Resume Buku Guru inspiratif Penulis sukadi dan sumarni
IDENTITAS BUKU
Judul Buku :guru inspiratif
Penulis : sukadi dan sumarni
Penerbit : YRAMA WIDYA
Tahun Terbit : 2013
Tebal : 106 halaman
Bahasa : Bahasa Indonesia
Sampul : kuning dan cokelat
ORIENTASI
Sukadi dilahirkan di desa sukajadi kecamatan pamarican kabupaten ciamis, jawa barat pada tanggal 2 januari 1967. Pendidikan dasar hingga menengah di tempuh di ciamis, yaitu di Sd Negeri Kertahayu VI, SMP Negeri 1 Banjarsari dan SMA negeri banjar.
Pendidikan tunggi di tempuh di bandung pada IKIP bandung, jurusan pendidikan moral pancasila dan kewarganegaraan(PMPKn), lulus tahun 1992. Kini, sukadi tengah menyelesaikan pendidikan pada program pascasarjana magister ilmu lingkungan konsentrasi manajemen sumber daya alam universitas padjadjaran bandung.
Kecintaannya terhadap pendidikan telah di tunjukkan nya sejak masih menempuh kuliah. Sejak tahun 1990 sukadi telah mengajar pada salah satu sekolah swasta di bandung. Sejak tahun 1993, sukadi dipercaya oleh yayasan bina dharma untuk memeimpin SMA Bina dharma 1 bandung.
Selain sebagai guru dan kepala sekolah, sukadi juga aktif dalam kegiatan tulis-menulis buku pelajaran, buku cerita, dan buku-buku pendidikan. Di antara buku-buku pendidikan yang telah di terbitkan adalah guru powerfull guru masa depan, proggresif learning, dan guru malas guru rajin. Ketiganya di terbitkan oleh MQS publishing.
Sukadi juga aktif dalam organisasi profesi dan organisasi kemasyarakatan. Organisasi profesi diikutinya ialah kelompok kerja kepala sekolah(K3S)dan forum komunikasi kepala SMA swasta(FKKSS) kota bandung sebagai sekretaris.
Dilingkungan tempat tinggalnya, sukadi banyak terlibat dalam kegiatan sosial seperti pengurus dewan keluarga masjid, pengurus RW, ketua dewan redaksibuletin jumat nuurul bayaan dan pengurus bandan keswadayaan masyarakat(BKM) . sukadi juga aktif memebrikan pengajian untuk ibu-ibu dan bapak-baoak dilingkungannya. Sukadi di anugerahi dua orang anak dari buah perkawinannya dengan sumarni, S,Pd. Kedua buah hatinya di beri nama nurfatia negari dan nurazizah puji utami.
Sumarni dilahirkan di desa lemah abang , kecamatan lemah abang (sidanglaut) kabupaten cirebon, jawa barat pada tanggal 26 april 1970.
Pendidikan dasar dan menengah ia tempuh di cirebon, sedangkan pendidikan tinggi di tuntaskan di bandung pada ikip bandung jurusan pendidikan moral pancasila dan kewarganegaraan(PMPKn), lulus pada tahun 1994.
Sejak perkuliahan , sumarnin telah menggeluti dunia pendidikan dengan menjadi salah seorang pengajar pada STM swasta di kota bandung. Sejak tahun 1994, sumarni di angkat sebagai seorang guru pada SMA negeri 23 bandung samapai dengan sekarang. Karya-karya yang pernah di tulisnya ialah buku pengajaran PKn SD dan SMP untuk penerbit pelita ilmu bandung.
Sumarni di anugerahi 2 orang anak dari buah perkawinannya dengan sukadi. Kedua buah hatinya di beri nama nurfatia negari dan nurazizah puji utami.
TAFSIRAN ISI
1. Belajar Al-Qur’an di atas Vespa (hal. 1-4)
Sejak SD nuri selalu di antar ke sekolah oleh ayahnya menggunakan vespa, saat nuri kelas 3 SD ayahnya mulai mengajari nuri hafalan surah Al-Qur’an saat menuju kesekolah, setiap hari nuri di ajarkan dan untuk besok diberi hafalan, ayah nuri sangat sabar dan tekun mengajari nuri saat nuri jenuh dengan hafalan itu, ayahnya selalu meyakinkan bahwa menghafal ayat-ayat Al-Qur’an sangat lah penting, sudah banyak surah Al-Qur’an yang nuri hafal dan ingat, kadang ayahnya sesekali mengetes nuri apakah masih ingat dengan hafalan yang dulu, ternyata nuri masih mengingatnya, tiada hari yang terlewatkan untuk menghafal Al-Qur’an. Saat ditanya oleh guru Agama dikelas, nuri dapat menyampaikannya dengan baik, nuri sangat merasa bahagia dan nuri juga mengikuti perlombaan hafalan surah-surah Al-Qur’an di mesjid samping rumahnya, nuri mendapat juara pertama saat perlombaan, nuri sangat merasa bangga atas prestasi tersebut. itu lah yang mendorong semangat nuri untuk lebih giat lagi belajar kepada ayahnya, lambat laun nuri hampir menghafal seluruh surah jus’amma, padahal hanya belajar di Vespa ayahnya saat menuju sekolah.
