan
Administrasi kesiswaan ini merupakan tugas yang diberikan kepada mahasiswa praktikan menyangkut hal-hal yang berhubungan dengan siswa, diantaranya membuat/mengeluarkan surat ijin masuk bagi siswa yang terlambat, surat ijin keluar/pulang bagi siswa yang ijin keluar karena suatu alasan. Selain itu, mahasiswa praktikan juga membantu guru piket untuk membunyikan bel masuk, pergantian jam pelajaran, dan bel pulang, serta menggantiakan guru yang berhalangan hadir.
3.      Kegiatan Kurikuler dan Ekstrakurikuler
Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan yang dilakukan dalam proses belajar mengajar. Adapun program pembelajarannya adalah semua bidang studi yang ada didalam kurikulum.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran. Kegiatan ektrakurikuler yang dilaksanakan di SMAK Abdi Wacana Pontianak Sebagai berikut:
a.       Olahraga
1)      Bola Volly
2)      Basket
3)      Sepak bola
4)      Futsal
b.      Pramuka
c.       Paskibra
d.      Keagamaan
4.      Pengolahan Unit-Unit (Perpustakaan, BP/BK, OSIS, UKS) SMAK Abdi Wacana
a)      Perpustakaan merupakan tempat siswa-siswi dalam mecari sumber-sumber belajar selain kepada guru di sekolah. Di dalam perpustakaan tersebut tersedia buku-buku belajar yang dibutuhkan oleh para guru yang dapat menunjang keberhasilan mereka dalam belajar untuk menambah wawasan para siswa di sekolah tersebut. Untuk itu, diperlukan pengelolaan yang baik oleh pihak sekolah agar perpustakaan yang ada dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Di SMAK Abdi Wacana Pontianak, Perpustakaan yang ada dikelola khusus oleh pegawai perpustakaan berjumlah 1 (satu) orang dan ruangannya cukup memadai untuk menampung para siswa-siswi yang ingin membaca buku diperpustakaan. Kurangnya minat siswa/siswi untuk membaca buku menjadi kendala bagi pihak sekolah. Pada waktu jam pelajaran kosong mereka lebih senang bermain dari pada keperpustakaan. Dengan pengadaan buku-buku belajar yang menarik diharapkan dapat menambah minat para siswa-siswi untuk lebih sering memanfaatkkan perpustakaan dari pada bermain yang dapat mengganggu siswa lainnya yang sedang belajar.
b)      Unit Kesehatan Sekolah
Unit kesehatan siswa atau UKS merupakan tempat pengobatan siswa-siswi yang sedang sakit sewaktu mereka sedang berada dilingkungan sekolah. Unit Kesehatan Sekolah Abdi Wacana Pontianak ini menyediakan obat-obat yang dapat membantu para siswa-siswi yang bermasalah dengan kesehatan mereka pada saat sedang belajar disekolah.
c)      OSIS
Organisasi siswa atau OSIS merupakan organisasi yang dijalankan oleh siswa-siswi dan dibantu dengan guru sebagai pembina OSIS. Organisasi ini mengkoordinir pelaksanaan kegiatan yang ada di sekolah seperti perpisahaan, perlombaan, ibadah, dan sebagainya.
d)      Bimbingan Konseling
Bimbingan konseling (BK) merupakan tempat siswa-siswi konsultasi dan menyelesaikan masalah yang sedang dialami.























BAB III
REFLEKSI TENTANG PELAKSANAAN KEGIATAN PPL
A.    Faktor Pendukukng dan Faktor Penghambat
Dalam melaksanakan kegiatan PPL, penulis mendapatkan dukungan. Adapun dukungan tersebut adalah:
1.      Kesediaan pihak sekolah dengan memberikan kemudahan-kemudahan serta fasilitas dalam pelaksanaan kegiatan PPL.
2.      Guru pamong maupun guru lain memberikan petunjuk-petunjuk dalam pengelolaan kelas yang harus dilakukan oleh mahasiswa praktikan.
