contoh makalah lari penjaskes
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang Masalah
Seiring perkembangan peradaban dan banyaknya kejadian besar yang terjadi
pada bangsa ini, maka akan semakin banyak pula tantangan yang muncul seiring
dengan perkembangan zaman dan kemunculan kejadian besar tersebut.
Demonstrasi, konflik antara masyarakat, suku maupun etnis, dan kerusuhan
senantiasa mewarnai zaman yang terus berkembang ini. Oleh karena
itu, tidaklah mengherankan jika dalam kehidupan masing-masing pribadi terjadi
cobaan-cobaan yang tidak tersadari dan sebagai generasi muda, pengikut Kristus
dituntut untuk “Menjadi Orang Kristen yang Taat Kepada Allah dan Firman-Nya”
dan mengandalkan Tuhan dalam segala aktivitas atau setiap kegiatan. Karena,
seberat apapun masalah atau sebesar apapun ganjalan dalam hati, jika manusia
mengajak serta Tuhan Allah, percayalah, Dia akan hadir dan senantiasa membantu
serta memberikan berkat dan rahmatNya.
Dalam
karya tulis ini, pengikut Kristus dipanggil untuk taat kepada Allah yang telah
menciptakan dirinya sehingga menjadi hamba layak di mataNya. Dan dalam segala
problema dan rencana yang ada dalam kehidupan orang Kristen, Tuhan Allah akan
selalu menyertai. Oleh karena itu sebagai orang Kristen yang taat harus selalu
mengandalkan dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai penuntun jalan hidupnya.
B. Rumusan
Masalah
Permasalahan yang dibahas dalam karya tulis “Menjadi
Orang Kristen yang Taat Kepada Allah dan FirmanNya” adalah :
1.
Bagaimana hakekat manusia?
2.
Sudah sejauh mana manusia mengerti Allah?
3.
Bagaimana memiliki iman yang kuat dan tangguh?
C. Metode
Penulisan
Penulisan
karya tulis ini menggunakan metode penulisan kualitatif. Metode penulisan
kualitatif adalah metode penulisan karya tulis dengan cara mengumpulkan data
dari sumber-sumber yang ada seperti sumber dari internet.
D. Tujuan
Penulisan
Karya tulis ini disusun dengan sistematika yang telah
ada dengan tujuan sebagai berikut:
1.
Untuk memenuhi tugas kuliah Pendidikan Agama Kristen
Protestan yang telah diberikan oleh dosen pembimbing dan pengajar mata kuliah
Pendidikan Agama Kristen Protestan.
2.
Sebagai ilmu pengetahuan bagi seluruh masyarakat dalam
kehidupan mereka agar mendapat hidup yang layak sesuai dengan ajaran Tuhan
Yesus
BAB I I
PENMBAHASAN
A. Pengertian
Lari Cepat
Lari cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari
dimana peserta berlari
dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.
dengan kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400 meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat. Menurut Muhajir (2004) sprint atau lari cepat yaitu, perlombaan lari dimana peserta berlari dengan kecepatan penuh yang menempuh jarak 100 m, 200 m, dan 400 m.
Lari cepat sering disebut juga dengan lari sprint,
karena jarak lari yang di tempuh adalah pendek. Untuk itu waktu tempuhnyapun
dibilang sangat singkat.Lari jarak 50 meter merupakan langkah awal sebagai
latihan untuk menempuh lari jarak pendek lainnya yang harus ditempuh
dengan kecepatan yang maksimal dan kemampuan yang optimal pula. Pelari cepat
disebut juga dengan sprinter . Dalam setiap kejuaran-kejuaran
atletik seperti pada pesta olahraga : PON, Sea Games, Asian Games dan
olympiade, lari cepat ini selalu diperlombakan.
Lomba lari cepat dilaksanakan di stadion
yaitu pada lintasannya yang disebut dengan track. Nomor lari
jarak pendek lainnya adalah 100 m, 200 m dan 400m, merupakan nomor lari
yang sangat bergengsi didunia. Jika mereka dapat memenangkan nomor ini pada
tingkat dunia maka akan disebut sebagai pelari tercepat di dunia.
Ada tiga variasi dalam start-jongkok yang ditentukan
oleh penempatan
start-blok relatif terhadap garis start:
start-blok relatif terhadap garis start:
a. Start-pendek
(bunch-start),
b. Start-medium
(medium-start),
c. Start-panjang
(elongated-start).
