Wednesday, August 21, 2019

Beberapa Macam Desain Eksperimen


Terdapat beberapa bentuk desain eksperimen yang dapat digunakan dalam penelitian bisnis, yaitu Pre-Eksperimental Design, True Eksperimental Design, Factorial Design, dan Quasi Eksperimental Design.
1.    Pre-Exsperimental Designs (nondesigns)
Dikatakan pre-experimental design, karena desain ini belum merupakan eksperimen sungguh-sungguh. Karena masih terdapat variabel luar yang ikut berpengaruh terhadap terbentuknya variabel dependen. Jadi hasil eksperimen yang merupakan variaberl dependen itu bukan semata-mata dipengaruhi oleh variabel independen. Hai ini dapat terjadi, karena tidak adanya variabel kontrol, dan sampel tidak dipilih secara random.
Bentuk pre-eksperimentaldesigns ada beberapa macam yaitu: One-Shot Case Study, One Group Pretest-Posttest Design, One-Group Pretest- Posttest Design dan Intact-Group Comparison.
a.    One-Shot Case Study
Paradigma dalam penelitian eksperimen model ini dapat digambarkan seperti berikut:
X        O
 
X = treatment yang diberikan (variabel independen)
O = Observasi (variabel dependen)
Paradigma itu dapat dibaca sebagai berikut: terdapat suatu kelompok diberi treatment/perlakuan, dan selanjutnya diobservasi hasilnya. (Treatment adalah sebagai variabel independen, dan hasil adalah sebagai variabel dependen).
b.   One-Group Pretest-Posstest Design
Kalau pada desain no. A tidak ada pretest, maka pada desain ini terdapat pretest, sebelum diberi perlakuan. Dengan demikian hasil perlakuan dapat diketahui lebih akurat, karena dapat membandingkan dengan keadaan sebelum diberi perlakuan. Desain ini dapat digambarkan seperti berikut.
O1 X O2
 
O1   =   nilai pretest (sebelum diberi diklat)
O2   =   nilai posttest (setelah diberi diklat)
c.    Intact-Group Comparison
Pada desain ini terdapat satu kelompok yang digunakan untuk penelitian, tetapi dibagi dua, yaitu setengah kelompok untuk eksperimen (yang diberi perlakuan) dan setengah untuk kelompok kontrol (yang tidak diberi perlakuan). Paradigma penelitiannya dapat digambarkan sebagai berikut:
X      O1
O2

 
O1   =   hasil pengukuran setengah kelompok yang diberi perlakuan
O2   =   hasil pengukuran setengah kelompok yang tidak diberi perlakuan
Pengaruh perlakuan = O1 – O2

2.    True Exsperimental Design
Dikatakan true experimental (eksperimen yang betul-betul), karena dalam desain ini peneliti dapat mengontrol semua variabel luar yang mempengaruhi jalannya eksperimen. Dengan demikian validitas internal (kualitas pelaksanaan rancangan penelitian) dapat menjadi tinggi. Ciri utama dari true experimental adalah bahwa, sampel yang digunakan untuk eksperimen maupun sebagai kelompok kontrol diambil secara random dari populasi tertentu. Jadi cirinya adalah adanya kelompok kontrol dan sampel dipilih secara random.
Disini dikemukakan dua bentuk desain true experimental yaitu: Posttest Only Control Design dan Pretest Group Design.
a.    Posttest-Only Control Design
R              X            O2
  R                           O4

 
 



Dalam desian ini terdapat dua kelompok yang masing-masing dipilih secara random (R). Kelompok pertama diberi perlakuan (X) dan kelompok yang lain tidak. Kelompok yang diberi perlakuan disebut kelompok eksperimen dan kelompok yang tidak diberi perlakuan disebut kelompok kontrol. Pengaruh adanya perlakuan (treatment) adalah (O1:O2). Dalam penelitian yang sesungguhnya, pengaruh treatment dianalisis dengan uji beda, pakai statistik t-test.
b.   Pretest-Posttest Control Group Design
  R    O1       X      O2
  R    O3                  O4

 
 




Dalam desain ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random, kemudian diberi pretest untuk mengetahui keadaan awal adalah perbedaan antarakelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil pretest yang baik bila nilai kelompok ekperimen tidak berbeda secara signifikan. Pengaruh perlakuan adalah (O2-O1) – (O4 – O3)
3.    Factorial Design
Desain faktorial merupakan modifikasi dari design true experimental, yaitu dengan memperhatikan kemungkinan adanya variabel moderator yang mempengaruhi perlakuan (variabel independen) terhadap hasil (variabel dependen). Paradigma desain faktorial dapat digambarkan sebagai berikut.
  R    O1       X      Y1   O2
  R    O3                  Y1   O4
R      O5       X      Y2   O6
R      O7                Y2     O8

 
 







Pada desain ini semua kelompok dipilih secara random, kemudian masing-masing diberi pretest. Kelompok untuk penelitian dinyatakan baik, bila setiap kelompok nilai pretestnya sama.


4.    Quasi Experimental Design
Bentuk desain ekperimen ini merupakan pengembangan dari true experimental design, yang sulit dilaksanakan. Desain ini mempunyai kelompok kontrol, tetapi tidak dapat berfungsi sepenuhnya untuk mengontrol variabel-veriabel luar yang mempengeruhi pelaksanaan ekperimen. Walaupun demikian desain ini lebih baik dari pre-experimentaldesign. Quasi-experimental design, digunakan karena pada kenyataannya sulit mendapatkan kelompok kontrol yang digunakan untuk penelitian.
Dalam suatu kegiatan administrasi atau manajemen, sering tidak mungkin menggunakan sebagaian para karyawannya untuk eksperimen dan sebagian tidak. Sebagian menggunakan prosedur kerja baru yang lain tidak. Oleh karena itu, untuk mengatasi kesulitan dalam menentukan kelompok kontrol pada penelitian, maka dikembangkan desain Quasi eksperimental.
Berikut ini dikemukakan dua bentuk desain quasi experimen, yaitu Time-Series Design dan Nonquivalent Control Group Design.
a.    Time Series Design
O1  O2  O3  O4   X   O5  O6  O7  O8

 
 


Dalam desain ini kelompok yang digunakan untuk penelitian tidak dapat dipilih secara random. Sebelum diberi perlakuan, kelompok diberi pretest sampai empat kali dengan maksud untuk mengetahui kestabilan dan kejelasan keadaan kelompok sebelum diberi perlakuan. Bila hasil pretest selama empat kali ternyata nilainya berbeda-beda, berarti kelompok tersebut keadaannya labil, tidak menentu dan tidak konsisten. Setelah kestabilan keadaan kelompok dapat diketahui dengan jelas, maka baru diberi treatment. Desian penelitian ini hanya menggunkan satu kelompok saja, sehingga tidak memerlukan kelompok kontrol.
b.   Nonequivalent Control Group Design
Desain ini hampir sama dengan pretest-postest control group design, hanya pada desain ini kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol tidak dipilih secara random.
 

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home