Wednesday, March 4, 2020

Resume Buku Judul Buku Rahasia Jadi Guru Favorit- Inspiratif Penulis Yanuar A.

IDENTITAS BUKU
Judul Buku       : Rahasia Jadi Guru Favorit- Inspiratif
Penulis  : Yanuar A.
Penerbit  : Diva Press
Tahun terbit  : 2015
Tebal  : 236 Halaman
Bahasa  : Bahasa Indonesia
Sampul  : Kuning Muda
ORIENTASI
Yanuar a., lahir di Kediri pada tanggal 1 februari 1988. Ia menempuh sekolah dasar hingga menengah di kota kelahirannya. Setelah itu, Ia melajutkan studi di salah satu universitas negeri Yogyakarta dengan mengmbila jurusan pendidikan. Kecintaannya terhadap dunia pedidikan dibuktikan dengan berbagai tulisan yang di muat di media massa, baik lokal maupun nasional. Selain itu, ia juga menulis beberapa buku. Salah satunya Jenis-Jenis Hukuman Edukatif untuk Anak SD (DIVA Press, 2012).
 Tujuan diterbitkan buku ini adalah untuk memberikan tambahan pengetahuan bagi guru dalam hal pantangan dan anjuran pada saat mengajar sehingga pengerahuan anda tentang hal-hal yang harus dilakukan oleh seorang guru profesional akan semakin lengkap setelah membaca buku ini secara tuntas.

TAFSIRAN ISI
1. SEPUTAR MENGAJAR
mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggung jawab moral yang sangat berat, karena  keberhasilan pendidikan peserta didik sangat bergantung pada pertanggungjawaban seorang guru dalam melaksanakan tugasnya sebagai kreator utama dalaproses pembelajaran. Dalam mengajar sudah seharusnya seorang guru memungkinkan peserta didiknya belajar secara aktif, kreatif, dan efektif. AD. Rooijakkers (dalam Yanuar, 2015;17-18) merumuskan bahwa mengajar mempunyai 3 tujuan penting di, tujuan mengajar adalah untuk menumbuhkan dan menyempurnakan tingkah laku, membentuk kebiasaan positif, dan melatih keterampilan diri. Agar tujuan besar itu terwujud, guru perlu mengikuti arus dan laju perubahan di tengah kehidupan masyarakat modern. strategi merupakan suatu rencana yang di susun dan di atur untuk mencapai sesuatu yang diinginkan. Di dalam strategi pasti ada sebuah metode atau cara untuk mencapai strategi tersebut. Maka dari itu, metode termasuk dalam perencaanaan aktivitas atau strategi. Maka dari itu strategi mengajar merupakan rencana dan cara-cara membawakan pengajaran agar segala prinsip dasar dapat terlaksana dan segala tujuan pengajaran dapat dicapai secara efektif.
Suatu program pengajaran yang diselenggarakan oleh guru dalam satu kali tatap muka, dapat dilaksanakan dengan berbagai metode seperti ceramah, diskusi kelompok, tanya jawab, debat, dan lain sebagainya. Keseluruhan metode ini termasuk media pendidikan yang digunakan untuk menggambarkan strategi mengajar. Sebagai seorang guru sudah semestinya kita memiliki kemampuan eksplorasi yang luas terkait dengan materi atau pesan yang diajarkan kepada peserta didik. Kita juga wajib memiliki konsep berpikir yang sudah matang dan dewasa, sehingga materi yang diberikan tidak menjadi materi yang mentah dan materi tersebut harus bervariasi sehingga mengundang daya kreatif dan inovatif pada peserta didik. Tujuan adanya pendekatan mengajar yaitu agar kita bisa menyelesaikan permasalahan dalam program belajar-mengajar. Hal ini sejatinya menggambarkan cara berpikir dan sikap guru dalam menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu, kita harus berfikir tentang peserta didik yang menerima pelajaran, makna belajar dan kemampuan yang ada pada peserta didik dakam mengikuti aktivitas belajar-mengajar di kelas.
pendekatan yang mengacu pada argumen bahwa proses belajar bagi peserta didik sesungguhnya merupakan usaha untuk menguasai informasi. Pendekatan selanjutnya adalah pendekatan yang bertumpu pada pemaknaan bahwa mengajar adalah usaha untuk menciptakan sistem lingkungan yang mengoptimalkan aktivitas belajar.