Start medium adalah umumnya yang disarankan, sejak ini
memberi peluang kepada para atlet untuk menerapkan daya dalam waktu yang lebih
lama daripada start-panjang (menghasilkan kecepatan lebih tinggi), tetapi tidak
menuntut banyak kekuatan seperti pada start-pendek (bunch-start).
2. Tahap
– tahap Pembelajaran
Pembelajaran lari cepat (sprint) terdiri dari beberapa
tahapan, yaitu :
a. Tahap
Bermain (games)
Pada tahap ini bertujuan untuk mengenalkan masalah
gerak (movement problem) lari jarak pendek langsung, dan cara lari jarak pendek
yang benar ditinjau secara anatomis, memperbaiki sikap berlari jarak pendek
serta meningkatkan motivasi siswa terhadap pembelajaran, sehingga pada akhirnya
dapat meningkatkan kebugaran jasmani siswa. Tujuan khusus dalam bermain lari
jarak pendek adalah meningkatkan reaksi bergerak, kecepatan dan percepatan
gerak siswa, serta koordinasi gerak siswa dalam berlari. Dalam bermain aa
beberapa bentuk yang dapat diberikan, yaitu bentuk perorangan, kelompok kecil
atau kelompok besar.
b. Tahap Teknik
Dasar (Basic of Technic)
Tahap ini bertujuan untuk mempelajari dasar gerak lari
jarak pendek yang sistematis. Adapun tahap-tahapnya sebagai berikut :
1) Latihan Dasar
ABC
Tahap
ini bertujuan mengembangkan keterampilan dasar lari dan mengembangkan
koordinasi gerak lari jarak pendek. Adapun latihannya adalah :
Ø Tumit
menendang pantat Gerak ankling
Ø lutut
diangkat tinggi
Ø Lutut
diangkat tinggi dan kaki diluruskan
2) Latihan
Dasar Koordinasi ABC
Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan keteramilan
dan koordinasi lari cepat.
3) Lari
Cepat Dengan Tahanan
Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan tahap dorong
atau support phase dan kekuatan khusus. Pada tahap ini dapat menggunakan
tahanan dari teman atau suatu alat penangan misalnya ban mobil atau beberapa
ban motor, lakukan dngan tidak melebihi berat tahanan, serta guru memperhatikan
kaki topang betul-betul lurus dan kontak dengan tanah sesingkat mungkin.
4) Lari
Mengejar
Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kecepatan
reaksi dan percepatan lari. Latihan ini dapat menggunakan tongkat atau tali
sepanjang 1,5 m; mulailah dengan berlari pelan-pelan setelah teman pasangan di
depan melepaskan tongkat atau tali siswa yang dibelakang mengejar sampai batas
yang telah ditentukan.
5) Lari
Percepatan
Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan lari
percepatan dan kecepatan maksimum. Buatlah tanda untuk menandai daerah 6 m,
satu teman menunggu di ujung batas yang telah ditentukan, dan pelari yang
dibelakang berlari optimum dan percepatlah berlari bila pelari yang dating
mencapai daerah 6 m dan pelari yang di depan mulai berlari secepat mungkin bila
pelari belakang telah menginjak garis 6 m dibelakangnya.
6) Start
Melayang Lari Sprint 20 m
Tahap ini bertujuan untuk mengembangkan kecepatan
maksimum. Untuk melakukannya buatlah tanda 20 m dan gunakan awalan antara 20
sampai 30 m tetapi biasa disesuaikan dengan keadaan lapangan antara 10 sampai
20 m, selanjutnya siswa berusaha melewati batas yang telah ditentukan dengan
kecepatan maksimum.
3. Alat
– alat
a.
Pistol start
b.
Start block (blok awal) yang dapat disetel
(tanpa per).
c.
Tiang finish 2 buah, tinggi 1,37m, lebar
8cm, tebal 2cm.
d.
Pita finish dipasang setinggi 1,22m.
e.
Kursi finish dengan 8 tangga untuk timers
(pencatat waktu).
f.
Stopwatch 24 buah untuk pelari.
g.
Camera finish (alat foto finish).
4.
Teknik Gerakan Start
Pada saat lomba lari, pelari yang akan
melakukan start diberikan aba-aba olehseorang petugas yang
disebut starter.
Adapun aba-aba start jongkok adalah
:“Bersedia”, “Siap”, “Ya” atau bunyi pistol “Dor”.
a. Tahap aba-aba “Bersedia” :
Ø
letakan salah satu lutut di tanah dengan
jarak ± 1 jengkal dari garis start.
Ø
letakan kaki yang lain disampingnya ± 1
kepal dengan lutut.