Tidak terasa nuri sudah beranjak ke SMP, nuri tidak lagi diantar oleh ayahnya seperti biasa, nuri harus pergi kesekolah sendiri. Ayahnya menyuruh nuri untuk melanjutkan lagi hafalan-hafalan itu, hanya sesekali nuri menghafal surah Al-Qur’an nuri sering merindukan susana seperti dulu lagi. Setelah SMA nuri hampir tidak pernah lagi menghafal karena sibuk dengan tugas sekolah, kadang nuri menyempatkan dri menghafal saat sholat maghrib kembli mengingat hafalan yang dulu pernah ayahnya berikan.
2. Ditentang siswa (hal.5-8)
Seorang guru curhat kepada temannya menyampaikan bahwa dia tidak di hargai saat memberikan perintah kepada siswanya untuk membersihkan kelas, pada saat itu siswa sibuk dengan tugas kimia yang akan di kumpulkan, mereka tidak mendengarkan apa yang diperintah guru tersebut, malah asik mengerjakan tugas kimia. Guru tersebut merasa sakit hati, karena tidak di perdulikan dan tidak masuk kelas untuk mengajar, lalu teman guru tersebut menasehatinya, karena dia memberikan perintah kepada siswa saat mereka sibuk mengerjakan tugas kimia, seorang guru harus dapat membaca situasi di dalam kelas, apakah siswa tersebut sibuk dengan tugas atau mereka tidak dalam kesibukkan, guru harus dapat memahami dan dapat mengkomunikasikan kepada siswanya.
3. Gara-gara baju pramuka
Seorang siswa membayar baju pramuka secara kredit beberapa hari yang lalu, kesalahannya adalah tidak meminta kuitansi kepada guru, beberapa hari kemudian guru tersebut menagih iurannya, siswa membela diri bahwa dia sudah membayar uang baju itu, lalu guru pun memarahi murid dengan berbagai tuduhan, karena persoalan ini siswa sakit hati di tuduh berbagai macam dan tidak menyukai mata pelajaran yang diajarkan. guru hendaknya berhati-hati dalam menangani persoalan siswa. Bersikaplah telit dan waspada serta tertib dalam administrasi. Jangan menuduh siswa bersalah atau memaksa siswa yang tidak bersalah untuk mengakui kesalahan ini sangat menyakitkan dan rasa sakit hatinya akan terukir lama dalam hatinya.
Selain itu, seorang guru hendaknya tidak mangurusi persoalan keuangan dikerjakan oleh petugas administrasi dan keuangan yang khusus dipersiapkan oleh sekolah.
4. Guru nyentrik
Ternyata media pembelajaran tidaklah harus mencari yang susah-susah. Apa yang ada di sekitar kita, yang kita pakai, bahkan yang ada di dalam kelas pun dapat menjadi media pembelajaran. Ada pun guru” nyentrik” adalah agar siswa tertarik dulu pada penampilan pertamanya. Hal ini seperti iklan produk yang mengatakan “kesan pertama begitu menggoda, selanjutnya terserah anda. Yang patut di teladani adalah kemampuan seorang guru dalam memperdayakan barang yang ada menjadi media pembelajaran, siswa merasa terkesan dengan hal tersebut.
5. Guru penyabar
Kita mestinya malu bila mangkir mengajar karena alasan yang tidak masuk akal. Kita juga malu bila mengajar tidak punya standar yang jelas, atau punya standar tetapi tidak mempunyai tekad untuk mewujudkannya. Zaman ini zaman teknologi, zaman informasi tak ada kesulitan untuk melakukan apa pun. Malu rasanya bila kita kalah dengan ibu rukinah, guru desa yang tetap tegar dan semangat menjalankan tugasnya meskipun penuh dengan keterbatasan. Ya, tampaknya kita harus belajar dari kisah bu rukinah, bagaimana beliau menetapkan standar belajar untuk siswa-siswinya, dan bagaimana bu rukinah mengikatkan diri dalam komitmen untuk mewujudkan standar yang telah ditetapkannya itu, semoga kita dapat me-reset kembali sikap, keperibadian, dan kompetisi kita sebagai guru dengan belajardari kisah guru kita yang patut diteladani.