Secara individual, guru sejatinya dalah pihak yang menyampaikan ilmu, sementara peserta didik secara individual melakukan aktivitas belajar untuk membentuk sel-conceft bagi dirinya sendiri. Oleh karena itu, guru berperan dalam aktivitas belajar-mengajar seperti berusaha secara terus-menerus untuk membantu peserta didik dalam membangun konsep bagi dirinya sendiri. Untuk tujuan ini, maka potensi-potensi yang dimiliki peserta didik perlu di pahami, diketahui, dirangsang, dan dikembangkan secara komprehensif oleh guru. Dengan kata lain, kita sebagai guru yang harus berjuang secara maksimal untuk mengembangkan strategi mengajarnya agar mampu mengembangkan semua potensi yang dimiliki peserta didik.
Metode merupakan cara yang dilakukan untuk mencapai sesuatu. Sehingga metode belajar merupakan suatu cara yang dilakukan dalam proses mengajar untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Adapun metode belajar yaitu: metode ceramah, metode tanya jawab, metode  diskusi, metode demonstrasi, metode latihan, metode simulasi, metode karya wisata, metode pemberian tugas, dan metode bercerita.
Setidaknya, sembilan metode tersebut cukup sebagai bahan masukan bagi kita untuk menjadi seorang guru yang berkualitas. Hal yang terpenting bagi guru adalah memahami secara tepat semua komponen dalam mengajar sebelum menentukan metode yang paling efektif dan relevan saat mengajar di kelas.
Keterampilan dasar mengajar merupakan kemampuan minimal yang harus dimiliki setiap individu yang berprofesi sebagai pengajar, yakni guru. Keterampilan dalam mengajar itu membuktikan bahwa kita memang pantas menjadi seorang guru. Setidaknya ada 8 keterampilan dasar mengajar yan harus dipunyai oleh guru terkait dengan aktivitas belajar mengajar. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Raymon H. Simamora, Buku Ajar Pendidikan dalam Keperawatan (Jakarta EGC, 2009;77-78) Sebagai berikut :
1. Keterampilan bertanya
2. Keteramilan memberikan penguatan
3. Keterampilan memberikan variasi (variaton skill)
4. Keterampilan menjelaskan
5. Keteampilan membuka dan menutup pertanyaan
6. Keterampilan membimbing diskusi kecil
7. Keteramplan mengelola kelas
8. Keterampilan mengajar kelompok kecil dan individu
Dalam mengajar seharusnya guru memahami 3 aspek besar, yakni teori belajar, teori mengajar, dan teori bahasa. Meminjam pendapat Brown, Nenden Tri Lengkanawati menyatakan bahwa aa beberapa bentuk prinsip yang harus diperhatikan secara  serius oleh guru dalam mengajar. Diantaranya prinsip-prinsip kognitif, prinsip-prinsip afektif; dan prinsip-prinsip linguistik.
Untuk mencapai standar mutu yang sama antara satu daerah dengan daerah yang lain sangat penting bagi guru untuk memperhatikan komponen dalam strategi belajar mengajar. Setidaknya ada tujuh komponen pentin dalam mengajar diantaranya adalah tujuan pengajaran, guru, peserta didik, materi pembelajaran, metode pengajaran, media pengajaran dan faktor administrasi an finansial.
2. PANTANGAN BAGI GURU SAAT MENGAJAR
Sebagai seorang guru banyak pantangan yang tidak boleh dilanggar. Diantaranya adalah  duduk diatas meja, mengajar sambil merokok, mengajar sambil makan, mengajar sambil bermain telepon seluler, tertidur saat mengajar, menganggap dirinya paling pandai, mengajar secara monoton, tidak disiplin, sering bolos, menggunakan komunikasi yang tidak efektif, berpakaian tidak rapi, tidak melakukan evaluasi, membiarkan peserta didik saling menyontek, membocorkan kunci soal ujian, membuat soal ujian yang tidak diajarkan, mengajarkan permusuhan dan kebencian, mengajarkan porno, melakukan pelecehan seksual, tidak peduli dengan kehadiran peserta didik, tidak peka terhadap permasalahan, menyepelekan peserta didik, tidak memperhatikan perbedaan, tidak memberi jawaban, menceritakan persoalan pribadi serta bertindak diskriminatif.