Ø
bungkukan badan dengan kedua tangan
terletak di tanah di belakang garis start
Ø
jari-jari telapak tangan rapat dan ibu
jari terbuka.
Ø
kepala menunduk ke depan bawah tangan
dengan rileks dan konsentrasi pada aba-aba berikutnya.
b. Tahap aba-aba “Siap” :
Ø
angkat lutut yang menumpu di tanah
setinggi ± 15 cm.
Ø
pinggul di angkat setinggi bahu, kedua
lengan tetap lurus.
Ø
kepala tetap menunduk dengan leher rileks,
pandangan kebawah 1 –
Ø
1,5 meter dimuka garis start.
Ø
Pada waktu mengangkat panggul, ambil nafas
dalam – dalam.
Ø
Pusatkan perhatian pada bunyi pistol
start.
c. Tahap aba-aba “Ya” :
Ø
Ayunkan lengan kiri kedepan dan lengan
kanan kebelakang kuat -
Ø
kuat.
Ø
Kaki kiri menolak kuat – kuat sampai
terkejang lurus. Kaki kanan melangkah secepat mungkin, dan secepatnya mencapai
tanah. Langkah pertama ini kira-kira 45 cm sampai 75 cm di depan garis start.
Ø
badan tetap rendah dan condongkan ke
depan.
Ø
Langkah lari makin lama makin menjadi
lebar. Enam sampai Sembilan langkah pertama adalah merupakan langkah peralihan
dari langkah-langkah start ke langkah-langkah lari dengan kecepatan penuh.
5. Teknik
Memasuki Garis Finish
Garis finish merupakan garis batas akhir
melakukan lomba lari. Adapuntehnik melewati garis finish dapat dibagi menjadi
tiga bagian yaitu :
A.
berlari terus dengan tidak mengurangi
kecepatan.
B.
membusungkan dada ke depan.
C.
menjatuhkan atau merebahkan salah
satu bahu kanan atau kiri ke depandengan tidak mengurangi kecepatan.
6. Teknik Lari
Cepat
Teknik berlari merupakan unsur gerakan
yang dapat menunjang pelari agar dapat berlari mencapai kecepatan yang
maksimal. Unsur-unsur yang dapatmenunjang pada gerakan lari cepat adalah :
a. Sikap
badan
Posisi badan saat melakukan lari cepat
hendaknya badan sedikit condong ke depan, sebab pelari akan mendapat
keuntungan yang lebih baik.Pengaruh titik berat badan yang lebih maju dengan
sendirinya, langkahpun lebih efektif karena titik berat badan akan turut
membantu sebagai daya tarik.
b. Sikap langkah
Dalam lari cepat di butuhkan langkah atau
gerakan kaki harus panjang dan di lakukan secepat mungkin. Karena langkah
yang lebih panjang akanmenguntungkan. Tetapi perlu diingat langkah pertama
setelah menolak dan beberapa berikutnya harus pendek. Hal ini di lakukan
untuk menjagakeseimbangan dari sikap jongkok ke sikap berdiri dan berlari. Bila
kaki dipaksakan melangkah panjang saat awal bertolak, akibatnya pelari
akan jatuh sekaligus akan gagal.
c. Gerakan
lengan
Gerakan lengan saat lari cepat di lakukan
secara wajar, jari-jari tanganmenggenggam rileks dan ayunan tangan yang
terkoordinasi, akan membentuk suatu persilangan. Karena gerakan ayunan
tangan juga berfungsi sebagai penunjang dalam keseimbangan saat berlari
dan mendorong laju kecepatan gerak si pelari.
d. Pendaratan kedua kaki
Pada gerakan lari cepat, pendaratan kedua
kaki harus selalu pada ujung telapak kaki. Lutut kaki sedikit dibengkokan
dan kaki belakang pada saat menolak benar-benar lurus dengan cepat, lutut
ditekukan agar paha mudah terayun ke depan. Setelah itu leher harus
rileks, mulut dan gigi jangan ditutup, kepala dan punggung merupakan satu
garis dan pandangan ke depan.
e. Melewati garis finish
Melewati garis finish merupakan faktor
yang sangat menentukan kalahmenangnya seorang pelari. Ada beberapa cara yang
dapat dilakukan oleh pelari dalam melewati garis finish yaitu :
1. Ada pelari yang lari terus tanpa
mengubah kecepatan.
2. Ada pelari yang menggunakan
dada di condongkan ke depan dan kedua tangannya di ayunkan ke bawah bagian
belakang. Di Amerika disebut gaya the lunge (merobohkan diri ke depan).
3. Ada pelari yang menggunakan
dada diputar dengan ayunan tangan kedepan.