3.      Guru pamong memberikan petunjuk/arahan dalam mempersiapkan rencana pelaksanaan pembelajaran.
4.      Kerjasama yang baik antara guru piket dan mahasiswa praktikan sehingga memperlancar proses belajar mengajar.
5.      Dapat membuat suasana belajar yang menyenangkan dan tidak bosan karena sesekali mengajak siswa bercanda.
6.      Penyusun sering melaksanakan tanya jawab kepada siswa sehingga penciptaan keaktifan dalam mengajar.
Dalam melaksanakan kegiatan PPL ditemukan berbagai hambatan yang dialami mahasiswa. Adapun hambatan-hambatan tersebut adalah:
1.      Kurangnya minat dan motivasi siswa untuk membaca materi pembelajaran.
2.      Siswa kurang aktif dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar karena menganggap mahasiswa praktikan hanya praktik, bukan guru sesungguhnya.
3.      Kurang mendengar atau tidak memperdulikan apa yang mahasiswa praktikan jelaskan.
B.     Analisis Kekurangan dan Keberhasilan
Selain menemukan hambatan, para peserta PPL juga mengalami keberhasilan yang sangat berarti dalam kegiatan PPL. Adapun keberhasilan sebagai tersebut.
1.      Pengalaman mengajar yang diperoleh selama  PPL.
2.      Memahami proses interaksi antara guru dan siswa.
3.      Memahami kesulitan-kesulitan siswa dalam menerima materi pelajaran.
4.      Memahami dalam pembuatan perangkat pembelajaran, seperti menentukan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), analisis butir soal, dan media pembelajaran yang digunakan dan yang lainnya.
5.      Memahami proses dan sistem administrasi sekolah.
6.      Memahami keadaan yang sering terjadi di sekolah baik proses belajar atau lainya.
7.      Dapat menjalin hubungan yang baik dengan guru dan siswa di sekolah.
C.    Upaya-upaya Mengatasinya
Adapun upaya-upaya yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai hambatan dan kekurangan selama melaksanakan kegiatan PPL adalah sebagai berikut.
1.      Penyusun memberikan latihan-latihan soal kepada siswa setelah pelajaran berlangsung guna untuk mengetahui sejauh mana tingkat pemahaman siswa terhadap materi yang telah disampaikan.
2.      Penyusun membuat media pembelajaran yang menarik untuk menarik minat siswa belajar dalam kelancaran proses belajar mengajar.
3.      Menggunakan media atau model serta alat bantu untuk mengajar supaya siswa tidak bosan.
4.      Melakukan pendekatan secara internal bagi siswa-siswa yang semangat dan motivasi belajarnya menurun.
5.      Memberikan sanksi yang mendidik bagi siswa yang melanggar aturan dan tata tertib sekolah.
BAB IV
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi dan praktek pengalaman lapangan yang penulis lakukan di SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak dapat disimpulkan bahwa:
1.      Secara umum pengelolaan administrasi di sekolah sudah baik karena ditunjang oleh pembagian tugas yang jelas dan dengan dilaksanakan dengan penuh kesadaran.
2.      Sarana dan prasarana untuk menunjang proses pembelajaran sudah baik.
B.     Saran
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dan dikembangkan sekolah untuk masa yang akan datang, antara lain:
1.      Dalam latihan mengajar terbimbing, diharapkan dosen pembimbing sedapat mungkin mendampingi mahasiswa praktikan di dalam ruang kelas, sehingga apabila pada waktu mahasiswa praktikan mengalami kesulitan atau kesalahan dalam praktek latihan mengajar dapat secara langsung memberikan masukan-masukan positif, sehingga mahasiswa praktikan menyadari kekurangan atau kesalahan yang dilakukan saat praktek latihan proses belajar yang dilaksanakan.
2.      Untuk pihak sekolah, penulis harapkan sarana / fasilitas yang berhubungan dengan kegiatan belajar mengajar terus diperhatikan serta tetap mempertahankan tujuan sekolah, mutu, visi, dan misi SMA Kristen Abdi Wacana Pontianak.
3.      Diharapkan kepada guru-guru tidak sungkan memberikan masukan kepada mahasiswa praktikan tentang mengajar.



0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home