KONSEP EKONOMI PUBLIK
KONSEP EKONOMI PUBLIK
Ekonomi publik adalah Aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat luas (kesejahteraan publik), menyangkut masalah normatif,kepatutan dan kepantasan kebijakan yang dibuat oleh penyelenggara negara dalam menjalankan fungsi pemerintahan untuk mencapai tujuan bernegara dan berbangsa.
Lingkup Ekonomi Publik
Secara spesifik, ekonomi publik menyoroti peran negara yang dijalankan oleh pemerintah dalam memajukan kesejahteraan rakyatnya. Dengan demikian dari bahasan ekonomi publik meliputi :
a) Analisis dan desain kebijakan publik,
b) Keuangan negara,khususnya berkaitan dengan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), termasuk dampak pajak dan pengeluaran pemerintah terhadap kesejahteraan rakyat,
c) Analisis kegagalan pasar dan kegagalan pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan publik.
Konsep Ekonomi
Secara konsep, ekonomi adalah kegiatan atau usaha menusia dalam memenuhi keperluan (kebutuhan dan keinginan) hidupnya. Dengan demikian, hampir semua aktivitas manusia terkait dengan ekonomi karena pada umumnya semua aktivitas berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan (needs) dan pemuasan keinginan (wants) dalam hidupnya.
Di sisi lain, apapun profesi dan pekerjaan yang di lakukan oleh seseorang, tujuannya tidak terlepas dari pemenuhan keperluan hidup sekarang maupun dimasa datang, dan untuk keperluan sendiri maupun keturunannya.
Secara lebih spesifik, aktivitas ekonomi meliputi kegiatan produksi, konsumsi, dan distribusi barang dan jasa. Kegiatan ekonomi dimulai dengan kegiatan investasi. Dengan demikian, secara umum dapat dikatakan apapun profesi manusia untuk mencapai kesejahteraan (setidaknya bisa mencukupi keperluan hidupnya) untuk sekarang dan masa datang, berkaitan dengan aktivitas ekonomi.
Barang dan jasa yang dibutuhkan masyarakat dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu :
a) Barang dan jasa publik
b) Barang dan jasa privat
Barang dan jasa publik dihasilkan atau disediakan oleh negara sebagai implementasi fungsi dan tugas negara kepada rakyatnya. Karena itu, idealnya barang dan jasa publik ini gratis. Sementara itu, barang dan jasa privat dihasilkan oleh swasta, yaitu para produsen atau pengusaha yang melakukan usaha atau bisnisnya untuk mandapat laba. Karena itu, barang dan jasa privat tidak bisa didapatkan secara gratis.
Berikut kegiatan ekonomi di masyarakat :
Perilaku manusia dalam aktivitas ekonomi (sebagai konsumen maupun produsen) pada umumnya dipengaruhi oleh 3 kekeuatan di masyarakat, yaitu :
1. Pasar
Kondisi permintaan (demand) dan penawaran (supply) barang dan jasa yang ada di pasar dan lebih ringkasnya disebut juga dengan istilah hukum besi ekonomi, yaitu permintaan dan penawaran yang menentukan harga. Bila permintaan naik/turun, sedangkan penawaran tetap, harga akan naik/turun. Sebaliknya, bila penawaran naik/turun, sedangkan permintaan tetap,maka harga akan turun/naik.
2. Organisasi tempat masyarakat berada
Pengaruh organisasi ini datang dari nilai-nilai dan aturan yang berlaku pada organisasi tersebut, yang tertulis, berupa undang-undang dan peraturan pemerintah, maupun yang tidak tertulis, berupa kesepakatan atau nilai-nilai yang hidup di masyarakat, seperti masalah etika dan budaya yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari.
3. Media cetak maupun elektronik
Menyiarkan berbagai informasi (berita, news, hiburan, entertainment, maupun pendidikan, education), ketengah masyarakat setiap hari, juga akan berpengaruh terhadap pembentukan persepsi dan perilaku masyarakat yang menonton/membacanya.
Ekonomi Sebagai Ilmu
Ekonomi sebagai ilmu adalah ilmu yang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumsinya, yang meliputi kegiatan investasi, produksi, distribusi, serta konsumsi barang dan jasa. Sehubungan dengan hal tersebut, ilmu ekonomi menurut pengertian dapat dikelompokkan menjadi :
1) Ekonomi makro
Membahas ekonomi nasional suatu negara,yang berkembang menjadi beberapa cabang, seperti moneter, perdagangan, perburuan,sumber daya, dan sebagainya. Dalam perkembangan dan pengelompokan, ilmu ini dikelompokkan menjadi ilmu ekonomi.