6. Hukuman yang kreatif
Belajar dari kisah ini, jika semua guru dapat mengembangkan jenis dan tata cara menghukum siswa seperti yang dilakukannya, kita dapat menekan terjadinya pelanggaran di setiap sekolah, tanpa harus menimbulkan reaksi yang buruk dari para siswaa. Namun, tentu menghukum saja tidak cukup, pemberian hukuman terhadap pelaku menyimpang siswa harus diimbangi dengan pemberian reward jika siswa terbukti melakukan kebaikan.
Hal penting yang harus di lakukan guru saatt menghadapi siswa yang melakukan kesalahan adalah meluruskan perilakunya, bukan mencelanya atau mengabaikannya. Semoga dengan ini memberikan inspirasi untuk para guru yang setiap hari harus berhadapan dengan upaya penanganan pelanggaran tata tertib siswa.
7. Kado istimewa di hari guru
Melakukan kontak dan komunikasi dengan para siswa mereka benar-benar menilai dan mengapresiasi kita dari sisi “senang” atau tidak senang, tetapi ada standar yang mereka jadikan acuan dalam menilai kepribadian dan kinerja kita.
Terutama untuk para guru jangan ada anggapan bahwa guru selalu benar apa pun yang di lakukan dihadapan siswinya. Kita adalah manusia, bisa saja kita terkena salah dan ini diapresiasi oleh siswa. Nah, agar apresiasi siswa positif terhadap kita dan mereka dapat meniru kepribadian atau kompetisi yang kita miliki, maka be the best.! Jadilah yang terbaik. Jika setiap guru menerapkan hal ini, maka setiap guru menjadi idola, maka mereka tidak lagi mengidolakan artis-artis.
8. Kearifan sang guru
Untuk menarik dan mendorong anak-anak senang belajar, ternyata bnyak cara yang dapat dilakukan. Salah satunya adalah yang dilakukan pak guru dalam kisah tersebutyaitu, mengajarinya di rumah, tanpa harus menarif bayaran, dengan hati yang tulus, para siswa di bntunya dengan penuh kesabaran.
Dalam keadaan yang serba terbatas, sang guru dapat mengajarkan bnyak hal, baik kepatuhan, seni budaya dan juga agama. Dan hasilnya juga prestasi siswa meningkat.
9. Ayah, kembalikan tangan prita
Dari kisah tersebut,sebagai orang tua atau guru hendaknya kita lebih arif dan bijak dalam mendidik anak. Jangan sampai karena kemarahan, kita bertindak gegabah dan mengambil langkah-langkah yang membahayakan bagi anak-anakatau murid kita.
Tanamkan dalam hati kita , anak(manusia) lebih tinggi dari harta benda. Jangan sampai kecintaan kita terhadap benda membuat kita buta terhadap anak-anak kita. Coba periksa kembali cerita di atas dengan pisau analisis kita. Mobil yang rusak karena di gambari dapat di buat bagus kembali dengan di bawa ke bengkel. Tetapi, tangan prita yang telah di amputasi, harus dengan apa mengembalikannya? Gunakan akal sehat saat kita melakukan proses pendidikan.
Janganlah kita mengambil keputusan saat emosi sedang membara. Sejengkel dan semarah apapun kita terhadap anak-anak atau murid kita, kitta tidak boleh melakukan hal-hal yang merusak fisik atau mental fsikologisnya.
Anak-anak dan murid kita adalah penerus perjuangan dan bangsa di masa depan. Jika kita merusaknya di saat mereka masih belia, kita akan menanggung kesalahan yang tak akan pernah terlupakan, seperti kasus pada cerita di atas.
10. Kertas ulangan unik
Berkaca dari kisah gururku di atas, ada baiknya jika kita meniru kebiasaan baik beliau dalam memberikan motivasi kepada sisiwa dengan memberikan tulisan-tulisan dan gambar yang dapat di maknaipositif oleh siswa pada kertas ulangan mereka. hal ini sangat membekas dalam jiwa. Salah satunya adalah apa yang aku rasakan sendiri.