3. ANJURAN BAGI GURU SAAT MENGAJAR
Sebagai seorang guru banyak hal hal positif yang harus di perhatikan dalam proses mengajar sehingga pembelajaran menjadi sangat efektif dan berkualitas. Adapun yang dianjurkan bagi guru saat mengajar adalah seperti berikut:
1. Mempersiapkan diri dengan baik
Persiapan yang baik akan menjamin hal positif dalam pelaksanaannya. Oleh sebab itu, setiap guru hendaknya mempersiapkan pelajaran semaksimal mungkin dan bersungguh-sungguh. Persiapan dalam konteks ini lebih tepat diartikan sebagai perencanaan engajaran oleh guru sebelum ia benar-benar berada di depan peserta didik untuk menyampaikan materi pelajaran.
2. Memberikan umpan balik
Seorang guru tentu perlu mengetahui sejauh mana bahan atau materi yang telah di jelaskan dapat dimengerti oleh peserta didik sebab hal ini menjadi parameter utama untuk mengetahui apakah ia dapat melajutkan pelajaran menuju bahan berikutnya. Apabila peserta didik bagian-bagian tertentu, guru tentu dianjurkan mengulangi penjelasannya. Adapun cara sederhana untuk mengetahui mengerti tidaknya peserta didik dengan apa yang telah guru sampaikan adalah dengan mengajukan sejumlah pertanyaan pada pertengahan atau akhir jam pelajaran dengan menerapkan cara tersebut, guru akan menemukan pokok-pokok materi yang belum tersampaikan secara jelas.
3. Menerapkan metode yang tepat
Meskipun tidak mudah, guru profesional sangat dianjurkan untuk dapat menerapkan metode mengajar yang tepat saat berada di tengah-tengah peserta didiknya. Metode yang tepat akan sangat menentukan keberhasilan aktivitas belajar mengajar di dalam kelas. Apabila seorang guru hanya mengandalkan satu metode secara monoton saat mengajar apalagi sampai menggunakan teknik yang tidak tepat maka sudah barang tentu materi pelajaran tidak akan bisa diterima secara baik oleh peserta didik.
4. Memperhatikan jenjang pendidikan
Berkaitan dengan jenjang pendidikan peseta didik, ada beberapa hal yang harus di amati secara serius oleh guru, yaitu, guru harus mengamati apakah peserta didiknya sudah mampu berfikir abstrak atau belum, guru harus mengamati usia peserta didiknya apakah tergolong usia anak-anak, remaja, atau dewasa, guru harus mengamati pemahaman peserta didik pengalaman dan pengetahuan yang dimiliki sebelumnya serta kebutuhan akan aktualisasi diri yang bersifat lebih kompleks.
5. Memerhatikan kecerdasan peserta didik
seorang guru profesional tentu diharapkan dapat membimbing seluruh peserta didiknya dengan baik, atrinya, ia bisa menentukan metode mengajar yang efektif, menyampaikan materi secara proporsional, serta menerapkan pola komunikasi yang mudah di pahami oleh peserta didiknya di dalam kelas terlebih dengan tingkat kecerdasan yang tidak merata setiap peserta didik.
6. Memerhatikan latar belakang peserta didik
Latar belakang peserta didik sangat penting diketahui oleh seorang guru. Pasalnya, sebelum menentkan strategi, metode, dan pendekatan mengajar yang tepat, ia perlu mengeahui terlebih dahulu jati diri peserta didiknya. Guru yang mengetahui latar belakang peserta didik akan berimplementasi positif terhadap mutu pendidikan.
7. Memperhitungan jumlah peserta didik
Sebagai guru, sangat penting bagi anda untuk memperhitungkan secara cermat dan teliti jumlah peserta didik yang terdapat di dalam kelas. Jumlah kseeluruhan peserta didik di tempat anda mengajar patut menjadi pertimbangan penting di dalam memutukan strategi, metode, ataupun pendekatan kegiatan belajar mengajar secara tepat.
8. Memerhatikan karakter kelas
Karakter kelas yang majemuk hendaknya menjadi perhatian penting bagi guru saat mengajar. Dengan memerhatikan karakter kelas, guru akan mampu merancang sebuah strategi mengajar yang paling tepat. Lebih jauh guru juga pasti dapat menetapkan metode paling efektif sesia karaker kelas. Ini berarti perbedaan karakter kelas dapat dijadikan landasan atau bahan pertimbangan bagi guru dalam merancang dan menentuan strategi dan metode pembelajaran.