2) Ekonomi mikro
Membahas ekonomi suatu perusahaan, yang terbagi menjadi beberapa cabang, seperti produksi, keuangan, pemasaran, dan sebagainya.dalam perkembangan dan pengelompokkan ilmu, ilmu ini dikelompokkan menjadi ilmu bisnis dan perusahaan.
Model Dalam Ekonomi
Dalam melakukan analisis terhadap berbagai fenomena, diperlukan permodelan atau abstraksi dari hubungan antar faktor terkait dalam ekonomi. Dalam membuat model ekonomi, ada 2 pendekatan yang dapat digunakan, yaitu model statis (belajar dari masa lalu, learning from the past) dan model dinamis (belajar merancang masa depan, learning for the future).
Fungsi Dalam Ekonomi
Dalam melakukan analsis terhadap berbagai fenomena ekonomi, juga perlu dipahami fungsi-fungsi dalam ekonomi. Fungsi adalah penyederhanaan dari model. Biasanya fungsi ini berbentuk rumusan matematik dari permodelan atau abstraksi yang menggambarkan hubungan antara faktor terkait satu sama lain dalam suatu model.
Dengan demikian, penggunaan fungsi-fungsi ekonomi ini akan membantu para analis dan pengambil keputusan untuk mengeahui bagaimana mengolah atau menganalisis informasi yang ditunjukkan oleh model ekonomi sebeumnya.
a. Fungsi Investasi
Dikelompokkan menjadi 2, yaitu investasi otomatis dan investasi disengaja. Besarnya investasi otomatis bergantung dari kemampuan pendapatan setiap orang atau kelompok untuk melakukannya. Dengan demikian, dapat dirumuskan fungsi dari investasi otomatis sebagai berikut. Investasi otomatis = fungsi (income).
Selanjutnya, investasi yang disengaja bergantung dari kemampuan masing-masing orang atau kelompok atau institusi tertentu dalam melihat, menciptakan, dan memanfaatkan peluang untuk melakukannya. Atau lebih tepatnya investasi jenis ini bergantung dari peluang mendapatkan manfaat atau laba dikemudian hari dari kegiatan investasi saat itu. Dengan demikian, dapat dirumuskan fungsi investasi yang disengaja sebagai berikut.
Investasi yang disengaja = fungsi (laba)
Artinya, investasi yang disengaja ditentukan oleh ada tidaknya peluang untuk mendapatkan laba, maka investasi akan muncul. Bila laba berkurang atau menghilang, investasi juga akan menghilang.
b. Fungsi Permintaan
Permintaan terhadap suatu barang dan jasa (Qd) ditentukan oleh banyak faktor, seperti pendapatan konsumen (I), harga barang dan jasa (P), pendidikan dan pengetahuan (E), budaya (C), agama (R), dan lainnya.
Dengan demikian, dapat dirumuskan fungsi permintaan (Qd) sebagai berikut :
Qd = f (I, P, Ps, Pc, T, C, E, R)
c. Fungsi Penawaran
Penawaran (Qs) ditentukan oleh banyak faktor, seperti harga barang dan jasa (P), biaya produksi (Cost), teknologi produksi (T), inovasi (Inn), sumber daya (Sd) dan lainnya.
Dengan demikian, dapat dirumuskan fungsi penawaran (Qs) sebagai berikut :
Qs = f (P, Cost, T, Inn, Sd)
NEGARA, PEMERINTAH, DAN EKONOMI PUBLIK
Negara dibentuk untuk mencapai tujuannya yaitu menyejahterakan setiap warganya. Untuk mencapai misi dan tujuan negara ini, pemilik negara (seluruh rakyat) memilih dan menunjuk penyelenggara negara, yang terdiri dari eksekutif (pemerintah), legislatif (parlemen), dan yudikatif (penyelenggara kekuasaan kehakiman). Dari ketiga kelompok penyelenggara negara tersebut, pemerintah adalah penyelenggara yang langsung berhubungan dengan kegiatan masyarakat sehari-hari.
Pemerintah di negara manapun mempunyai peran penting dan strategi dalam penyelenggaraan kehidupan bernegara. Penyelenggara kehidupan bernegara bertujuan untuk mencapai tujuan bernegara, yakni untuk melindungi dan meningkatkan kualitas kehidupan dan kesejahteraan semua warganya.
Secara umum tugas pemerintah dalam melayani kebutuhan dan melindungi kepentingan publik dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar, yaitu tugas di bidang ekonomi dan tugas di luar bidang ekonomi. Hakikat sebuah pemerintahan adalah untuk mewakili negara dalam mencapai tujuan bernegara. Misi utama dari dibentuknya suatu pemerintahan dalam suatu negara adalah menjalankan fungsi dan tugas negara. Pemerintah sebagai penyelenggara negara bertugas melayani kebutuhan dan melindungi kepentingan masyarakat (publik). Secara umum, tugas negara dalam melayani kebutuhan dan melindungi kepentingan publik dapat dikelompokkan menjadi 2 kelompok besar yaitu tugas di bidang ekonomi dan tugas di luar bidang ekonomi.