Guru tidak perlu mencela jika ada perbuatan atau sikap siswa yang salah. Pujilah saat mereka sedang menunjukkan sikap yang baik. Jika siswa bersalah, yang diperlukan mreka adalah nasihat. Tidak perlu di cela dan di maki. Celaan dan makian hanyalah akan membuat siswa merasa menderita secara rohani, mereka pun akan menaruh rasa dendam kepada guru yang suka mencela dan mencacinya.
11. Lembut itu indah
Dari kisah lembut itu indah , kitra dapat memetik beberapa pelajaran, di antaranya sebagai berikut:
1. Jangan lah menjadi guru yang egois, kasar, tidak mau tahu dengan urusan siswa, dan terlalu menjaga jarak dengan mereka.
2. Berubahlah sesuai dengan tuntutan zaman dalam menghadapi siswa dan dalam melakukan pembelajaran. Siswa sekarang telah mengenal banyak hak asasi manusia. Mereka tidak bisa diperlakukan seenaknya, oleh gurunya sekalipun.
3. Untuk mengubah diri menjadi guru yang peduli terhadap siswa, ramah, mengerti dengan tuntutan siswa tidaklah mudah, tetapi kita harus yakin bahwa perubahan adalah keniscayaan yang harus dilakukan.
4. Untuk mengubah diri menjadi guru yang lebih baik, lebih powerfull, dan lebih menyenangkan, di butuhkan dukungan dari pihak lain. Oleh karena itu, carilah pendamping yang mampu mendorong perubahan yang anda lakukan.
5. Untuk guru-guru yang masih memiliki sikap egois, galak, sangar, dan tidak mau tahu keadaan siswa, berubahlah sekarang juga jangan di tunda-tunda
12. Pelajaran menulis
Bercermin dari kisah guruku, mudah-mudahan para guru yang hidup di masa kini dan masa yang akan datang dapat memetik pelajaran yang sangat berharga dalam menyiapkan keterampilan para siswa nya untuk menyongsong hari esok yang lebih baik. Jika guruku bisa, mengapa kita tidak? Kita pasti bisa melakukan hal-hal seperti yang di lakukan guruku, atau bahkan dapat mengembangkan keterampilan lain yang lebih baik dari itu hanya dengan memberikan waktu 10 menit kepada siswa sebelum memberi pelajaran.
13. Perlawanan siswa
Banyak peristiwa terjadi di sekolah yang di sebabkan oleh kesalah guru dalam menangani masalah sikap dan pribadi siswa. Siswa di anggapnya sebagai makhluk yang tidak mempunyai rasa, yang tidak akan melakukan perlawanan terhadap gurunya. Akibat nya sang guru kadang-kadang bisa bebas memperlakukan mereka dengan sekehendak hatinya. Padahal siswa juga manusia seperti guru. Ia memiliki rasa yang harus dijaga dan di hormati. Siswa tidak suka jika siswa nya di cela, di marahi dan di omeli di depan siswa lainnya. Mereka kontan akan marah bila hal seperti itu dilakukan guru terhadapnya.
14. Pesan moral
Mari kita tiru kebiasaan baiknibu guru teman dekat ku ini. Karena dari kisah-kisah hikmah inilah para siswa dapat belajar moral yang baik.
yang harus enyampaikan pesan moral itu bukan hanya guru agama atau guru moral saja. Semua guru dapat melakukannya. Hanya dengan menyediakan waktu 5 menit sebelum meninggalkan kelas, guru dapat menanamkan nilai-nilai moral yang sangat berharga bagi para siswa.
Kita adalah gurur, ugas kita tidak hanya terbatas mengajarkan hal-hal yang bersifat intelektual. Tetaoi juga berkewajiban mengajarkan hal-hal yang bersifat sikap, moral, dan akhlakul kharimah lainnya.
15. Sang mahaguru
Kisah tersebut menggambarkan perjalanan hidup suatu keluarga saat harus melepaskan diri dari kesulitan hiduonya. Dengan kepemimpinan seorang ayah yang bbegitu gigih, mengambil resiko, bertanggung jawab, mendidik jiwa kewirausahaan, dan memberi keteladanan, ternyata banyak hikmah yang dapat di petik.
Bagi kita para guru, demikian lah hendaknya saat kita mendidik siswa-siswi kita , harus mampu memberi spirit, bertanggung jawab terhadapap masa depan siswa-siswa kita., memberi keteladanan dan mampu membangun motivasi untuk maju.
16. Kekuatan sebuah senyuman
Betapa hebat nya kekuatan sebuah senyuman, kelembutan, perhatian, kesabaran, dan kemampuan guru menyederhanakan pemebelajaran dalam bahasa siswa. Karena hal-hal itu la mendset seorang siswa dapat berubah total.