9. Memiliki keterampilan mengajar
Keterampilan dasar dalam mengajar menjadi kemampuan yang wajib dimiliki setiap guru. Artinya, ilmu yang luas belum cukup memadai bagi guru. Keterampilan dasar mengajar antara lain mencakup keterampilan bertanya, memberi penguatan, mengadakan variasi, menjelaskan, membuka dan menutup pembelajaran, membimbing diskuasi kelompok kecil, mengelola kelas, serta mengajar baik secara kelompok maupun individual.
10. Mengajar dengan luwes
Guru yang luwes hakikatnya memahami bagaimana seharusnya kelas dikelola secara baik. Ia juga mengerti cara membangkitkan minat belajar peserta didiknya dan selalu menantang dirinya untuk berpikir kreatif. Agar guru bisa menampilkan diri seebagai pengajar yang luwes, ia perlu belajar ekstra keras. Jadi, apabila gurur mau terus belajar dan berlatih maka seiring bertambahnya pengalaman keluwesan tentu akan dimilikinya.
11. Mengidentifikasi kelompok yang dominan
Dengan mengidentifikasi kelompok dominan, guru setidaknya dapat mengetahui peserta didik di kelasnya yang jika mampu dikendalikan akan turut berpengaruh terhadap teman-temannya. Dalam konteks ini, anda harus membekali diri dengan kemampuan bersosialisasi dan berinteraksi secara baik. Untuk memudahkan identifikasi terhadap kelompok dominan, anda perlu menjadi sosok guru yang tidak pernah canggung untuk bergaul dengan peserta didik, baik di dalam maupun diluar kelas.
12. Melihat ketersediaan fasilitas
Keterbatasan fasilitas tidak boleh menjadi alasan guru bersikap setengah hati dalam memandu proses pembelajaran. Manakala seorang guru menemukan sekolah mengalami keterbatasan dalam penyediaan fasilitas pembelajaran, sudah sepatutnya ia menyiasati dengan menentukan metode pembelajaran yang tepat. Jadi, pemilihan metode pembelajaran menjadi jalan keluar paling relevan agar pembelajaran tetap berjalan menarik, menyenangkan, dan dapat mencapai target yang dikehendaki.
13. Menguasai materi
Tingkat penguasaan terhadap materi pada dasarnya menjadi kunci keberhasilan atau kegagalan seorang guru saat mengajar. Sebab, inti dari aktivitas belajar-mengajar yaitu transfer ilmu pengetahuan atau informasi dari guru kepada peserta didik tidak tercapai. Oleh sebab itu, agar seorang guru tidak mengalami kegagalan dalam mengajar, ia harus menguasai materi.
14. Memaksimalkan media pembelajaran
Media pembelajaran secara sederhana dapat diartikan sebagai metode atau teknik penggunaan alat atau bahan guna memberikan pemahaman kepada peserta didik dalam aktivitas belajar-mengajar.
a. Manfaat Media Pembelajaran
1. Mempermudah Penyampaian Materi kepada Peserta Didik
2. Aktivitas Belajar-Mengajar Jaul Lebih Jelas dan Menarik
3. Menjadikan Komunikasi Berrlangsung Lebih Interaktif
4. Mengefektifkan Waktu dan Tenaga Guru
5. Meningkatkan Kualitas dan Prestasi Belajar
6. Merangsang Peserta Didik untuk Belajar di Setiap Waktu dan Tempat
7. Mendorong Peserta Didik Semakin Tertarik untuk Belajar
8. Guru Menjadi Lebih Produktif
b. Penyebab Guru Enggan Menggunakan Media Pembelajaran
1. Menganggap Media Pembelajaran Membuat Repot
2. Menganggap Media Pembelajaran Merupakan Sesuatu yang Canggih dan Mahal
3. Merasa Khawatir Tidak Mampu Mengoperasikan Media Pembelajaran
4. Menganggap Media Pembelajaran Sebatas Sarana Hiburan
5. SekolaTidak Menyediakan Media Pembelajaran yang Lengkap
6. Guru Lebih Suka Berbicara Dibanding Menggunakan Media
15. Mengajar sesuai bidang keahlian
Keahlian guru dapat dicermati dari latar belakang pendidikannya. Seorang guru dikatakan bukan ahli di bidangnya apabila mengajar mata pelaaran yang tidak sesuai dengan bidang ilmu yang dulu dipelajarinya. Dampak negatif jika guru dipaksa atau justru memaksakan diri mengajar materi pelajaran yang tidak sesuai dengan bidangnya. Pertama, kemampuan guru jauh di bawah bidangnya yang dikuasainya. Kedua, guru menjadi tidak termotivasi. Ketiga, keahlian guru menjadi tidak berkembang. Keempat, aktivitas belajar-mengejar menjadi kurang menarik. Kelima, tingkat kelulusan menjadi rendah.