Peran dan fungsi pemerintah dalam pembangunan ekonomi publik diwujudkan dalam bentuk:
a) Membuat dan melaksanakan berbagai kebijakan, peraturan, dan perizinan yang berkaitan dengan pengembangan dan ketahanan ekonomi publik untuk menghadapi gejolak atau krisis ekonomi global.
b) Menyediakan berbagai fasilitas dan insentif untuk kepentingan ekonomi publik.
Hakaikat bernegara ada 3, yaitu :
a) Adanya wilayah
Keberadaan wilayah adalah syarat utama eksistensi suatu negara.
b) Adanya rakyat yang diperjuangkan kepentingannya
Keberadaan penduduk di wilayah tertentu menunjukkan eksistensi dan identitas suatu negara.
c) Adanya pemerintah yang berdaulat kedalam maupun keluar
Tugas dan fungsi-fungsi pemerintah pada hakikatnya adalah menjalankan tugas dan fungsi negara, yaitu mencapai tujuan untuk apa negara tersebut didirikan.
ARUS DAN PERPUTARAN KEGIATAN EKONOMI PUBLIK
Kegiatan ekonomi pada hakikatnya adalah perilaku (behaviour) dan kebiasaan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari untuk memenuhi kebutuhannya. Perilaku masyarakat diarahkan dan dimotivasi oleh nilai-nilai dan faktor-faktor yang ada di masyarakat. Misalnya, pemenuhan kebutuhan dan keinginan konsumsi di masyarakat dipengaruhi oleh hukum ekonomi. Semua konsumen secara umum berperilaku membeli yang termurah dengan kualitas terbaik, yang dikenal dengan jargon perilaku konsumen. Begitu juga dengan para produsen, semua akan mencari laba sebesar mungkin dan selama mungkin, sehingga dia akan berproduksi pada tingkat laba maksimum, yang dikenal dengan jargon perilaku produsen. Perilaku pasar juga secara alamiah akan menuju keseimbangan.
Berkaitan dengan hal diatas, terlihat bahwa negara (yang diwakili oleh penyelenggara negara, terutama pemerintah) perlu terlibat dalam mengatur perilaku publik (konsumen dan produsen) serta menjaga keseimbangan antara permintaan dan penawaran barang dan jasa agar kesejahteraan publik secara keseluruhan dapat diwujudkan.
PROSES KEGIATAN EKONOMI PUBLIK
Proses kegiatan ekonomi publik dimulai dari adanya kebutuhan konsumsi barang dan jasa (demand), yang diikuti timbulnya peluang usaha untuk memproduksi barang dan jasa tersebut (supply) dimasyarakat, secara terus menerus secara berurutan. Proses kegiatan tersebut berlangsung melalui berbagai fungsi (produsen, konsumen, dan pasar) dan kelembagaan (pemerintah dan lembaga pengaturan yang terlibat) yang saling berkaitan.
INVESTASI DAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT
Investai adalah kegiatan yang penting dilakukan guna meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan publik. Hampir tidak mungkin meningkatkan pembangunan dan kesejahteraan publik tanpa melakukan investasi.
Investasi memiliki 2 aspek, yaitu:
1) Aspek uang (yang ditanamkan dan yang diharapkan) sehingga untuk menilai (kelayakan) investasi dimasa yang akan datang, dengan konsep uang juga digunakan. Disamping itu, uang digunakan sebagai pengukur kekayaan yang ditanamkan dan yang diharapkan karena itu untuk menilai (kelayakan) investasi digunakan juga konsep uang.
2) Aspek waktu (sekarang dan masa yang akan datang) sehinga untuk menilai (kelayakan) investasi digunakan konsep waktu-waktu (time concept).
3) Aspek penting lainnya dari investasi adalah aspek manfaat investasi, sehingga penilaian kelayakan investasi juga harus melihat manfaat dan biaya yang ditimbulkannya menggunakan azas manfaat atau cost benefit ratio.
Jenis investasi menurut dorongan dan proses yang menimbulkan investasi
1) Investasi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa
Dorongan ini menghasilkan tuntutan baru selain pemenuhan kebutuhan minimal syarat kehidupan, yang disebut dengan keinginan (wants), yang pemenuhannya juga memerlukan barang dan jasa yang dihasilkan oleh kegiatan investasi.