Ada
beberapa hal yang perlu kita ketahui dalam melakukan lari cepat, yaitusebagai
berikut :
a. Hal-hal
yang harus di hindari :
1)
Menjejakan kaki keras-keras di tanah
2)
Mendaratkan kaki dengan tumit
3)
Mengangkat lutut kurang tinggi
4)
Tubuh terlalu condong ke depan
5)
Ayunan lengan terlalu ke atas dan
ayunannya terlalu jauh menyilang dada
6)
Meluruskan kaki yang akan dilangkahkan
kurang sempurna
7)
Dorongan ke depan kurang cukup
8)
Berlari zig-zag
9)
Pada aba-aba “siap” kepala di angkat, dagu
terlalu tinggi atau terlalu rendah
Saat
memasuki garis finish, mengurangi kecepatan
b. Hal-hal yang
perlu di perhatikan :
1)
Percepatan dan lebarkan langkah
2)
Selau konsentrasi untuk mencapai garis
finish
3)
Jangan melakukan gerakan secara bernafsu
4)
Jangan menengok ke belakang untuk melihat
kawan
5)
Jangan melompat dan memperlambat langkah
c. Hal-hal
yang harus di utamakan :
1)
Membuat titik tertinggi pada kaki ayun,
sama besar perluasannyadengan
2)
kaki mendorong
3)
Mengayunkan lengan sejajar dengan pinggul
dan sedikit menyilang
4)
kedepan badan
5)
Pada aba-aba “siap” gerakan tubuh condong
ke depan dan pada aba-aba
6)
“ya” tubuh digerakan ke depan di ikuti
lengan dan kaki
B. Lari
Estafet
1. Pengertian Lari Estafet
Lari Estafet atau dengan kata lain disebut
“Lari sambung menyambung sambil membawa tongkat” adalah salah satu jenis
olahraga yang berinduk pada bidang atletik. Pelarinya berjumlah lebih dari 1
orang & kurang dari 5 orang yang tergabung dalam 1 tim, dimana
masing-masing pelari sudah diatur dalam jarak tertentu untuk kemudian bersiap-siap
menunggu atau memerima tongkat Estafet dari teman dan kemudian berlari untuk
menyerahkan tongkat tersebut kepada teman 1 tim dan seterusnya saling
mengoforkan tongkat hingga memasuki garis finis. Siapa yang pertama mencapai
garis finis maka Tim tersebutlah yang menang.
Nomor lari estafet yang sering
diperlombakan adalah nomor 4 x 100 meter dan nomor 4 x 400 meter. Dalam
melakukan lari sambung bukan teknik saja yang diperlukan tetapi pemberian dan
penerimaan tongkat di zona atau daerah pergantian serta penyesuaian jarak dan
kecepatan dari setiap pelari.
2. Nomor-Nomor Lari Estafet
A. 100 meter
Lomba lari jarak 100 meter
diselenggarakan di salah satu sisi lintasan atletik outdoor. Nomor ini dianggap
nomor paling bergengsi dalam cabang olahraga atletik. Pemegang rekor dunia 100
meter sering disebut “manusia tercepat”.
Usain Bolt dari Jamaika merupakan pemegang
rekor dunia putra, dengan catatan waktu 9,58 detik. Rekor tersebut ia ciptakan
pada 16 Agustus 2009 dalam Kejuaraan Dunia Atletik 2009 di Berlin. Pemegang
rekor dunia putri adalah mendiang Florence Griifith-Joyner. Hingga sekarang,
belum ada sprinter putri yang bisa memecahkan rekor 10,49 detik yang diciptakan
Flo-Jo (panggilan akrab Florence Griffith-Joyner) pada 1988.
Nomor estafet 4 × 100 meter juga cukup
prestisius. Kecepatan rata-rata dalam nomor ini lebih cepat daripada nomor 100
meter karena pelari boleh mulai bergerak sebelum menerimatongkat estafet. Rekor
dunia 4 × 100 meter putra dipegang tim Jamaika yang mencatat waktu 37,10 detik.
Rekor tersebut diciptakan pada Olimpiade Beijing 1988. Adapun rekor nomor
estafet 4 × 100 meter putri dipegang tim Jerman Timur yang mencatat waktu 41,37
detik pada 1985.
B. 400 meter
Dalam nomor 400 meter, para peserta lomba
berlari satu putaran melewati lintasan. Sebagaimana dalam lomba 200 meter,
posisi start para pelari diatur agar setiap pelari menempuh jarak yang sama.
