Pengertian Defisit
Defisit adalah keadaan yang
terjadi saat sebuah organisasi atau sebuah lingkup pemerintahan mengalami
pengeluaran yang lebih besar dibandingkan penghasilannya. Defisit adalah suatu
permasalahan yang sudah biasa dialami oleh banyak negara, terutama negara
berkembang seperti Indonesia.
Pengertian Defisit
Pemerintahan di setiap negara
pasti akan merencanakan anggaran yang akan dipakai selama 1 tahun.
Di Indonesia perencanaan
anggaran tahunan tersebut disebut sebagai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara
(APBN).
APBN yang telah disusun
pemerintah setiap tahun dapat dimanfaatkan untuk menentukan kebijakan anggaran
(fiskal) yang disesuaikan dengan kondisi perekonomian yang sedang terjadi.
Hal tersebut akan mempercepat
sistem pemulihan ekonomi yang terlihat dari peranannya dalam permintaan
agregat.
Saat melaksanakan pengeluaran
dan pembiayaan, pemerintah dalam pelaksanaan kegiatannya dapat melalui
kebijakan anggaran defisit
Secara umum, definisi defisit
adalah keadaan yang terjadi saat sebuah organisasi atau sebuah lingkup
pemerintahan mengalami pengeluaran yang lebih besar dibandingkan
penghasilannya.
Defisit tersebut dapat
ditutupi dengan sumber-sumber pembiayaan, baik dari dalam maupun luar negeri.
Untuk kasus Pemerintah
Indonesia, defisit APBN terjadi saat pemerintah meminjam uang dari Bank
Indonesia (bank sentral) atau melakukan pencetakan uang baru untuk membiayai
kegiatannya.
CIRI-CIRI RUMAH TANGGA DEFISIT
ENERGI DI PEDESAAN JAWA TENGAH
Achmad Djauhari, Supena
Friyatno
Abstract
Indonesian
Kelompok rumah tangga adalah
sasaran utama dalam program peningkatan dan perbaikan tingkat konsumsi pangan
dan gizi. Oleh karena itu, keberhasilan program ini ditentukan oleh kemampuan
mengidentifikasi rumah tangga yang menjadi sasaran tersebut. Penelitian ini
mencoba mengidentifikasi ciri-ciri rumah tangga defisit energi pada berbagai
tipe agro-ekosistem di pedesaan Jawa Tengah. Penentuan rumah tangga defisit
energi dihitung dengan cara membandingkan kebutuhan energi suatu rumah tangga
terhadap tingkat konsumsinya. Apabila tingkat konsumsi kurang dari 70 persen
dari energi yang dibutuhkannya, maka rumah tangga tersebut dikelompokkan pada
kelompok defisit energi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ciri-ciri rumah
tangga defisit energi adalah: (a) Adanya perbedaan tingkat konsumsi energi pada
berbagai tipe agro-ekosistem dengan sumber energi utama padi-padian; (b) Jumlah
anggota rumahtangga umumnya lebih banyak pada semua tipe agro-ekosistem; (c)
Sumber pendapatan utama adalah sektor-sektor padat karya (modal dan keterampilan
rendah). (d) Tingkat pendidikan kepala rumahtangga umumnya rendah; dan (e)
Penguasaan dan pemilikan lahan sempit, sehingga banyak menjadi sebagai
penggarap. Dalam jangka pendek implikasi dari penelitian ini, membutuhkan
penyuluhan yang lebih intensif tentang konsumsi energi dan gizi, seperti
melalui peningkatan pemanfaatan lahan pekarangan dan pengadaan asset-asset
produktif bagi rumah tangga defisit energi di pedesaan.
Contoh dari Defisit :
Defisit APBN Capai Rp 37,4
Triliun hingga 31 Januari 2018
Oleh Septian
Deny pada 20 Feb 2018, 14:40 WIB
Liputan6.com,
Jakarta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) melaporkan realisasi pendapatan
negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 mencapai Rp
101,4 triliun hingga 31 Januari.
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri
Mulyani Indrawati menyatakan, angka ini mencapai 5,3 persen dari asumsi APBN
2018 yang sebesar Rp 1.894,7 triliun atau tumbuh 14,7 persen dibandingkan
dengan realisasi pada periode yang sama tahun lalu.
"Pada 31 Januari,
realisasi pendapatan negara mencapai Rp 101,4 triliun atau 5,3 persen dari
total pendapatan negara yang ditargetkan sebesar Rp 1.894,7 triliun," ujar
dia di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (20/2/2018).
Sementara dari sisi belanja,
hingga 31 Januari 2018 mencapai Rp 138,4 triliun. Angka ini sebesar 6,2 persen
dari asumsi belanja dalam APBN 2018 yang sebesar Rp 2.220,7 triliun, atau
tumbuh 3,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Sri Mulyani menjelaskan, dari
data tersebut, hingga 31 Januari 2018 defisit anggaran mencapai Rp 37,4 triliun
atau 11,4 persen dari asumsi APBN 2018 yang sebesar Rp 325,9 triliun.
Namun demikian, defisit ini
lebih kecil dibandingkan defisit pada periode yang sama di 2017 yang sebesar Rp
44,9 triliun.
"Kalau dibandingkan tahun
lalu, itu lebih baik. Untuk pendapatan negara growth itu melompat
lebih dari dua kali lipat. Belanja negara memang lebih rendah dibandingkan
tahun lalu, 6,2 persen," kata dia.
Untuk pembiayaan anggaran,
hingga 31 Januari 2018 telah terealisasi Rp 21,8 triliun, atau 6,7 persen
dibandingkan asumsi di APBN 2018 yang sebesar Rp 325,9 triliun.
"Realisasi APBN sampai
dengan Januari 2018 menunjukkan peningkatan dan memberi optimisme untuk
pencapaian kinerja yang lebih baik," ucap dia.
Utang Luar Negeri RI Akhir
2017 Capai US$ 352 Miliar
Perkembangan Utang Luar
Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan IV 2017 relatif terkendali. Utang
luar negeri Indonesia pada akhir triwulan IV 2017 tercatat US$ 352,2 miliar
atau tumbuh 10,1 persen jika dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.
"Perkembangan utang luar
negeri ini terjadi baik di sektor publik maupun swasta, sejalan dengan
kebutuhan pembiayaan untuk pembangunan infrastruktur dan kegiatan produktif
lainnya," tulis laporan Bank Indonesia, Senin (19/2/2018).
Berdasarkan jangka waktu,
struktur utang luar negeri Indonesia pada akhir triwulan IV 2017 terbilang
aman. Utang luar negeri tetap didominasi berjangka panjang yang memiliki pangsa
86,1 persen dari total utang luar negeri dan pada akhir triwulan IV 2017 tumbuh
8,5 persen (yoy).
Sementara itu, utang luar
negeri berjangka pendek tumbuh 20,7 persen (yoy).
Menurut sektor ekonomi, posisi
utang luar negeri swasta pada akhir triwulan IV 2017 terutama dimiliki oleh
sektor keuangan, industri pengolahan, listrik, gas, dan air bersih (LGA), serta
pertambangan.
Pangsa ULN keempat sektor
tersebut terhadap total utang luar negeri swasta mencapai 76,9 persen, sedikit
lebih rendah dibandingkan dengan pangsa pada triwulan sebelumnya sebesar 77
persen.
Pertumbuhan utang luar
negeri pada sektor keuangan, sektor industri pengolahan, dan sektor LGA
meningkat dibandingkan dengan triwulan III 2017. Di sisi lain, ULN sektor
pertambangan mengalami kontraksi pertumbuhan.

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home