2) Investasi untuk memenuhi keinginan
Investasi yang disengaja untuk mendapat manfaat atau laba dikemudian hari juga dapat dilakukan oleh negara, yang dikenal dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Aspek Invesatsi :
Investasi adalah kegiatan yang rational. Berikut aspek investasi, yaitu :
1) Aspek pengorbanan
2) Aspek harapan
3) Aspek resiko
4) Aspek waktu
5) Aspek jenis usaha
Manfaat investasi, yaitu :
1) Investasi yang bermanfaat untuk umum (publik)
Contonya, investasi dibidang pendidikan dan sumber daya manusia, investasi dibidang kesehatan, investasi dibidang infrastruktur (jalan, jembatan, pelabuhan, pasar, energi dan sebagainya), investasi dibidang konservasi alam, investasi di bidang pengelolaan sampah, yang bermanfaat bagi masyarakat luas.
2) Investasi yang bermanfaat untuk kelompok tertentu pribadi atau rumah tangga
Contoh, investasi dibidang keagamaan, misalnya membagun sarana ibadah dan sarana keagamaan lainnya, dan investasi di bidang olahraga tertentu, bermanfaat bagi masyarakat atau kelompok tertentu. Sedangkan investasi yang mendatangkan manfaat bagi pribadi atau rumah tangga, misalnya invesatsi untuk perumahan pribadi maupun keluarga, investasi untuk pendidikan pribadi maupun keluarga, investasi untuk usaha (mendapat penghasilan), serta investasi di bidang lainnya bermanfaat bagi pribadi maupun keluarga.
Resiko Investasi
Investasi menyangkut masalah waktu. Aspek waktu, yaitu aspek waktu sekarang (saat memulai investasi) dan masa datang (periode menikmati hasil investasi). Berbagai resiko investasi, yaitu :
1) Ketidakpastiaan mengenai sesuatu
2) Kejadian yang tidak diinginkan
3) Sesuatu yang terjadi di luar tujuan semula
4) Kemungkinan terjadinya sesuatu yang merugikan
Maka, dapat disimpulakn bahwa resiko adalah kejadian yang tidak diinginkan dan merupakan bagian dari kehidupan, yang dapat terjadi tetapi tidak selalu dapat dihindari.
BARANG DAN JASA KEBUTUHAN PUBLIK
a. Karakteristik Nilai Guna Barang dan Jasa
Secara umum, nilai guna barang dan jasa ini mempunyai sifat (karakteristik) decreasing marginal utility, yaitu bila menambah konsumsi, tambahan nilai gunanya (marginal utility) akan menurun. Nilai guna marjinal (marginal Utility/MU) adalah tambahan nilai guna karena adanya tambahan 1 (satu) unit konsumsi barang dan jasa.
b. Barang Ekonomis dan barang Non Ekonomis
Pengertian barang ekonomis dan non ekonomis berkaitan dengan masalah biaya atau harga untuk mengkonsumsi barang dan jasa tersebut. Karena itu, konsep ini berhubungan dengan pendapatan (income) konsumen yang mengkonsumsinya maupun laba dari produsen yang menghasilkan dan menjualnya.
JENIS BARANG DAN JASA
a. Barang publik dan barang privat
Pengertian barang publik dan barang privat berkaitan dengan sifat dari barang dan jasa tersebut bila dikonsumsi oleh seorang konsumen, yaitu sifat rivalry dan excludable. Rivalry artinya konsumsi oleh seseorang konsumen, akan mengurangi kesempatan konsumsi orang lain, terutama karena jumlah barang dan jasa yang tersedianya terbatas (limited), sementara excludable artinya tidak semua orang dapat mengkonsumsi barang dan jasa tersebut, kecuali orang yang memenuhi syarat tertentu, orang yang punya cukup uang, karena harga barang dan jasa tersebut tinggi, atau karena hal-hal lainnya.
b. Barang normal
Barang normal (normal goods) adalah barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan normal kehidupan konsumen. Bila dikaitkan dengan permintaan barang dan jasa ini berbanding lurus dengan pendapatan konsumen.
c. Barang inferior
Barang inferior adalah barang dan jasa yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan minimal kehidupan konsumen. Permintaan akan barang dan jasa ini berbanding terbalik dengan pendapatan konsumen. Bila pendapatan konsumen meningkat, permintaan barang dan jasa yang bersangkutan menurun, dan sebaliknya.
d. Barang mewah
Barang mewah (luxury goods) adalah barang dan jasa yang sifatnya bukan untuk memenuhi kebutuhan utama (primer) dan kebutuhan normal konsumen, melainkan lebih untuk memenuhi keinginan (wants) dari konsumen dan bersifat gengsi.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home