Rekor dunia 400 meter putra saat ini
dipegang Michael Johnson dari Amerika Serikat dengan catatan waktu 43,18 detik.
Sementara pemegang rekor dunia putri adalah Marita Koch dari Jerman Timur.
Catatan waktunya, 47,60 detik, telah bertahan sejak 1985.
Secara tradisi, nomor estafet 4 × 400
meter merupakan nomor terakhir yang dilombakan pada kejuaraan besar atletik.
Tim Amerika Serikat memegang rekor dunia 4 × 400 meter putra sejak 1993
dengan catatan waktu 2:54.29. Sementara rekor 4 × 400 meter putri bertahan
lebih lama lagi. Sejak 1988, tim Uni Soviet memegang rekor dengan catatan waktu
3:15.17.
3. Peraturan Perlombaan
Ø
Panjang daerah pergantian tongkat estafet
adalah 20 meter, lebar 1,2 meter dan bagi pelari estafet 4 x 100 meter
ditambabh 10 meter pra-zona. Pra-zona adalah suatu daerah dimana pelari yang
akan berangkat dapat mempercepat larinya, tetapi disini tidak terjadi
penggantian tongkat.
Ø
Lari Estafet(Lari Beranting)Lari Estafet
atau sering disebut dengan lari beranting merupakan salah satu dari cabang
atletik.Lari Estafet hanya membutuhkan empat (4) orang pemain untuk melakukan
olahraga tersebut. Jarak Tempuh Lari estafet : 4×400 M (Putra/Putri) Dan 4×100
M Start yang sering di gunakan dalam Lari Estafet: Start Jongkok sering di
gunakan pada pelari pertama / (1), Sedangkan Start Berlari sering di gunakan
pada pelari ke-Dua,ke-Tiga,dan ke-Empat / (2,3,4) Ada beberapa cara menerima
tongkat Estafet:
1. Visual : Dengan menoleh atau melihat ke
belakang dan ini hanya di gunakan untuk lari Estafet yang berjarak 4×400 meter.
2. Non Visual : Cara ini di gunakan dengan
tidak menoleh ataupun melihat ke belakang,karena jarak yang di gunakan terlalu pendek
yaitu 4×100 meter. Ada ketentuan atau peraturan yang da di olahraga Lari
Estafet ini:
Ø
Di perbolehkan mengambil tongkat estafet
apabila tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian penerimaan tongkat pada
lari yang berjarak 4×400 meter dengan resiko team tersebut bisa kalah dalam
lomba tersebut.
Ø
Di perbolehkan mengambil tongkat estafet
apabila tongkat tersebut jatuh pada saat pergantian penerimaan tongkat pada
lari yang berjarak 4×100 meter dengan resiko team tersebut dapat langsung di
diskualifikasi dalam pertandingan olahraga tersebut. Ada juga cara yang baik
dalam menerima togkat estafet agar tidak terjatuh yaitu : 1.Sebagai pemain yang
ingin memberi tongkat tersebut harus menggunakan tangan kiri,sedangkan pemain
yang menerima tongkat tersebut harus menggunakan tangan kanan,Itulah beberapa
cara yang di gunakan untuk memberi dan menerima tongkat estafet yang benar dan
baik.
BAB
III
PENUTUP
A. SIMPULAN
Dari Paparan atau penjelasan di atas,
maka penulis dapat menyimpulkan bahwa sesuai dengan makalah Lari
cepat atau sprint adalah semua perlombaan lari dimana peserta berlari dengan
kecepatan maksimal sepanjang jarak yang harus ditempuh, sampai dengan jarak 400
meter masih dapat digolongkan dalam lari cepat, Lari cepat sering disebut juga
dengan lari sprint, karena jarak lari yang di tempuh adalah pendek.
Lomba lari cepat dilaksanakan di stadion
yaitu pada lintasannya yang disebut dengan track. Nomor lari
jarak pendek lainnya adalah 100 m, 200 m dan 400m, merupakan nomor lari
yang sangat bergengsi didunia. Jika mereka dapat memenangkan nomor ini pada
tingkat dunia maka akan disebut sebagai pelari tercepat di dunia.
B. SARAN
Dengan
membaca makalah ”Merancang kulturekonomi bangsa
indonesia” dapat mengadakan kegiatan yang bermanfaat baik di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Dan
bermanfaat buat pembaca semoga dapat menambah wawasan para pembaca. Pembaca mampu mencari sumber
informasi lain, sebagai pengetahuan untuk membuat kegiatan yang bermanfaat bagi
masyarakat.
Labels: Makalah

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home