Akuntansi Sektor Publik
Akuntansi
Sektor Publik adalah sebuah proses untuk mengumpulkan, mencatatat,
mengklasifikasikan, menganalisis serta membuat laporan transaksi keuangan untuk
sebuah organisasi publik yang menyediakan informasi keuangan bagi pihak yang
membutuhkannya untuk digunakan saat pengambilan sebuah keputusan.
B.
Ciri - ciri atau Karakteristik Akuntansi Publik
Adapun
ciri ciri atau karakteristik akuntansi sektor publik berikut ini :
1.
Sumber
daya suatu organisasi atau badan usaha berasal dari para penyumbang yang tidak
mengharapkan pembayaran kembali atau laba sebagai manfaat ekonomi yang setara
dengan jumlah sumber daya yang diberikan. Dengan demikian akuntansi sektor
publik atau akuntansi pemerintah tidak ada pencatatan laba rugi (baca: cara
membuat laporan laba rugi) dan pembagian saham kepada para pendiri atau pemilik
badan usaha.
2.
Sektor
publik atau lembaga pemerintah tidak ada kepemilikan seperti lazimnya
organisasi bisnis sehingga kepemilikan organisasi nirlaba tidak bisa dijual,
dialihkan, atau ditebus kembali. Kepemilikan lembaga tidak mencerminkan
proporsi pembagian sumber daya entitas pada saat likuidasi atau pembubaran
entitas. Dalam akuntansi pemerintah, pencatatan pemilikan pribadi dan
pencatatan transaksi pribadi (prive) juga tidak ada.
3.
Sistem
akuntansi pemerintahan suatu negara (sektor publik) sangat dipengaruhi oleh sistem
pemerintahan negara yang bersangkutan sehingga bentuk akuntansi sektor publik
berbeda antara suatu negara dengan negara yang lain tergantung pada sistem
pemerintahan. Sistem pemerintahan republik berbeda dengan pemerintahan yang
berbentuk kerajaan (monarki).
4.
Fungsi
akuntansi sektor publik (pemerintahan) adalah untuk mencatat, menggolongkan, meringkas,
dan melaporkan realisasi pelaksanaan anggaran suatu negara. Penyelenggaraan
akuntansi pemerintahan tidak bisa dipisahkan dari mekanisme pengurusan keuangan
dan sistem anggaran tiap-tiap negara. Pencatatan sistem anggaran pada sektor
publik lebih kompleks daripada pencatatan anggaran pada perusahaan atau badan
usaha komersil lainnya.
5.
akuntansi sektor publik, pencatatan laba rugi
tidak perlu dilakukan karenakeinginan mengejar laba tidak termasuk dalam usaha
dan kegiatan lembaga sektorpublik.
6.
Karena
lembaga sektor publik tidak dimiliki secara pribadi sebagaimana
halnyaperusahaan, maka dalam akuntansi sektor publik pencatatan pemilikan
pribadi jugatidak perlu dilakukan
7.
Karena
sistem akuntansi sektor publik suatu negara sangat dipengaruhi oleh
sistempemerintahan negara yang bersangkutan, maka bentuk akuntansi sektor
publikberbeda antara suatu negara dan negara lain, tergantung sistem
pemerintahannya
8.
Karena
fungsi akuntansi sektor publik adalah untuk mencatat, menggolongkan,meringkas
dan melaporkan realisasi anggaran suatu negara, maka penyelenggaraanakuntansi
sektor publik tidak bisa dipisahkan dari mekanisme pengurusan keuangandan
sistem anggaran tiap – tiap negaraRuang Lingkup Akuntansi Sektor Publik
meliputi badan – badan pemerintahan( pemerintah pusat, pemerintah daerah dan
unit – unit kerja pemerintah), perusahaan miliknegara ( BUMN dan BUMD),
organisasi sukarelawan, rumah sakit, perguruan tinggi danuniversitas, lembaga
swadaya masyarakat, organisasi keagamaan, organisasi politik dansebagainya.
C.
Contoh Akuntansi Publik
1.
Jasa
Assurance
2.
Jasa
Atestasi
3.
Jasa
Nonassurance
4.
Jasa
perpajakan
5.
Jasa
konsultasi manajemen
6.
Jasa
penyusunan sistem manajemen.

2 Comments:
penggunaan Sistem Akuntansi di jaman sekarang ini sangat memudahkan para akuntan, apalagi dengan penggunaan software Cloud Accounting , para akuntan bisa melakukan perhitungan akuntansi kapan saja dan dimana saja secara efisien.
Penjelasan yang sangat jelas dan mudah dipahami mengenai akuntansi sektor publik. Akuntansi tentu sangat berperan besar dalam penentuan budget pembelian setiap perusahaan.
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home