16. Mengikuti perkembangan zaman
Seorang guru yang mengikuti perkembangan zaman selalu belajar setiap hari. Hal ini dilakukan agar ia tidak ketinggalan zaman dalam menempuh proses dan perkembangan dunia pendidikan. Guru juga dituntut menciptakan inovasi-inovasi baru dalam proses pembelajaran sehingga mampu meningkatkan prestasi belajar peserta didik. Seorang guru masa kini setidaknya mampu dan terbiasa mengoperasikan berbagai komponen modern.
a. Penyebab Guru Tidak Mau Belajar
1. Rutinitas yang Mengikat
2. Kelelahan
3. Banyak Tugas
4. Malas
b. Hal-hal yang Harus Dilakukan Guru Agar Mau Terus Belajar
1. Belajar dari Pengalaman Saat Mengajar
2. Belajar kepada Sesama Guru
3. Belajar kepada Orang yang Lebih Ahli
17. Tidak berbicara jorok
Sebagai seorang pendidik, anda sangat dianjurkan untuk menjaga perkataan. Seorang guru yang baik sangat dianjurkan untuk berkata halus dan lembut saat mengajar. Patut diingat bahwa kebiasaan berkata kasar ini hanya akan menjadikan guru kehilangan wibawanya. Bahkan, guru tersebut akan dianggap memiliki kepribadian buruk.
18. Tidak menggunakan kekerasan
Tidak pantas bagi seorang guru untuk melakukan cara-cara kekerasan di dalm membimbing peserta didiknya. Dalam hal ini, seorang guru wajib melakukan refleksi terhadap dirinya sendiri. Ia sepatutnya mendidik peserta didiknya secara elegan tanpa menggunakan cara-cara kekerasan.
19. Memberikan hukuman yang mendidik
Pada dasarnya, pemberian hukuman kepada peserta didik bertujuan agar peserta didik jera sehingga tidak mengulangi perbuatannya. Oleh karena itu, guru harus bijak di dalam memberikan hukuman, seperti tugas membaca buku, membuat kliping berita, menulis cerpen, membuat artikel, dan sejenisnya.
20. Berpikir positif
Sebagai guru profesional, anda harus selalu berpikir positif, karena pikiran positif mengandung banyak manfaat. Seorang guru profesional sangat dianjurkan untuk menghindari mindset negatif. Beberapa langkah berikut ini dapat dilakukan agar guru selalu berpikir positif saat mengajar di sekolah, yaitu:
a. Memahami di Setiap Tempat Mengajar Selalu Ada Kelebihan dan Kekurangan
b. Mengubah Cara Pandang Terhadap Suatu Persoalan
c. Berhenti Mengeluh, Mengumpat, dan Menyalahkan Orang Lain
d. Meyakini Masalah sebagai Sarana untuk Mendewasakan Diri
21. Mengajar dengan antusias
Guru juga perlu menunjukkan antusiasme tinggi di dalam mengajar peserta didik di kelas. Dalam konteks inilah, seorang guru dituntut untuk menjadi sosok yang antusias. Ia selalu bergairah dan bersemangat dalam menjalankan tugas-tugasnya. Untuk menjadi pribadi yang penuh antusiasme, anda dapat menerapkan beberapa langkah praktis berikut ini.
a. Menetapkan Visi dan Misi
b. Mencatat Visi dan Misi Hidup di Dalam Buku Pribadi
c. Menguatkan Tekad dan Motivasi
d. Menindaklanjuti Visi dan Misi dengan Tindakan
e. Berrsikap Disiplin dan Tekun
f. Bersahabat dengan Orang-Orang yang Optimis
g. Memberikan Sugesti Positif kepada Diri Sendiri
h. Menghindari Pikian Negatif

22. Menumbuhkan rasa percaya diri
Kepercayaan diri sangatlah penting dimiliki oleh seorang guru. Tanpa rasa percaya diri yang tinggi, seorang guru tidak mungkin mampu menjalankan perannya secara maksimal.