Bagi guru-guru yang masih belum memiliki sifat seperti itu, ada baiknya belajar dari bu Yanti, guruku ketika masih duduk di kelas 2 SMP , meskipun beliau masih muda, mengajar bukan pada bidangnya, tetapi dengan kesungguhan dan totalitas kepribadiannya yang menarik itu,mternyata dapat mengubah pola fikir siswa.
17. Segelas air susu
Jika hendak menolong orang, tolong lah dengan hati yang tulus dan ikhlas. Sebab pertolongan yang di berikan dengan hati yang tulus dan iklas tidak akan di sia-siakan oleh Allah SWT.
Sebagai guru, kita pun hendaknya demikian saat mengajar dan membimbingsiswa-siswi kita. Siswa-siswa kita adalah calon orang-orang penting di masa mendatang, mereka akan menggantikan generasi tua. Bila kita bina, kita didik dan kita ajari dengan hati yang tulus dan iklas semoga memberikan banyak manfaat bagi hidup dan kehidupan.
18. 3S + 1T
Kita hendaknya jangan ragu ketika hendak menggelindingkan sebuah program untuk kemajuan dan masa depan anak-anak. Lakukan segara, pasti ada manfaatnya. Cobalah perhatikan kisah tersebut. Ternyata program melatih siswa tersenyum, mengucapkan salam, menyapa berterimakasih sangat besar manfaat nya bagi siswa untuk bekal kala mereka bekerja.
Namaun, perlu di sadari dan di maklumi, bahwa ketika kita menggelindingkan sebuah program. Pasti ada saja pihak-pihak yang pro dan kontra,yang pro tentu saja merupakan sumber kekuatan bagi kita, sedangkan mereka yang kontra adalah “tantangan” yang harus kita tundukan. Tak mungkin terhadap setiap gagasan yang di gelinding dapat orang setuju 100 persen.
Ada satu hal yang perlu juga di sadari oleh kita, bahwa membuat program apapun pasti ada tantangannya. Oleh sebab itu, kita mesti bersabar dalam melakukannya. Umumnya orang akan melakukan apa yang kita programkan bila telah menunjukkan hasilnya. Saat belum berhasil, ada orang yang mencibir, ada orang yang ragu-ragu untuk mengikutinya, bahkan ada yang menghambat.
19. Tugas bercerita
Sebagai guru kita hendaknya melakukan inovasi-inovasi dalam pembelajaran. Dengan inovasi-inovasi yang sederhana dan mampu di wujudkan, baik oleh siswa maupunoleh guru, kita banyak membelajarkan siswa dan lingkungan kita dengan inovasi-inovasi itu. Jika semua guru berinovasi dan melakukannya secara konsisten, kita pun akan melahirkan anak-anak bangsa yang kreatif dan inovatif.
Dari seorang guru yang inovatif dapat dilahirkan generasi yang kreatif dan inovatif pula.
20. Ulang tahun istimewa
Tampaknya kita harus belajar dari kisah sumur gema, yakni jika kita menggemakan kebaikan, kita akan menuai kebaikan. Sebaliknya jika kita menggemakan keburukan, kita akan menuai keburukan pula.
Bila temanku yang satu ini bisa, aku yakin kita pun bisa melakukan hal-hal seperti itu atau yang leboh besar dari itu.
EVALUASI
Setelah membaca buku “guru inspiratif” banyak sekali pembelajaran yang dapat di ambil dari buku ini, buku guru inspiratif merupakan buku yang menuliskan tentang kumpulan kisah unik dan menarik dalam proses pendidikan. Buku ini sangat bermanfaat bagi para guru, guru dapat mencontohkan nya dalam proses pembelajaran bagi para siswa. Karena buku ini mengajarkan bagaiamana cara mendidik dengan berceritauntuk memberikan pencerahan terhadapap siswa nya serta menuntun siswa kearah yang lebih baik dengan mengikuti perkembangan pemebelajaran dan motivasi-motivasi yang meningkatkan prestasi siswa.
KESIMPULAN
Tidak dapat di pungkiri bahwa jasa seorang guru sangat besar dalam membentuk karakter, pola fikir, dan memberikan pengetahuan bagi peserta didiknya. Guru yang inspiratif adalah guru yang memiliki orientasi kedepan , mampu memberikan pencerahan, memberikan daya tarik dan spirit. Kisah menarik yang dapat memberikan motivasi, inspirasi, dan pelajaran yang sangat berharga bagi guru pada khususnya dan pada masyarakat dan pasaerta didik pada umumnya untuk menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home