23. Memberikan motivasi kepada peserta didik
Mengingat pengaruh motivasi terhadap hasil belajar cuku besar, para guru diharapkan mampu membangkitkan semangat sekaligus memanfaatkannya sebagai penggerak peserta didik meraih prestasi yang diharapkan.
24. Mengawali pengajaran dengan baik
Melalui pembukaan yang baik, anda akan berhasil menarik minat peserta didik sehingga mau terus mengikuti bahan berpartisipasi aktif di dalam kelas. Kathy Peterson di dalam buku 55 Teaching Dilemmas menuliskanahwa setidaknya ada sepuluh cara yang dapat diterapkan dalam rangka mengawali pengajaran secara mengesan, yaitu:
a. Menarik Perhatian Peserta Didik dengan Sesuatu yang Unik
b. Menggunakan Teknik Tas Belanja
c. Menggunakan OHP Berwarna di Dalam Ruang Kelas yang Gelap
d. Menggunakan Topi Khusus yang Bisa Mewakili Mata Pelajaran
e. Memberikan Beberapa Petunjuk Umum
f. Membuat Peserta Didik Tertarik Terhadap Pelajaran
g. Memberikan Penjelasan tentang Tujuan Pelajaran
h. Menjelaskan Harapan Anda Terhadap Mata Pelajaran
i. Memanfaatkan Waktu Tunggu
j. Menggunakan Bahasa Tubuh yang Meyakinkan
25. Menjadi sosok yang humoris
Anda tidak bisa menganggap gaya mengajar dengan sedikit humor adalah yang paling efektif. Hal itu sangat tergantung pada situasi dan materi yang hendak diajarkan kepada peserta didik. Pasalnya, dengan menyisipkan humor di tengah-tengah mengajar, guru dapat menghidupkan situasi belajar di dalam kelas selama humor yang di selipkan bersifat mendidik, bukan jorok atau bahkan menjurus pornografi.
26. Meningkatkan kreativitas
Ide-ide kreatif akan muncul jika seorang guru terbiasa melakukan aktivitas-aktivitas positif, seperti membaca buku, menulis, melakukan penelitian, serta mengikuti seminar dan pelatihan, serta mengikuti seminar dan pelatihan. Agar menjadi sosok guru yang mempunyai daya kreativitas tinggi, anda hanya perlu fokus serta bersungguh-sungguh melakukan langkah-langkah berikut.
a. Mengosentrasikan Diri Hanya pada Perencanaan Mengajar
b. Terbuka Terhadap Perubahan dan Kegagalan
c. Bersedia Diajak Bekerja Sama
d. Banyak Membaca
e. Memperbanyak Diskusi dengan Rekan-Rekan Seprofesi
f. Melakukan PTK (Penelitian Tindakan Kelas)
EVALUASI
Setelah membaca buku “Rahasia Jadi Guru Favorit- Inspiratif” saya tidak menemukan kekurangan berarti dalam buku ini, tetapi ada beberapa istilah yang tidak saya mengerti dan belum saya mengerti sebelumnya. Menurut saya buku ini menceritakan tentang anjuran-anjurang yang harus dilakukan saat mengajar dan pantangan-pantangan yang dilarang diakukan saat mengajar
KESIMPULAN
Guru adalah sosok yang menjadi panutan bagi semua orang, terutama bagi peserta didiknya. Ia adalah tokoh sentral dalam pembentukan karakter peserta didik di masa depan. Karena itu buku “Rahasia Jadi Guru Favorit-Inspiratif” hadir untuk memberikan tambahan ilmu bagi pembaca atau bagi seorang guru untuk menjadi guru favorit-inspiratif. Buku ini menguraikan tentang anjuran dan larangan saat mengajar. Harapanya, bagi seorang guru atau calon guru setelah membaca buku ini akan tercipta sosok guru yang ideal, baik dari sisi intelektual (menyampaikan materi dengan jelas) maupun moral (memberikan keteladanan dalam berperilaku).

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home